2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39454

Mendagri dan DPR Bahas Perpu Kepala Daerah

Menteri Dalam Negeri (mendagri) Tjahjo Kumolo (kedua kiri) didampingi jajarannya mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/1/2015). Raker ini membahas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) no.1/2004 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Perppu no.2/2014 atas perubahan terhadap UU no.23/2014 tentang Pemerintah Daerah. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

PLN Siap Pasok Listrik Proyek MRT dan Asian Games

Jakarta, Aktual.co —Pemprov DKI Jakarta gandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk ketersediaan pasokan listrik di proyek Mass Rapid Transit (MRT) dan persiapan Asian Games 2018. 
Menyambangi Balai Kota DKI, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengakui kebutuhan listrik untuk proyek-proyek di DKI memang cukup besar.
“3.000 megawatt (mgw) untuk masa lima tahun ke depan,” kata dia, usai temui Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jumat (16/1).
Untuk memenuhi itu, PLN akan melakukan penambahan daya di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). “Seperti di Muara Karang, Muara Tawar dan Tanjung Priok.”
GM PLN Jaya Haryono NS ikut menambahi. Kata dia, pembangkit-pembangkit baru itu akan menghasilkan listrik sekitar 3.600 megawatt.
“Ada juga satu lokasi baru di Marunda itu semua gas semua, kecuali di Muara Tawar pakai uap,” kata Jaya.
PLN juga akan menambah jumlah gardu, transmisi, pembangkit listrik di Jakarta jelang digelarnya Asian Games 2018 di Jakarta.  “Jaringan baru untuk Asian Games dan bagaimana listrik Jakarta tercukupi, Jawa-Bali sekarang nggak defisit. Rencana pembangkit baru 3.900 mgw di lima lokasi, yakni gardu induk 7 buah sebesar 5.000 mgw, 150 ribu mgw, 180 ribu mgw dan 380 ribu mgw,” lanjutnya.
Dia yakin pasokan itu akan cukup sampai dengan tahun 2019. “Itu juga untuk memenuhi kebutuhan listrik sampai 2019 aman. Pertumbuhan listrik sekarang 5-6 persen,” tutup Jaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Promosi Industri Jamu, Menperin Ajak Para Menteri Minum Jamu

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mempromosikan jamu dengan menggelar acara minum jamu “bareng” beberapa Menteri Kabinet Kerja dalam rangka mencintai industri jamu nasional dan meningkatkan daya saing di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta.

“Acara minum jamu bersama merupakan agenda setiap instansi pemerintah dalam rangka memperkenalkan, mendorong dan menumbuhkan kecintaan masyarakat termasuk generasi muda terhadap jamu,” kata Menperin Saleh Husin, di Jakarta, Jumat (16/1).

Menurut Menperin, industri jamu merupakan salah satu sektor strategis yang mampu menggerakan roda perekonomian nasional, oleh karena itu, Kemenperin terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Hal tersebut dilakukan agar dunia usaha tetap melakukan investasinya di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing yang tinggi, sehingga industri jamu dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Menperin.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Kemenperin Euis Saedah mengatakan, dari sekitar 1.160 industri jamu yang sebagian besar adalah pelaku IKM yang tersebar di seluruh Indonesia dan mampu menyerap 15 juta tenaga kerja, mempunyai tantangan yang cukup berat.

“Utamanya dengan beredarnya produk jamu ilegal, belum terstandarnya kualitas produk jamu dan juga menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN,” ucap Euis.

Sehingga, lanjutnya, industri jamu harus mampu meningkatkan daya saing dengan meningkatkan kreativitas dalam pengembangan dan inovasi produk yang mengikuti perkembangan zaman.

Adapun beberapa Menteri Kabinet Kerja yang hadir antara lain Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Menteri Ketenagakerjaan Muh. Hanif Dhakiri.

Selain itu, juga hadir para istri Menteri Kabinet Kerja, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri Tradisional Berbasis Budaya Putri Kusuma Wardani dan Ketua Gabungan Pengusaha Jamu Charles Saerang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pelarangan Motor, Ahok Dianggap Tak Peduli Rakyat Miskin

Jakarta, Aktual.co —Front Transfortasi Jakarta (Fronjak) kembali mendatangi Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, siang ini. Mereka tetap membawa isu yang sama, menolak pemberlakuan pelarangan motor di jalan protokol di Ibukota.
Massa yang berkumpul sejak pukul 13.30Wib ini meminta Gubernur Basuki Thaja Purnama (Ahok) menghentikan pelarangan itu, atau turun dari jabatannya. 
Salah satu orator aksi, mengatakan kebijakan pelarangan motor telah merugikan rakyat kecil. Karena menutup aktifitas ekonomi mereka.
“Inilah akibatnya kalau gubernur sereb (pengganti) yang gak punya visi-misi, hanya merugikan orang rakyat kecil, Ahok mundur atau hentikan Perda pelarangan motor,” ujar dia, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (16/1).
Menurut Fronjak, pelarangan motor telah mempengaruhi aktivitas ekonomi rakyat kecil. “Ini diskriminasi, Ahok melanggar Undang-Undang. Bagaimana kurir-kurir tukang ojeg, setiap hari kami mengantarkan pegawai-pegawai kantor,” keluhnya.
Meski jumlah sedikit, para pengunjukrasa sempat melakukan ‘aksi goyang gerbang’. Namun situasi bisa dikendalikasi oleh petugas pengamanan Balai Kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Kelima, Bursa AS Kembali Lanjutkan Pelemahan

Jakarta, Aktual.co — Saham-saham di bursa Wall Street kembali melemah di hari kelima ketika saham-saham perbankan melemah dan juga saham Best Buy Co, usai melaporkan kinerja yang tak sesuai harapan.
Saham Bank of America Corp, dan Citigroup turun 3,7 persen usai melaporkan kinerjanya yang mengalami penurunan laba kuartal empat. Best Buy Co anjlok 14 persen serta saham Apple Inc, memimpin penurunan saham teknologi.
Ekuitas berjangka berfluktuasi pada hari sebelumnya setelah bank Sentral Swiss diperkirakan menyerah terhadap nilai tukar minimum.
“Ada banyak ketidakpastian saat ini. Ada ketidakpastian tentang apa yang harus dilakukan dengan kepemilikan Swiss dan pesaing mereka,” kata Kepala Perdagangan saham di Santa Fe Thomas Garcia seperti dikutip Bloomberg, Kamis (16/1).
Indeks Standard & Poor (S&P) 500 turun 0,9 persen menjadi 1992,67 pada pukul 16.00 waktu New York. Indeks Dow Jones turun 0,61 persen menjadi 17320,71 dan indeks Nasdaq turun 1,48 persen ke 4570,82. Sekitar 7,9 miliar saham berpindah tangan hingga penutupan perdagangan.

Artikel ini ditulis oleh:

GP Ansor Kecam Penerbitan Kembali Majalah Charlie Hebdo

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah menyesalkan tetap terbitnya majalah satir Charlie Hebdo yang memuat karikatur dan melecehkan Nabi Muhammad.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Yami Blumut mengatakan PW GP Ansor Jawa Tengah mendorong pemerintah untuk mengecam dan melalui Kedutaan Besar Prancis agar pemerintah Prancis memberikan sanksi hukum kepada pengelola majalah karena memicu sentimen antara muslim dan umat lainnya.
“Majalah tersebut telah nyata melakukan penghinaan dan tindakan provokatif,” katanya, di Temanggung, Jumat (16/1).
Ketegangan dan teror yang terjadi di Paris, Perancis, sedikit banyak disebabkan oleh kenekatan dari majalah tersebut. Oleh karena itu, dengan kejadian tersebut sikap toleransi muslim terhadap umat lain yang telah dibina selama ini, dinodai oleh kepentingan kelompok dan kepentingan ekonomi bisnis semata.
“Hal tersebut dibuktikan, penjualannya semula 200 ribu eksemplar, sekarang telah mencapai 3 juta eksemplar,” katanya.
Dia menambahkan, menyinggung tragedi penyerangan di kantor majalah satir Charlie Hebdo di Paris, Prancis, Rabu (7/1), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda lewat Ketua Tanfidziyah, Fachrizal Afandi menyatakan sikap sebagai bentuk keprihatinan kemanusiaan yakni mengutuk tindakan, pelaku, dan simpatisan penembakan brutal di kantor Charlie Hebdo sebagai bagian dari teror yang bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Berkaitan dengan kejadian-kejadian selama ini, khususnya di Perancis dan ancaman ISIS terhadap jajaran GP Ansor dan Banser, diimbau seluruh jajaran pengurus di pimpinan cabang, anak cabang hingga ranting di Jawa Tengah agar selalu waspada dan menggiatkan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti kaderisasi dan peningkatan kapasitas diri.
“Isu media yang sangat terbuka selama ini, harus disikapi secara jernih dan arif sehingga tidak termakan isu dan teradu domba yang sengaja membuat keruh suasana.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain