15 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39697

Polres Banjarmasin Cokok Tujuh PSK

Jakarta, Aktual.co — Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin dalam pelaksanaan razia penyakit masyarakat menangkap tujuh orang wanita yang diduga sebagai pekerja seks komersial.
“Kami melakukan penangkapan terhadap para PSK itu karena banyaknya keluhan masyarakat yang masuk ke kantor dan merasa resah atas keberadaan para PSK tersebut,” kata Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin Kompol Uskiansyah di Banjarmasin, Minggu (11/1).
Tujuh wanita tersebut, kata Kompol Uskiansyah, ditangkap saat mereka sedang mangkal di pinggir Jalan Samudera dan Jalan Sutoyo S. Banjarmasin Tengah. Pada saat dilakukan penertiban para wanita tersebut ada yang sempat berusaha kabur guna menghindari polisi yang sedang melakukan razia.
“Mereka yang tertangkap langsung kami bawa ke kantor guna pendataan dan pembinaan serta proses hukum sesuai dengan peraturan daerah (perda) setempat.”
Dia mengatakan, pelaksanaan razia penyakit masyarakat itu dilaksanakan sekitar pukul 04.00 Wita. Selain menangkap para PSK, polisi juga mengamankan tujuh pasangan bukan suami-istri di Hotel Panorama Banjarmasin.
Selain itu, saat melakukan pemeriksaan di kamar hotel, polisi juga mendapati enam orang yang sedang asyik melakukan pesta minuman keras di dalam kamar Hotel Panorama tersebut.
Semua PSK, pasangan mesum, dan pelaku pesta minuman keras dilakukan proses sesuai dengan aturan yang berlaku, seperti menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Banjarmasin.
“Kami akan terus melakukan razia penyakit masyarakat. Hal itu untuk menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di kota ini,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polda Kalbar Tangkap Bekas Anggota MPR

Jakarta, Aktual.co — Polda Kalimantan Barat bekerja sama dengan Polres Jakarta Barat menangkap bekas anggota MPR Budiono Tan, yang juga termasuk daftar pencarian orang sejak 2010 karena menggelapkan sekitar 1.535 sertifikat petani sawit di Kabupaten Ketapang.
“Penangkapan tersangka Budiono Tan berdasarkan perintah saya langsung, dan setiap tersangka harus menggunakan baju tahanan, sama seperti tersangka lainnya,” kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto di Pontianak, Minggu (11/1).
Budiono Tan digiring ke Mapolda Kalbar, Sabtu malam (10/1) oleh tim penyidik Polda Kalbar setiba dari Jakarta. “Saya sudah perintahkan kepada para penyidik Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar, agar tidak takut terhadap tekanan pihak manapun. Penyidik harus memberlakukan semua tersangka sama di mata hukum.”
Arief Sulistyanto sempat menegur Budiono Tan yang dikatakannya mempersulit tugas penyidik. “Bapak tidak perlu telepon ke mana-mana. Saya siap mempertaruhkan jabatan saya untuk menangkap bapak, dan saya siap dipecat, kalau menangkap bapak dinyatakan salah.”
Arief mendukung penuh anggotanya untuk menuntaskan kasus Budiono Tan yang sudah menjadi tunggakan kasus sejak tahun 2009. Penjemputan tersangka Budiono Tan dilakukan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kombes Pol Widodo.
“Kini tersangka sudah dilakukan penahanan di sel Mapolda Kalbar sambil menunggu proses pemeriksaan lanjutan, dan secepatnya akan kami limpahkan ke Kejati Kalbar untuk proses hukum selanjutnya,” kata Arief.
Budiono Tan menjadi DPO dalam kasus penggelapan dan penipuan terhadap ratusan sertifikat petani sawit, yang merupakan petani plasma perusahaan PT Benua Indah Grup yang dipimpinnya. Sejak tahun 2009, dengan tiga kali pergantian Kapolda Kalbar, kasus Budiono Tan tidak juga berhasil selesai.
“Tersangka tidak kooperatif dalam penyidikan. Dipanggil untuk memberikan keterangan saksi yang menguntungkan saja tidak datang,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes (Pol) Widodo.
Widodo menambahkan, hanya pengacara Budiono Tan yang bolak balik meminta penyidik untuk membuka blokir terhadap dana Rp7 miliar lebih di Bank Danamon Kabupaten Ketapang.
Budiono Tan dilaporkan 21 Juli 2009 ke Polda Kalbar, karena menggelapkan uang petani sawit Rp300 miliar, atas penggelapan itu petani sawit mendesak pihak PT BIG segera membayar hasil panen selama empat bulan (Juni, Juli, Agustus, dan September 2009) senilai Rp119 miliar. Sekaligus meminta segera mengembalikan uang petani yang tidak disetorkan ke Bank Mandiri dengan jumlah Rp77 miliar, juga mengembalikan uang setoran petani 30 persen sebanyak Rp26 miliar. Uang tersebut disimpan di Bank Danamon Cabang Ketapang.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BPJS Perlu Bentuk Tim Pengawasan Program

Jakarta, Aktual.co — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan perlu membentuk tim pengawasan untuk memantau realisasi dan problematika program pemerintah itu di lapangan.
Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Sumut Brilian Moktar mengatakan, pemangku kepentingan BPJS Kesehatan harus menyadari bahwa program itu sudah dilaksanakan secara intensif.
“Namun tidak dapat dipungkiri jika program tersebut masih mengalami dinamika di lapangan, apalagi belum seluruh masyarakat yang mengetahuinya,” kata dia  di Medan, Minggu (11/1).
Karena itu, diperlukan tim pengawasan yang bekerja secara komprehensif untuk memantau keberhasilan program tersebut, termasuk kendala yang mungkin ada di lapangan.
Dia mengatakan, pemangku kepentingan dalam program BPJS harus menyadari bahwa tidak jarang muncul kekecewaan dari masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut.
Namun faktanya, kekecewaan dari masyarakat tersebut tidak sepenuhnya disebabkan kesalahan atau kekurangan RS yang menerima pasien BPJS, melainkan karena adanya kekurangan dalam aturan yang ada.
Dalam beberapa kali rapat dan diskusi dengan pengelola BPJS Sumut, pihaknya selalu mengusulkan pembentukan tim pengawas tersebut. “Tim itu harus ada, bahkan hingga ke setiap kabupaten/kota,” kata politisi PDI Perjuangan itu.
Dengan pengawasan secara konsisten dan berkelanjutan tersebut, diharapkan munculnya perbaikan dalam pelaksanaan progran BPJS. “Dengan demikian, konsep ‘Indonesia Sehat’ yang dicanangkan Presiden Joko Widodo segera dapat terwujud,” kata dia.
Menurut dia, salah satu dinamika dalam penyelenggaraan BPJS adalah ketidakbersediaan pasien untuk dirujuk ke RS lain karena mengidap penyakit yang lebih serius.
Fenomena itu ditemukan ketika berdialog dengan pasien pengguna BPJS di salah satu RS di Jalan Jawa Medan yang enggan dirujuk ke RSU Pusat Adam Malik Medan. “Disebabkan mengidap penyakit tertentu, pasien itu harus dirujuk ke RS yg kelasnya lebih tinggi yakni RSU Pusat Adam Malik, tetapi pasien tersebut tidak mau,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

BPPT: Ada Gundukan Tanah Di Lokasi Sinyal Kotak Hitam AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Tim Baruna Jaya BPPT menduga ada gundukan di bawah permukaan air di lokasi yang memantulkan sinyal “ping” dan diduga berasal dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 pada frekuensi 37.5 kilohertz (khz).

Geodetic Specialist Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Imam Mudita dalam jumpa pers di Posko BPPT didampingi Tim Baruna Jaya dan Menko Maritim Indroyono Soesilo di Jakarta, Minggu (11/1) mengatakan, dengan menggunakan sonar diduga ada semacam gundukan di bawah permukaan air tepat di lokasi yang memantulkan sinyal akustik berbunyi “ping”.

“Dengan sonar itu, seperti ada gundukan di bawah. Apakah itu badan pesawat AirAsia atau bukan perlu penyelaman untuk memastikan,” katanya.

Namun, ia menegaskan penemuan Kapal Survei Baruna Jaya I melalui “pinger locator” sangat diyakini sebagai lokasi “pinger” ataupun kotak hitam AirAsia QZ 8501 karena sudah dua kali divalidasi oleh “pinger locator” Kapal Baruna Jaya I.

“Kami sudah informasikan lokasinya kepada KNKT, mereka akan tindaklanjuti,” katanya.

Kapal Baruna Jaya I berhasil merekam sinyal akustik berbunyi “ping” yang diduga berasal dari kotak hitam pesawat AirAsia QZ 8501 pada frekuensi 37.5 kilo hertz (khz).

“Posisi pantulan ‘ping’ datang dari arah 52.1 derajat, jarak 77.7 meter, kedalaman 35 meter,” katanya.

Sementara Menko Maritim Indroyono Soesilo menyatakan kotak hitam bisa dikatakan sudah ditemukan jika telah berhasil diambil atau dinaikkan ke atas kapal.

“Bisa dikatakan ditemukan kalau sudah diambil, sudah dinaikkan ke atas kapal. Kita butuh penyelaman sampai kedalaman 30 meter,” katanya.

Tim Baruna Jaya menangkap dua sinyal “ping” di dua tempat yang berbeda sehingga diharapkan dua sinyal itu menjadi lokasi kotak hitam untuk perekam data penerbangan (flight data recorder/FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder/CVR).

Koordinat “ping” memang ada perbedaan sejauh 20 meter antara hasil survei Kapal Baruna Jaya I dan Kapal Java Imperia yang beroperasi di bawah koordinasi Kapal Baruna Jaya.

Kapal Baruna Jaya I menangkap “ping” pada lokasi 3 derajat 37 menit 20.7 detik Lintang Selatan dan 109 derajat 42 menit 43 detik Bujur Timur.

Sementara hasil survei Kapal Java Imperia pada titik 3 derajat 37 menit 21,13 detik Lintang Selatan, 109 derajat 42 menit 42.45 detik Bujur Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Hindari Tawuran, Pemuda Ini Malah Kena Dor

Jakarta, Aktual.co — Telah terjadi penembakan, Minggu (11/1) pukul 03.30 di Jl Pulo Lio Rt 09/011 pintu 3 KIP, Kelurahan Jatinegara Kecamatan Cakung, Jakarta timur. Korban Nurullah, yang merupakan warga Jatinegara lio Rt 07/04, Kel Jatinegara Kec Cakung, Jakarta timur mengalami luka tembak di dada.
Saksi mata Tanti Febriana (27 tahun) mengatakan, awal mula kejadian itu, korban bersama temannya Rizky melintas di wilayah para pelajar yang sedang tawuran di Jl Kp Lio. 
Korban melintas naik motor berboncengan dengan Rizky dari kawasan mengarah ke lampu merah Tugas, dikarenakan adanya tawuran sehingga korban dan Rizky memutar balik mengarah kekawasan lagi.  “Pada saat melintas ada seorang laki laki langsung membuang tembakan dengan pistol yang diarahkan ke korban, sehingga korban terluka dan di larikan ke RS Persahabatan dengan luka tembak di dada tengah tembus ke dada samping kanan atau bawah ketiak kanan,” kata dia kepada wartawan, Minggu (11/1). 
Dia mengatakan, saat ini korban masih dalam perawatan RS Persahabatan, sedaangkan pelaku penembakan masih dalam penyelidikan dan kasusnya dalam penyelidikan Polsek Metro Cakung, Jakarta Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pohon Tumbang di Kebun Raya, 21 Luka-luka, Empat Meninggal Dunia

Jakarta, Aktual.co — Polres Bogor Tengah, Jawa Barat, mencatat sebanyak 21 dan empat lainnya meninggal dunia akibat pohon tumbang di Kebun Raya Bogor, Minggu (11/1).
“Pohon tumbang tempat kejadian perkara Kebun Raya Bogor, korban ada 25 orang terdiri dari 21 orang luka-luka dan empat orang meninggal dunia,” kata Kepala Polisi Sektor Bogor Tengah Kompol Viktor.
Dia mengatakan, seluruh korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor untuk menjalani perawatan medis, korban luka-luka dilarikan ke ruang UGD sedangkan yang meninggal langsung dibawa ke ruang forensik rumah sakit tersebut.
Korban meninggal dunia terdiri dari tiga orang dewasa dan satu orang anak kecil. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian sedangkan tiga lainnya meninggal di rumah sakit. “Rata-rata korban mengalami luka pada bagian kepala, satu korban yang meninggal dunia di lokasi kejadian mengalami kepala pecah,” kata dia.
Dia mengatakan, keseluruhan korban adalah karyawan PT ASALTA Mandiri Agung, Nanggewer Kabupaten Bogor yang sedang melakukan kumpul keluarga dalam acara perusahaan di Kebun Raya Bogor.
Mereka tertimpa pohon yang patah diduga karena lapuk, ukuran pohon dengan panjang kurang lebih delapan meter dan dia meter 1,5 meter. “Saat kejadian para korban sedang duduk di dalam tenda yang ada di lokasi kejadian,” kata dia.
Kompol Viktor mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara, peristiwa murni karena musibah bencana alam, tidak ada unsur kelalaian manusia. Karena pohon diduga sudah lapuk dan tua, sehingga patah dan menimpa orang di sekitarnya.
Dia mengatakan, saat ini situasi di lokasi sudah ditangani, untuk mengantisipasi peristiwa yang sama polisi memasang garis polisi dengan radius hingga 500 meter dari lokasi kejadian. “Kebun Raya Bogor masih beraktivitas seperti biasa, tidak ada penutupan. Karena ini wajar, Bogor banyak terdapat pohon-pohon besar dan tinggi, yang perlu ditingkatkan kewaspadaan, saat cuaca tidak menentu jangan berada di lokasi yang membahayakan, seperti di bawah pohon,” kata dia.
Adapun data korban meninggal dunia Sarijo (40) warga Cijujung Sukaraja RT4/RW4, Surjana (43) alamat Jalan Pembangunan RT 2/RW5 Kedung Halang, Supriyono (32) alamat Nanggewer RT 02/RW 04 Kandang Roda Cibinong dan Saepulloh (43) warga Babakan Tarikolot RT 2/RW 5 Nanggewer Kabupaten Bogor. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain