15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39698

Sempat Baku Tembak, Polisi Berhasil Cokok Tiga Komplotan Perampok

Jakarta, Aktual.co — Polres Cianjur mencokok tiga spesialis pencuri kendaraan roda empat jenis box yang terkenal dengan kelompok Lampung, setelah sempat baku tembak dengan petugas di wilayah Cianjur selatan.
Kapolres Cianjur AKBP Dedy Kusuma Bakti mengatakan, tertangkapnya ketiga orang komplotan yang terkenal sadis dari Tulang Bawang-Lampung itu, berawal dari laporan warga yang mencurigai enam orang pria bersenjata membawa kendaraan ugal-ugalan.
Jajaran Polres Cianjur yang langsung melakukan pengejaran di wilayah Cianjur selatan. Mendapati hal tersebut komplotan yang berjumlah enam orang itu, melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas yang mengejarnya.
“Kita sempat baku tembak dengan pelaku yang membawa senjata api rakitan, mereka lari kedalam hutan di Kampung Marsina, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang,” kata dia di Cianjur, Minggu (11/1).
Selanjutnya kata dia, petugas bersama warga melakukan penyisiran ke dalam hutan dan berhasil menangkap dua orang pelaku Jhon dan Idris, selang beberapa saat warga berhasil menangkap Herdianto pelaku lainnya yang nyaris tewas dihakimi masa di Sungai Ciujung, Desa Karyabakti, Kecamatan Cidaun.
Dari tangan ketiga pria tersebut, petugas menyita tiga senjata api rakitan dan satu kendaraan jenis minibus. Sedangkan tiga orang pelaku lainnya melarikan diri dan masih dalam pengejaran petugas di dalam hutan.
“Selama ini kelompok tersebut, kerap melakukan aksinya di wilayah hukum Cianjur, mereka terkenal sadis setiap kali beraksi dan tidak segan-segan melukai korbannya. Tiga orang yang berhasil melarikan diri, masih dalam pengejaran petugas,” kata dia.
Sedangkan tiga orang pelaku yang berhasil ditangkap langsung dibawa ke Mapolres Cianjur guna menjalani pemeriksaan dan pengembangan atas kasus tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPC PPP Pangkalpinang Usung HM Sani jadi Calon Gubernur

Jakarta, Aktual.co — Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kota Tanjungpinang mengusulkan agar HM Sani diusung sebagai calon gubernur pada Pilkada Kepulauan Riau 2015.
“Kami mengusulkan agar Dewan Pimpinan Wilayah PPP Kepri mengusung Gubernur Kepri HM Sani sebagai calon gubernur pada pilkada nanti. Kami nilai HM Sani memiliki sikap dan ideologi yang sama dengan PPP,” kata Ketua DPC PPP Tanjungpinang Syaiful di Tanjungpinang, Minggu (11/1).
Terkait usia Sani yang kini 72 tahun, menurut Syaiful tidak menjadi permasalahan, karena Sani masih cukup kredibel. Apalagi Sani secara rutin keliling pulau menyerap aspirasi masyarakat.
“Kalau dilihat Sani memang sudah tua, tetapi masih kuat dan cerdas. Yang terpenting itu Sani memiliki pikiran yang cerdas dan peduli terhadap masyarakat.”
Dia menegaskan, DPC PPP Tanjungpinang tidak memiliki komitmen atau kepentingan dengan Sani terkait usulan pengusungan Sani sebagai calon gubernur.
PPP Tanjungpinang menilai secara objektif di antara figur-figur yang kemungkinan mencalonkan diri pada Pilkada Kepri, Sani merupakan figur yang terbaik untuk PPP.
Sani, menurut dia, putra daerah yang memimpin Kepri dengan tangan dingin. Selama ini kehidupan masyarakat Kepri cukup damai, karena Sani tidak membeda-bedakan suku.
“Kinerja Sani juga cukup baik, pembangunan bandara cukup besar, transportasi laut juga berhasil, tetapi transportasi darat kurang diperhatikan. Fasilitas umum juga meningkat,” kata dia.
Dia mengatakan konflik PPP di pusat tidak mempengaruhi pengusungan calon gubernur, karena penetapan calon gubernur dilakukan DPW PPP Kepri. “Keputusan di tangan DPW PPP Kepri, kami sifatnya hanya mengusulkan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Cuaca Buruk, Pesawat Trigana Air Alami Kecelakaan

Jakarta, Aktual.co — Pesawat Trigana dengan nomor penerbangan PK-YRU pada Minggu (11/1) sekitar pukul 13.30 WIT mengalami kecelakaan. Beruntung dari insiden tersebut tak ada korban jiwa.
Data yang dihimpun dari ibu kota Kabupaten Paniai menyebutkan, pesawat mengalami kecelakaan saat hendak mendarat di Lapangan terbang Enarotali, Kabupaten Paniai.
Pesawat dengan kode penerbangan DHC 600 mengalami kecelakaan saat mendarat karena faktor angin yang berubah saat hendak mendarat (angin variabel).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena pesawat hanya membawa kru (crew). Pesawat yang dipiloti Kapten Robert dengan kopilot Jihad dan teknisi Aris. Kondisi pesawat dilaporkan mengalami kerusakan berat di bagian depan dan roda pendarat depan patah. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bom Bunuh Diri Juga Terjadi di Lebanon

Jakarta, Aktual.co — Satu serangan bom bunuh diri ganda di satu kafe di kota Lebanon Tripoli menewaskan sedikitnya empat orang kata seorang pejabat senior keamanan (10/11).

Lebih dari 20 orang lagi cedera dalam serangan di lingkungan yang mayoritas dihuni kelompok Alawite Jabal Mohsen, kata laporan Lembaga Kantor Berita Nasional Lebanon.

Pembom bunuh diri kedua menyerang setelah orang berkumpul sesudah ledakan pertama, katanya.

Targetnya adalah sebuah kafe di jalan membagi Jabal Mohsen dari sebagian kota Muslim Sunni.

Gubernur atau Lebanon utara memerintahkan jam malam sampai pukul 07.00 waktu setempar di Jabal Mohsen dan tentara mendirikan penjagaan keamanan di sekitar kafe, kata kantor berita itu.

Tripoli telah berulang kali diterpa kekerasan terkait dengan perang saudara di negara tetangga Suriah.

Terpaan besar terakhir di kota itu terjadi pada Oktober, ketika sedikitnya 11 tentara dan 22 gerilyawan tewas dalam bentrokan antara militan Sunni dan tentara.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Selidiki Penyebab Keracunan Mahasiswa Kebidanan di Rangkasbitung

Jakarta, Aktual.co — Meski tak menimbulkan korban jiwa, Polres Lebak akan melakukan penyelidikan atas kasus keracunan yang menimpa mahasiswa asal Poltekkes Kebidanan Rangkasbitung.
“Kami telah memanggil beberapa pegawai Poltekkes dan juru masak, terkait puluhan mahasiswa yang mengalami keracunan itu,” kata Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi Mulia Nugraha di Lebak, Banten, Minggu (11/1).
Dia mengatakan, awal mula kasus keracunan mahasiswa Poltekes Kebidanan Rangkasbitung itu terjadi Senin (6/1) setelah mereka mengonsumsi makanan yang disediakan kampus. Mereka yang menimba ilmu di Poltekkes Kebidanan Rangkasbitung wajib tinggal di asrama.
Mereka mahasiswa mendapat konsumsi makanan pagi, siang dan sore hari. Namun, pengelolaan makanan tersebut dikelola pihak luar kampus. “Kami saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan uji laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan itu.”
Menurut dia, pihaknya hingga kini belum menetapkan tersangka, siapa yang bertanggungjawab atas keracunan mahasiswa Poltekkes Kebidanan itu. Apabila, makanan itu ditemukan adanya kelalain maupun sengaja memberikan bahan berbahaya maka tidak terututup kemungkinan ditingkatkan status tersangka.
Namun, sebaliknya jika tidak ada kelalaian maka dinyatakan musibah. “Kami berharap hasil uji laboratorium itu yang bisa dijadikan dasar penyebab keracunan,” kata dia.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dr Firman Rahmatullah mengatakan hasil hasil penelitian uji labrotorium ditemukan adanya bakteri E-ekoli.
Penelitian itu hasil bakteri dari kotoran salah seorang mahasiswa. Jenis bakteri itu dapat menimbulkan sakit perut, muntah, mual dan buang air besar, karena menyerang pada bagian saluran pencernaan. “Saya kira bakteri itu bisa saja akibat makanan kurang higienis pada proses penyimpanan maupun olahanya,” kata dia.
Sementara itu, Maelani, seorang mahasiswa Poltekkes Kebidanan Rangkasbitung mengaku kondisinya sudah membaik setelah mendapat perawatan RSUD Adjidarmo. “Kami berharap teman-temanya bisa belajar kembali di kampus,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Di Sampit, Harga Ayam Bertahan di Rp40 Ribu

Jakarta, Aktual.co — Sudah satu pekan lebih harga ayam potong di pasar tradisional di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bertahan Rp40.000 per kilogram.

“Sampai hari ini masih Rp40 ribu per kilogram. Harga beli di agen masih tinggi jadi kami masih harus menyesuaikan harga agar bisa tetap mendapatkan untung,” kata Rusdi, pedagang di Sampit (10/11).

Harga ayam melambung tinggi mencapai Rp40.000 per kilogram, padahal sebelumnya sempat normal hanya Rp24.000 per kilogram. Kenaikan sejak satu pekan lalu ini kontan membuat kaget pembeli.

Lonjakan harga ini disebabkan berkurangnya stok ayam dibanding biasanya. Meningkatnya konsumsi ayam ini diperkirakan imbas berkurangnya pasokan ikan laut karena cuaca buruk sehingga banyak konsumen beralih mengonsumsi ayam.

Namun penyebab utama masalah stok adalah masih belum mencukupinya produksi ayam oleh peternak lokal. Akibatnya, pemenuhan permintaan ayam di Kotim masih sangat tergantung pasokan dari daerah lain seperti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Sebagian memang masih mendatangkan dari Banjarmasin karena harganya masih lebih murah. Lagi pula, belum banyak peternakan di daerah kita yang mampu menyiapkan dalam jumlah besar dengan harga terjangkau,” kata Rudiah, pedagang lainnya.

Harga ayam di beberapa pasar di Sampit seperti di Pasar Ikan Pusat Perbelanjaan Mentaya, Pasar Mangkikit dan Pasar Keramat, memang berbeda-beda. Namun biasanya, jika pembeli ingin mendapatkan ayam dengan harga murah, pembeli harus datang saat subuh ke pasar ikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain