1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39593

Ini Bunyi Akun Militer AS dari ISIS

Jakarta, Aktual.co — Akun media sosial pusat militer Amerika Serikat (Central Command) di Florida, Amerika Serikat, diretas simpatisan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Peretas mem-posting berbagai ancaman kepada para tentara dan keluarga mereka serta alamat rumah para jenderal bintang empat.

Peretasan tersebut terjadi pada Senin (12/1), ketika sebuah pesan yang bertuliskan “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, CyberCaliphate meneruskan jihad cyber mereka” muncul di akun Twitter militer AS.

Para peretas juga mengubah foto cover di Twitter menjadi foto seseorang yang bertopeng dengan tulisan di bawahnya 00. Peretasan ini terjadi saat Presiden AS Barack Obama berpidato mengenai keamanan cyber.

Video-video propaganda ISIS juga telah diunggah di akun YouTube CentCom milik militer AS. Salah satu posting-an ancaman itu berbunyi, “Tentara Amerika, kami datang. Berhati-hatilah!” Posting-an lainnya berbunyi, “Kami tak akan berhenti! Kami tahu semua tentangmu, istrimu, dan anak-anakmu.”

Menteri Marwan: Kepala Desa Jangan Percaya Calo

Jakarta, Aktual.co — Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengimbau para kepala desa agar tidak tergiur dengan oknum tertentu yang mengaku bisa membantu pencairan dana desa.

“Jangan percaya dengan calo yang katanya bisa mencairkan dana desa,” ujar Marwan di Jakarta, Senin (12/1).

Hal itu diungkapkan Marwan menyusul kasus penipuan yang dialami belasan kepala desa di Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Para korban itu ditipu oleh sepasang suami istri yang mengaku Relawan Presiden Joko Widodo dan mengenal dekat pejabat pemerintah pusat yang berwenang mencairkan dana desa.

“Inilah yang saya khawatirkan, sejak dana desa gencar kita sosialisasikan sebenarnya saya sudah mendengar mulai marak terjadi penipuan dengan iming-iming bisa mencairkan dana desa,” kata Marwan.

Menurut Marwan, pada beberapa kesempatan pihaknya juga telah mengantisipasi kejadian tersebut dengan mengingatkan para kepala desa untuk tidak tergoda kepada oknum yang mengaku kenal dekat Presiden Jokowi Widodo maupun kementerian yang dipimpinnya dengan menjanjikan pencairan dana desa.

Beberapa waktu lalu, Marwan pun sudah mendengar kabar mulai maraknya calo dana desa di sejumlah Provinsi.

Bahkan, para calo itu disinyalir meraup keuntungan hingga Rp15 juta perdesa.

“Jadi, saya kembali mengingatkan kepada para kades untuk tidak tergoda dengan oknum-oknum yang mengaku bisa mencairkan dana desa. Saya berharap tidak ada lagi kasus serupa di desa yang lain,” terangnya.

Untuk mencairkan dana desa, para kepala desa diingatkan tidak perlu menggunakan perantara.

Yang harus dilakukan para kepala desa adalah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).

“Itu (RPJMDes dan RKPDes) yang harus ada, gak usah tergoda dengan janji-janji oknum, yang terpenting RPJMDes dan RKPDes ada pasti kita cairkan. Nanti April kita cairkan, gak usah khawatir gak dapat,” tukas Marwan.

Marwan juga meminta para kepala desa melaporkan ke nomor layanan pengaduan 150040 jika ada calo yang mengimingi-imingi bisa mencairkan dana desa.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Mengapa Harga Makanan di Bandara Mahal?

Jakarta, Aktual.co -Bagi orang yang sering bepergian menggunakan pesawat, dan menyempatkan makan di bandara, pernahkan menemui harga makanan di bandara terkadang mengejutkan.  Misalnya harga soto bisa sampai Rp 50.000. Fenomena mahalnya makanan di bandara menurut mantan Direktur Angkasa Pura (AP) II Eddie Haryoto, diakibatkan adanya pergeseran bisnis AP. “Berbagai cara dilakukan sehingga jangan kaget kalau soto harganya Rp 50.000,” ujar Eddie dalam seminar di Kantor Angkasa Pura I, Jakarta, Senin (12/1).

Dia menjelaskan, berbagai cara yang dilakukan AP akibat dari bergesernya bisnis air navigasi. Hasilnya, AP kehilangan 40-50 persen pendapatannya. Di sisi lain, akibat kehilangan revenue, kata dia, AP pun mencari cara mendapatkan pemasukan termasuk dengan meningkatkan biaya sewa bagi pengusaha makanan di bandara.

Sementara itu terkait dengan infrastruktur bandara, Eddie menyayangkan bandara Soekarno-Hatta yang tidak bisa dikembangkan secara masksimal. Padahal kata dia, sejak tahun 2003 sudah ada 8 juta penumpang yang menggunakan bandara yang terletak di Cengkareng itu. “Susahnya Bandara Soekarno-Hatta masih seperti 2003, hanya tambah dikit,” kata dia.

Anak Fuad Amin Digugat

Jakarta, Aktual.co — Sudah jatuh, tertimpan tangga. Seperti itu yang dialami keluarga Fuad Amin. Calon Kepala Desa Durjan, Kecamatan Kokop, yang gagal terpilih sebagai kepala desa pada pemilihan kepala desa yang digelar beberapa waktu lalu, Supriyadi Efendi, menggugat Bupati Bangkalan Moh Makmun Ibnu Fuad karena dinilai cacat hukum. Supriyadi menggugat Bupati Bangkalan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Suarabaya pada 9 Januari 2015 dengan nomor register 04/G/2015/ PTUN.SBY.

“Fokus gugatan kami adalah pada SK Bupati Bangkalan Nomor 188.45/01 KD/433.204/2014 tentang Pengesahan, Penetapan, Pemberhentian, dan Pengangkatan Kepala Desa (Kades) Durjan Kecamatan Kokop,” kata kuasa hukum Supriyadi Efendi, M. Sholeh, dalam keterangan persnya di Bangkalan, Senin (12/1). Ia menilai, Pilkades Durjan cacat hukum karena tidak sesuai Undang – undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2014 tentang Desa.

“Pilkades tidak dilakukan secara serentak atau maksimal tiga gelombang. Di Durjan, pilkades digelar tunggal dan jelas melanggar Pasal 31 ayat 1 UU Nomor 6 Tahun2014,” jelas Sholeh. Akibat tidak menggelar pilkades serentak, para calon kades dibebani anggaran sebesar Rp300 juta yang menjadi tanggungan tiga calon. Padahal, lanjutnya, anggaran sebesar itu akan dibebankan kepada APBD Kabupaten Bangkalan seperti yang tertuang dalam PP Nomor 43 Tahun 2014.

Tidak hanya pelaksanaan pilkades, Sholeh juga menyoroti tahapan pilkades di mana panitia telah berbuat curang yang menguntungkan calon pesaingnya, yakni Mahrus Ali yang kini telah ditetapkan sebagai kades terpilih melalui SK oleh Bupati Bangkalan. “Syarat seorang calon kades minimal berusia 25 tahun. Sementara Mahrus Ali belum memenuhi syarat karena kelahiran 7 Agustus 1990. Tapi diubah 7 Agustus 1985 melalui ketetapan Pengadilan Negeri,” paparnya.

Ia menambahkan, pihaknya mengimbau agar pilkades Durjan diulang lantaran tahapannya ditemui sejumlah kejanggalan. Bahkan, tindakan mengubah tahun kelahiran telah dilaporkan ke Mapolres Bangkalan dengan pelapor Suphan Evendi. “Tapi pihak panitia tetap tidak mengindahkan dan pada 8 Desember 2014 pilkades tetap digelar. Anehnya, seminggu kemudian, langsung dilantik oleh bupati,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bappemas Pemdes) Ismet Effendi mengatakan, pelaksanaan Pilkades Durjan sudah sesuai jadwal melalui persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Butuh Uang untuk Nikah, Dua Pemuda di Lumajang Nekad Jambret

Lumajang, Aktual.co — Berdalih mencari modal untuk menikah, Andri (21) bersama Inul(19), keduanya mengaku warga Kecamatan Kunir, Senin (12/1), sekitar pukul 09.00 Wib, nekat menjambret kalung emas di sekitar GOR Wirabhakti Lumajang, Jawa Timur.

Korban adalah Sri Astutik (40), warga Jalan Imam Bonjol Lumajang.

Tapi sayang, aksi kedua pelaku itu mendapat perlawanan dari korban. Alhasil baik korban maupun kedua pelaku terjungkal dari atas sepeda motornya.

Melihat korban sudah berteriak minta tolong, kedua pelaku langsung kabur dan meninggalkan sepeda motor Satria FU warna hitam kombinasi hijau Nopol N-4476-UB berikut kalung emas yang dijambretnya.

Kedua pelaku berhasil ditangkap petugas Polres Lumajang setelah sempat bersembunyi disebuah bangunan gudang tua dibelakang bekas stasiun KA Lumajang.

Salah satu pelaku ketika dikonfirmasi mengaku gelap mata dan butuh uang untuk biaya nikah bersama tunangannya.

”Saya benar-benar butuh uang untuk biaya nikah. Saya bingung dan nekat menjambret ini mas,” kata Andri. Sedangkan satu pelaku lagi mengaku karena terdesak kebutuhan hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Kepala BNP2TKI Meminta KPK Memeriksa Pemalsu Dokumen

Jakarta, Aktual.co —Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid meminta Komisi Pemberantasan Korupsi menyelidiki mafia yang ada di dalam institusinya. Nusron mengaku resah atas adanya fakta bahwa banyak warga negara Indonesia yang bisa menjadi tenaga kerja di negara embargo.

Saat ini Indonesia mengembargo pengiriman tenaga kerja di beberapa negara, khususnya yang rawan konflik seperti Mesir dan Suriah. “Di Mesir ada sampai dua ribuan, padahal tidak boleh. Bagaimana bisa (TKI) masuk kalau tidak ada pemalsuan dokumen?” kata Nusron di gedung KPK, Senin, 12 Januari 2014.

Nusron tidak menutup kemungkinan ada orang dalam yang terlibat dalam memuluskan upaya tenaga kerja tersebut masuk ke negara terlarang. Salah satu modusnya adalah pemalsuan dokumen. Nusron mengatakan sudah berbicang dengan Deputi Bidang Pencegahan KPK untuk menutup lubang di BNP2TKI.

Menurut Nusron, perdagangan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri sudah pada tahap kritis yang harus diputus mata rantainya. Nusron menyebut bisnis gelap perdagangan tenaga kerja sangat menggiurkan sebab harga per orang mencapai US$ 5.000. Selain itu, Nusron meminta KPK mengadakan pelatihan di BNP2TKI untuk membekali pegawainya kemampuan menghadapi permasalahan TKI. “Urusan TKI jangan berlarut-larut, harus cepat selesai.”

Berita Lain