3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39730

Ini Pesan Ical terkait Perundingan

Jakarta, Aktual.co —Juru runding dari dua kubu Partai Golkar kembali menggelar pertemuan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (8/1) sore. Pertemuan dilakukan untuk mengupayakan islah dan mengakhiri dualisme kepengurusan di tubuh Golkar. Ketua Harian Partai Golkar versi Musyawarah Nasional (Munas) Bali, MS Hidayat mengatakan, ia telah berkomunikasi dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sebelum menghadiri pertemuan sore ini.

Menurutnya, Aburizal memberikan pesan agar perundingan berlangsung baik. “Ya, (Aburizal) minta kita bicara baik-baik. Kita sudah pelajari seluruh pointers dan mudah-mudahan hari ini ada dialog yang baik,” kata Hidayat di lokasi pertemuan.

Pantauan di lokasi, MS Hidayat, Syarief Cicip Sutardjo dan Freddy Latumahina hadir sebagai juru runding dari kubu Aburizal. Sementara juru runding yang hadir dari kubu Agung Laksono adalah Andi Mattalata, Priyo Budi Santoso, Agun Gunandjar, Ibnu Munzir, dan Priyo Budi Laksono. “Theo (L Sambuaga) mendadak izin (tidak bisa hadir),” ucap Hidayat.

Sebelumnya, perundingan menuju islah dilakukan pada 23 Desember 2014. Masing-masing kubu mengutus juru rundingnya dan menyepakati beberapa poin, di antaranya adalah mendukung pilkada langsung. Perundingan menemui jalan buntu ketika kubu Agung meminta Golkar keluar dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dalam barisan partai pendukung pemerintah.

Alirkan Gas Proyek IDD, Pemerintah Kaji Pipa Kalija dan Skema LNG

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah mengkaji opsi pengaliran gas proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dan Jangkrik di Selat Makassar ke Jawa memakai pipa Kalimantan-Jawa. Saat ini pemerintah masih mengkaji untung dan rugi pengembangan IDD dan Jangkrik dengan memakai skema pipa atau gas alam cair (LNG).

“Pemerintah sedang hitung mana opsi terbaik apakah memakai pipa atau skema LNG,” ujar Direktur Gas Bumi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto di Jakarta, Kamis (8/1).

Menurut dia, pemerintah belum memutuskan apakah pengembangan proyek IDD dan Jangkrik memakai skema hulu atau hilir. Kalau hulu berarti pakai LNG, kalau hilir pakai pipa. Secara keekonomian, penggunaan skema LNG lebih mahal sekitar empat dolar AS per MMBTU dibandingkan pipa.

“Kalau LNG ada biaya proses sebesar dua dolar, lalu ditambah ongkos angkut, jadi totalnya lebih mahal empat dolar dibandingkan pipa,” katanya.

Namun, skema pipa juga memiliki kelemahan terkait fleksibilitas pemanfaatannya. Kalau LNG bisa dipasarkan ke mana-mana, sementara pipa hanya satu tujuan.

Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) dikerjakan Chevron Indonesia Company, sedangkan Jangkrik oleh ENI Muara Bakau. Pipa gas yang menghubungkan Kalimantan hingga Jawa (Kalija) terbagi menjadi dua bagian. Pertama, ruas Semarang-Kepodang dengan panjang 200 km yang tengah dibangun PT Kalimantan Jawa Gas yang merupakan perusahaan patungan PT PGN Tbk dan PT Bakrie Brothers Tbk. Semantara, ruas Kepodang-Kalimantan sekitar 1.000 km yang dimiliki Bakrie Brothers belum dimulai karena terkendala ketersediaan gasnya.

Menurut Djoko, progres pembangunan Semarang-Kepodang saat ini sudah mencapai 36 persen.

“Rencananya, ‘on stream’ Agustus ini,” katanya.

Pipa akan mengalirkan gas Kepodang yang dikerjakan Petronas Carigali sebesar 116 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) ke PLTGU Tambak Lorok milik PT PLN (Persero).

Sementara, proyek pengembangan gas Kepodang ditargetkan rampung semester pertama 2015. Pipa Semarang-Kepodang akan memakai skema akses terbuka (open access).

“Ada gas lain yang akan melewati pipa itu,” ujar Djoko.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan, pihaknya masih menunggu proposal Chevron selaku pengelola IDD.

“Kami ingin segera ada kepastiannya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Yorrys: Managemen Kubu Ical Amburadul

Jakarta, Aktual.co — Juru runding Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menanggapi santai prediksi Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tantowi Yahya yang mengatakan perundingan dua kubu Partai Golkar akan berakhir buntu (deadlock). Hal ini, ia sampaikan di DPP PG, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/1).

Yorrys menuturkan Tantowi tak berhak berkomentar soal perundingan. Alasannya, karena dia bukan juru runding. Tindakan Tantowi ini, kata Yorrys, justru memperlihatkan betapa kacaunya manajemen kubu Ical. “Biarin aja. Dia kan bukan juru runding kan. Ini lah Anda bisa lihat contoh manajemen. ARB kan manajemennya amburadul. Semua boleh ngomong,” kata Yorrys.

Berbeda dengan Ical, tambah Yorrys, kubu Agung mempersiapkan semuanya dengan rapi dan legal. Pihak Agung disiplin untuk menyerahkan semuanya ke juru runding sehingga yang tak berkepentingan tak akan memberi komentar. “Kalau kita ada juru runding dan semua yang bicara juru runding. Jadi tidak keluar dari substansi. Soal Anda mau improvisasi silakan. Kita laksanakan sesuai surat Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Yorrys.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya, memprediksi perundingan antara juru runding Ical dan Agung Laksono tak akan menemukan titik kesepakatan. Pasalnya, dua syarat yang diajukan kubu Agung, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah dengan sistem proporsional terbuka sulit disepakati kubu Agung. Kedua belah kubu masih sangat bertolak belakang terkait dua hal ini.
KRI

Yorrys: Managemen Kubu Ical Amburadul

Jakarta, Aktual.co — Juru runding Partai Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai menanggapi santai prediksi Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Tantowi Yahya yang mengatakan perundingan dua kubu Partai Golkar akan berakhir buntu (deadlock). Hal ini, ia sampaikan di DPP PG, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (8/1).

Yorrys menuturkan Tantowi tak berhak berkomentar soal perundingan. Alasannya, karena dia bukan juru runding. Tindakan Tantowi ini, kata Yorrys, justru memperlihatkan betapa kacaunya manajemen kubu Ical. “Biarin aja. Dia kan bukan juru runding kan. Ini lah Anda bisa lihat contoh manajemen. ARB kan manajemennya amburadul. Semua boleh ngomong,” kata Yorrys.

Berbeda dengan Ical, tambah Yorrys, kubu Agung mempersiapkan semuanya dengan rapi dan legal. Pihak Agung disiplin untuk menyerahkan semuanya ke juru runding sehingga yang tak berkepentingan tak akan memberi komentar. “Kalau kita ada juru runding dan semua yang bicara juru runding. Jadi tidak keluar dari substansi. Soal Anda mau improvisasi silakan. Kita laksanakan sesuai surat Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Yorrys.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Tantowi Yahya, memprediksi perundingan antara juru runding Ical dan Agung Laksono tak akan menemukan titik kesepakatan. Pasalnya, dua syarat yang diajukan kubu Agung, yakni keluar dari Koalisi Merah Putih (KMP) dan mendukung sistem pemilihan umum kepala daerah dengan sistem proporsional terbuka sulit disepakati kubu Agung. Kedua belah kubu masih sangat bertolak belakang terkait dua hal ini

Komunitas Lima Gunung Bersama IKJ Helat ‘Penari Tujuh Pulau’

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah mahasiswa Institut Kesenian Jakarta bersama-sama dengan seniman petani Komunitas Lima Gunung menggelar performa ‘Penari Tujuh Pulau’ dalam puncak rangkaian kunjungan belajar di kawasan Gunung Merbabu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mereka menggelar performa tarian, musik, dan tembang itu di pendopo Padepokan Warga Budaya Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, di kawasan Gunung Merbabu, Rabu (7/1) malam.

Ratusan warga setempat menyaksikan pertunjukan yang dikemas secara spontan namun meriah oleh mahasiswa IKJ berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dengan para seniman petani Komunitas Lima Gunung (Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.

Berbagai tarian yang disajikan mahasiswa IKJ itu antara lain menunjukkan gerakan tarian Minangkabau, Toraja, Nusa Tenggara Timur, Sunda, dan Dayak, sedangkan seniman petani Komunitas Lima Gunung dari kelompok Padepokan Warga Budaya Gejayan pimpinan Riyadi menyuguhkan antara lain tarian Geculan Bocah, Kipas Mega, dan Topeng Ireng.

Mereka juga bersama-sama menyajikan tarian kontemporer dusun berjudul Setres Jalan-Jalan Kipi-Kipi dan Gupolo Gunung.
 
Tabuhan musik gamelan dan tembang berbahasa Jawa mengiringi pergelaran yang juga ditonton, antara lain oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, Lailly Prihatiningtyas, budayawan dan inspirator Komunitas Lima Gunung Sutanto Mendut, serta dosen Jurusan Tari IKJ Ery Ekawati.

Pada kesempatan itu, para mahasiswa IKJ juga menjadi pelaku pentas wayang kontemporer dengan dalang muda dan pegiat Komunitas Lima Gunung Sih Agung Prasetyo.

Sajian karya seni berupa wayang kontemporer bernama “Wayang Kulit Wong Urip Gunung” itu, mendapat apresiasi yang meriah dari penonton yang juga warga desa setempat.

Rangkaian kunjungan belajar mahasiswa Jurusan Tari IKJ selama 5-8 Januari 2015 berlangsung di dua dusun yang warganya menjadi pegiat Komunitas Lima Gunung, yakni Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, di kawasan Gunung Andong, dan Dusun Gejayan, Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, di kawasan Gunung Merbabu.

Ketua Komunitas Lima Gunung Supadi Haryanto mengatakan kegiatan mahasiswa IKJ di komunitas yang dipimpinnya itu, juga menjadi ajang belajar bagi warga dusun untuk terus menerus menghidupi tradisi berkesenian.

“Karena kami juga mendapat kesempatan untuk berinteraksi dan belajar dari mahasiswa, ini kerja sama yang baik,” katanya.

Ery menyatakan berterima kasih karena para mahasiswanya mendapat kesempatan belajar tentang kesenian dan berbagai hal pendukung lainnya dari kehidupan sehari-hari warga desa di daerah setempat.

“Tentu kunjungan belajar para mahasiswa ini menjadi pengalaman yang berharga untuk proses belajar selanjutnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertamina: Dua Persen Pelanggan Migrasi ke Elpiji 3Kg

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V memerkirakan peralihan konsumsi elpiji dari tabung nonsubsidi 12 kilogram ke yang bersubsidi ukuran tiga kilogram hanya sekitar dua persen pascapenaikan harga gas tersebut awal Januari 2015.

“Walau ada peralihan ke yang bersubsidi, kami pastikan pasokan elpiji tabung tiga kilogram aman,” kata Assistant Manager External Relation Pertamina MOR V (Jatim, Bali, Nusatenggara), Heppy Wulansari, di Surabaya, Kamis (8/1).

Ia mengungkapkan, tahun ini Pertamina telah menambah pasokan elpiji tiga kilogram untuk wilayah Jatim sebanyak 1.229.847 metrik ton. Angka tersebut mengalami kenaikan delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya tercatat 1.140.859 metrik ton.

“Penambahan ketersediaan elpiji sebanyak delapan persen tahun ini merupakan bagian dari antisipasi kemungkinan adanya eksodus dari konsumen tabung 12 kilogram ke tabung melon (tiga kilogram),” ujarnya.

Akan tetapi, jelas dia, apabila melihat pola konsumsi pada penaikan sebelumnya maka kemungkinan eksodus masyarakat di wilayah kerjanya maksimal dua persen. Sementara itu, Pertamina telah melakukan penaikan harga sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir.

“Penaikan pertama terjadi pada Januari 2014, disusul Oktober 2014, dan terakhir 2 Januari 2015,” katanya.

Ia menambahkan, pada penaikan harga awal tahun lalu eksodus konsumen dari tabung elpiji 12 kilogram ke tabung elpiji tiga kilogram hanya dua persen. Sementara penaikan harga pada penghujung tahun lalu peralihan masyarakat hanya satu persen.

“Penyebab adanya ancaman eksodus pembelian konsumen karena adanya disparitas harga yang lebar,” katanya.

Untuk itu, kata dia, Pertamina MOR V telah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat (Pemprov Jatim), dan kepolisian. Bahkan, pihaknya telah menunjuk SPBU yang menjual elpiji sebagai patokan harga.

“Jikalau nantinya ada pembelian sporadis akan kami lakukan tindakan, termasuk bila terjadi kelangkaan,” katanya.

Upayanya, lanjut dia, bisa dengan melakukan penambahan pasokan elpiji sehingga diharapkan dapat mengurai penyebab kelangkaan. Pertamina MOR V telah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim dan aparat kepolisan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya eksodus pembelian.

“Sementara konsumsi elpiji tabung 12 kilogram di MOR V mencapai 8.464 metrik ton (MT) per bulan dan elpiji tabung tiga kilogram terserap 96.101 MT/ bulan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain