12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39716

Ini Penyebab Mangkraknya Optimalisasi Terminal Baranangsiang

Jakarta, Aktual.co —Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto jelaskan penyebab belum terealisasinya pembangunan optimalisasi Terminal Baranangsiang.
Kata dia, mangkraknya pembangunan disebabkan belum adanya pencapaian kesepakatan terkait pembangunan “underpass” menuju terminal.
“Padahal underpass ini diperlukan tidak hanya untuk keperluan terminal, akan ada pusat transportasi disana harus didukung agar tidak menimbulkan kebangkitan arus lalu lintas,” ujar dia, di Bogor, Jumat (9/1).
Ia mengatakan, terkait rencana pembangunan “underpass” menuju terminal, PT Pancakarya Grahatama Indonesia selaku pihak ketiga menyepakati untuk membuat DED-nya.
“Karena ini membutuhkan dana yang besar hingga miliaran. Kita sudah membicarakan ini untuk membinta bantuan dari Jakarta,” ujar Bima.
Ia menambahkan, dana bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta sebesar Rp100 miliar dalam program daerah mitra akan digunakan juga untuk membangun sarana penunjang di Terminal Baranangsiang yang akan menjadi pusat transportasi di Kota Bogor.
Sementara itu, secara terpisah, Firman selaku Sekretaris Perusahaan PT PGI mengatakan, pihaknya sudah membahas soal revisi rancangan dengan DLLAJ Kota Bogor.
Menurutnya, dalam pembahasan yang dilakukan Kamis (8/1) kemarin, pihaknya mempertanyakan apakah revisi rancangan yang sudah disampaikan sebagai bentuk pemenuhan apa yang diinginkan oleh Pemerintah Kota Bogor disetujui atau tidak.
Ia mengatakan, seluruh permintaan perubahan rancangan yang diinginkan oleh Pemerintah Kota Bogor sudah dipenuhi oleh pihaknya, diantaranya permintaan ketinggian bangunan dari awalnya 82 meter menjadi 66 meter.
Permintaan lainnya, memperluas area Terminal Baranangsiang dari 9.600 meter persegi menjadi 16.000 meter persegi, serta merombak total rancangan optimalisasi terminal.
“Sudah dua tahun lebih rencana optimalisasi terminal ini tertunda. Kami sudah berupaya memenuhi seluruh permintaan Pemerintah Kota Bogor,” kata Firman.

Artikel ini ditulis oleh:

Kiat Mudah Percantik Diri bagi Wanita Sosialita

Jakarta, Aktual.co —  Tidak sedikit kaum ibu muda sekarang, sibuk dengan pekerjaan hingga melupakankerapihan dan kecantikan wajahnya. Terlalu sibuk hingga lupa mengurus dirisendiri ternyata tidak baik untuk penampilan diri. Anda tidak perlu khawatir,berikut tips mudah (simple) bagi para wanita sosialita yang tak sempatmempercantik diri dengan waktu yang banyak, demikian dilansir dari Stylecraze,Jumat (9/1).

Potongan rambut
Yang terpenting untuk dilakukan yakni memiliki potongan rambut yang baik.Mintalah kepada peñata rambut (stylist) Anda dalam memberikan model simple,tidak terlalu lama dan rapih. Biasanya, rambut panjang antara dagu dan sebahuyang paling nyaman, tidak terlalu lama untuk membuatnya, serta Anda pun bisauntuk mengikatnya.

Bulu mata
Gunakanlah maskara untuk mempertebal dan memperpanjang bulu mata Anda agar mataterlihat lebih besar.

Bedak
Bedak mampu menutupi area lingkaran hitam pada mata Anda. Memakai bedak tidakakan memakan waktu banyak

Mandi
Seorang ibu biasanya sangat aktif dalam menjaga sang buah hati, kesana kemaridan melelahkan. Maka dari itu, luangkanlah waktu Anda untuk mandi air hangatsebelum tidur. Mandi akan menenangkan pikiran dan tubuh, juga membuat kulitlebih bercahaya.

Pelembab
Ingatlah untuk menggunakan pelembab secara teratur pada kulit Anda. Usahakanmemakainya sebelum Anda pergi beraktivitas.

Mencuci wajah
Kurang tidur bagi seorang ibu sangatlah wajar. Maka dari itu cuci-lah muka ataubilaslah wajah Anda sesekali waktu dalam sehari agar mengurangi mata bengkakakibat kelelahan..

Lip gloss

Lip gloss adalah cara tercepat dan cara yang paling efisien untuk merapikan diri,bila Anda tidak memiliki cukup waktu untuk membuat bibir Anda tetap fresh danmenawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Optimalisasi Terminal Baranangsiang Bogor Direvisi Kembali

Jakarta, Aktual.co —Pemerintah Kota Bogor revisi rancangan realisasi optimalisasi Terminal Baranangsiang yang saat ini masih mangkrak. Fokus revisi, pertama dilakukan pada fasilitas penunjang, sehingga tidak mendominasi fasilitas utamanya.
“Permintaan Kota Bogor dari dulu sama, fasilitas penunjang jangan dominan, kajian teknis harus jelas, apa akan menimbulkan kemacetan atau tidak, itu yang paling utama,” kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Jumat (9/1).
Selain dua poin tersebut, kata dia, optimalisasi Terminal Baranangsiang dilakukan agar bisa mengakomodir warga sekitar.
Untuk mewujudkan poin-poin itu, Pemkot Bogor akan segera membentuk tim ahli bangunan. Yang bertugas memberi rekomendasi agar rencana berjalan.
“Ini akan dikaji lagi oleh tim ahli bangunan. Kita ingin tiga poin tadi dijalankan oleh pihak ketiga,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Dirut PPD Terima Trayek APTB Dibatasi, Asal..

Jakarta, Aktual.co —Rencana Dinas Perhubungan DKI untuk membatasi trayek Angkutan Bus Terintegrasi Busway (APTB) di perbatasan kota Jakarta, mendapat tanggapan dari Direktur Utama Perum PPD, Pande Putu Yasa.
Meski tidak masalah jika kebijakan itu jadi diberlakukan, namun Pande meminta harus ada solusi dan dibuat kajian lebih dulu.
“Posisi PPD selama ini dalam konteks berada di pihak pemerintah. Jadi kebijakan apapun tentunya kita akan sikapi positif. Tapi setiap kebijakan harus dicarikan solusinya,” ujar dia, di Jakarta, Jumat (9/1).
Alasan Putu meminta perlu solusi dan kajian lebih dulu sebelum membatasi trayek APTB, karena banyak operator yang telah berinvestasi di armada APTB. ‎ “Makanya, saya bilang harus dicarikan solusinya seperti apa,” ujar dia.
Kalau nantinya APTB jadi terintegrasi dengan Transjakarta, Putu minta Pemprov DKI juga menerapkan sistem pembayaran gaji yang sama ke supir APTB seperti supir Transjakarta.  ‎”Yakni sopir bus dibayar rupiah per kilometer.” 
Dijelaskan dia, PPD selama ini mengoperasikan armada APTB untuk rute masuk dalam kota. Yakni Bekasi-Pulogebang dan Bekasi-Bundaran Hotel Indonesia (HI). Total ada 15 unit. ‎
“Kita sebenarnya ada yang dari Bekasi-Kampung Rambutan cuma belum diisi,” kata dia.
‎Jumlah penumpang yang diangkut armadanya perhari mencapai 4700 orang. Mereka dikenakan tarif jauh dekat sebesar Rp 9.000. 

Artikel ini ditulis oleh:

Trayek APTB Akan Dibatasi Hanya Sampai Batas Kota

Jakarta, Aktual.co —Dinas Perhubungan DKI akan batasi trayek Angkutan Bus Terintegrasi Busway (APTB), menjadi hanya ‘mentok’ di batas kota di halte terintegrasi saja.
Rencana itu diberlakukan menyusul perintah dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang mendesak Dishub DKI untuk menghapus APTB.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Benjamin Bukit mencontohkan Bus APTB dari Tangerang hanya diperbolehkan masuk sampai daerah Kalideres saja. 
“Begitu juga yang dari Bekasi sampai Cawang dan sebagainya. Ini akan kita dalami terlebih dulu,” kata dia, di Jakarta, Jumat (9/1).
Diakuinya, bus APTB yang diluncurkan dua tahun lalu memang banyak melanggar aturan. Dishub pun sudah berulang kali melayangkan surat peringatan ke sopir dan operator APTB.
“Tapi para sopir APTB masih saja membandel dan main kucing-kucingan sama kita,” kata dia.
‎Ketika peringatan ketiga dikeluarkan, yakni berupa pencabutan izin trayek, baru operator dan supir APTB kapok. “Dan tidak melanggar lagi,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Tanahnya Dicaplok, Janda Enam Anak Gugat PT Paramount Serpong

Jakarta, Aktual.co — Ni Komang Sukanti, janda yang memiliki enam anak meminta kepada majelis hakim agar tahan yang diklaim milik keluarganya itu dikembalikan. Ni Komang telah melakukan gugatan terhadap perusahaan pengembang besar di wilayah Tangerang. 
Gugatan itu dilakukan Ni Komang karena lokasi tanah miliknya di wilayah segita emas Tangerang, dicaplok oleh PT Paramount Serpong atas tanah seluas 1. 079 meter persegi. Ni Komang menjadi histeris dan saling beradu mulut dengan pihak Paramount Serpong. Meski sejumlah bukti dan surat-surat kepemilikan serta saksi-saksi sudah dibeberkan oleh Ni Komang, namun pihak pengembang tetap bertahan. Menurut Ni Komang, kasus sengketa tanah ini berawal dari pencaplokan tanah miliknya oleh pengembang perumahan paramount pada tahun 2010 lalu . Saat ini lahan sengketa tersebut telah berdiri bangunan ruko dan jalan. Atas dasar itulah, Komang mengajukan gugatan perdata ke PN Tangerang  dengan tuntutan materiil senilai Rp 10 miliar dan in materil senilai Rp 20 miliar rupiah. 
“Saya sampai anak saya tak bisa melanjutkan kuliah karena persoalan ini. Sebab kami harus mondar-mandir mengurusi tanah ini,” kata Komang, Jumat (9/1). Sementara itu, ketika diminta keterangan terpisah Kasubsi BPN Tangerang Asep, sebagai pihak tergugat, tidak bisa menjelaskan posisi dan letak kepemilikan tanah. Menurut Asep, dalam pengarsipan BPN tanah sengketa tersebut belum pernah diukur secara resmi oleh pihak BPN. “Sampai hari ini, kami tidak mengetahui keberadaan tanah ini. Tidak ada dokumen di saya,” kata dia.
Namun anehnya, perumahan elit dan ruko telah berdiri di lokasi. “Kalau untuk urusan pembangunan, kami tidak dilibatkan dalam pengurusan tanah,” kata Asep. Bersama enam orang anaknya, Ni Komang mengikuti persidangan yang digelar oleh Tim Hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (9/1). Sidang dilakukan, sebagai pembuktian batas tanah sengketa di Kelurahan Medang, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Sepanjang sidang tersebut, kedua belah pihak saling adu mulut antara penggugat dengan kuasa hukum tergugat. Namun demikian, PT Paramout Serpong tidak membantah belum membayar tanah milik Ni Komang itu. Adu mulut kedua belah pihak tersebut dapat dilerai Ketua Majelas Hakim Herdi Agusten. Sidang selanjutnya akan kembali digelar pada Kamis pekan depan dengan agenda kesimpulan. “Jadi kita akan minta kamis pekan depan kesimpulan dari pihak penggugat dan tergugat termasuk keterangan dari saksi.” kata dia. Sementara itu, pengacara PT Paramount Serpong Herman Zakaria enggan menjawab mengenai gugatan Ni Komang. “Saya tak ingin komentar, lihat saja nanti di persidangan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain