18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39650

Sudah Divonis, Bandar Ini Tetap Kendalikan Narkoba di Lapas Medan

Jakarta, Aktual.co — Kapolresta Medan Komisari Besar Polisi Nico Afinta Karokaro mengatakan, narapidana MH (31 tahun) yang merupakan warga Desa Garot Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh mengendalikan narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan klas I Medan.
“Tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu seberat 2,2 kilogram dan 46.848 butir pil ektasi itu, diringkus di dalam Lapas Medan,” kata dia di Mapolresta Medan, Selasa (13/1).
Nico mengatakan, dari hasil berita acara pemeriksaan, narkoba tersebut berasal dari Aceh dan dikendalikan MH dari dalam Lapas Medan. MH, kata dia juga sedang menjalani hukuman delapan tahun di lapas Medan, karena terlibat kasus peredaran narkoba.
“Tersangka MH warga Aceh sudah divonis, tetapi bisa mengendalikan narkoba dar dalam Lapas Medan.”
Dia pun mengaku heran dengan terpidana kasus narkoba bisa mengendalikan narkoba dari dalam lapas Medan. Bahkan, sambung dia, narkoba yang diedarkan itu, cukup banyak hingga mencapai seberat 2,2 kg sabu-sabu dan 46.848 pil ekstasi.
“Polresta Medan tahun 2015 ini akan menerapkan pasal yang cukup berat kepada tersangka pengedar narkoba itu, sehingga dapat dihukum mati, karena mereka banyak menimbulkan beban penderitaan bagi masyarakat,” kata Kombes Pol Nico.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Politisi Gerindra Usulkan Pansus Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Untuk mengungkap secara mendalam, baik dari sisi regulator maupun operator, Anggota Komisi V DPR RI, Ade Rizki Pratama mengusulkan agar DPR RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) masalah penerbangan.
“Saya usulkan agar Komisi V dan DPR RI membentuk Pansus karena saya melihat banyak kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pasca kecelakaan pesawar AirAsia QZ 8501,” kata Ade Rizki di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/1).
Selain itu, pembentukan Pansus  ini juga menyangkut keselamatan jiwa dan perbaikan sistem penerbangan di Indonesia
“Oleh karena itu, Pimpinan DPR RI dan pimpinan Komisi V DPR RI segera merespon pembentukan Pansus AirAsia ini,” sebut politisi Gerindra itu.
Dalam Pansus tersebut, sambungnya, DPR RI bisa menyelidiki apa saja yang terjadi, baik dari sisi regulator maupun operator.
“Menteri Perhubungan bisa klarifikasi sebagai regulator terkait kejadian ini. Jangan hanya menyalahkan dan memecat pejabat tanpa alasan. Pansus ini juga terkait dengan pembekuan rute beberapa maskapai penerbangan,” kata politisi Gerindra itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Menhub dan Ketua KNKT Absen Raker DPR RI

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhidin M Said mengatakan bahwa selain Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Ketua KNKT Tatang Kurniadi dipastikan absen dalam rapat kerja (Raker) yang digelar oleh Komisi V DPR RI hari ini.
Alasannya, sambung Muhidin, keduanya sedang berada di Pangkalanbun.”Ketua KNKT tidak hadir hari ini alasan ke PangkalanBun, kita sebagai DPR sudah melayangkan surat pemanggilan kembali,” kata Muhidin kepada wartawan, disela-sela acara Raker Komisi V DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (13/1).
Lebih lanjut, sambung Politisi Golkar itu menjelaskan, raker yang digelar ini untuk mendengar penjelasan dari semua pihak terkait peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 tersebut.
“Apakah yang banyak persoalan ini dari segi kebijakan dalam hal ini regulator kita harus lihat, apakah ada kesalahan dalam kordinasi kementerian perhubungan ini. Karna tidak mungkin airasia terbang ke Singapura tanpa sepengetahuan dari otoritas penerbangan Indonesia, itu gak mungkin,” ucap dia.
Ia pun mengungkapkan, dari surat pemanggilan komisi V kepada pihak terkait hanya dihadiri oleh Basarnas, BMKG, Angkasa Pura I, dan pihak AirAsia. “Yang hadir hari ini, BMKG, Basarnas, AP I, dan pihak AirAsia,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kapolres Medan: Terpidana Narkoba Wajar Dihukum Mati

Jakarta, Aktual.co — Kapolresta Medan Komisaris Besar Polisi Nico Afinta Karokaro mengatakan, narapidana MH (31 tahun) yang merupakan warga Desa Garot Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh mengendalikan narkoba dari dalam lembaga pemasyarakatan klas I pantas diberikan hukuman mati.
“Pengedar narkoba tersebut, yang membuat warga menjadi pemakai dan kecanduan obat-obat yang berbahaya bagi kesehatan manusia,” kata dia di Mapolresta Medan, Selasa (13/1).
Nico mengatakan, akibat peredaran narkoba itu suami isteri terjadi perceraian, pencurian, perampokan dan kejahatan lainnya. Bahkan, sambung dia masyarakat banyak terpengaruh dengan narkoba, sehingga harus menjual perhisan berupa emas dan barang berharga lainnya yang selama ini disimpan.
Uang dari hasil menjual emas tersebut, kata dia hanya digunakan masyarakat untuk membeli narkotika. “Kalian (pengedar) narkoba, hanya tenang-tenang saja menjual barang haram itu, sedangkan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan remaja sudah banyak yang rusak, akibat narkotika tersebut.”
Tersangka MH yang berperan mengendalikan narkoba dari dalam lapas harus diberikan sanksi yang cukup berat, yakni hukuman mati. “Polresta Medan akan membuat pasal pemberatan, dan hukum mati saja tersangka Napi MH pengedar narkoba, dengan memberikan pasal maksimal,” kata Nico.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

IHSG Dibuka Menguat 12 Poin ke 5.199,93

Jakarta, Aktual.co —  Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat sebesar 12,002 poin di tengah bursa saham kawasan Asia yang bervariasi.

IHSG BEI dibuka menguat sebesar 12,002 poin atau 0,23 persen ke posisi 5.199,93. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 3,03 poin atau 0,34 persen ke posisi 893,86.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan bahwa sebagian investor kembali melakukan aksi beli setelah pada awal pekan kemarin (Senin, 13/1) mengalami tekanan.

“Setelah terjadi koreksi, pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk melakukan akumulasi beli meski bursa saham di kawasan Asia bergerak bervariasi,” kata William di Jakarta, Selasa (13/1).

Secara teknikal, ia menambahkan bahwa perjalanan IHSG BEI terlihat sedang beranjak kembali melanjutkan pola tren penguatannya dengan target level batas atas berada pada level 5.247 poin.

“Diprediksi, indeks BEI akan bergerak di kisaran 5.174-5.247 poin pada Selasa (13/1) ini,” katanya.

Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan bahwa pelemahan yang terjadi pada indeks saham AS dan sebagian bursa saham di Asia diperkirakan dapat memberikan pengaruh terhadap laju IHSG.

“Minimnya insentif pasar dari dalam negeri serta faktor eksternal diperkirakan akan mempengaruhi laju indeks BEI,” kata Alfiansyah.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 93,08 poin (0,39 persen) ke 24.119,54, indeks Bursa Nikkei turun 301,15 poin (1,75 persen) ke 16.896,70, dan Straits Times melemah 2,24 poin (0,07 persen) ke posisi 3.342,66.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Rupiah Dibuka Melemah 10 Poin ke Rp12.600

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp12.600 dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.590 per dolar AS.

“Mata uang rupiah bergerak melemah namun dengan fluktuasi yang masih stabil seiring dengan faktor internal yang masih cukup mendukung untuk menahan laju dolar AS meningkat lebih tinggi,” kata Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Selasa (13/1).

Ia mengatakan bahwa sentimen pembangunan infrastruktur masih cukup kuat menopang rupiah, perbaikan infrastruktur akan membuat perekonomian Indonesia tetap akan tumbuh meski dibayangi perlambatan ekonomi global.

Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah yang akan melakukan harmonisasi terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan ditundanya kenaikan tarif listrik menyusul tren pemurunan harga minyak dunia akan menahan laju inflasi domestik.

“Namun, diharapkan harmonisasi harga tidak terlalu sering dilakukan karena dapat membuat kebiajakan investasi pelaku pasar kurang menentu,” ujarnya.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa walaupun tidak ada data ekonomi penting yang diumumkan, dolar AS menguat setelah sebelumnya turun selama beberapa hari.

“Meski rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS, ke depan ruang penguatan masih ada,” katanya seraya menambahkan hari ini pelaku pasar menanti rilis data neraca perdagangan Tiongkok serta kondisi perekonomian Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain