13 April 2026
Beranda blog Halaman 39786

Polda Jateng Pecat Enam Anggotanya

Jakarta, Aktual.co — Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Nur Ali telah memecat enam anggotanya yang terbukti melanggar aturan karena terlibat dalam penyalahgunaan narkotika serta meninggalkan tugas tanpa izin.
Tiga polisi anggota Polda Jateng diberhentikan oleh Kapolda Irjen Pol Nur Ali secara simbolis dalam upacara di Markas Polda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (19/1). Sedangkan tiga lainnya diberhentikan dalam upacara di kesatuannya masing-masing di tiga polres.
Tiga personel Polda Jateng yang dipecat tersebut, yakni Briptu Andang Nofrianto dan Briptu Denny Rico Sigit Yonanta, keduanya anggota Brimob yang melakukan desersi atau meninggalkan tugas selama 30 hari secara berturut-turut tanpa izin.
Seorang lagi, Aiptu Joko Santoso, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, karena terlibat penyalahgunaan narkotika. Adapun polisi dari tiga polres yang diberhentikan di masing-masing kesatuannya, yaitu Briptu Kustiyono (anggota Polres Jepara) dan Bripka Agung Pujo Setiyanto (anggota Polres Salatiga) dipecat karena kasus narkotika.
Sementara itu, Aiptu Pudjo Suparwoko, anggota Polresta Surakarta dipecat karena melakukan desersi.
Dia memastikan tidak akan ragu-ragu memecat anggota yang melakukan penyimpangan. “Surat keputusan pemberhentian ini ditujukan kepada anggota yang tidak pantas menjadi polisi karena melanggar disiplin,” kata dia.
Menurut dia, pemecatan ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran agar pada tahun 2015 para anggota bisa lebih baik lagi. Dalam upacara pemecatan saat upacara di Markas Polda Jateng, Senin (19/1), ketiga polisi yang diberhentikan tidak hadir.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Djohar Dicalonkan Ketum Periode 2015-2019

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, didaftarkan masuk dalam bursa calon Ketum PSSI 2015-2019. Pendaftaran ini dilakukan oleh anggota PSSI.

”Sudah ada anggota PSSI yang mendaftarkan pak Djohar,” kata Ketua KP, Dhimam Abrar Djuraid ketika dihubungi, Senin (19/1).

Ketika ditanya siapa saja anggota PSSI yang mendaftarkan nama Djohar Arifin sebagai calon Ketum, Dhimam tidak mau memberitahukannya.

”Secara aturan, siapa yang mencalonkan seseorang, tidak diperbolehkan untuk diberitahu kepada khalayak, karena memang sifatnya rahasia,” jelasnya.

Seperti diketahui, Komite Pemilihan PSSI telah membuka pendaftaran bagi calon ketua dan anggota Komite Eksekutif PSSI Periode 2015-2019 sejak 7 Januari hingga 21 Januari 2015.

Dengan masuknya nama Djohar Arifin, berarti bursa calon Ketum PSSI sudah ada dua orang nama, ditambah dengan Waketum PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Artikel ini ditulis oleh:

Kasus Budi Gunawan, KPK Mulai Periksa Saksi-saksi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi mulai memeriksa saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi-transaksi mencurigakan dengan tersangka Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan.
Untuk mendalami kasus tersebut, penyidik KPK memanggil Direktur Penyidikan Pidana Umum Badan Reseserse Kriminal Polri, Brigjen Pol Drs Herry Prastowo dan dosen utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Kombes Pol Drs Ibnu Isticha sebagai saksi untuk tersangka Budi Gunawan.
“Keduanya diperiksa untuk tersangka Budi Gunawan,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha, Senin (19/1).
Sebelumnya Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, kasus tersebut akan dipercepat agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
Komjen Pol Budi Gunawan masih menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri meski sudah disetujui oleh DPR sebagai pengganti Kapolri Jenderal Pol Sutarman.
Namun Presiden Joko Widodo pada Jumat (16/1) memerintahkan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab Kapolri.
Dalam perkara ini, KPK sudah mencegah empat orang pergi keluar negeri, mereka adalah Budi Gunawan, Muhammad Herviano Widyatama yang merupakan anak Budi Gunawan, asisten Budi yaitu anggota Polri Iie Tiara serta pengajar Widyaiswara Utama Sespim Lemdikpol Inspektur Jenderal Pol Syahtria Sitepu sejak 14 Januari 2015.
Hervianto, pada 2005 saat berusia 19 tahun mendapat pinjaman dari PT Pasific Blue senilai 5,9 miliar dolar AS dan diberikan dalam bentuk tunai sejumlah Rp 57 miliar, dari jumlah tersebut disetor ke rekening Budi Gunawan senilai Rp 32 miliar, namun proses pinjam-meminjam ini sudah diperiksa di Bareksrim Polri pada 2010 dan dinyatakan wajar oleh Bareskrim.
Budi Gunawan diduga terlibat dalam transaksi-transaksi mencurigakan sejak menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi Sumber Daya Manusia di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya di Mabes Polri.
KPK menyangkakan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Hindari Hal Berbahaya dalam Keseharian Anda dengan Cara Seperti Ini

Jakarta, Aktual.co — Berikut adalah lima hal umum yang Anda temui setiap hari, yang ternyata cukup berbahaya dan beresiko dalam meningkatkan kematian, demikian dilansir Aktual.co dari Thehealthsite, Senin (19/1).  Kami sarankan Anda menghindarinya.

1. Menonton TV
Orang-orang yang menonton TV selama tiga jam atau lebih setiap hari mungkin beresiko dua kali lipat meninggal dunia secara prematur dibandingkan mereka yang tidak menonton tayangan TV, menurut sebuah studi yang dilakukan peneliti dari American Heart Association.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa resiko kematian terjadi dua kali lipat lebih tinggi bagi peserta yang menonton TV selama tiga jam atau lebih dalam sehari dibandingkan dengan mereka yang menonton kurang dari satu jam.

2. Lemak di perut
Lingkaran perut Anda bisa menunjukkan tanda resiko kesehatan, berdasarkan metode baru yang dikembangkan oleh para ilmuwan dalam mengukur resiko khusus terkait dengan tingkat obesitas pada perut. Metode baru bernama “A Body Shape Index (ABSI)”  kini dituntut bisa mengukur resiko khusus terkait dengan obesitas abdominal dan menjadi prediktor yang lebih efektif dalam meningkatkan kematian dibandingkan indeks massa tubuh.

3. Diet rendah kalori
Diet rendah kalori sebenarnya mengikis bermanfaat dalam mengasah kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk merespon infeksi. Sebuah studi yang dilakukan oleh Michigan State University mengungkapkan bahwa menurunkan kekebalan tubuh membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit serius serta kematian.

4. Minum susu lebih dari 3 gelas sehari.
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Medical Journal, minum lebih dari tiga gelas susu setiap hari dapat membawa Anda lebih dekat dengan kematian. Menurut para peneliti, resiko kematian dengan meningkatkan konsumsi susu, disebabkan tingginya tingkat laktosa dan galaktosa (jenis gula) dalam susu, yang mampu meningkatkan stres oksidatif dan peradangan kronis pada hewan.

5. Tidur siang
Menurut sebuah penelitian, menyatakan usia menengah dan orang dewasa yang lebih tua yang tidur siang di kantor atau di rumah mungkin meningkatan resiko terhadap kematian. Secara khusus, tidur siang dikaitkan dengan meningkatkan resiko kematian akibat penyakit pernapasan.

Mereka berusia antara 40 dan 65 tahun hampir dua kali lipat meninggal selama periode penelitian jika mereka tidur siang selama satu jam atau lebih, dibandingkan dengan mereka yang tidak tidur siang, menurut para peneliti dari University of Cambridge.

Artikel ini ditulis oleh:

Sempat Mandek, KPK Lanjutkan Kasus Innospec

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pemberian suap proyek bensin tetraethyl lead yang terkait dengan PT Pertamina pada 2004-2005 yang sempat mandek bertahun-tahun.
Dalam hal ini, KPK memanggil dua tersangka yaitu Direktur PT Sugih Interjaya Willy Sebastian Liem dan mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo.
“Willy Sebastian Liem dan Suroso Atmomartoyo diperiksa sebagai tersangka,” kata Kepala Bagian Pemberitaan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Senin (19/1).
Kasus ini sudah naik ke tingkat penyidikan sejak November 2011, namun hingga saat ini belum ada tersangka yang dibawa ke meja pengadilan. Willy diduga memberi sesuatu hadiah kepada Suroso dengan maksud agar Pertamina bersedia mengimpor bensin bertimbal dari Inggris, Innospec Ltd.
KPK menjerat Willy berdasarkan dijerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a dan b pasal 13 UU No. 39/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan Suroso dikenakan dengan pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU No. 39/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Kasus Innospec bermula ketika perusahaan asal Inggris itu dinyatakan terbukti menyuap pejabat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Pertamina. Pengadilan Southwark Crown di Inggris, menyatakan suap Innospec itu terkait dengan penjualan bahan baku bensin tetraethyl lead.
Dari persidangan di pengadilan Southwark Crown juga terungkap bahwa selama 14 Februari 2002 hingga 31 Desember 2006, Innospec membayar 11,7 juta dolar AS kepada agennya di Indonesia, PT Sugih Interjaya.
Selanjutnya, PT Sugih Interjaya membayarkan uang dari Innospec itu kepada petinggi Pertamina dan pejabat publik lainnya agar mendukung pembelian TEL. Sehingga pengadilan di Inggris memutuskan perusahaan yang berbasis di Ellesmere Port itu terbukti bersalah dan wajib membayar denda 12,7 juta dolar AS.
Selanjutnya pada 5 Agustus 2010, The Securities and Exchange Commission, yaitu penegak hukum dari Amerika Serikat menyatakan Innospec Ltd bersalah karena menyuap pejabat di Indonesia untuk menghalangi pelarangan bahan pembuat bensin bertimbal. Petinggi Innospec, David Turner juga telah dijatuhi hukuman dengan membayar denda 25.000 poundsterling.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Harga BBM Turun, Beras Justru Naik

Jakarta, Aktual.co — Harga beras di Provinsi Sulawesi Tengah terus bergerak naik meski harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turun. Sejumlah pedagang membenarkan harga beras di pasaran cenderung naik karena harga di tingkat produsen juga naik.

“Kami terpaksa ikut menyesuaikan agar tidak merugi,” kata Lilis, seorang penjual beras di Pasar Masomba, Palu, Senin (19/1).

Ia mengatakan harga beras di tingkat produsen di Kabupaten Parigi Moutong dan juga Sigi bergerak naik dari sebelumnya Rp430 ribu/karung (isi 50 kg), kini naik menjadi Rp460 ribu.

Hal senada juga disampaikan pedagang beras lain, Arie. Harga beras di penggilingan padi naik cukup signifikan. Bahkan, selama pertengahan Januari 2015 ini, harga beras di tingkat petani dan penggilingan sudah dua kali mengalami kenaikan.

Sebelumnya harga beras di tingkat produsen dijual Rp420 ribu/karung, naik menjadi Rp430 ribu dan naik lagi saat ini sudah mencapai Rp460 ribu/karung. Harga beras mulai naik saat pemerintah pertama kali menaikan harga BBM subsidi. Kini ketika pemerintah telah menurunkan harga BBM, harga beras justru masih tetap tinggi.

“Ya kami pedagang hanya menjual saja. Kalau harga di tingkat produsen naik, maka harga penjualan juga akan naik dan sebaliknya,” kata kedua pedagang beras di Pasar Masomba Palu itu.

Sementara Kepala Perum Bulog Sulteng, Mar’uf mengatakan hingga kini pihaknya masih melakukan operasi pasar menjual beras dan gula pasir dengan harga di bawah harga pasar. Misalkan gula pasir dijual Bulog Sulteng untuk produksi dalam negeri Rp9.500/kg dan eks impor Rp10.000/kg.

Sedangkan harga beras dijual Bulog kepada konsumen rata-rata Rp7.300/kg atau lebih rendah dibanding harga beras di tingkat pengecer untuk medium mencapai Rp8.000/kg.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain