4 April 2026
Beranda blog Halaman 39509

Sarbeni Rempug Minta Ahok Untuk Turunkan Tarif Masuk Ancol

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thaja Purnama alias Ahok diminta segera menurunkan harga tiket masuk Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Demikian disampaikan Sanny Ahmad Irsan, Ketua Umum Satuan Relawan Bencana Betawi Rempug (Sarbeni Rempug). 
Dijelaskan Sanny kawasan ancol sejak zaman kolonial Belanda sudah menjadi kawasan wisata favorit bagi masyarakat Jakarta dan di tahun 1966 Ancol dibuka secara resmi sebagai kawasan wisata terpadu oleh Gubernur DKI Ali Sadikin. Namun sayangnya kawasan wisata terpadu itu berubah sejak tangal 2 juli 2004.
“TIJA melakukan ‘Go Public’ dan namanya berubah menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dengan sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemda DKI dgn komposisi kepemilikan saham 72% milik Pemda, 18% milik PT Pembangunan Jaya  dan 10% milik masyarakat,” Kata Sanny melalui press rilis media yang diterima aktual, Senin (26/1)
Diketahui lanjutnya, pada saat ini untuk memasuki kawasan wisata tersebut masyarakat harus mengeluarkan biaya yang lumayan mahal sekali, yaitu Rp25 ribu untuk biaya masuk perorang, Rp15 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp20 ribu untuk mobil.
“Ini belum termasuk biaya masuk Bus atau jenis kendaraan lainnya. Sehingga tidak semua lapisan masyarakat yang bisa menikmati kawasan wisata terpadu milik Pemda DKI tersebut. Sehingga TIJA saat ini sangat identik sebagai tempat wisata-nya orang yang berduit saja,” tegasnya.
Dia menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini terlalu berorientasi bisnis dan hanya mencari keuntungan semata, tanpa memikirkan aspek-aspek lain dalam pengembangan kawasan wisata ini.  
“Bahkan di tempat ini tidak ada tempat yang disediakan utuk kawasan budaya Betawi sabagai apresiasi Pemda DKI kepada Masyarakat Betawi. Oleh karena itu kita meminta Gubernur DKI Jakarta, agar kiranya Pemda DKI dapat menurunkan harga tiket masuk taman impian Jaya Ancol dan membangun kawasan Wisata Budaya Betawi di tempat wisata kebanggaan Warga Jakarta ini,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Arah Kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2015). Rapat tersebut membahas mengenai arah kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2015-2019. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Menkumham Sebut Hak Imunitas Langgar Konstitusi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan bahwa pemberian hak imunitas kepada pimpinan KPK merupakan pelanggaran konstitusi.
Menurutnya, semua orang harus sama kedudukannya didepan hukum.
“Institusi hukum kita saling menjaga dirinya dalam melakukan tindakan-tindakan yang dalam tupoksinya,” kata Yasonna, di Jakarta, Senin (26/1).
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan bahwa KPK berencana meminta presiden menerbitkan perppu mengenai hak imunitas.
“Kemarin sudah dibicarakan, semua pegawai di KPK minta dibuat dalam perppu. Harapannya, agar dikeluarkan secepatnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kepada Pak Bambang Widjojanto dan impunitas buat kami,” kata Adnan.

Artikel ini ditulis oleh:

Johan: Selama Belum Ada Keppres, BW Masih Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membahas surat pengunduran diri Bambang Widjojanto, menyusul telah ditetapkan sebagai tersangka di Bareskrim Mabes Polri.
Meski demikian, menurut Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, Bambang Widjojanto masih menjabat Wakil Ketua sebelum Presiden Joko Widodo mengeluarkan Keppres.
“Selama Keppresnya belum turun, maka Pak Bambang masih sebagai pimpinan KPK,” ujar Johan, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (26/1).
Diketahui, untuk memutuskan status BW, pimpinan KPK bersama dengan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Hasyim Muzadi melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut.
Hasil pembahasan tersebut akan dibawa ke Presiden untuk dijadikan acuan penerbitan Keppres. Selanjutnya, Keppres itulah yang akan menentukan nasib BW di lembaga anti korupsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pimpinan KPK Putuskan Nasib Pengunduran Diri BW

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu dia sampaikan di gedung KPK, Senin (26/1).
Dikatakan pria yang kerap disapa BW, dengan mengacu kepada Pasal 32 UUD Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, dirinya mantap untuk mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua KPK.
“Saya mengajukan surat itu pada pimpinan KPK. Pimpinan KPK lah yang akan menentukan lebih lanjut,” ungkap Bambang.
Ia mengatakan, selama surat permohonan tersebut belum disetujui oleh pimpinan KPK dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres), dia masih menjabat sebagai Wakil Ketua KPK.
“Pimpinan KPK sedang melakukan rapat. Karena harus bertindak secara kolegial biarkan pimpinan berkerja,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Kemensos: Indonesia Butuh Kampung Siaga Bencana

Jakarta, Aktual.co —  Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Margowiyono mengatakan bahwa saat ini Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan daerah rawan bencana alam masih membutuhkan lebih banyak lagi kampung siaga bencana (KSB).
 
“Kita baru miliki 258 KSB dan diharapkan 2015 ini bertambah lagi,” katanya, Seni (26/1). 
Dia menjelaskan, saat ini berdasarkan indeks rawan bencana terdapat 453 kabupaten rawan, sehingga jumlah KSB yang ada masih jauh dari kebutuhan.

“Belum lagi kecamatan, apalagi desa yang jumlahnya 74 ribu desa,” tambah Margowiyono.

Sepanjang 10 tahun sejak dibentuknya KSB, jumlah yang ada sudah cukup menunjukkan kemajuan adanya perhatian pemerintah terhadap penanganan bencana.

“Kemensos hanya menstimulasi, kita berharap daerah lewat APBD juga bisa membentuk KSB. Kita akan mendukung dan bantu, misalnya, instruktur dan peralatan,” tambah dia.

KSB merupakan sistem penanganan bencana yang berbasis masyarakat terutama di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang penanganan bencana.

Diharapkan dengan adanya KSB, masyarakat bisa mandiri dan sebagai bentuk pengurangan risiko bencana serta meminimalkan jumlah korban bencana.

“Jadi kita minta ke depan daerah dan juga masyarakat serta dunia usaha ikut serta membangun KSB, kita hanya fasilitator saja,” jelas Margowiyono.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain