Kompolnas Benarkan Sutarman dan Budi Gunawan Dipanggil Jokowi
Jakarta, Aktual.co — Kapolri Jendral Sutarman dan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan dikabarkan dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pagi tadi, Jumat (16/1). Pemanggilan kedua petinggi Polri itu dikabarkan membahas mengenai isu pergantian Kapolri dan penetapan tersangka.
Komisoner Kompolnas M Nasser membenarkan adanya pertemuan di Istana Negara pada pagi tadi. Meski demikian dirinya mengaku belum mendapatkan informasi hasil dari pertemuan tersebut.
Rumor lain yang beredar, Wakapolri Komjen Badrodin Haiti akan menjadi pelaksana tugas (plt) Kapolri serta Kabareskrim Komjen Suhardi Aliyus dicopot dari jabatannya dan digeser ke Lemhanas.
Saat disinggung mengenai kabar pencopotan Kabareskrim terkait dengan penetapan tersangka Budi Gunawan, Nasser enggan menjawab secara gamblang. Namun, dia hanya menekankan, sebanyak 440 000 anggota Polri berharap Presiden Jokowi memberikan putusan apapun yang dimensinya menyelamatkan institusi Polri.
“Jangan sampai moral prajurit turun, jangan sampai ada anggota merasa institusinya diobok-obok oleh institusi lain,” kata Nasser saat dikonfirmasi, Jumat (16/1). Presiden Joko Widodo, kata Nasser, harus memelihara marwah kepolisian. Sebab, Polri merupakan aset berharga sebuah bangsa. Karenanya, Nasser berharap, jangan sampai ada instansi lain seperti KPK, hanya digunakan untuk memukul Polri karena ketidaksukaan terhadap salah satu profil kandidat calon Kapolri, yakni Kalemdikpol Komjen Budi Gunawan.
“Jangan biarkan KPK sebagai alat pemukul sebagai alat pemukul Polri. Jangan sampai ada menggunakan KPK untuk memukul karena tidak suka Budi Gunawan. Hukum itu untuk harmoni,” tegas Nasser.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby











