17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39523

Kompolnas Benarkan Sutarman dan Budi Gunawan Dipanggil Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jendral Sutarman dan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dikabarkan dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pagi tadi, Jumat (16/1). Pemanggilan kedua petinggi Polri itu dikabarkan membahas mengenai isu pergantian Kapolri dan penetapan tersangka.
 Komisoner Kompolnas M Nasser membenarkan adanya pertemuan di Istana Negara pada pagi tadi. Meski demikian dirinya mengaku belum mendapatkan informasi hasil dari pertemuan tersebut.
Rumor lain yang beredar, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti akan menjadi pelaksana tugas (plt) Kapolri serta Kabareskrim Komjen Suhardi Aliyus dicopot dari jabatannya dan digeser ke Lemhanas.
Saat disinggung mengenai kabar pencopotan Kabareskrim terkait dengan penetapan tersangka Budi Gunawan, Nasser enggan menjawab secara gamblang. Namun, dia hanya menekankan, sebanyak 440 000 anggota Polri berharap Presiden Jokowi memberikan putusan apapun yang dimensinya menyelamatkan institusi Polri.
“Jangan sampai moral prajurit turun, jangan sampai ada anggota merasa institusinya diobok-obok oleh institusi lain,” kata Nasser saat dikonfirmasi, Jumat (16/1). Presiden Joko Widodo, kata Nasser, harus memelihara marwah kepolisian. Sebab, Polri merupakan aset berharga sebuah bangsa. Karenanya, Nasser berharap, jangan sampai ada instansi lain seperti KPK, hanya digunakan untuk memukul Polri karena ketidaksukaan terhadap salah satu profil kandidat calon Kapolri, yakni Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan.
“Jangan biarkan KPK sebagai alat pemukul sebagai alat pemukul Polri. Jangan sampai ada menggunakan KPK untuk memukul karena tidak suka Budi Gunawan. Hukum itu untuk harmoni,” tegas Nasser.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Korupsi Alkes, KPK Garap Enam Pejabat Tangsel

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan Kota Tangerang Selatan tahun anggran 2012.
Penyidik menjadwalkan Sekertaris Daerah Kota Tangsel yakni Dudung Erawan Direja. Dia akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Miindo Adiguna Perkasa, Dadang Prijatna. “Yang bersangkutan akan diperiksa untuk tersangka DP,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat (16/1).
Tak hanya itu, sejumlah pejabat besutan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu pun akan menjalani pemeriksaan. Eddy Adolf Nicolas Malonda yang menjabat sebagai staf ahli Wali Kota Tangsel juga akan diperiksa.
Bersama Eddy, Kepala DPPKAD Pemkot Tangsel Uus Kusnadi turut menjadi sasaran penyidik untuk menggali keterangan atas bergulirnya kasus yang melibatkan suami dari Walkot Tangsel itu. “Ya benar, mereka akan digali keterangan oleh penyidik.” 
Priharsa menambahkan, dalam pemeriksaan kali ini, ada enam saksi yang akan telisik penyidik guna melengkapi proses pemberkasan tersangka. “Sisanya adalah Matodah selaku Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Tangsel, Joko, mantan Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Tangsel, dan Dendi Pryandana menjabat Kepala Dinas Tata Kota Pemkot Tangsel.”
Sebagai informasi, dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alkes di RSUD Kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012, KPK sudah menetapkan 3 tersangka. Mereka adalah Komisaris PT Bali Pacific Pragama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur PT Miindo Adiguna Perkasa Dadang Prijatna, dan Pejabat Pembuat Komitmen proyek alkes Mamak Jamaksari.
Selain kasus proyek alkes Tangsel, Wawan bersama kakaknya Ratu Atut Chosiyah juga terjerat kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten. Kemudian Wawan dan Atut juga jadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek alkes Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Banten tahun anggaran 2011-2013.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jokowi Gelar Rapat Tertutup Bahas BBM

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dijadwalkan melangsungkan rapat membahas energi termasuk di antaranya mengenai harga bahan bakar minyak (BBM).

“Iya betul (rapat),” kata Menteri BUMN Rini Soemarno kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Jumat (16/1).

Namun ketika ditanya apakah pemerintah akan mengumumkan penurunan harga jual BBM, Rini mengatakan tengah dibahas saat ini.

Sementara itu Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan ada wacana untuk membangun stok cadangan energi nasional berdasarkan masukan dari Dewan Energi Nasional. Rapat tersebut berlangsung tertutup bagi liputan wartawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ingin Lancarkan Aksi Teror, Seorang Pemuda di AS Diamankan FBI

Jakarta, Aktual.co — Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengincar seorang pemuda bernama Christopher Lee Cornell (20) selama berbulan-bulan, karena memposting tulisan yang mengkhawatirkan terkait jihad.
Dilansir dari CNN, Pada Rabu agen FBI telah menangkap warga Cincinnati ini sebelum dia melancarkan aksinya.
Menurut pihak berwenang, Cornell mentweet menggunakan akun nama Raheel Mahrus Ubaidah. Hal itu mirip dengan serangan pada kantor majalah Charlie Hebdo di Paris.
Rencana yang akan dilakukan awalnya menempatkan bom pipa saat penerbangan yang memberangkatkan anggota parlemen dan karyawan. Saat mereka panik dan berlarian, pelaku bergerak dengan menggunakan senapan serbu.
Cornel disebut-sebut telah mempersiapkan rencana tersebut dengan pasangannya. Dia telah mempersiapkan pembuatan bom sejak beberapa hari sebelumnya dan membeli dua senapan M-15 beserta 600 butir peluru.
Laporan: Fahad

Artikel ini ditulis oleh:

Relawan Jokowi Dukung Penuh Kebijakan Presiden Untuk Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Dalam mendorong agar Jokowi mengambil putusan sesuai dengan harapan rakyat, publik jangan menghakimi. Kondisi sulit seperti sekarang harus dipahami, betapa parahnya situasi yang diwariskan kepada Jokowi. Maka BaraJP-Seknas mendukung Jokowi mengambil kebijakan terbaik.             
Demikian disampaikan Sihol Manullang, Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) dan Muhammad Yamin Ketua Umum Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi, dalam siaran persnya di Jakarta Jum’at (16/1) pagi.              
“Kita harus realistis, situasi kita memang demikian parah. Meski sudah ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak serta-merta menghilangkan korupsi. Jika kita berkesimpulan membutuhkan KPK, itu artinya mengakui birokrasi kita belum bersih, maka tidak fair kalau lantas menghakimi Jokowi,” kata Sihol.             
Sementara Muhammad Yamin menegaskan, Jokowi hanya melaksanakan hak prerogatifnya untuk memilih salah satu dari sejumlah nama yang disodorkan Kompolnas, yang kemudian meminta persetujuan DPR. Prosedur telah dilaksanakan, DPR menyetujui.             
“Kami hanya mendukung dan membentengi Jokowi agar mengambil putusan terbaik, bukan soal mendukung siapa yang menjadi Kapolri. Opsi melantik Budi Gunawan, lantas kemudian diberhentikan, atau tidak dilantik, merupakan opsi yang tentu sudah dipikirkan Jokowi,” demikian Muhammad Yamin.             

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah AS: Berikan Kebebasan Politik dan Ekonomi bagi Rakyat Kuba

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Amerika Serikat akhirnya membuka ‘kran’ perdagangan di Kuba. Departemen Perdagangan dan Keuangan AS telah mengumumkan perubahan peraturan ekonomi dan jasa keuangannya terhadap ‘Negeri Fidel Castro’ tersebut.

“Pengumuman hari ini membawa kita (AS) melangkah ke depan untuk menggantikan kebijakan lama yang tidak bersahabat dan menempatkan sebuah kebijakan baru yang membantu memberikan kebebasan politik dan ekonomi bagi rakyat Kuba,” kata Menteri Keuangan AS, Jacob Lew, demikian dilansir Aktual.co, dari Reuters.

Perubahan dimaksudkan untuk membuka perdagangan serta dukungan warga negara Kuba, yang juga memungkinkan warga ‘Negeri Paman Sam’ untuk melakukan perjalanan ke negara mereka tanpa meminta izin terlebih dahulu. Asalkan untuk keperluan pendidikan, keagamaan atau alasan lain yang disetujui.

Aturan baru ini akan diberlakukan mulai hari ini, Jumat (16/1) sebagai langkah konkrit yang di terapkan Presiden AS Barack Obama untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan bekas musuhnya itu dalam era Perang Dingin.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain