15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39692

Politisi Demokrat Ini, Dukungan SBY jadi Ketum Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Dukungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres 2015 mendatang tak bisa dibendung. Setiap hari, dukungan kepada mantan Presiden ke-7 itu terus berdatangan dari kader berbagai daerah, bahkan rakyat juga mengamini SBY kembali memimpin partai berlambang mercy tersebut. Seperti itulah yang ditegaskan legislator asal Sulawesi Tengah Umar Arsal. Begitu juga dukungan dari kader Sulteng daerah pemilihannya.

“Ketika saya ke dapil, baik tingkat PAC, Ranting dan hingga ranting berpesan ke saya. Meminta SBY kembali ditunjuk jadi Ketua Umum kembali. Ada juga masyarakat yang bukan kader meminta SBY, karena SBY mampu membawa situasi politik Partai Demokrat jadi lebih baik,” ujar Anggota Komisi V DPR ini dalam pernyataannya, Minggu(11/1).

Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat ini juga meyakini SBY sebagai pemimpin yang dapat menyatukan para kader demokrat diseluruh pelosok daerah. Bahkan hanya SBY yang menjadikan partai kembali lebih besar pada pemilu 2019. Namun dirinya membantah bahwa demokrat tidak ada kader lain untuk mampu membesarkan partai.

“Saya rasa Pak SBY sebagai negarawan dan demokratis, bilamana ada kader yang ingin maju dipersilahkan. Dan demokrat juga tidak kekurangan tokoh, dan banyak tokoh. Tapi memang untuk lima tahun kedepan kita selaku kader yang meminta untuk Pak SBY kembali memimpin partai,” tegasnya.

SBY, di mata Umar sudah berhasi menghantarkan partai demokrat dipemilu 2014 kemarin ditengah-tengah hantaman bertubi terhadap partai Demokrat. “Kita tahu sebelum pemilih hampir setiap hari beruta negatif terhadap partai demokrat, tapi bersyukur berkat kepemimpinan Pak SBY Partai Demokrat masuk 5 besar dan mengantar kadernya duduk sebagai anggota DPR, termasuk saya,” jelasnya. “Semua memprediksi demokrat hancur, tapi bersyukur demokrat tetap hadir dikancah politik dan dapat memberikan kontribusinya kepada rakyat,” tutupnya.

Ribuan Personel Kepolisian Amankan Kedatangan Presiden ke Bandung

Jakarta, Aktual.co —Sejumlah persiapan pengamanan dilakukan untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/1) besok. 
Kepolisian Daerah Jabar mengatakan tidak akan melakukan pengalihan arus. Tetapi hanya penutupan jalan saat rombongan presiden melintas.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan personel.
“Pelibatan kuat personel Polda Jabar dalam pengamanan kunker RI-1 ke Bandung besok sebanyak 1.522 personel,” kata Sulistyo, di Bandung, Minggu (11/1).
Mereka akan disebar di tiap tempat yang dikunjungi presiden, dan jalur yang dilewati. 
Ribuan personel itu terdiri dari 337 personel dari Dalmas Direktorat Sabhara, Direktorat Lantas, Pengamanan Objek Vital, Tim Dokes dan Satuan Brimob Polda Jabar.
Lalu pengamanan dari unsur Polisi Resor. Yakni Polrestabes Bandung 829 personel, Polres Bandung 227 personel, Polres Cimahi 24 personel, Polres Purwakarta 57 personel dan Polres Karawang 50 personel.
Pudjo menambahkan, selain menyiapkan personel, Polda juga gandeng TNI Kodam III Siliwangi untuk melakukan beberapa kali rapat bahkan gladi pengamanan. 
“Gladi pengamanan yang dilakukan pada hari Sabtu kemarin untuk menghitung waktu dan berbagai kemungkinan dinamika lapangan sehingga dapat diantisipasi dengan baik,” kata Pudjo.
Rombongan Presiden dan Ibu Negara akan berangkat langsung dari Jakarta. Di Bandung, rombongan akan disambut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Dedi Kusnadi Thamim, Kapolda Jabar Irjen Pol Mochamad Iriawan, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari.
Presiden dijadwalkan akan membuka acara pokok Munas XV Hipmi. Kemudian ke Sentra Industri Binong Jati dan ke PT. Pindad, ke Silicon Valley di PT Telkom dan ke PT. Dirgantara Indonesia (DI).

Artikel ini ditulis oleh:

Teror Charlie Hebdo dan Supermarket Yahudi Serta Hubungannya

Jakarta, Aktual.co —Polisi Perancis belum secara resmi menjelaskan adakah hubungan atas rangkaian serangan yang terjadi pada majalah satire Charlie Hebdo dan supermarket khusus warga Yahudi di Perancis. Serangan pada waktu yang berbeda itu sama-sama menelan korban jiwa.

Serangan pada kantor majalah Charlie Hebdo yang terjadi pada Rabu (7/1) menewaskan 10 awak redaksi dan 2 orang polisi. Sedangkan serangan pada supermarket Yahudi yang terjadi pada Jumat (9/1) menewaskan empat orang dan satu pelaku penyerangan, Amedy Coulibali. Sedangkan Hayat Boumeddiene, istri Amedy berhasil lolos dari sergapan polisi.

Menurut surat kabar Le Parisien, pihak Kejaksaan Perancis mengungkapkan, Hayat Boumeddiene secara teratur sering menghubungi Izzana Hamyd, istri Cherif Kouachi, pelaku penyerangan kantor majalah Charlie Hebdo. Cherif dan saudaranya Said Kouachi, telah tewas diberondong peluru polisi saat menyergap mereka di sebuah pabrik.

Berdasarkan hasil analisa kepolisian, rekaman pembicaraan melalui telepon antar kedua perempuan ini terjadi lebih dari 500 kali sepanjang tahun 2014. Angka tersebut dianggap menunjukan intensitas dan kedekatan hubungan keduanya. Jaksa Agung Perancis, Francois Molins mengatakan, rekaman pembicaraan telpon  kedua wanita itu terjadi secara kontinyu dan stabil.

Kepada saluran berita Perancis BFMTV, Coulibali sempat mengatakan bahwa tindakan penyerangan dan penyanderaan pada supermarket Yahudi adalah tindakan yang mendukung perbuatan Kouachi bersaudara. Coulibali juga mengatakan ia bagian dari kelompok ISIS, kelompok militan islam yang menguasai Suriah dan Irak. Namun polisi Perancis belum mengkonfirmasi pengakuan Coulibali tersebut.

Empat Terduga Teroris Diperiksa

Jakarta, Aktual.co —Empat terduga teroris berinisial S, A, H dan R yang ditangkap di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu (10/1) masih menjalani pemeriksaan intensif, dan rencananya akan dibawa ke Kota Palu. “Kita belum tahu kapan diperiksa di Palu, nanti kalau ada informasi baru saya kabari,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Hari Suprapto di Palu, Minggu (11/1).

Dia mengatakan operasi penangkapan kelompok sipil bersenjata di Sulawesi Tengah di bawah koordinasi Densus 88 Antiteror, dan mereka langsung berhubungan dengan Mabes Polri, bukan Polda Sulawesi Tengah. “Jadi segala sesuatunya akan disampaikan Divisi Humas Mabes Polri,” kata mantan Kepala Polres Buol ini.

Biasanya terduga teroris yang ditangkap di Kabupaten Poso atau di daerah lain di Sulawesi Tengah selalu diperiksa di Polda Sulawesi Tengah di Kota Palu. Namun, tidak jarang ada yang diperiksa di Mabes Polri, seperti empat warga negara asing yang ditangkap keyika hendak menuju ke Poso beberapa bulan lalu.

S alias I yang tinggal di Kayamanya, Lorong Mesjid Nurul Falah, Kampung Wotu, Kabupaten Poso ditangkap Densus 88 pada pukul 11.30 Wita di Jalan Pulau Sabang, Poso. Polri menduga S merupakan kurir logistik kelompok Mujahidin Indonesia Timur, dan membantu menyembunyikan DPO Daeng Koro dan Santoso. Ia juga diduga sebagai penerima kiriman dana dari luar Sulteng dan mengurus keuangan kelompok MIT.

Sementara penangkapan berikutnya yakni R alias A yang beralamat di Jalan Pulau Sabang, Poso. R alias A pernah ikut pelatihan militer di Kabupaten Morowali pada 2007, membantu mengurus pembelian logistik MIT, serta membantu pelarian Daeng Koro dan Santoso. Penangkapan selanjutnya adalah H dan istrinya R.

“Keduanya ditangkap di depan SMP 4 Poso pada Sabtu (10/1) pukul 14.15 Wita,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronni F Sompi di Jakarta. Jenderal bintang dua ini menjelaskan H terlibat dalam pengurusan dana kelompok MIT dan menyiapkan logistik kawanan teroris di bawah pimpinan Santoso itu. “Kalau istri H berperan sebagai penyedia rekening penampung uang hasil pengumpulan dana,” katanya.

Banjir Manado, 3.000 Warga Mengungsi

Jakarta, Aktual.co —Banjir setinggi 3,6 meter dan tanah longsor melanda Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak Minggu (11/1) subuh. Akibatnya, sekitar 3.000 warga mengungsi. 
Wali Kota Manado, Vicky Lumentut mengatakan warganya yang mengungsi berasal dari daerah Paal Dua, Ternate Tanjung, Komo Luar, Dendengan Dalam, Sumompo, Bailang, Cempaka.
“Dan sebagian Wanea,” ujar dia, di Manado, Minggu (11/1).
Warga mengungsi di gedung-gedung sekolah, tempat ibadah, dan rumah saudara tak tersentuh banjir. 
Kata Vicky, bantuan berupa makanan siap saji sudah disalurkan Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manado selama tujuh hari ke depan. Dapur umum juga didirikan. 
Air disebutkan sudah naik sejak Sabtu (10/1) pukul 24.00 Wita. Hingga Minggu subuh pukul 04.00 Wita, ketinggian air sudah mencapai 3,6 meter.
Ditambahkan Vicky, pihaknya sudah berkoordinasi dan menginstruksikan seluruh camat, lurah sampai kepala lingkungan untuk bersama dengan BPBD dan Dinas Sosial mengarahkan warga mengungsi.

Artikel ini ditulis oleh:

Ferry Mursyidan: Setifikat Tanah akan Dilengkapi Foto Pemilik

Jakarta, Aktual.co — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Ferry Mursyidan Baldan mewacanakan akan membuat peraturan baru pembuatan sertifikat tanah. “Sertifikat tanah terdapat pas foto pemilik sertifikat,” kata Ferry ketika melakukan kunjungan kerja di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Minggu (11/1).

Rencananya, program ini akan berlaku mulai tahun ini. “Sertifikat tanah seperti ijazah, ada foto pemiliknya,” katanya. Program yang saat ini disosialisasikan itu, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya sertifikat ganda yang sering dialami oleh masyarakat.

Selain untuk mempermudah melakukan inventarisasi. Rencananya, pemasangan foto akan mulai berlaku untuk pembuatan sertifikat baru. “Kalau berjalan lancar, sertifikat-sertifikat lama juga akan diperbaharui dengan pemasangan foto pemiliknya,” tuturnya.

Berita Lain