1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39592

Aceh Utara Kekurangan 8.900 Tabung Elpiji 3 Kg

Banda Aceh, Aktual.co — Pemerintah Aceh Utara meminta tambahan kuota tabung elpiji 3 kilogram dari PT Pertamina Wilayah Aceh.

Data di Pemkab setempat menyebutkan jumlah pengguna tabung elpiji bersubsidi itu sebanyak 127.373 rumah tangga. Namun, Pertamina hanya memberikan kuota 118.431, artinya terjadi kekurangan stok elpiji tabung 3 kilogram sebanyak 8.900 rumah tangga.

Asisten II, Setdakab Aceh Utara, Abdul Aziz kepada Aktual.co, Senin (12/1) malam menyebutkan pihaknya telah meminta tambahan kuota tabung elpiji 3 kilogram ke Pertamina. Surat resmi telah dikirimkan ke Pertamina Wilayah Aceh baru-baru ini.

“Jika permintaan tambahan kuota itu dikabulkan, artinya ada 5 atau 10 persen tambahan tabung elpiji dari total pengguna elpiji 3 kilogram di kabupaten ini,” terang Abdul Aziz.

Disebutkan, langkah itu diambil untuk mengatasi kelangkaan elpiji tabung 3 kilogram di kabupaten itu. Selain itu, pihaknya juga telah menyelenggarakan operasi pasar di 14 kecamatan dalam kabupaten itu.

Untuk pengawasan, sambung Aziz, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat turut mengawasi penyaluran tabung elpiji bersubsidi tersebut. Sehingga, warga miskin yang berhak yang menggunakan elpiji tersebut. “Jangan sampai orang kaya juga menggunakan tabung elpiji 3 kilogram yang disubsidi pemerintah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Nelayan Asal Buton Hilang di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Kendari, Aktual.co —  Dua nelayan asal Buton, Sulawesi Tenggara, La Oga dan Bachtiar yang dilaporkan hilang di perbatasan antara Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) saat melaut (6/1), hingga kini belum ditemukan.

Keluarga korban, Ahmad Najamuddin melalui telepon dari Jayapura mengatakan, tim SAR Jayapura bersama para nelayan setempat dan pihak keluarga sudah menyisir hampir seluruh wilayah perbatasan Indonesia – PNG melakukan pencarian.

Namun hingga hari ketujuh pascahilangnya kedua korban kata dia, belum ada tanda-tanda akan ditemukan.

“Sudah tujuh hari ini kami keluarga bersama teman-teman nelayan asal Sultra dan SAR Jayapura melakukan pencarian, namun belum ada hasil,” katanya, Senin (12/1).

Baik perahu, perlengkapan makan minum atau alat-alat pancing milik kedua korban, belum satu pun yang ditemukan tim yang melakukan pencarian.

“Selasa besok kami pihak keluarga memutuskan menghentikan pencarian, karena gelombang di laut sangat tidak bersahabat,” katanya.

Menurut dia, korban La Oga dan Bachtiar melaut pada Selasa malam di sekitar Rumpon 21 at 51 haluan 80 derajat timur, dengan jarak 70 Mil dari Kota Jayapura.

Kedua korban melaut menggunakan kapal berjenis fiber warga biru tanpa semang dengan kekuatan mesin 15 PK X 2, bersama rombongn delapan perahu nelayan lainnya.

“Perahu kedua korban terlepas dari rombongan perahu nelayan lain pada Selasa malam (6/1), sekitar pukul 01.00 WIT,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PPP Masih Berduka Tragedi QZ8501

Jakarta, Aktual.co — PPP masih berduka meski gelar Harlah ke-42Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dibawah kepemimpinan Djan Faridz, merasakan kesedihan mendalam atas kejadian jatuhnya pesawat Air Asia ditengah merayakan harlah PPP yang ke 42.
Ketua Umum harian DPP PPP Ibnu Hajar Dewantara mengatakan, maskapai penerbangan harus memikirkan keselamatan penumpang dan kelayakan pesawat sebagai alat transportasi udara.
“Kami turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa Air Asia dan para korban meninggal. Maskapai penerbangan tidak hanya air asia harus memperhatikan kelayakan armadanya (pesawat-red) apakah itu layak terbang atau tidak,” ujar Ibnu saat dihubungi Wartawan, Senin (12/1).
Ibnu menjelaskan, meski ppp sedang merayakan harlah, parta berlambang ka’baah itu juga merasakan duka yang mendalam atas kejadian jatuhnya pesawat air asia tersebut.
“Kita sedih dan tidak bisa senang senang diacara harlah ini, semua kembali kepada takdir tuhan, kan semua sudah ditakdirkan,” jelasnya.
Ibnu mengatakan, PPP juga mempunyai kelemahan dan kelebihan untuk menangani permasalahan baik diluar dan didalam partai.
“Kita punya kelemahan dan punya kelebihan. Kelemahan kita adalah tidak bisa berbuat banyak untuk air asia dikarenakan batasan batasan dari pihak lain, yang bisa kita lakukan saat ini adalah berdoa sambil berharap agar jenazah korban air asia diketemukan semua, tidak memandang agama dan lain lain, itu kelebihan kita,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polresta Bekasi Buru Perampok Motor

Jakarta, Aktual.co — Jajaran Polresta Bekasi Kota saat ini tengah mengejar komplotan perampok sepeda motor yang melukai korban ketika beraksi. 
Demikian disampaikan Kepala Subbagian Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo kepada wartawan, Senin (12/1).
“Korban mengalami luka tembak di bagian perut dan kini dirawat di Rumah Sakit Mitra Cibubur,” katanya.
Menurutnya bahwa kejadian yang menimpa korban atas nama Egi (19) terjadi di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati sekitar pukul 12.30 WIB. Dimana saat kejadian korban yang tengah menata barang dagangan di toko sepatunya, lalu datang dua orang yang bersepeda motor.
Menurut penjelasan saksi di lapangan, dua pelaku itu mengambil motor milik korban yang tengah diparkir di depan toko.
“Melihat hal tersebut, korban berusaha mengejar. Namun, justru dilumpuhkan pelaku yang meletuskan tembakan,” katanya.
Motor korban jenis Yamaha Vixion bernomor polisi B 4355 TDW berhasil dibawa kabur pelaku yang melarikan diri ke arah Pondok Gede.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kawanan pelaku datang dengan mengendarai tiga sepeda motor jenis matic.
“Akan tetapi, tidak ada yang menghapal nomor polisinya,” katanya.
Para saksi juga tidak bisa memerinci ciri-ciri fisik para pelaku karena kawanan itu datang dengan menggunakan tutup kepala.
“Namun, informasi sekecil apa pun yang kami peroleh di lapangan juga dari para saksi akan dijadikan bekal mengejar para pelaku,” demikian Siswo.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Biaya Operasi Patroli Laut, Ada Apa?

Jakarta, Aktual.co — Dengan luas wilayah laut mencapai 5,8 juta kilometer persegi, pengawasan laut menjadi hal yang mustahil ditinggalkan. Meskipun begitu, untuk meningkatkan pengawasan pun bukanlah perkara mudah, utamanya terkait anggaran.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Asep Burhanudin mengatakan, dari 27 kapal patroli yang beroperasi selama tahun 2014 lalu, biaya operasional hanya untuk bahan bakar minyak (BBM) saja sudah mencapai Rp 90 miliar, untuk 66 hari layar. “Katakanlah kapal KKP beroperasi lima hari. BBM nonsubsidinya menghabiskan Rp 700 juta per minggu.

Belum lagi ditambah katakan uang makan, jadi Rp 800 juta. Biaya operasi TNI-ALI itu lebih mahal lagi. Tapi seperti kata Ibu Susi (Menteri KKP) kalau untuk kedaulatan itu tidak ada harganya,” kata Asep dalam paparan, Senin (12/1/2015).

Lanjutnya, ia mengatakan, dari 27 kapal yang beroperasi, sebanyak 13 kapal beroperasi di wilayah barat, dan 14 kapal beroperasi di wilayah timur. Sementara itu, rencana tambahan empat kapal patroli akhir tahun ini, akan dibagi menjadi dua kapal beroperasi di wilayah timur, dan dua kapal beroperasi di wilayah barat.

Asep mengatakan, biaya patroli dalam APBN 2015 ditingkatkan menjadi Rp 109 miliar untuk 166 hari layar. Namun, Menteri KKP Susi Pudjiastuti ingin agar hari layar menjadi 210 hari. Asep pun menambahkan, pihaknya sudah mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp 94 miliar. “Kapal patroli akan difokuskan di barat dan timur, karena kerawanan ada di sekitar Naturan, Arafuru, dan perbatasan dengan Malaysi

Basarnas: Serpihan Pesawat AirAsia Ditemukan di Semarang

Jakarta, Aktual.co — Direktur Operasional Badan SAR Nasional, SB Supriyadi mengatakan, tiga serpihan pesawat AirAsia QZ8501 ditemukan KRI Ahmad Yani di perairan sekitar Semarang, Jawa Tengah.

“Hari pencarian ke-16, KRI Ahmad Yani juga melaporkan penemuan tiga serpihan di sekitar perairan Tanjung Mas, Semarang. Rupanya benar serpihan ada yang sampai Laut Jawa,” kata Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), Senin (12/1).

Serpihan yang ditemukan, menurut dia, berupa jendela pesawat dan plastik-plastik bagian dalam pesawat Airbus 320-200 milik AirAsia tersebut. “Besok serpihan akan diserahkan ke KNKT,” ujar dia.

Temuan KRI Ahmad Yani, menurut Supriyadi, menunjukkan indikasi bahwa serpihan terbawa arus jauh, dan ada kemungkinan korban juga hanyut sampai ke perairan Semarang. “Teman-teman sudah coba lokalisir, bahkan mungkin sudah ada yng bergerak sampai Laut Jawa,” ungkapnya.

Pada pencarian hari-16, ia mengatakan belum menemukan korban. Namun kegiatan pencarian tetap dilakukan termasuk tim dari negara-negara sahabat di lima sektor yang telah dibagi.

“Mereka masih di sini, bahkan ikut melakukan deteksi bawah laut untuk melacak sonar. Ada dari Amerika Serikat (AS), dari Singapura, dari Malaysia, dari Tiongkok,” katanya.

Sebelumnya ia mengatakan masih sangat dimungkinkan tim SAR gabungan menemukan jenazah lagi, terutama jika bagian besar badan pesawat dapat ditemukan dan diangkat kepermukaan. Karena diduga masih ada korban yang belum terevakuasi di badan pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain