15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39693

Kebutuhan Gas Industri Dipenuhi PGN

Jakarta, Aktual.co — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mulai mengalirkan gas bumi ke sejumlah industri di wilayah Lampung. Hal ini, merupakan realisasi dari penandatanganan kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PGN dengan 14 industri besar di Lampung pada pertengahan tahun 2014.

Sekretaris Perusahaan PGN Heri Yusup mengatakan, penyaluran gas bumi kepada sektor industri di Lampung sebagai bentuk dari komitmen PGN untuk terus meningkatkan penggunaan energi non Bahan Bakar Minyak (BBM). Diharapkan, penggunaan gas bumi ini mampu memperkuat daya saing industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Lampung dan sekitarnya. “PGN akan terus mendukung optimalisasi penggunaan gas bumi melalui pembangunan infrastruktur dan distribusi gas bumi,” kata Heri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (11/1).

Menurutnya, sejumlah industri besar yang akan menggunakan gas dari FSRU Lampung yaitu PT Coca Cola Amatil Indonesia, PT Garuda Food Putra Prima, PT Nestle Indonesia, Novotel Lampung, PT Bumi Menara Internusa, PT Tunas Baru Lampung, PT Gizi Utama, PT Japfa Comfeed, PT Philips Seafood, Hotel Sahid Bandar Lampung, PT LDC Indonesia, PT Aman Jaya Perdana, Hotel Aston Lampung, dan Golden Dragon. “Pada Januari ini ada 3 industri yang sudah teraliri yaitu Coca Cola, Nestle dan Philips Seafod. Lainnya akan menyusul segera,” ucapnya.

Pengaliran gas ke sektor industri tersebut, kata Heri, sejalan dengan rampungnya pembangunan pipa distribusi PGN dari Labuan Maringgai ke Tanjung Panjang, Lampung sejauh lebih dari 90 km di akhir 2014. Selain membangun jaringan pipa yang berukuran sangat variatif mulai 4 inchi – 16 inchi, PGN juga membangun 2 stasiun penerima gas (offtake station) yaitu Sutami dan Sekampung Udik, untuk mengatur aliran dan tekanan gas ke pelanggan. Tercatat, saat ini total gas bumi yang dialirkan ke sektor industri di Lampung mencapai sekitar 1,01 BBTUD.

Kotak Hitam AirAsia QZ8501 Masih Belum Ditemukan

Jakarta, Aktual.co —Terkendala gelombang, arus bawah laut dan terbatasnya jarak pandang, usaha pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 oleh tim penyelam hari ini belum membuahkan hasil.
Diakui Direktur Operasionar Basarnas, Marsma TNI SB Supriyadi, beberapa kapal yakni KN Jadayat, Kapal MGS GeoSurvey, Kapal Baruna Jaya I dan Kapal Java Imperia memang menerima sinyal ‘ping’. Sinyal yang diterima Sabtu (10/1), diduga kuat berasal dari kotak hitam pesawat nahas itu. 
Namun tim penyelam dari patroli maritim yang diturunkan jam 12.00Wib dalam dua gelombang dan dilengkapi alat side scan sonar, tetap belum berhasil temukan kotak hitam. Pencarian mereka hingga kedalaman 30 meter, tetap nihil lantaran terhalang buruknya kondisi dalam air. “Jarak pandang satu meter. Meraba-raba nggak ketemu yang selama ini kita pikir ‘ping’ jarak satu kilometer,” ujar Supriyadi, di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalteng, Minggu (11/1).
Tak berbeda dengan di bawah air, di permukaan pun kondisinya tak lebih baik. Gelombang tinggi terjadi hingga mencapai tiga meter.
Akhirnya, setelah satu jam upaya pencarian, pukul 13.00 WIB penyelaman dihentikan. “Karena gelombang tinggi dan arus 5-8 knot,” kata Supriyadi. Kondisi gelombang, diakuinya menyulitkan penumpang untuk melakukan manuver.

Artikel ini ditulis oleh:

Gus Ipul Diincar NasDem

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPW NasDem Jatim Effendi Choirie  mengincar Saifullah “Gus Ipul” Yusuf sebagai anggota Dewan Pertimbangan partainya. “Saya yang akan usulkan ke Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh,” ujar Ketua DPW NasDem Jatim Effendi Choirie usai peresmian kantor baru di Surabaya, Minggu (11/1).

Menurutnya, sosok Gus Ipul tidak perlu diragukan lagi ketokohannya. Baik dari sisi politik, nasionalis, hingga hubungannya dengan masyarakat secara luas. Ia berharap tawaran ini semakin memperkuat Partai NasDem ke depan dan semakin mendapat simpati dari rakyat, khususnya di Jawa Timur.

Nama mantan Ketua Umum GP Ansor tersebut, kata Effendi, muncul menyusul adanya wacana Gul Ipul maju dalam Pemilihan Gubernur Jatim 2019. “Memang Nasdem Jatim belum memastikan dukungan. Tapi yang jelas Gus Ipul itu sahabat saya dan dia merupakan alternatif utama diusung Partai NasDem,” katanya.

Mantan politisi PKB itu menyebut Gus Ipul sebagai kandidat kuat yang digadang-gadang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Gubernur Soekarwo.
Hingga saat ini Gus Ipul belum memiliki kendaraan partai. “Kami hanya menawarkan, kalau Gus Ipul mau bergabung, akan saya usulkan ke pusat secepatnya,” kata politisi yang akrab disapa Gus Choi tersebut.

Sementara itu, Gus Ipul ketika dikonfirmasi mengaku masih belum memikirkan niatan masuk partai politik manapun dan fokus terhadap tugas serta amanatnya menjadi wakil gubernur hingga akhir masa periode. “Persiapan pemilihan gubernur yang masih jauh,” katanya.

Jonan Anulir Sanksi Maskapai, ‘Siapa Bodoh’

Jakarta, Aktual.co —Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mendesak Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan segera mengusut kekeliruan dalam audit izin penerbangan maskapai nasional. Pernyataan lima maskapai yang mengoperasikan 61 penerbangan tanpa izin Jumat lalu, (9/1), dinilai telah menghebohkan negara dan bisnis maskapai.  “Siapa yang bodoh kalau begini? Katanya sudah melalui audit, berarti proses auditnya ngawur dong?” kata Gerry, Minggu, (11/1).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan lewat keterangan tertulis hari ini, menganulir putusan yang menyatakan TransNusa Aviation Mandiri melanggar izin penerbangan. Kementerian berdalih, kekeliruan terjadi karena izin rute 5 TransNusa di Denpasar-Labuhan Bajo pulang pergi berada di dokumen terpisah dengan izin rute 1,2,3,4,6, dan 7 Denpasar-Labuhan Bajo. Sebelumnya, TransNusa dinyatakan melanggar izin karena terbang di rute 5 Denpasar-Labuhan Bajo, padahal izin yang dikeluarkan hanya untuk izin rute 1,2,3,4,6, dan 7.

Pohon Tumbang di Kebun Raya Bogor, Empat Orang Tewas

Jakarta, Aktual.co —Empat orang tewas, 25 mengalami luka berat dan ringan, akibat tertimpa salah satu pohon koleksi Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, yang tumbang, Minggu (11/1).
Humas RS PMI Bogor, Yudha Waspada, mengatakan 21 korban luka masih dirawat di RS PMI Bogor. Sedangkan empat jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka.
Dua dari 21 korban luka dilaporkan mengalami luka serius dan kondisinya kritis. Sedangkan empat orang dilaporkan sudah pulang. 
“Semua korban yang mengalami luka-luka, berdasarkan data yang masuk ada 29 orang,” kata Yudha, di Bogor, Minggu (11/1), seperti dilansir dari Detik.com
Korban meninggal yakni Saefullah (43), Sarijo (39), Suryana (42), Supriyono (32). 
Dan 25 korban yang dalam perawatan RS PMI yakni Haryanto, Soma Dinata, Daud Wahyono, E suminta, Meki, Rizki. Haerul Anwar, Farid nM, Chaerullah. Dodi Suhendar, Rasiman, Rudi, amir, Didi, Joharudin, Juli, Irma, taufik hidayat, Nurali, Ahmad Saefudin, Darijo, U Syamsudin, Suhadi, Andre, Suwandi.
Mereka tertimpa Pohon Damar Agathis berusia puluhan tahun yang tumbang di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/1)

Artikel ini ditulis oleh:

Polri: Budi Gunawan ‘Clear’ soal Rekening Gendut

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Pemilihan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri pengganti Jenderal Pol Sutarman yang akan berakhir pada Januari nanti terus menimbul pro-kontra. Lantaran, calon kapolri yang juga merupakan mantan ajudan Megawati Soekarnoputri itu, diduga terlibat kasus rekening gendut dalam institusi korps Bhayangkara tersebut.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F. Sompie mengatakan jika  isu kepemilikan rekening gendut merupakan isu lama yang mendera institusi kepolisian. “Enggak ada permasalahan soal rekening gendut, kalau ada  pasti sudah diproses lebih dulu dilingkungan internal Polri. KPK dan PPATK juga tidak pernah menyebut Komjen Budi Gunawan bermasalah atas kepemilikan rening gendut, semua sudah clear and clean,” kata dia kepada aktual.co, di Jakarta, Minggu (11/1).

Lebih lanjut, sambung Ronny, terkait dengan Laporan Harta Kekayaan pejabat Negara (LHKPN) para petinggi Polri sudah menjadi kewajiban mereka untuk melaporkan harta kekayaan masing-masing. “Kewajiban dari masing-masing perwira tinggi, apalagi dengan promosi jabatan, ketika menjabat kapolda atau kapolri itu kan wajib Lapor rutin, laporannya ke KPK,” ujar dia.

Menurut Ronny, pada 2010 PPATK merilis informasi bahwa Budi Gunawan merupakan salah satu dari beberapa jenderal yang diduga memiliki rekening gendut. Daftar nama itu diberikan ke Polri untuk selanjutnya ditelusuri oleh institusi seragam coklat itu. Namun, setelah ditelusuri, ungkap Ronny, hasilnya diserahkan kembali ke PPATK. “Saat itu hasilnya tidak bermasalah. Kalau ada hasil yang mencurigakan, pasti sudah ditindaklanjuti saat itu juga,” tandasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan aktual.co,  Ketua Presideum Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane mengatakan, sikap KPK dan ICW yang meributkan pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri adalah sikap murahan dan tidak akan mendapat simpati masyarakat. KPK sebaiknya berkoordinasi dan bekerja sama dengan Polri ketimbang terus menjadikan Polri sebagai musuh abadi dengan isu-isu yang tidak bisa dibuktikan dengan mengkriminalisasi perwira-perwiranya.

“Selalu saja ketika mau ada pemilihan Kapolri, isu rekening gendut ini diungkapkan lagi oleh KPK maupun ICW. Apa maksud? Mereka tidak paham. KPK seharusnya berkoordinasi dengan Polri untuk pemberantasan korupsi dan bukan malah menjadikan Polri seperti musuh abadi KPK, dengan selalu melontarkan isu-isu yang tidak jelas dan menuding pihak-pihak di kepolisian dengan isu tersebut,” ujar Neta kepada wartawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain