7 April 2026
Beranda blog Halaman 39544

Rendah, Minat Warga Mataram Jadi TKI

Jakarta, Aktual.co — Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram H Ahsanul Khalik mengatakan, minat warga di daerah ini untuk menjadi tenaga kerja Indonesia relatif rendah jika dibandingkan dengan daerah lain.
“Itu terbukti dari jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kota Mataram pada 2014 hanya sekitar 140 orang,” katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (25/1).
Jumlah TKI asal Kota Mataram itu merupakan TKI yang berangkat dari jalur resmi atau legal, jika TKI yang berangkat secara legal maka berbagai data dan administrasi TKI lengkap, karena dilaporkan resmi ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans).
“Sementara untuk TKI yang berangkat secara ilegal atau tidak resmi, kami tidak memiliki datanya,” katanya.
Akan tetapi, apabila ada kasus yang menimpa TKI ilegal asal Kota Mataram, tentu pihaknya tidak bisa menutup mata. Pihaknya tetap memberikan perhatian dan dukungan sesuai dengan batasan-batasan yang ditentukan.
“Sejauh ini kasus TKI ilegal di Kota Mataram ada, tetapi jumlahnya sedikit, itu pun kasusnya karena paspor sehingga mereka dideportasi. Kalau masalah kekerasan pernah ada di Bintaro dan Jempong tetapi kasus itu sudah selesai,” ujarnya.
Terkait dengan itu, pihaknya terus mengimbau warga Kota Mataram yang ingin menjadi TKI agar menjadi TKI legal, sehingga bisa bekerja dengan aman dan nyaman.
Bila perlu, calon TKI harus melalui pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan kualitas SDM, sehingga memiliki tingkat kompetensi yang memadai sebagai pendukung agar mereka menjadi TKI yang berkeahlian di luar negeri.
Terkait dengan rendahnya minat warga kota menjadi TKI, hal ini menjadi salah satu bukti bahwa masyarakat kota masih bisa mencari kerja di daerahnya.
Apalagi, dengan melihat perkembangan dan pertumbuhan Kota Mataram dalam berbagai bidang seperti jasa, perhotelan dan pedagangan sangat pesat dan tentunya memberikan peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat kota.

Artikel ini ditulis oleh:

Semen Padang Tunjuk Nil Maizar Sebagai Pelatih

Jakarta, Aktual.co — Manajemen klub Semen Padang FC, memilih Nil Maizar sebagai pelatih kepala tim itu, untuk mengarungi kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015.

“Kami menetapkan Nil Maizar sebagai pelatih tim musim ini. Ia dijadwalkan datang ke Padang, Senin(26/1),” kata Direktur Teknik PT Kabau Sirah Semen Padang, Asdian di Padang, Minggu (25/1).

Ia menjelaskan, dipilihnya mantan pelatih Timnas senior itu berdasarkan pertimbangan yang cukup matang, termasuk regulasi yang ditentukakan PT Liga Indonesia.

“Sesuai aturan, untuk pelatih yang menangani klub peserta ISL harus berlisensi A AFC, dan Nil Maizar masuk dalam kategori itu,” katanya.

Selain itu, katanya, pengalaman dan rekam jejak mantan pelatih Persisam Putra Samarinda itu juga sangat mendukung untuk membangun tim yang lebih kuat.

Asdian menambahkan, berdasarkan pengalaman, Nil Maizar juga pernah melatih Semen Padang pada kompetisi IPL dan sukses mengantarkan tim yang berjuluk “kabau sirah” itu masuk kompetisi ISL musim 2011.

“Secara emosional, Nil Maizar sudah mengenal tim Semen Padang karena ia juga pernah melatih tim itu,” kata Asdian.

Dikatakannya, Nil Maizar banyak mengenal pemain dengan berbagai karakternya dan hal itu dinilai mempercepat proses pembentukan serta adaptasi tim.

“Kita harapkan Nil Maizar memberi warna baru terhadap gaya permainan tim untuk kompetisi mendatang,” katanya.

Sementara itu, Nil Maizar ketika dikonfirmasi terhadap penunjukan sebagai pelatih tim kebanggaan urang awak tersebut mengakui sudah melakukan kontak telepon dengan manajemen.

“Pada prinsipnya kita bersedia, dan saya akan ke Padang untuk menindaklanjuti klausul kontrak dengan manajemen,” katanya.

Sebelumnya, manajemen klub Semen Padang FC memecat pelatih Jafri Sastra terkait hasil yang diraih sepanjang mengikuti turnamen pra musim SCM Cup 2015.

Pada ajang itu, tim Semen Padang terpuruk di grup A tanpa pernah meraih kemenangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Balita Penderita DBD di Lebak Meninggal Dunia

Jakarta, Aktual.co — Seorang anak usia di bawah lima tahun penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Lebak, Banten, meninggal dunia setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.
“Kami membawa anak hari Selasa (20/1) ke Rumah Sakit Misi karena kondisinya demam tinggi,” kata Tohari, warga Komplek Pendidikan Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Minggu (25/1).
Anaknya bernama Suci Dwi Ramadani (2) mengalami demam tinggi karena suhu badanya panas dingin. Selain itu juga kulitnya terdapat bintik kemerah-merahan.
Melihat kondisi kesehatan anaknya memburuk, keluarga membawa ke Rumah Sakit Misi Rangkasbitung. Namun, trombosit anaknya terus turun hingga Sabtu (24/1) pukul 18.00 WIB meninggal dunia.
“Kami menerima kehendak Allah Swt yang telah memanggil anak kesayanganya itu. Semoga diberikan tempat surga bagi anak yang masih suci,” katanya.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah meminta Puskesmas mewaspadai penyebaran penyakit DBD sehubungan curah hujan cenderung meningkat selama beberapa pekan terakhir.
Biasanya, curah hujan tinggi bisa menimbulkan penyebaran penyakit DBD melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang berkembang pada genangan air itu.
Karena itu, masyarakat diminta mengaktifkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M (menimbun, menguras dan menutup) barang-barang bekas agar tidak dijadikan populasi nyamuk DBD.
Selain itu juga mengenakan kelambu, menggunakan obat nyamuk, menutup lubang potongan bambu dan menyebar abate di kamar mandi.
Gerakan PSN ini, kata dia, untuk mencegah kasus kejadian luar biasa (KLB) berbagai penyakit menular,diantaranya penyakit DBD itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Peneliti Nilai Saat Ini Presiden Jokowi Tanpa Dukungan

Jakarta, Aktual.co — Direktur lembaga survey Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat menilai Presiden Joko Widodo tengah sendirian tanpa dukungan di pemerintahan saat ini.

“Yang sekarang sendirian itu Jokowi. Dia tanpa support apa-apa,” kata Hasan di Jakarta, Minggu (25/1).

Hasan menilai, saat ini Presiden Jokowi tidak mendapat dukungan dari kabinetnya ataupun dari partai politik pengusungnya.

“Jokowi tanpa support di kabinetnya, lihat orang-orang di kabinet ngomong sembarangan,” kata dia.

Menurut dia, jajaran menteri banyak mengeluarkan pernyataan yang tak sesuai dengan arahan dan menyudutkan posisi presiden.

Hasan mengkritik pernyataan Menteri Koordinator Polhukam Tedjo Edy Purdjianto yang mengatakan ‘rakyat tidak jelas’.

“Kalau rakyat enggak jelas, mereka rakyat yang milih Jokowi loh. Mau bilang Jokowi dipilih dari rakyat yang engga jelas?” kata Hasan.

Ia juga mengatakan saat ini partai politik pengusung juga tidak memberikan bantuan pada presiden.

“Jokowi tidak punya support politik secara riil. Kalau support politik Mega (PDIP) dan Surya Paloh (Nasdem) dicabut, Jokowi tidak punya support politik,” ujar dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengatakan tidak akan mengintervensi kasus hukum yang melibatkan KPK dan Polri.

Presiden Jokowi memilih memberikan kesempatan pada KPK dan Polri untuk membuktikan secara hukum atas kasus Komjen Pol Budi Gunawan dan Bambang Widjojanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Hatta Rajasa Masih Dipercaya Pimpin PAN

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengadakan jajak pendapat tentang ketua umum (ketum) partai berdasarkan dukungan rakyat. Untuk Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa mendominasi dukungan dari responden untuk kembali menjadi ketua umum partai berlambang matahari itu.
“Saat responden ditanya nama yang paling tepat memimpin PAN untuk lima tahun ke depan, 35.6 persen menjawab Hatta Rajasa,” ujar Direktur Riset LSI, Hendro Prasetyo, di Jakarta, Minggu (25/1).
Hendro menjelaskan dibawah Hatta Rajasa ada Amien Rais yang meraih dukungan sebesar 17.6 persen, disusul Bima Arya Sugiarto sebanyak 3.2 persen. Sementara kandidat Ketum PAN lainnya, Zulkifli Hasan mendapat dukungan 3.2 persen.
Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo mendapat 2.6 persen responden, Sekjen PAN Taufik Kurniawan sebanyak 1.4 persen, dan Hanafi Rais sebanyak 0.8 persen. Sedangkan responden yang menjawab lainnya sebanyak 0.1 persen dan yang tidak tahu atau tidak menjawab cukup besar mencapai 35.3 persen.
“Menurut warga Hatta Rajasa masih layak untuk mencalonkan kembali sebagai ketua umum partainya,” kata Hendro.
Hendro menambahkan, sejauh ini Hatta sudah menyatakan keseriusannya untuk kembali memimpin PAN lima tahun kedepan dan mendapatkan dukungan dari Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Nilai Citra Presiden Jokowi Menurun

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago menilai, citra Presiden Joko Widodo terus mengalami penurunan yang sangat signifikan, dan kalau ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin legitimasi pemerintahan Jokowi mulai melemah.

“Legitimasi Pak Jokowi mulai melemah karena rakyat, pendukung dan relawannya sudah mulai meninggalkan Presiden Jokowi,” kata Pangi di Jakarta, Minggu (25/1).

Pangi mengatakan kritikan dan masukan sudah banyak disampaikan berbagai pihak kepada Presiden Jokowi. Namun menurut dia, Presiden terkesan “cuek bebek” sehingga semakin mempertinggi tempat jatuh Presiden Jokowi.

Peneliti politik IndoStrategi itu menyarankan Presiden Jokowi melakukan beberapa hal agar “soft landing” hingga akhir masa jabatannya, pertama, harus melepaskan diri sebagai petugas partai.

“Pak Jokowi harus sadar bahwa dia adalah seorang presiden, karena seperti beliau sedang tersandera oleh parpol koalisi pendukungnya, sehingga tidak bisa bekerja sesuai kehendak rakyat,” ujarnya.

Pangi mengatakan Presiden Jokowi semakin hari tampak tidak dapat memenuhi janji politiknya karena tersandera kepentingan parpol koalisi.

Dia mencontohkan mimpi Presiden merekrut menteri kabinet yang lebih banyak dari profesional daripada orang parpol akhirnya kandas akibat tersandera pendukung parpol koalisi.

“Publik semakin kecewa dan marah besar ketika Jokowi tetap melantik Jaksa Agung dari kader parpol, padahal sebelumnya posisi tersebut diisi oleh profesional,” katanya.

Kedua menurut dia, Presiden Jokowi harus mulai perlahan melepaskan diri dari bayang bayang Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Surya Paloh, Wiranto dan lain-lain karena yang menjadi Presiden adalah Jokowi bukan ketiga orang tersebut.

Dia mengatakan Presiden Jokowi sepertinya sulit melepaskan diri bebas dari intervensi ketiga tokoh tersebut seperti penujukan Jaksa Agung M Prasetyo dan calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

Kebijakan ini banyak dikritik oleh publik. Kita tahu Budi Gunawan adalah mantan ajudan Megawati. Jokowi harusnya berani membatalkan calon Kapolri yang diragukan integritasnya,” tegasnya.

Ketiga menurut dia, Presiden Jokowi harus tegas dan berani serta memiliki itikad baik untuk melepaskan institusi Polri, KPK dan Kejaksaan Agung bebas dari kesan pengaruh dan intervensi politik.

Dia menegaskan ketiga institusi itu tidak boleh masuk ke ranah politik dan Presiden harus memastikan lembaga ini bebas disusupi unsur dan kepentingan politik yang saling sandera.

“Polemik KPK, Polri dan Jaksa Agung jelas tanggung jawab Jokowi sebagai Presiden,” katanya.

Dia menyarankan Presiden Jokowi harus mengubah gaya komunikasi politiknya, karena gaya komunikasinya saat ini sangat membahayakan pemerintah Jokowi ke depan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain