16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39674

Polres Denpasar Siap Amankan Rakernas PAN

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Denpasar siap mengamankan Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional yang akan diselenggarakan 28 Februari hingga 2 Maret 2015.
“Kami siap (mengamankan) karena kami memiliki pengalaman untuk kegiatan pengamanan seperti itu,” kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Polisi Djoko Hariutomo di Denpasar, Senin (12/1).
Menurut dia, pengamanan dari Polresta Denpasar untuk membantu pengamanan dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Namun, Djoko mengaku belum mengetahui apakah pihak panitia telah mengantongi rekomendasi dari Polda Bali untuk pengamanan.
“Saya belum tahun apakah sudah dilaporkan ke Polda Bali atau belum karena permintaan pengamanan itu berdasarkan rekomendasi Polda,” kata dia.
Seperti pada pengamanan Kongres Partai Golkar di Nusa Dua, Kabupaten Badung, beberapa waktu lalu, pihak kepolisian, kata dia, akan melakukan koordinasi pengamanan dengan pihak panitia, termasuk dengan pengamanan internal partai.
“Pengamanan konsentrasinya dari pengamanan internal. Kami berada di luar, selama tidak ada masalah.”
Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah PAN Bali Njoman Gede Suweta mengatakan, Rakernas PAN ada dua agenda utama yang akan dibahas dalam kongres mendatang, yaitu pemilihan Ketua Umum DPP PAN periode 2015–2020, dan merumuskan rekomendasi kebijakan nasional PAN.
Terkait dengan kesiapan DPW PAN Bali untuk melaksanakan keputusan rakernas menggelar dan menyukseskan Kongres PAN, dia menyatakan siap untuk menyukseskannya. Saat ini pihaknya menunggu Surat Keputusan DPP PAN untuk memulai kerja-kerja kepanitiaan.
“Saya akan bertemu dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa untuk berkoordinasi untuk persiapan kepanitian kongres,” kata dia.
Untuk bursa Calon Ketua Umum PAN yang akan bertarung pada kongres nanti, Suweta menyebutkan terdapat dua calon ketua umum yang namanya mengemuka dalam rakernas, yakni Ketua Umum (petahana) DPP PAN Hatta Rajasa Ketua DPP PAN Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kelompok Hacker ‘Anonymous’ Deklarasikan Perang Terhadap Teroris

Jakarta, Aktual.co — Kelompok Peretas yang menamakan diri mereka ‘Anonymous’ mendeklarasikan perang terhadap para kelompok teroris atas serangan di kantor media perancis Charlie Hebdo.
Pada unggahan video di YouTube, kelompok ini mengancam akan melacak dan melumpuhkan seluruh website dan jaringan media sosial yang terafiliasai dengan kelompok teroris.
“Kami, Anonymous di seluruh dunia, telah memutuskan untuk menyatakan perang pada Anda teroris,” katanya, seperti dikutip CNMoney.com, pada pekan ini.
Pada video ini, Anonymus mengirimkan pesan untuk Al-Qaeda. Sikap ini, diambil sebagai aksi balas dendam atas penyerangan yang menewaskan 12 orang. 
“Kami bermaksud untuk membalas dendam atas nama mereka, kita akan survei aktivitas Anda di internet, kita akan menutup account Anda di semua jaringan sosial,” kata Anonymous.
Laporan: Nebby

Artikel ini ditulis oleh:

Flight Data Recorder (FDR) AirAsia QZ8501 Berhasil Diangkat

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, melihat anggotanya memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat AirAsia QZ8501 saat tiba di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin (12/1/2015). AKTUAL/PUSPEN TNI

Masa Operasi Pencarian Habis, Basarnas Perpanjang Pencarian Korban QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan bahwa pihaknya memperpanjang operasi pencarian korban QZ8501, meski masa operasi pencarian dan evakuasi korban telah habis.
“Kalau di UU pencarian korban itu operasi pokok tujuh hari. Setelah itu saya bisa mengevaluasi memperpanjang,” kata dia, Senin (12/1).
Basarnas akan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban meski tak ada unsur operasi gabungan, demi memenuhi harapan keluarga korban.
“Saya harus ketemu keluarga korban dulu, berbicara pakai hati, kemudian kita koordinasi,” ujarnya.
Komunikasi dengan pihak keluarga untuk berkoordinasi menentukan proses pencarian dan evakuasi kedepannya.

Artikel ini ditulis oleh:

PLN Tunda Kenaikan Tarif, Menteri ESDM Pinta Jokowi Tambah Subsidi

Jakarta, Aktual.co — Beberapa waktu lalu, PT PLN (Persero) menyatakan bahwa tidak akan menaikkan tarif listrik dalam waktu tiga bulan ke depan. Walaupun dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2014 tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Listrik Negara mulai 1 Januari 2015, terdapat 12 golongan pelanggan tarif non subsidi yang akan dikenakan penyesuaian.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan bahwa penundaan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) berpotensi meningkatkan subsidi. Permintaan PT PLN (Persero) untuk menunda kenaikan tersebut dinilai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan DPR.

“Memang konsekuensi akan menambah subsidi. Memang harus konsultasi dengan DPR. Sebab, hal tersebut akan memengaruhi beban subsidi,” ujarnya di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/1).

Kendati demikian, Sudirman menuturkan bahwa penundaan kenaikan listrik tersebut pada dasarnya disebabkan karena melihat kondisi di masyarakat pasca naiknya harga BBM subsidi dan elpiji 12 kg beberapa waktu lalu.

“Jadi PLN itu karena situasi masyarakat, usul supaya golongan itu tidak dinaikkan dulu, karena mungkin hanya masalah timing,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir mengatakan, Presiden Jokowi sendiri yang meminta PLN untuk menahan kenaikan tarif listrik pada 1 Januari lalu karena dinilai masyarakat agak berat dengan adanya kenaikan harga BBM.

“Untuk sementara belum naik dulu dalam tiga bulan ke depan. Ada perintah dari Presiden untuk tahan dulu karena BBM sudah naik. Malah, tarif masyarakat tidak kita naikkan dan tarif industri akan kita turunkan,” kata Sofyan yang ditemui di Kantor BPK, Jakarta, Kamis (8/1).

Sofyan menegaskan penundaan kenaikan tarif listrik per 1 Januari 2015 lalu karena adanya penurunan harga minyak dunia. Untuk itu, dia mengaku bakal menginformasikan penundaan kenaikan tersebut ke Menteri ESDM Sudirman Said.

“Kita akan informasikan ke Menteri ESDM. Kita juga akan lakukan efisiensi ke dalam,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Terkait Amandemen Kontrak Freeport, Sudirman: Tunggu Tanggal 24 Januari

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah dan PT Freeport Indonesia masih terus membahas rencana amandemen kontraknya dan akan menghasilkan sesuatu pada tanggal 24 Januari 2015 mendatang. Demikian dikatakan Menteri ESDM Sudirman Said.

“Kita masih terus diskusi. Rasanya tanggal 24 (Januari 2015) akan saya sampaikan sesuatu. Apakah MoU atau apa,” kata Sudirman di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (12/1).

Ia mengungkapkan, masih terdapat beberapa gap dalam negosiasi antara Pemerintah dengan Freeport.

“Masih ada beberapa gap. Harusnya tidak terlalu banyak. Walaupun sifatnya masih awal, persiapan smelter harus dimulai. Kita mengerti keterbatasan infrastruktur, tapi harus dimulai,” tukasnya.

Sebelumnya, pada pekan lalu Pemerintah melalui Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R Sukhyar kembali bertemu dengan pihak Freeport guna membahas enam poin amandemen kontrak.

“Tadi ketemu Freeport, ya sudah berulangkali kita bertemu dan bahas ini (amandemen kontrak), tapi sampai sekarang tidak ada progres, belum ada kemajuan,” kata Sukhyar kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Tebet, Jaksel, Selasa (6/1).

Ia menjelaskan, pembahasan amandemen Freeport ini sudah dilakukan sejak tahun lalu dan terus berjalan sampai sekarang. Adapun kemajuan dari pembahasan tersebut adalah kesungguhan Freeport untuk membangun smelter dengan memberikan uang jaminan US$115 juta. Meski begitu, sampai saat ini progres pembangunan smelter sendiri belum juga terlihat.

“Smelter Freeport, ya bagaimana mau jawabnya, sampai saat ini tidak ada progres juga yang baik dari smelter Freeport baik lokasinya di mana. Lahannya di mana juga belum ada,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain