3 April 2026
Beranda blog Halaman 39848

Manajemen PSM Bebaskan Pelatih Alfred Riedl Berburu Pemain Terbaik

Jakarta, Aktual.co — Manajemen PSM Makassar mempersilahkan pelatih Alfred Riedl berburu pemain yang dianggap tepat mengisi skuad tim “Juku Eja” menghadapi kompetisi Indonesia Super League 2015-2016.

“Kami membebaskan Alfred Riedl sebagai pelatih untuk mencari pemain yang dinilai cocok dengan karakternya. Kami juga siap mendatangkan pemain yang masuk incaran pelatih,” kata Direktur Operasional PSM, Azhary Sirajuddin di Makassar, Kamis (15/1)

Saat ini, kata dia, PSM Makassar memang masih membutuhkan beberapa pemain di sejumlah posisi untuk mengikuti kompetisi ISL 2015.  Apalagi PSM baru memiliki 18 pemain yang merupakan ‘warisan’ kompetisi musim lalu.

Sebanyak 18 pemain itu yakni Markus Haris Maulana, Muhamad Guntur, Boman Irie Aime, Rasul Zainuddin, Muhammad Rahmat, Iqbal Samad, Syamsul Khaeruddin, Rasyid Bakrie, Kurniawan Karman, Djayusman, Ponaryo Astaman.

Selanjutnya ada Maldini Pali, Muchlis Hadi Ning, Ardan Aras, Hendra Wijaya, Agung Prasetyio dan pemain Sulsel yang pernah membela Persepam Madura United yakni Aditya Putra Dewa.

Selain pemain yang dipertahankan, tim asal Makassar ini juga memiliki empat pemain asing yang tengah mengikuti seleksi untuk bergabung yakni Silvio Escobar (Paraguay) dan Benito Montalvo (Argentina), Raffaele Simone Quintieri (Italia), dan Mohammaed Lamine Kourouma asal Pantai Gading.

Selain pemain asing adapula pemain lokal yakni Irfan Aditya. Dari informasi, pemain ini sebelumnya memperkuat Mitra Kukar di kompetisi musim lalu.

“Baik penentuan pemain seleksi atau pemain yang akan diincar nanti, kita serahkan sepenuhnya pada pelatih Riedl. Sebagai pelatih tentu lebih memahami pemain seperti apa yang dibutuhkan,” katanya.

Direktur Teknik PSM, Sumirlan, sebelumnya mengatakan PSM untuk musim depan idealnya bisa diperkuat 25-30 pemain. Artinya masih tersisa beberapa kuota yang bisa dimanfaatkan pelatih asal Austria itu untuk memperkuat komposisi tim jelang bergulirnya kompetisi.

Pelatih Kepala PSM Alfred Riedl mengakui masih akan melihat kondisi tim yang ada sekarang ini sebelum memutuskan siapa atau pemain mana yang akan didatangkan untuk memperkuat tim Juku Eja-julukan PSM Makassar.

Meski demikian, pelatih berusia 64 tahun ini berkomitmen membangun tim yang kompetitif untuk bersaing kompetisi ISL 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Minggu Buron, Pembunuh Penjaga Loket KRL Dibekuk

Jakarta, Aktual.co —Sempat buron tiga minggu, AA (23) akhirnya diringkus polisi. Pelaku pembunuhan petugas loket Commuter Line di Stasiun Jakarta Kota, Junianto, 33 tahun itu dibekuk Polsek Metro Taman Sari.
Kapolsek Metro Taman Sari, AKBP Afrisal mengatakan awalnya polisi menelusuri keberadaan motor milik korban yang dicuri tersangka. Ternyata, motor itu dijual di Bandung, Jawa Barat seharga Rp1,5 juta. Mendapat identitas tersangka, pengejaran pun dilakukan.
Rencana tersangka untuk bersembunyi ke Kuta, Denpasar, Bali pun kandas. “Selasa (13/1) malam tersangka kami bekuk,” kata Afrisal, Kamis (15/1).
Dijelaskan Afrisal, dari penuturan tersangka, pembunuhan terjadi karena dilatarbelakangi persoalan uang. AA tega membunuh nyata Junianto lantaran kesal selalu dijanjikan akan dipinjami uang Rp300 ribu. Uang itu rencananya akan digunakan pelaku untuk mengaborsi kandungan kekasihnya.
21 Desember 2014, pelaku pun nekat membunuh korban. “Pelaku ini kesal, padahal sudah menuruti korban. Tapi tidak juga dipinjamkan uang,” ujarnya. 
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338, dan 365 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Wapres JK: Budi Gunawan Tak Akan Lari

Jakarta, Aktual.co — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Budi Gunawan tidak akan lari, jadi KPK tidak perlu melakukan penahanan.
“Kalau mau ditahan orang itu mau lari, mau apa gitu khan,” jelas JK, di Jakarta, Kamis (15/1)
JK mencontohkan pada mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo yang belum ditahan KPK hingga saat ini. Hadi yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi kala dia menjabat Direktur Jenderal Pajak 2002-2004 itu tak melarikan diri ke luar negeri.
“Sudah berapa lama Pak Hadi (jadi tersangka), nggak papa kan. Yang lain juga nggak papa kan,” demikian JK.

Artikel ini ditulis oleh:

Enam Terpidana Mati Dieksekusi 18 Januari

Jakarta, Aktual.co —  Kejaksaan Agung menyatakan enam terpidana mati kasus narkoba akan dieksekusi secara serentak pada 18 Januari 2015 di Pulau Nusakambangan, Cilacap dan Boyolali.
“Keenam terpidana mati itu terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan,” kata Jaksa Agung RI HM Prasetyo di Jakarta, Kamis (15/1).
Keenam terpidana mati tersebut, yakni, Namaona Denis (48) Warga Negara Malawi, Marco Archer Cardoso Mareira (53) Warga Negara Brazil, Daniel Enemua (38) Warga Negara Nigeria, Ang Kim Soei (62) tidak jelas kewarganegaraannya, Tran Thi Bich Hanh (37) Warga Negara Vietnam dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia, Warga Negara Indonesia.
Permohonan grasi dari keenam terpidana mati itu, sudah ditolak tertanggal 30 Desember 2014.
Dikatakan, lima terpidana mati akan dieksekusi di Pulau Nusakambangan dan satu terpidana mati dieksekusi di Boyolali, karena ditahannya di LP Bulu, Semarang, Jawa Tengah.
“Keenam terpidana mati itu sesuai peraturan, harus diberitahukan tiga hari sebelumnya,” ucapnya.
Ia menambahkan secara yuridis untuk pelaksanaan eksekusi sudah terpenuhi, termasuk juga dengan sisi teknisnya dengan berkoordinasi untuk regu tembaknya, rohaniawan dan dokter.
“Kami juga sudah menghubungi masing-masing duta besar terpidana mati itu,” ujarnya.
Dikatakan, eksekusi kali ini gelombang pertama, nanti menyusul gelombang berikutnya.
Sebelumnya, Kejagung akan melakukan eksekusi terhadap enam terpidana mati pada akhir 2014, namun ditunda karena masih menunggu aspek yuridisnya berkaitan dengan permohonan grasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Hariman Siregar: Indonesia Krisis Ketatanegaraan

Jakarta, Aktual.co — Indonesia sudah mengalami krisis ketatanegaraan. Institusi-institusi yang seharusnya membangun negara justru saling serang.
“Sejak 2004 demokrasi kita telah dibajak”, ujar Hariman Siregar, tokoh aktivis, di Sukabumi, Kamis, (15/1).
Menurutnya pembajakan itu dilakukan oleh politisasi uang. Dimana pemilu tidak semestinya dilaksanakan dengan jujur.
“suara rakyat praktis kalah, karena money politic lebih dominan”, katanya.
Hariman menambahkan setelah pemerintahan Soeharto jatuh, yang tercetus adalah reformasi bukan revolusi. Sehingga yang terjadi hanyalah pergantian bukan perubahan.
“Ya, inilah pemerintahan yang kita pilih,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

IPW Nilai KPK Rusak Ketatanegaraan

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Police Watch (IPW) mengatakan langkah Komisi Pemberntasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka kepada calon tunggal Komjen pol Budi Gunawan membuat ketatanegaraan Indonesia menjadi tidak sehat.
Pasalnya, KPK yang statusnya ad hoc itu seakan melecehkan lembaga tinggi negara, menyusul cacatnya proses hukum dalam penetapan tersangka tersebut.
“Sangat tidak sehat, karena apa yang dilakukan KPK bentuk dari otoriterisme, dimana rakyat, kalangan legislatif, dan eksekutif pemerintahan Jokowi membangun demokrasi yang sehat, tentu KPK malah menjadi lembaga otoriter, dia (KPK) malah seenaknya dan semaunya menetapkan calon kapolri pilih presiden sebagai tersangka tanpa proses hukum yang jelas,” ucap Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, di Komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (15/1).
Ia pun menjelaskan, karena selama ini tidak pernah ada pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah saksi sebelum menetukan jenderal bintang tiga itu sebagai tersangka.
“Bandingkan dengan Djoko Susilo  dimana ada pemeriksaan saksi-saksi. Kesewenangan KPK itu etika KPK mengatakan Budi Gunawan kena gratifikasi, tetapi orangnya atau tersangkanya hanya satu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain