13 April 2026
Beranda blog Halaman 39593

Polri Sayangkan Sikap KPK dan Masyarakat Kaitkan Kasus BW dengan Institusi

Jakarta, Aktual.co — Polri menyayangkan sikap KPK dan masyarakat ketika menghadapi penanganan kasus Bambang Widjojanto selalu dikaitkan dengan institusi.
“Kami sayangkan sikap dari KPK yang selalu mengkaitkan masalah ini dengan institusi,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Pol Ronie Sompie ketika berbicara dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (24/1). 
Ronie juga menjelaskan dalam kasus BW ini tidak ada rekayasa untuk menyerang seseorang tapi ada fakta hukum yang ingin Polri proses. “Apakah dilarang ada kejadian diproses yang juga berbarengan dengan proses hukum lain yang menjadi perhatian publik?” tanya Ronie.
Kasus ini, sambungnya, kredibelitas Polri dipertaruhkan. Selain itu prosedur sudah dilakukan sesuai undang-undang.
“Proses hukum BW bisa kami bisa dibuktikan di pengadilan nanti,” tukas Ronie.
Sementara itu, Polri miris melihat sebagian masyarakat menjustifikasi adanya pelanggaran yang diinginkan Polri untuk melakukan bargaining kasus.
“Kami tegaskan tidak ada bargaining dalam kasus BW, ini proses hukum murni,” tegas Ronie Sompie.
Polri dalam kasus ini sudah bertindak proposional dan profesional untuk melayani masyarakat yang melapor dan Polri tindaklanjuti.
“Kami melayani masyarakat yang melaporkan dan menindak lanjuti sesuai prosedur hukum,”  tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertolak ke Jeddah, Wapres JK Ucapkan Selamat Pelantikan Raja Baru Saudi

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla meninggalkan Jakarta menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Raja Abdullah bin Abdulaziz.

“Wapres juga akan memberikan ucapan selamat atas pelantikan Putra Mahkota Pangeran Salman sebagai Raja baru Arab Saudi,” kata Juru Bicara Wapres Husein Abdullah, di Jakarta, Sabtu (24/1).

Jusuf Kalla yang didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla dan rombongan kecil menuju Jeddah menggunakan pesawat Kepresidenan BBJ-2 berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pukul 08.50 WIB.

Husein mengatakan, keberangkatan Wapres ke Arab Saudi tersebut atas penugasan Presiden Joko Widodo untuk mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya Raja Abdullah pada Jumat, 23 Januari 2015 dini hari.

Dikatakan, dalam kunjungan tersebut menurut rencana Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla akan melakukan ibadah umroh.
“Agenda lain adalah ibadah umroh, mengingat Wapres ada kesempatan dan sudah berada di Arab Saudi,” kata Husein.

Dikatakan, kunjungan Wapres ke Arab Saudi dinilai penting mengingat hubungan kedua negara selama ini sudah berjalan baik, apalagi Indonesia setiap tahun setidaknya mengirimkan jamaah haji hingga 200 ribuan orang.

Dalam perjalanan menuju Riyadh Arab Saudi, pesawat yang digunakan Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla bersama rombongan ini diperkirakan tiba di Bandara Internasional King Khalid Riyadh pada pukul 15.40 Waktu Setempat (WS), setelah sebelumnya melakukan pengisian bahan bakar di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.

Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla beserta rombongan akan tiba kembali di Tanah Air pada hari Selasa dini hari, 27 Januari 2015.

Turut mendampingi Wapres, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Sekretaris Wakil Presiden Mohamad Oemar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina Butuh Kilang yang Hasilkan BBM Kualitas Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Guna memenuhi kebutuhan minyak nasional dan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) yang berkualitas lebih baik, maka Indonesia membutuhkan pembangunan kilang minyak baru.

Selain itu, pembangunan kilang juga dibutuhkan untuk ketahanan energi nasional. Pasalnya, dengan satu kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) saat ini hanya mampu mengolah minyak menjadi BBM jenis RON 92 atau Pertamax dan RON 95 Pertamax Plus.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) mengatakan, bahwa membangun kilang dan meng-upgrade kilang itu memang sudah menjadi program strategis yang ditetapkan oleh pihaknya.

“Kenapa? Karena upgrade kilang itu, termasuk kompleksitas kilang juga kita tingkatkan,” kata Dwi, kepada Aktual.co, saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta.

Menurutnya, dengan kompleksitas yang lebih baik, maka akan dapat menerima lebih banyak jenis crude untuk bisa diolah di kilang tersebut.

“Tidak seperti yang sekarang. Jadi itu memang menjadi program dan kita pasti akan tindaklanjuti, apakah sendiri, apakah dengan mitra itu akan kita pikirkan”.

Sebelumnya, VP Strategic Planning Business Development dan Operational Risk-Refining Pertamina, Achmad Fathoni Mahmud mengatakan, Indonesia memerlukan pembangunan kilang minyak baru yang menghasilkan standar BBM dengan kualitas Euro 4 yang memiliki kualitas BBM ramah lingkungan.

“Kita butuh kilang minyak baru yang hasilkan Euro 4, sekarang kan baru Euro 2,” kata Fathoni.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya sebenarnya bisa saja menghasilkan BBM dengan kualitas Euro 4 saat ini, tapi akan memiliki dampak penyusutan yang lebih besar sehingga tidak efisien.

“Saat ini negara-negara Eropa sudah mempunyai BBM dengan kualitas Euro 4. Kita bisa, tapi dipaksa. Nanti BBM-nya malah nyusut,” jelasnya.

Dikatakannya, kilang minyak di Indonesia sudah cukup tertinggal dengan negara tetangga. Untuk itu, pembangunan kilang minyak baru dan peningkatan kualitas sangat dibutuhkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Polri: Penangkapan BW untuk Kepentingan Penyidikan

Jakarta, Aktual.co — Penangkapan Bambang Widjojanto bermotif untuk kepentingan penyidikan. Hal itu disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronie Sompie, dalam diskusi di kawasan Cikini, Sabtu (24/1).
“Dasar penangkapan itu yakni adanya bukti awal yang cukup,” katanya.
Namun untuk masalah teknis dan praktisnya tergantung di lapangan untuk kepentingan penangkapan.
“Penangkapan ini merupakan perentah pimpinan penyidik,” sergahnya.
Roni juga melanjutkan pihak tersangka bisa melakukan pra peradilan bila Polri melakukan tindakan tidak proposinoal dan tidak beretika.
“Penyidik selalu merekam semua kegiatan penangkapan, ” ungkapnya.
Sementara terkait pemborgolan BW itu merupakan situasional anggota di lapangan. “Kalau tidak melakukan SOP, mereka salah, semua pertimbangan ada di lapangan,” pungkas Ronie.

Artikel ini ditulis oleh:

Kisruh KPK dengan Polri, Permalukan Indonesia sebagai Negara

Kupang, Aktual.co — Pemerhati masalah hukum dan politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Yusuf Kuahati menilai masalah atau kisruh yang saat ini mendera KPK dan Polri sangat mempermalukan Indonesia sebagai sebuah negara.

“Hanya ada di Indonesia, antara institusi penegakan hukum saling gontok-gontokkan dan mempertontonkan hal yang tidak lumrah. Ini adalah sebuah pelajaran buruk dalam kehidupoan berbangsa dan bernegara,” kata Kuahati yang dihubungi Aktual.co, di Kupang, Sabtu (24/1).

Menurutnya, kisruh antara KPK dan Polri harus diselesaikan dengan baik, lantaran ke depannya akan sangat mengganggu sistem penegakan hukum di Indonesia secara keseluruhan.

Dia menuturkan, bila eleman penegakan hukum bekerja tidsk optimal yang dikhawatirkan sistem hukum di Indonesia akan menjadi kacau. Padahal saat ini negara sedang mengedepankan penegakan hukum.

“Kita patut sesalkan persoalan tersebut biasa terjadi karena akan menganggu demokrasi yang sudah berkembang baik di Indonesia. Persoalan hukum seperti ini tidak saja berimbas pada hukum sendiri, tetapi juga berakibat pada soal lain seperti demokrasi, memunculkan keresahan sosial dan ketidakpercayaan masyarakat yang pada gilirannya menganggu stabilitas nasional,” ujarnya.

Dia meminta, ketegasan sikap Presiden Joko Widodo terhadap kasus Bambang Widjojanto dan Budi Gunawan,yang telah nenyeret KPK dan Polri dalam sebuah pusaran masalah.

Presiden Jokowi, kata dia, segera mengambil keputusan. Tidak bisa membiarkan ini. Dalam kondisi seperti ini presiden harus tampil untuk menuntaskan persoalan, bukan berdiri pada area abu-abu.

‘Saya kira presiden tidak boleh membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut. Presiden Jokowi haris segera bersikap menyelamat KPK dan Polri sebagai institusi penegakan hukum di Indonesia,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wejangan Dwi Soetjipto ke SMGR: Tak Perlu Pindah Gigi, Lanjutkan ‘Speed’!

Jakarta, Aktual.co —  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang memiliki kode saham (SMGR) telah resmi mengangkat Suparni sebagai Direktur Utama perseroan menggantikan Dwi Soetjipto yang hengkang menjadi Bos PT Pertamina (Persero). Penetapan Bos baru tersebut dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1) kemarin.

Mantan Dirut Semen Indonesia yang saat ini mengemban jabatan sebagai Dirut Pertamina, Dwi Soetjipto yang juga hadir dalam RUPSLB tersebut memberikan pesan beberapa ‘wejangan’ kepada Suparni agar bisa membawa Perseroan lebih baik lagi ke depan.

Menurutnya, dengan direksi yang sebagian besar masih berkomposisikan orang lama, diharapkan perseroan mampu melanjutkan segala rencana kerja yang telah ditetapkan.

“Direksi yang baru ini saya lihat, karena sebagian besar masih yang lama, maka saya kira kawan-kawan (semen indonesia) sudah tidak perlu lagi harus pindah gigi atau segala macam, speed-nya bisa dilanjutkan, maka dari itu saya berharap bahwa rencana-rencana strategis yang sudah ditetapkan bisa lanjutkan, dan kalau perlu dipercepat dan sebagainya,” kata Dwi saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1).

Dia berpendapat, bahwa suasana di Semen Indonesia sudah lebih bagus dan sudah memiliki acceptability yang tinggi sehingga tidak perlu lagi menunggu masalah acceptability. Sementara itu, dari segi Pekerjaan Rumah (PR) untuk para direksi baru khususnya Dirut, masih banyak yang menanti.

“PR-nya selalu banyak, karena memang misalnya rencana pembangunan pabrik. Saat ini dua pabrik, nanti akan ada tiga pabrik lagi di domestik. Kemudian di luar negeri sudah ada beberapa yang saat ini diproses. Cita-citanya untuk menjadi perusahaan global sudah ditetapkan. Saya kira itu menjadi PR yang tidak mudah direalisasikan,” tutup Dwi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain