3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39728

Romantisme Pers dengan Jokowi, Mulai Berakhir

Jakarta, Aktual.co —  Tidak ada yang bisa membantah kesuksesan seorang Joko Widodo hingga menjadi Presiden Indonesia ke 7 karena media massa menjadikanya idola. Sejak menjabat Walikota Solo, Jokowi mendapatkan sorotan besar media. Dimulai dari perseteruannya dengan Gubernur Jawa Tengah saat itu Bibit Waluyo hingga peluncuran mobil Esemka yang mengibarkan namanya sebagai tokoh nasional.

Media massa pula yang memuluskan langkah Jokowi maju bergandengan dengan Basuki Tjahjapurnama dalam Pilkada DKI Jakarta. Petahana sekaliber Fauzi Bowo pun tumbang saat itu. Belum genap dua tahun mejabat dengan sokongan media massa pula Jokowi menang dalam Pilpres.

Ucapan terimakasih sempat dilontarkan Jokowi usai Pemilu. “Dukungan dari teman-teman semua telah ikut menorehkan sejarah baru bagi Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers di Media Center JKW4P di Jalan Cemara  Nomor 19, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/7).

Jokowi mengatakan, jurnalis telah bersama-sama berjuang bersama dirinya selama masa kampanye keliling Indonesia. Bagi suami Iriana tersebut, perjalanan kampanye keliling daerah itu adalah sebuah perjuangan menulis sejarah baru Indonesia.

“Perjalanan bersama kita selama ini, terutama saat berkampanye ke berbagai pelosok Indonesia, semoga menjadi kenangan indah yang bermakna bagi semua teman-teman jurnalis,” kata Jokowi didampingi Anies Baswedan, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, dan Sekretaris Tim Sukses Jokowi-JK Andi Widjajanto.

Begitulah kedekatan Presiden Jokowi dengan awak media. Namanya yang selalu harum, khususnya sebelum menjabat Presiden, membuat dia menjadi orang nomor 1 di republik ini. Sejak ia dilantik pada 21 Oktober 2014  dan menjalankan program pemerintahan, nada kritik media pun mulai dirasakan Jokowi.

Mulai dari soal proses anggaran kartu sakti yang amburadul, heboh pembebasan bersyarat Pollycarpus Budihari Priyanto terpidana kasus pembunuhan aktifis hak asasi manusia Munir, hingga isu kenaikan harga BBM dan melemahnya rupiah selama kepemimpinan Jokowi, menjadi menu kritik media.

Sampai di titik ini, Presiden harus memerintahkan intelijen untuk memantau media massa. Seperti yang dikatakan Jokowi dalam rapat kabinet, Rabu (7/1) kemarin.

“Semua tahu, kita ini selalu dipotret, selalu diikuti  dan selalu dinilai oleh media. Meskipun perlu saya sampaikan ekspos media belum tentu wakili kinerja pemerintahan,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (7/1).

Jokowi menambahkan, saat ini media selalu memotret setiap aktivitas dan kebijakan pemerintahan dari berbagai sudut pro dan kontra. Presiden pun mengakui  telah menganalisis 343 media. Bagaimana hasil analisis itu, Jokowi tidak mengungkapkannya. Hasil itu disampaikan Tim Analis di dalam rapat tertutup dengan Presiden.

“Ada aktivitas-aktivitas ada kebijakan-kebijakan, ada langkah-langkah menteri maupun institusi lain yang dipotret media dari berbagai sudut pro maupun kontra dan menimbulkan persepsi. Dalam kurun hampir 3 bulan ini kita menganalisis oleh mesin intelijen media manajemen dari 343 media, dan mohon maaf,” kata  Jokowi.

Penggunaan intelijen untuk mengawasi media massa memang lumrah dilakukan oleh Negara dengan perangkatnya. Namun fungsi utama intelijen dalam mendeteksi dini ancaman terhadap kedaulatan Negara akhirnya menjadi perdebatan tersendiri.

Apakah media dengan pemberitaan yang menyoroti kinerja pemerintah laik dimasukkan ke dalam kategori mengancam kedaulatan Negara?

Lagi pula jika memang ada pengerahan intelijen untuk memantau media, haruskah hal itu dipublikasikan?

Padahal menurut tokoh pers Sabam leo Batubara, trauma kita terhadap penggunaan intelijen untuk membungkam kebebasan pers pada masa orde baru, masih belum hilang. Karena itu, jelas Leo, Pasal 17 UU Pers pun menetapkan yang berhak mengontrol pers adalah masyarakat, melalui media watch.

“Sehingga definisinya harus jelas dulu.Intelijen media ini seharusnya merupakan lembaga swasta dan independen, karena sesuai perjuangan Dewan Pers dan DPR,” tandasnya.

Tindakan presiden berkenaan dengan pemantauan pemberitaan media itu, juga mengagetkan Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya.

“Saya kaget membaca statemen Pak Jokowi seperti khawatir dengan pers saat ini. Padahal yang kami tahu hubungan Jokowi sejak dia menjabat walikota, gubernur dan presiden terlihat sangat indah dan mesra. Jadi aneh kalau Jokowi saat ini memata-matai pers yang telah membantunya mengantarkannya menjadi presiden. Bahkan, beberapa media cenderung memberitakan berlebihan apapun aktivitas Jokowi,” kata Tantowi, ketika berbicara depan Aktual.co, Kamis (8/1).

Seperti kata pepatah “Habis Manis Sepah Dibuang”.  (Wahyu Romadhony}

Ada Apa, Wiranto Menemui JK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (8/1). Wiranto tiba di Kantor Wapres sekitar pukul 16.15 WIB. Setibanya di Kantor Wapres, Wiranto yang mengenakan batik cokelat tersebut langsung menuju ruangan Kalla tanpa berkomentar kepada wartawan.

Menurut Juru Bicara Kalla Husain Abdullah, kedatangan Wiranto ke Kantor Kalla sore ini dalam rangka pertemanan. “Karena waktunya Pak JK padat sekali. Ingin ngobrol dengan teman-temannya, sebagai pertemanan,” kata Husain. Pertemuan antara Kalla dan Wiranto berlangsung setelah Kalla memimpin rapat penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan.

Bercita-cita Ingin Jadi Desain Interior? Yuk Coba dan Datangi Tempat Ini

Jakarta, Aktual.co — Nippon Paint Interior Design Studio di KidZania diresmikan hari ini di Pasific Plaza, Jakarta, pada Kamis (8/1). Selain mencoba profesi, di establisment terbaru persembahan dari Nippon Paint dan KidZania, juga mengenalkan profesi desain interior kepada anak-anak.

Establisment tersebut didesain khusus dengan kemasan permainan dunia design interior yang menarik dan mendidik bagi anak-anak.

Kerjasama ini dilakukan oleh Nippon Paint sebagai market leader dalam industri cat dan pelapis di  wilayah Asia Pasifik, untuk memberikan edukasi kepada anak-anak Indonesia agar menjadi generasi muda yang inisiatif, kretif dan proaktif.

“Kami dan para pengunjung KidZania menyambut antusias atas berdirinya establisment Nippon Paint Interior Design Studio ini. Dan, ini telah menjadi TOP 3 establisment yang paling ramai di KidZania Jakarta sejak masa soft launching di bulan Desember 2014,” kata Deputy City Mayor KidZania Jakarta, Bapak George Aly Razi, kepada Aktual.co.

Hal serupa juga dikatakan oleh Mr Jon Tan selaku CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia.  “Establisment Nippon Paint Interior Design Studio adalah wahana yang seru untuk bermain sambil mengasah kreativitas, team work serta mengenal profesi desainer interior.”

Anda dan keluarga bisa mengajak buah hati bermain sambil belajar dalam wahana tersebut.

 

Artikel ini ditulis oleh:

Tagih Dana BSM, Sejumlah Orangtua Murid Menyatroni Sekolah di Jawa Tengah

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah orangtua murid SD Negeri I Luang, Gatak, Jawa Tengah, mendatangi pihak sekolah untuk menagih Dana Bantuan Siswa Miskin tahun 2014 yang belum cair.
Dana BSM yang belum dibayarkan ini sejumlah Rp450 ribu untuk dua semester.
Kedatangan para orangtua untuk meminta penjelasan secara langsung dari pihak sekolah. Hal ini dikarenakan, berdasarkan info yang mereka dapatkan, di sekolah lain dana tersebut sudah cair.
“Hingga awal tahun 2015 ini belum ada satu pun siswa (di SD Negeri I Luang) yang menerima BSM,” kata orangtua siswa kelas V, Suryono, Kamis (8/1).
Kepala sekolah SD Luang, Hariyadi Prasaja, menyebutkan bahwa dana BSM sebenarnya sudah bisa diambil, namun masih ada kendala administrasi.

Artikel ini ditulis oleh:

BPK Sebut BUMN ‘Acuhkan’ Rekomendasi

Jakarta, Aktual.co — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengaku bahwa hingga akhir Desember 2014, hanya 65 persen rekomendasi hasil pemeriksaan yang ditindaklanjuti oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu diungkapkan oleh Anggota Auditor Keuangan Negara (AKN) BPK RI Achsanul Qosasi.

“Ini jadi satu permasalahan, seringkali hasil pemeriksaan BPK justru tidak ditindaklanjuti BUMN. Tidak lanjut baru sampai sampai 65%,” katanya dalam konferensi pers di gedung BPK RI, Jakarta, Kamis (8/1).

Ia menerangkan, hingga saat ini terdapat lima perusahaan negara yang sama sekali belum menindaklanjuti hasil pemeriksaan pihaknya. Ke lima perusahaan tersebut meliputi sektor perdagangan, sumber daya alam (SDA), dan jasa. Sayangnya, Achsanul yang ditemani Menteri BUMN Rini Soemarno masih enggan menyebutkan BUMN apa saja yang dimaksud.

“Bahkan ada yang 100 persen (BUMN) sudah ditindaklanjut, dan ada yang ditindaklanjut 0 persen (tidak menjalankan rekomendasi). Campur (sektor perusahaan), ada BUMN trading, SDA, jasa. Hanya lima yang melakukan itu,” sebutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dari temuan pihaknya, kasus yang paling besar dan sering terjadi di perusahaan pelat merah tersebut adalah ketidakpatuhan dan ketidakefisienan. Ada juga tentang bagaimana banyak BUMN yang salah melakukan investasi pengadaan barang.

“Detailnya sangat rahasia. Nanti di LHP Juni baru disampaikan,” ujarnya.

Sambungnya, kasus yang terjadi tersebut ada yang masuk kategori merugikan negara, serta ada yang baru masuk kategori merugikan korporasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

OJK: Total Aset Industri Non Bank Tumbuh 12,84 Persen

Jakarta, Aktual.co — Total aset Industri Keuangan Non Bank (IKNB) sampai dengan November 2014 naik sekitar 12,84 persen menjadi Rp1.514,6 triliun dibandingkan posisi per Desember 2013, dinilai positif oleh Otoritas Jasa Keuangan di tengah perlambatan pertubuhan ekonomi nasional.

Mengutip dari situs resmi OJK penguasaan aset terbesar IKNB pada industri asuransi sebesar RP772,7 triliun yang diikuti perusahaan pembiayaan Rp435,9 triliun, dana pensiun Rp186,1 triliun, lembaga jasa keuangan khusus Rp114,9 triliun dan industri jasa penunjang Rp4,9 triliun.

Sampai November 2014, pertumbuhan premi industri asuransi naik sebesar 40,9 persen atau Rp237,7 triliun dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2013 yang hanya 9 persen.

Pertumbuhan premi tertinggi pada asuransi sosial sebesar Rp63,2 triliun, sedangkan premi asuransi jiwa sebesar Rp115,6 triliun, asuransi umum Rp43,8 triliun, dan reasuransi Rp5,4 triliun. Sementara untuk klaim asuransi juga mengalami kenaikan 40% sebesar Rp145,9 triliun.

Angka densitas (premi bruto/jumlah penduduk) dan angka penetrasi (premi bruto/GDP) juga menunjukkan nilai positif. Densitas Asuransi Jiwa sampai November 2014 sebesar Rp458.980 naik dibanding November 2013 Rp426.530.

Angka penetrasi Asuransi Jiwa sebesar 1,26 persen naik dibandingkan tahun 2013 1,17 persen. Densitas Asuransi Umum sampai November 2014 sebesar Rp174.090 turun dibanding November 2013 Rp175.000.

Angka penetrasi Asuransi Umum sebesar 0,48 persen atau stagnan dibanding tahun 2013. Densitas Asuransi Komersial sampai November 2014 sebesar Rp633.070 naik dibanding November 2013 Rp601.530. Angka penetrasi Asuransi Komersial sebesar 1,74 persen naik dibandingkan tahun 2013 1,65 persen.

Selanjutnya untuk pertumbuhan piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan sampai dengan November 2014 mengalami kenaikan dibanding tahun 2013, yaitu piutang pembiayaan sebesar Rp364,1 miliar, sewa guna usaha sebesar Rp111,1 miliar, anjak piutang Rp9,08 miliar, dan pembiayaan konsumen sebesar Rp243,9 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain