15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39694

Pengamat: Kedua Kalinya, Jokowi Abaikan KPK dan PPATK

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Politik, Ray Rangkuti, menyesalkan sikap Presiden Joko Widodo tak melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan PPATK untuk melakukan penelusuran rekam jejak saat memilih Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon Kapolri. Menurut Ray, pemilihan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden ke DPR mengabaikan asas transparansi dan partisipasi dalam rekrutmen setiap pejabat pada jabatan-jabatan pemerintah.

Ini kali kedua Jokowi melakukan hal yang sama mengabaikan KPK dan PPATK, setelah sebelumnya Jaksa Agung. Ray mengatakan pengabaian dua prinsip ini akan melahirkan pejabat-pejabat publik yang akan mengandalkan kedekatan-kedekatan personal dari pada aksebtabilitas, kapasitas dan semangat menjunjung kepentingan bangsa, di Jakrta, (10/1). “Pejabat yang dipilih karena kedekatan personal akan melahirkan kompetisi asal bapak senang,” kritiknya atas pencalonan tunggal Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Karena dua prinsip itu diabaikan, kata dia pula, maka peran KPK dan PPATK pun terpinggirkan. Khususnya terkait dengan upaya menelisik sumber kekayaan calon pejabat negara. Dan menurutnya, hal ini menjadi tidak konsisten. Karena Jokowi meminta KPK melakukan penelisikan kekayaan calon menteri tapi tidak melakukan hal yang sama untuk jaksa agung dan calon kapolri.

“Padahal, salah satu isu besar yang menimpa jajaran kepolisian di akhir-akhir ini adalah adanya dugaan kepemilikan rekening gendut beberapa petinggi polisi. Dan hingga sekarang, penyelesaian isu ini kurang transparan,” tuturnya. Selain itu kata Ray, Pengajuan tunggal dan secara diam-diam ini juga meluputkan kita semua dari kerangka program yang akan dibuat –setidaknya dalam 5 tahun ke depan.

Padahal, seperti diketahui, institusi kepolisian adalah salah satu institusi yang paling lambat beradaptasi dengan kultur demokrasi. Alih-alih ikut serta membangun sebuah iklim demokrasi dan reformasi yang kuat, polri malah menjadi seperti lembaga yang angkuh dan menjadi institusi yang seperti tidak tersentuh. “Inilah tantangan utama kapolri baru. Tapi dengan pengajuan tunggal apakah tantangan-tantangan ini akan menjadi fokus perbaikan calon kapolri,” demikian tanya Ray.

Apa Hubungan Telur dan Kulit? Ini Rahasianya

Jakarta, Aktual.co —Telur mengandung lebih 69 jenis protein dan beberapa vitamin yang membantu meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi garis-garis halus, menghapus noda dan menyuburkan rambut.

Berikut adalah beberapa cara yang berbeda untuk memanfaatkan telur untuk Kulit dan kecantikan Anda seperti dikutip dari healthmeup, Minggu (11/1).  Pilihlah yang paling cocok untuk Anda.
1. Kuning Telur untuk WajahCuci wajah Anda lalu keringkan, lalu gunakanlah satu kuning telur untuk masker wajah kulit Anda. Diamkan selama sekitar lima menit, sampai semi-kering dan kemudian mencucinya dengan air hangat.
2. Putih Telur dengan LemonIni adalah tips yang cocok untuk kulit Anda yang berminyak. Kocok putih telur sampai berbusa, lalu tambahkan air lemon dan kocokkan, kemudian oleskan pada wajah Anda hingga leher. Hindari daerah sekitar mulut dan mata. Diamkan selama setengah jam lalu cuci.
3. Putih Telur sebagai PembersihKocok putih telur dengan sedikit air agar menjadi berbusa. Lalu cuci wajah Anda dengan campuran putih telur tersebut, dan bilas dengan air bersih. Pencucian dengan putih telur adalah cara yang bagus untuk mencegah penuaan, tetapi jika Anda memiliki kulit kering maka anda dapat mencobanya dengan melakukan hal yang sama tetapi dengan menggunakan kuning telur.
4. Putih Telur dan Kunyit.Kocok putih telur dengan setengah sendok bubuk kunyit. Lalu oleskan campuran ini ke wajah hingga leher Anda, dan biarkan kering. Kemudian cucilah dengan air dan sabun pembersih wajah.
5. Kuning Telur dan MaduJika Anda memiliki kulit kering, aduk kuning telur dan satu sendok teh madu. Bersihkan terlebih dahulu wajah Anda, setelah kering lalu oleskan campuran kuning telur tersebut pada wajah Anda. Diamkan selama 10-15 menit lalu bilas dengan air.
Semoga bermanfaat…

Artikel ini ditulis oleh:

Obama dan Cameron Akan Bahas Beberapa Isu Internasional

Jakarta, Aktual.co —  Gedung Putih menyatakan (10/1) Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan menjadi tuan rumah atas kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron di Gedung Putih pada Kamis dan Jumat depan.

“Kunjungan Cameron menyoroti secara luas dan dalam kekuatan hubungan AS dengan Inggris, serta ikatan persahabatan yang kuat antara rakyat Amerika dan Inggris,” dalam pernyataan itu.

Obama dan Cameron akan melakukan jamuan santap malam kerja di Gedung Putih, Kamis, dan pertemuan di Ruang Oval, Jumat, katanya.

Keduanya akan membahas rentang isu-isu termasuk pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional, sekuriti siber, Iran, ISIL, kontra terorisme, Ebola dan tindakan Rusia di Ukraina, katanya.

“Inggris adalah teman dekat yang unik dan sekutu yang setia, dan Presiden berharap untuk memulai tahun baru dengan bekerja dengan Perdana Menteri Cameron mengenai isu-isu itu, dan menegaskan kembali hubungan khusus antara Amerika Serikat dan Inggris,” demikian pernyataan dari Gedung Putih (10/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Donggala Utara Direncanakan Akan jadi Daerah Otonom Baru

Jakarta, Aktual.co — Rencana pembentukan daerah otonom baru Donggala Utara yang terpisah dari induknya Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendapat dukungan alokasi anggaraan pendapatan dan belanja daerah 2015 sebanyak Rp750 juta.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Donggala Aswan M Daali, Minggu (11/1), mengatakan penetapan alokasi APBD tersebut berkat dukungan semua fraksi di DPRD setempat guna mendukung percepatan pembentukan Donggala Utara.

“Ini bentuk apresiasi DPRD bersama pemerintah daerah terhadap proses percepatan pembentukan Donggala Utara, sebab salah satu solusi agar Donggala cepat maju dan berkembang dengan APBD yang ada adalah pemekaran daerah,” kata Aswan.

Dia mengatakan Donggala saat ini masih sangat luas dengan panjang bentangan pesisir pantai sekitar 400 kilometer di 16 kecamatan sehingga APBD kesulitan membiayai kebutuhan pembangunan daerah itu.

Solusinya, kata Aswan, pemerintah daerah harus berjuang agar sebagian wilayahnya dimekarkan sehingga beban APBD juga semakin kecil. Selain itu aspek pelayanan dan penyerapan sumber daya manusia juga semakin baik.

Terkait alokasi APBD untuk percepatan pembentukan Donggala Utara, Aswan sudah menjelaskan hal itu di hadapan sejumlah anggota Forum Pemekaran Donggala Utara (Duta) dalam sebuah pertemuan di Palu pada Sabtu (10/1) sore.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pembina Forum Duta Idham Palaguna serta beberapa tokoh pendukung pembentukan Donggala Utara seperti Burhanuddin Yado, Taswin dan sejumlah anggota DPRD Donggala serta anggota forum Duta.

Rapat yang dipimpin Sekretaris Forum Duta Syafrudin tersebut antara lain membahas rencana tindaklanjut pascapenyempurnaan kajian akademis Donggala Utara yang sudah diserahkan ke Pemerintah Donggala 8 Januari 2015.

Salah satu rencana tahapan yang akan dilakukan Forum Duta bersama Pemerintah Donggala pada triwulan I/2015 antara lain penerbitan surat keputusan persetujuan pembentukan daerah otonom baru Donggala Utara oleh Bupati Donggala Kasman Lassa.

Selanjutnya Pemerintah Kabupaten Donggala bersama Forum Duta berdialog dengan Ketua DPRD provinsi Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele dan Gubernur Longki Djanggola terkait rencana tindaklanjut pembentukan Donggala Utara tersebut.

Forum Duta memperkirakan dalam waktu tidak terlalu lama usulan pembentukan Donggala Utara akan diserahkan ke Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo dan Komisi II DPR RI.

Aswan meminta kepada Forum Duta segera merevisi rencana belanja anggaran atas alokasi APBD Rp750 juta untuk percepatan pembentukan Donggala Utara.

Rencana belanja anggaran tersebut, kata Aswan, disesuaikan dengan rencana prioritas agenda perjuangan pembentukan Donggala Utara.

Ketua Komisi III DPRD Donggala Asis Rauf yang juga anggota Forum Duta mengatakan Bupati Donggala Kasman Lassa sangat merespons pembentukan Donggala Utara terbukti adanya dukungan APBD 2014 maupun 2015.

Asis memperkirakan dalam waktu tidak terlalu lama setelah dokumen kajian akademis diserahkan ke pemerintah, Kasman Lassa segera mengeluarkan surat keputusan persetujuan pembentukan Donggala Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Srilanka Akan Usut Upaya “Kudeta” Rajapakse

Jakarta, Aktual.co —  Pemerintah baru Sri Lanka akan menyelidiki satu usaha Mahinda Rajapakse untuk melakukan “kudeta” agar tetap berkuasa setelah ia jelas kalah dalam pemilihan presiden pekan lalu, kata seorang juru bicara.

“Rakyat merasakan ada satu transisi yang damai. Tidak ada sesuatu gejolak,” kata juru bicara Mangala Samaraweera kepada wartawan (11/1).

“Yang terutama sekali adalah kabinet baru akan selidiki adalah usaha kudeta dan konspirasi oleh mantan presiden Rajapakse itu. Ia mundur hanya apabila panglima militer dan Inspektur Jenderal Polisi menolak mendukungnya.”

Rajapakse mendapat pujian luas karena mengaku kalah (9/1), bahkan sebelum suara para pemilih terakhir dalam pemilu Kamis itu dihitung, ketika ia mengakui bahwa pesaingnnya Maithripala Sirisena unggul yang tidak dapat dibantah.

Tetapi Samaraweera mengatakan bahwa pemimpin berusia 69 tahun, yang memerintah negara itu sejak tahun 2005 berusaha keras untuk membatalkan hasil pemilu itu dan bersikeras untuk tetap berkuasa.

Ia mengatakan Inspektur Jenderal Polisi N.L.Illangakoon “sangat vokal dan tidak ingin berhak pada kudeta ini”.

Panglima militer Daya Ratnayake mendukung polisi dan menolak mengerahkan pasukan untuk membantu Rajapakse merebut kekuasaan, kendati Departemen Kejaksaan Agung memperingatkan akan akibat-akibat yang berbahaya, kata juru bicara itu.

Rajapakse berusaha menghentikan penghitungan suara itu karena nampaknya akan kalah dan ingin tetap berkuasa dengan mengeluarkan satu pengumuman bahwa dia tetap presiden, kata Samaraweera.

“Beberapa pemimpin dunia juga berbicara dengan Rajapakse dan membujuk dia untuk menjamin transisi berjalan damai,” kata Samaraweera. Saya tidak tahu siapa berbicara tentang itu, tetapi kami tahu beberapa pemimpin telah berbicara dengan dia”.

Artikel ini ditulis oleh:

Pupuk Langka, DPRD Minta PT Pusri Pantau Distribusi Pupuk

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan meminta PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) yang didirikan sebagai pelopor produsen pupuk urea di Indonesia ikut memantau pendistribusian pupuk sampai kepada petani di daerah tersebut.

“Kami meminta tanggung jawab PT Pusri, karena perusahaan itu berada di Sumatera Selatan,” kata Ketua Komisi III DPRD Sumatera Selatan MF Ridho di Palembang, Minggu (11/1).

Menurut dia, pihaknya meminta PT Pusri tidak hanya sekedar memenuhi permintaan distributor, tetapi juga ikut memantau dan memonitor pupuk itu sampai kepada yang berhak menerimanya, dalam hal ini petani.

Terkait dengan persoalan pupuk yang akhir-akhir ini langka di pasaran, pihaknya sudah memanggil perusahaan pupuk tersebut. “Kami melihat kinerja BUMN selaku produsen tunggal pupuk milik pemerintah ini,” katanya.

“Jangan sampai pupuknya ada di sini, berproduksi di Sumsel, tetapi petani sulit mendapatkannya,” katanya.

Ia mengatakan bahwa ternyata selama ini Pusri bukan yang membagikan pupuk itu, tetapi hanya me-droping saja sejumlah pupuk yang telah ditetapkan pemerintah dalam hal ini Menteri Pertanian.

Yang menetapkan Menteri Pertanian dan untuk Sumsel pada 2014 sebanyak 220 ribu ton, tetapi yang dipakai hanya 180 ribu ton, ujarnya.

“Kami berharap, bupati dan wali kota se-Sumsel harus menyerap aspirasi petani dalam hal kebutuhan pupuk bersubsi secukupnya,” tutur wakil rakyat tersebut.

Ia menjelaskan alokasi pupuk yang ditetapkan Menteri Pertanian untuk Sumsel pada tahun 2014 ke bawah kuotanya tidak pernah diserap 100 persen.

“Pada tahun 2015, SK Menteri Pertanian hanya 150 ribu ton dan ini jauh dari cukup. Kami hanya mempunyai kuota sebanyak 200 ribu ton, tetapi tidak dipakai,” kata politisi Partai Demokrat itu.

Ia menuturkan terkait dengan pupuk ini ada SK gubernur untuk kebutuhan Sumsel dan selanjutnya diturunkan ada SK bupati/wali kota yang masing-masing mengeluarkan kebutuhan pupuk bersubsidi masing-masing.

Selama ini Pusri hanya mengirim ke distributor, kemudian dari distributor tidak tahu lagi.

“Dari Pusri ke distributor tidak ada yang kurang, tetapi kami minta Pusri juga memantau pendistribusian pupuk sampai ke petani di daerah tersebut”, katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain