13 April 2026
Beranda blog Halaman 39785

Kasus Korupsi Alkes, Bareskrim Polri Periksa Gubernur Gorontalo

Jakarta, Aktual.co — Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Rusli bakal diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran pengadaan alat kesehatan.
“Kebetulan yang bersangkutan sudah hadir memenuhi panggilan sebagai saksi. Pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB,” kata Kepala Sub Direktorat IV Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Yudhiawan, di Jakarta, Senin (19/1).
Menurut dia, pihak Bareskrim hingga saat ini sudah menahan lima orang tersangka dalam kasus tersebut, sebagian besar berkasnya sudah lengkap. “Sebagian besar sudah P21. Yang belum P21 berinisial TB,” kata dia.
Kasus ini diduga terjadi saat Rusli Habibie masih menjabat sebagai Bupati Gorontalo Utara. Kasus korupsi anggaran pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 5,56 miliar tahun anggaran 2012 diduga telah merugikan negara sebesar Rp1,8 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

DPR: Demi Transparansi Kasus BG, Presiden Harus Bentuk Tim Independen

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) seharusnya mengambil langkah dengan membentuk tim independen untuk mengawasi proses hukum terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya, lembaga pimpinan Abraham Samad itu tidak memiliki lembaga pengawas, hal ini untuk memastikan apakah penanganan kasus jenderal bintang tiga itu politis atau tidak.
Demikian dikatakan Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (19/1).
“Presiden harus membuat tim independen untuk menguji apa yang diberikan oleh pimpinan KPK konfirm atau tidak, sebab, KPK ini tidak ada tim pengawasnya,” kata dia.
Masih dikatakan Nasir, tim yang independen itu juga diberikan kewenangan untuk dapat melakukan gelar perkara terhadap kasus yang menjerat calon kapolri tersebut. Dan tentunya, ia menegaskan jika tim ini bekerja tertutup dan hanya memberikan laporannya kepada presiden untuk kemudian menjadi pertimbangan, Jokowi dalam membuat keputusan.
“Tim ini dapat melakukan gelar perkara terhadap kasus Budi Gunawan, dengan sistem yang sangat tertutup dan hanya melaporkan kepada presiden. Jadi hanya tim dan presiden saja yang tau,” ujarnya.
“Ini tujuannya agar presiden bisa mengambil langkah selanjutnya dalam kasus Budi Gunawan,” pungkas politisi PKS itu. 
Perlu diketahui, informasi yang diperoleh Aktual.co menyebutkan alat bukti dari kasus Budi Gunawan ini masih lemah yang hanya masuk dalam tindak pidana ringan. Selain itu, dalam penentuan tersangka Budi Gunawan kuat dugaan permainan intenal Polri juga ada.
Selain itu, mantan Kabareskrim Komjen Pol Suhardi Alius yang sekarang dicopot diduga berkoordinasi dengan pimpinan KPK sebelum penentuan tersangka Komjen Budi Gunawan dengan menyerahkan alat bukti baru. 
Ketua KPK Abraham Samad juga menjelaskan kasus yang menjerat Komjen Pol Budi Gunawan ini merupakan kasus tindak pidana ringan. “Kalau Komjen BG ini kasus Tipiring,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Eksekusi Mati, DPR Dukung Pemerintah Tolak Lobi Australia

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Fadli Zon mendukung langkah pemerintah yang menolak lobi pemerintah Australia terkait warganya yang divonis mati karena kasus narkoba.
“Saya kira masyarakat mendukung, DPR juga sangat mendukung untuk pelaksanaan eksekusi mati. Narkoba ini kejahatan luar biasa,” kata Fadli, Senin (19/1).
Pemerintah Australia diminta menghormati proses hukum yang terjadi di Indonesia, terlebih pengguna narkoba di Indonesia mencapai 4,5 juta.
Pihaknya megapresiasi langkah pemerintah Jokowi yang menolak lobi Presiden Brasil dan Raja Belanda terkait permohonan pembatakan eksekusi mati terhadap warganya.
Perdana Menteri Australia Tony Abbott sebelumnya telah mengirim surat kepada Presiden Jokowi terkait eksekusi mati terhadap warganya. Dua warga Australia menunggu pelaksanaan eksekusi mati setelah permohonan grasinya ditolak presiden.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemukiman Padat Penduduk di Belakang Bioskop Green Senen Terbakar

Petugas pemadaman kebakaran memadamkan api yang berkobar di pemukiman penduduk belakang Bioskop Grand Senen, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2015). Kebakaran tersebut sudah berlangsung sekitar pukul 09.50 WIB. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kebarakan tersebut. AKTUAL/MUNZIR

Euro Dekati Level Terendah Sejak November 2003

Jakarta, Aktual.co —Euro mendekati level terendahnya sejak November 2003 lalu, di tengah spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengumumkan stimulus tambahan dalam pertemuan 22 Januari 2015 mendatang.

Euro turun di bulan ini terhadap semua mata uang utama setelah keputusan tak terduga dari Swiss National Bank untuk meninggalkan Franc’s Cap terhadap Euro yang mendorong ekspektasi investor ECB akan mengumumkan pembelian obligasi Pemerintah (juga dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif).

“Tak ada yang bisa diperjelas dari kondisi ekonomi saat ini dan kebijakan yang terbelah antara AS dan Eropa,” kata David De Garis, Ekonom Senior dari National Australia Bank Ltd di Melbourne, seperti dilansir dari Bloomberg.com, Senin (19/1).
Euro bergerak tipis di level $1,1562 pada pukul 07.50 waktu Tokyo usai sempat menyentuh $1,1460 pada 16 Januari lalu.

Euro juga berada di level 99,54 Swiss sementara waktu, usai turun 17 persen, pada pekan lalu.

Sementara itu, Dolar AS berada di 117,40 Yen usai naik 1,2 persen pada 16 Januari lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Apa yang Harus Dilakukan Pakistan untuk Mengalahkan Polio?

Jakarta, Aktual.co — Pada 2015, Pakistan belum melaporkan kasus polio di negaranya. Tetapi para pejabat tetap melarang mereka untuk melakukan vaksinasi.

Seperti dilansir dari laman BBC, Selasa (19/1), dalam beberapa tahun terakhir, Taliban telah melarang vaksinasi di daerah yang berada di bawah kendali mereka.

Ketika itu puluhan petugas kesehatan atau polisi yang menjaga kampanye vaksin telah ditembak mati oleh orang-orang bersenjata.

Itu salah satu alasan pada 2014 negara tersebut memecahkan rekor catatan pelaporan kasus polio. Dalam satu tahun saja, jumlah kasus polio tercatat hingga 303. Ini merupakan catatan tertinggi selama lebih dari satu dekade, lebih besar dibandingkan dengan jumlah sebelumnya pada 2000, yang hanya berjumlah 199 kasus.

Pada Juni 2014, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa semua wisatawan internasional dari Pakistan, diberikan polio tetes di bandara, untuk mencegah perkembangbiakan virus polio.

Inisiatif global untuk memberantas penyakit tersebut, telah dimulai pada 1988 – pada tahun itu Pakistan melaporkan ada sekitar 2.000 kasus.

Negara ini kemudian berurusan dengan polio sebagai bagian dari apa yang disebut “memperluas program imunisasi” nya (EPI), yang dirancang untuk memberantas enam penyakit oleh berbagai vaksin yang dikendalikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain