15 April 2026
Beranda blog Halaman 39508

Warga Pelabuhan Tanjung Mas Semarang Digemparkan Penemuan Sesosok Mayat

Semarang, Aktual.co — Warga kelurahan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat berjenis kelaim pria yang tewas dalam kondisi mengenaskan di samping gedung kosong Puri Baruna, atau tepatnya di bawah Fly Over Yos Surdarso Pos IV, kecamatan Semarang Utara, Selasa (27/1) Siang.
Tak ditemukan identitas pada sekujur tubuh mayat tersebut. Hanya saja ditemukan kartu tanda anggota Balai Karantina Tanjung Mas atas nama Ari.
Diduga, mayat merupakan korban pembunuhan. Di sekujur tubuh terdapat beberapa luka tanda bekas penganiayaan, seperti jari kelingking kiri putus, perut kiri robek, pelipis kanan sobek, dan sejumlah luka lebam di wajah.
Menurut pengakuan warga setempat, Toyo (50), korban merupakan orang gila yang biasa terlihat di bawah fly over jembatan. Dirinya pun tidak menyangka jika ada yang tega menghabisi nyawanya.
Warga yang sempat geger dan panik langsung melaporkan kepada pihak berwajib. Selang satu jam, petugas kepolisian setempat datang ke lokasi kejadian langsung dan melakukan identifikasi terhadap mayat yang berumur sekitar 30 tahun tersebut.
Warga berdatangan guna mengetahui secara langsung proses evakuasi mayat tersebut.
Hasil sementara identifikasi, diduga kuat korban pembunuhan, karena ada luka-luka dan bercak darah yang berjarak 7-8 meter dari korban. “Identitas masih diperiksa di kamar mayat yang dibawa ke RSUP dr Kariadi,” pungkas dia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Lurah Susan ke KPK Bukan Perihal Penyidikan Melainkan Diskusi

Jakarta, Aktual.co — Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Susan Jasmine Zulkifli  bertandang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan wanita berambut pendek itu bukan terkait pemeriksaan terhadap sebuah kasus korupsi.
Susan mengaku, kedatangannya ke lembaga pimpinan Abraham Samad cs itu untuk menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang disiarkan oleh radio KPK.
“Bukan penyelidikan. Cuma jadi pembicara di radio KPK,” kata Susan ketika meninggalkan gedung KPK, Selasa (27/1).
Kehadiran Lurah Susan ke KPK sempat mengundang pertanyaan. Pasalnya, ketika ditanya perihal kedatangannya Susan enggan berkomentar.
Meski begitu, setelah urusannya selesai Susan baru mau mengungkapkan tujuannya berada di KPK. “Tadi ngobrol soal gratifikasi,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kim Jong-Un Diberitakan Akan Hadiri KAA di Bandung

Jakarta, Aktual.co — Demikian diberitakan seorang sumber pemerintah Korut yang tidak disebutkan namanya seperti dikutip dari Sputniknews.com, Selasa (27/1).

“Kim Jong-Un akan hadir ke Kota Bandung sesuai dengan jadwal kepresidenan Korut,” kata sumber itu.

Jika Kim hadir dalam pertemuan KAA di Bandung, ini akan menjadi perjalanan internasional pertama baginya sejak menjabat pemimpin Korea Utara sejak Desember 2011.

Kehadiran Kim Jong-Un disinyalir mengikuti jejak pendahulunya, dimana kakek Jong-Un, Kim Ill Sung pernah hadir dalam peringatan 10 tahun KAA di Bandung pada 1965 silam.

Setelah perjalanan awal ini, Kim diperkirakan akan mengunjungi Moskow untuk menghadiri peringatan 70 tahun kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II, pada bulan Mei.

Laporan: Nebby Mahbiburrahman

Artikel ini ditulis oleh:

Komnas HAM Bentuk Tim Telusuri Dugaan Kriminalisasi KPK

Jakarta, Aktual.co — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) membentuk sebuah tim untuk menyelidiki dugaan kriminalisasi Pimpinan KPK. Tim ini dibentuk, guna menanggapi laporan Wakil Ketua KPK, menyusul penangkapan dan penetapan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri.
“Komnas HAM kemarin secara resmi membentuk Tim Penyelidikan Dugaan Kriminalisasi Pimpinan KPK,” ujar Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis, di Jakarta, Selasa (27/1).
Ia mengatakan, tim ini beranggotakan  22 orang dengan delapan orang di antaranya adalah komisioner Komnas HAM.
“komisioner, dan sisanya staf pendukung,” kata dia.
Lebih jauh ia mengatakan, tim ini nantinya akan memberikan rekomendasi pada presiden terkait perseteruan antara KPK dan Polri.
Ditambahkan dirinya, pembentukan tim ini atas laporan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengadukan pada Komnas HAM tentang dugaan kriminalisasi pimpinan KPK.
“Kami mempertimbangkan pengaduan dari sejumlah LSM seperti Kontras, dan lain-lain. Dan akan fokus pada dugaan kriminalisasi pimpinan KPK,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

OJK: Kredit Macet Disebabkan Kejar Setoran

Malang, Aktual.co — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah intens mengawasi dan mengambil langkah untuk menyelesaikan problem kredit macet pada lembaga pembiayaan.
Kabag Pengawasan Pembiayaan IV, Rugun Hutapea, mengatakan sebagian besar kredit macet dikarenakan faktor kejar setoran dari perusahaan lembaga pembiayaan yang bersangkutan.
“Angka kredit macet maksimal menurut peraturan OJK adalah 10 persen,” kata Rugun, di Malang, Jawa Timur, Selasa (27/1).
Bila pihak OJK menemukan sebuah perusahaan lembaga pembiayaan yang angka kredit macetnya mendekati angka 10 persen, maka langsung dilakukan pemanggilan terhadap lembaga pembiayaan tersebut.
“Kalau mendekati 10 persen sudah kita panggil, kita tanya apa faktor penyebab kemacetannya dan kita beri advice kepada mereka,” tegasnya.
Dari beberapa kasus yang masuk ke OJK, kredit macet biasanya disebabkan karena adanya rangkap kerjaan bagian perencanaan sekaligus marketing.
“Takutnya kalau seperti ini pokoknya mereka mencari nasabah, tanpa melihat bagaimana background ekonominya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Pengesahan Kode Etik Anggota DPR Ditunda

Ketua DPR Setya Novanto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto saat rapat paripurna‎ pengesahan rancangan peraturan tentang kode etik dan tata beracara Mahkamah Kehormatan DPR digelar di Gedung Nusantara II, Selasa (27/1/2015). DPR menunda pengesahan rancangan peraturan tentang kode etik dan tata beracara Mahkamah Kehormatan dengan alasan masih banyak poin yang perlu direvisi. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Berita Lain