7 April 2026
Beranda blog Halaman 39543

Ribuan Warga Ramaikan Festival Topeng Maulud

Jakarta, Aktual.co — Ribuan warga ikut meramaikan Festival Topeng Maulud Nabi Muhammad SAW 2015 yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya setempat di halaman Taman Surya Kota Surabaya, Minggu (25/12).

“Sebenarnya ini penyelenggaraan yang kedua kalinya. Memang saya minta ke Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata). Tujuannya supaya anak-anak Surabaya tahu ada budaya seperti ini di Surabaya. Anak-anak kecil jadi tahu ada Topeng Maulud,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di acara tersebut.

Pada kegiatan tersebut terlihat puluhan ragam topeng Maulud yang dipajang di Halaman Taman Surya, gunungan hasil bumi seperti sayur-sayuran, buah-buahan serta gunungan apem (jajanan) khas Surabaya.

Selain itu, ada beragam penampilan dari siswa-siswi sekolah, komunitas sanggar tari/seni, dan juga dari pewakilan kecamatan yang terkemas dalam parade topeng Maulud 2015. Di antaranya, tari topeng Shalawat dari SMPN 12 Surabaya, juga drum band SMAN 19 Surabaya.

Setelah pembacaan doa, acara dilanjutkan dengan ritual keberkahan yang diawali dengan Tarian Topeng Gedeg oleh Sanggar Surabaya Menari, dilanjutkan pembagian topeng Maulud oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Kemudian dilanjutkan dengan rebuan gunungan apem dan gunungan hasil bumi.

Menurut dia, Festival Topeng Maulud 2015 ini memiliki kepedulian tinggi untuk ikut merawat budaya kearifan lokal agar tidak lenyap dan tergusur oleh modernitas zaman.

Untuk itu, wali kota menegaskan acara seperti ini akan rutin diselenggarakan oleh Pemkot Surabaya. “Ke depannya akan terus kita sempurnakan sehingga anak-anak tahu kekayaan budaya di Surabaya,” katanya.

Topeng Maulud merupakan salah satu budaya kearifan lokal yang ada di Surabaya selain ludruk, manten pagon, tari remo, undukan doro dan gulat okol. Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai upaya untuk merawat budaya lokal tersebut agar tetap ada dan dikenal generasi muda.

Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Fauzie M Yos mengatakan Festival Topeng Maulud 2015 diramaikan oleh sekitar 1.200 warga yang terdiri dari pelajar sekolah, komunitas sanggar tari dan seni, serta juga partisipasi dari kecamatan-kecamatan di Surabaya.

“Selain untuk melestarikan budaya, kami juga berharap kegiatan tahunan ini nantinya bisa menjad destinasi wisata di Surabaya,” ujarnya.

Salah satu penggagas acara Festival Topeng Maulud 2015 Herry Lento mengatakan, sejak dulu, di Surabaya ada tradisi perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW di mana anak-anak akan memakai topeng Maulud.

“Dulu, ibu-ibu yang yang pergi ke pasar, membelikan anak-anaknya topeng Maulud. Di kampung-kampung semuanya pakai topeg itu. Itu yang kemudian kita hidupkan kembali tradisi ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK, Polri dan Nawacita

Jakarta, Aktual.co — Hiruk pikuk politik yang meletup akibat kisruh yang terjadi antara Polri dan KPK jujur saja membuat saya terpukul. Di saat kami di parlemen sedang berjibaku bertempur memutuskan kebijakan politik anggaran untuk nawacita, arus besar isu membuat keputusan-keputusan di DPR terkait APBNP 2015 seakan luput dari perhatian publik.

Saya bertugas di komisi kesehatan dan ketenagakerjaan. Komisi yang sehari-hari urusi kasus buruh dan TKI, tentu saja advokasi pasien yang ditolak dari RS karena tidak mampu. Raker dengan Menkes dan Dirut BPJS  berlangsung 9 jam, raker dengan Menaker dan Kepala BNP2TKI selama 12 jam. Pimpinan partai tetap menugaskan kami untuk tetap kritis dalam trek yang membuat nawacita tak sekedar janji kampanye, tapi betul-betul bisa dibumikan. Bukan perkara mudah, kadang ada hal-hal yang belum satu persepsi dengan para pembantu presiden di Kementrian dan Lembaga. Kami diingatkan untuk berkomunikasi dengan baik, kalau pun ada adu argumentasi harus berbasis data dan realitas lapangan.

Berbicara program bagi eksekutif dan legislatif tentu harusnya dipahami bicara tentang jalan politik, politik kesehatan, politik ketenagakerjaan, politik pendidikan, dan seterusnya. Tak boleh sekedar bicara teknis tapi kosong arah politik: ideologi yang jadi roh atas ide, konsep hingga implementasi dari kebijakan yang diputuskan.  Begitu pula dengan penanganan korupsi.

Bagi saya tetap kebijakan politik penanganan yang seperti apa yang digunakan harus jelas dan tegas. Namun, bukan berarti kasus korupsi dipolitisir jadi kepentingan orang atau kelompok tertentu. Politik sejatinya tak boleh personal. Politik adalah urusan publik. Maaf, jika saya harus katakan dari mulai urusan pemilihan Kapolri hingga “perang KPK VS POLRI” lebih banyak muatan personal, ketimbang urusan publik.

Siapa yang dikorbankan? POLRI, KPK atau Jokowi sebagai Presiden? Bukan tiga-tiganya. Korbannya tetap sama dari satu era kekuasaan ke kekuasaan lain: rakyat. Siapa yang paling rusak citranya? POLRI, KPK atau Presiden? Jawabannya sama, bukan tiga-tiganya, kalau seperti ini yang rusak adalah nama bangsa: Indonesia.

Rakyat dan bangsa sedang dipertaruhkan. Jadi, bagi saya “Selamatkan Rakyat dan Bangsa, Benahi KPK dan POLRI”. Bukan hal etis jika kedua belah kubu saling membuka kebobrokan, saling tuding, sampai hasil BAP kedua belah pihak yang “tertuduh” pun bisa beredar tanpa sensor.

Republik ini rechtstaat bukan machtstaat. Negara hukum bukan negara yang kuat yang kuasa. Benar salah proses hukum yang transparan dan penuhi rasa keadilan yang memutuskan. Sependapat dengan Presiden Jokowi (meski saya tidak setuju dengan kata “meminta”, mengintruksikan atau memerintah lebih tepat rasanya) sebagai Kepala Negara agar semua proses hukum terhadap hal yang dituduhkan kepada para petugas di kedua institusi tersebut segera dijalankan dengan obyektif dan sesuai undang-undang yang berlaku.

Jika boleh saya tambahkan harapan saya, kedua institusi harus kembali kepada rel tugas masing-masing sesuai undang-undang dan konstitusi. Hentikan arogansi dan ego sektoral. Jangan ada lagi pernyataan tanpa bukti dan tanpa proses hukum, tak boleh lagi ada penangkapan semena-mena. Termasuk juga pihak-pihak yang punya kemampuan menyelenggarakan konpers. Mohon hitung masak-masak bukan semata menyelamatkan diri masing-masing. Ini bukan ajang cari panggung. Pikirkan apa faedahnya buat rakyat, apa ada gunanya buat kemaslahatan rakyat. Kalau tidak ada, lebih baik diam kerjakan saja yang bisa berguna buat rakyat. Atau berdoa buat yang sedang berjuang, juga pasti besar gunanya bagi bangsa ini.

Tulisan ini sekedar harapan dan unek-unek saya, politisi yang berharap KPK juga POLRI bisa jadi dua institusi solid memberantas korupsi. Bukan jadi dua institusi yang saling tebas satu sama lain. Bersihkan kedua institusi dari tukang suap dan catut, juga dari makelar dan calo.

Tulisan ini sekedar curhatan politisi yang pekan depan kembali ditugaskan partai  bersama “serdadu lombok abang”  kembali bertempur di parlemen agar nawa cita jadi nyata, bisa memupus derita rakyat, tak sekedar slogan belaka.

Salam Juang

Oleh: Rieke Diah Pitaloka, Politisi PDI Perjuangan

Artikel ini ditulis oleh:

Dipanggil Presiden, Jimly: Kemungkinan Ngomongin KPK

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie menilai, pemanggilan beberapa tokoh ke Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo, membahas persoalan KPK-Polri.

“Kemungkinan ngomongin KPK,” kata Jimly yang tiba di Istana pada pukul 19.33 WIB, Minggu (25/1).

Seperti diketahui, sejak penjemputan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri, Jumat (23/1), suasana antara Polri dan KPK semakin memanas.

Suasana tersebut semakin memanas ketika Ketua KPK, Abraham Samad meminta kepada Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, untuk memberikan pengamanan terhadap kantornya.

Selain Jimly, hadir pula di Istana Negara yakni, mantan Wakapolri, Oegroseno dan mantan petinggi KPK, Tumpak Hatorangan Pangabean.

Harga Beras di Bandarlampung Masih Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Harga berbagai bahan pokok pangan khususnya beras kualitas premium dan medium di pasaran Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, bertahan tinggi memasuki pekan keempat Januari 2015.

Sejumlah pedagang beras di Pasar Tugu, Pasar Pasir Gintung, dan Pasar Tugu Kota Bandarlampung, yang dihubungi secara terpisah Minggu (25/1) mengakui harga beras masih bertahan tinggi dan diperkirakan cenderung naik.

Pemilik Toko beras Indah Jaya di Pasar Tugu di Tanjungkarang Timur Bandarlampung, misalnya menyebutkan persediaan (stok) beras dagangannya masih cukup melimpah.

Dia menjelaskan, harga beras premium tertinggi adalah beras Merk Paten produksi Punggur Kota Metro, Lampung, yaitu Rp13.000/Kg atau Rp130.000/karung isi kemasan 10Kg. Harga itu naik dari harga akhir tahun 2014 yang berkisar pada Rp12.000/Kg.

Selanjutnya beras premium merk Mutiara dan merk Ikan Koki juga bertahan tinggi Rp11.500/Kg, dari sebelumnya Rp11.000/Kg. Beras merk Jaya Indah (JI) juga bertahan di Rp11.000/Kg dari sebelumnya Rp10.500/Kg. Sedangkan beras medium, antara lain beras cap RD Rp9.500 dari sebelumnya Rp9.000/Kg, beras merk atau cap Apel Rp9.800 dari sebelumnya Rp9.500/Kg. Beras kualitas medium lainnya yang banyak dibeli pembeli antara lain merk Rojo Lele yang dalam tiga pekan terakhir bertahan di harga Rp9.700/Kg dari sebelumnya di akhir 2014 seharga Rp9.500/Kg.

Pedagang beras lainnya, Ny. Darto mengatakan, meski persediaan beras masih melimpah, diperkirakan dalam beberapa pekan ke depan harga beras di Bandarlampung akan merambat naik. “Harga beras sepertinya belum akan turun walau harga BBM turun, sebaliknya justru akan naik,” ujarnya.

Kenaikan itu antara lain karena faktor cuaca yang sedang banyak turun hujan sehingga menghambat pengeringan gabah dan distribusi dari pabrikan ke pasaran, juga karena para petani sawah baru akan menanam padi musim hujan (rendeng) tahun 2015. “Petani kan baru mau tanam padi, panennya masih lama, paling cepat sekitar pertengahan Maret,” katanya.

Provinsi Lampung termasuk salah satu “Lumbung Pangan” nasional, karena memiliki sekitar 530.000 hektare (Ha) lahan padi sawah yang bisa ditanami padi di musim penghujan (rendeng), dan sekitar sepertiganya yang bisa ditanami padi di musim kemarau

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Sarankan Pemeriksaan Tertutup Antara KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik, Arbi Sanit, menyarankan pemeriksaan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Polri, sebaiknya dilakukan secara tertutup demi menjaga kewibawaan kedua instansi tersebut.

“Penyelidikan tertutup, saya rasa lebih bijak untuk menjaga kewibawaan kedua instansi ini,” kata Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia itu seusai diskusi politik di kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu (25/1).

Ia berpendapat masyarakat telah banyak pertanyaan namun tidak ada pemaparan fakta yang sebenarnya, sehingga muncul banyak opini.

“Jika transparansi proses memang sulit diungkapkan, tetap lakukan prosedur hukum, tetapi hanya antarkedua instansi,” ujarnya.

Menurutnya wibawa memang penting karena KPK dan Polri adalah penegak hukum di Indonesia di ranah masing-masing. Kepercayaan masyarakat perlu dijaga terhadap instansi tegas seperti KPK-Polri.

“Di luar negeri juga sering terjadi gesekan antarinstansi hukum, tetapi kedua instansi itu tetap saling menjaga wibawa masing-masing dengan cara penyelidikan tertutup,” tuturnya.

Hal tersebut, bisa dilakukan dengan mengawali melalui dengan pemberitahuan secara resmi antara dua instansi melalui surat.

“Kasus BW dan BG tetap harus diproses, namun silakan dengan cara bijak, masing-masing dengan tidak memperlihatkan saling balas di depan publik,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Panggil Beberapa Tokoh Nasional

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo, memanggil beberapa tokoh nasional, yang rencananya dilakukan pada malam ini, Minggu (25/1) di Istana Negara.

Ini terbukti dengan pernyataan yang dilontarkan oleh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie.

“Saya dipanggil (Presiden Jokowi),” kata Jimly di Istana Negara, Minggu.

Jimly mengaku tidak tahu untuk apa dirinya dan beberapa tokoh lainnya dipanggil ke Istana.

“Saya belum tahu,” tegasnya.

Tokoh yang sudah hadir di Istana adalah, Jimly, mantan Wakapolri, Oegroseno dan mantan pimpinan KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, tepat pukul 19.33 WIB.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain