2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39885

Banjir di Aceh, Ribuan Hektare Tambak Rusak

Jakarta, Aktual.co — Akibat banjir yang melanda Aceh pada akhir tahun 2014, puluhan ribu hektare tambak rusak dan ribuan hektare sawah yang baru ditanami juga terkena imbas. Banjir terparah terjadi di Aceh Timur dan Aceh Utara. Menindaklanjuti masalah tersebut, Gubernur Aceh Zaini Abdullah menggelar rapat terpadu. “Masing-masing dinas dan badan untuk segera turun ke lapangan mengambil peran masing-masing,” katanya dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu 3 Januari 2015.

Menurut Zaini, banjir yang melanda Aceh Timur dan Aceh Utara mencapai 3 – 3,5 meter. Air merendam ribuan hektare sawah, jalan, rumah, ternak, sekolah serta fasilitas kesehatan. Areal benih yang gagal tumbuh setelah ditanam mencapai 5.861 hektare. Zaini meminta Dinas Pertanian Aceh agar segera bertindak untuk mengantisipasi dengan stok benih yang ada.

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan, di wilayah Pidie dan Pidie Jaya tambak yang rusak 1.862 hektare dan 10 kilometer jalan rusak. Di Aceh Utara, tambak yang rusak seluas 9.959 hektare, di Aceh Timur seluas 20 ribu hektare, Aceh Tamiang 5.933 hektar dan Kabupaten Bireun 3.130 hektar. Kerugian diperkirakan sekitar Rp 230 miliar.

Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan mengatakan Pemerintah Aceh akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi masalah tersebut. “Untuk mempercepat perbaikan infrastruktur, dengan data yang konkret dari kabupaten/kota,” ujarnya. Pengumpulan data sedang dilakukan untuk penyaluran bantuan termasuk kepada pengungsi akibat banjir di enam kabupaten yang mencapai 37 ribu jiwa.

Pejabat Publik akan Diseleksi KPK dan PPATK

Jakarta, Aktual.co — Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) mendorong pengaturan pelibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), melalui dalam penelusuran rekam jejak harta kekayaan dan transaksi keuangan para pejabat publik.

“Agar lebih dioptimalkan lagi. Terutama untuk mendukung penelusuran dari sisi integritas calon pejabat publik yang diseleksi. Pengaturan pelibatan KPK dan PPATK melalui perundang-undangan, menurut saya perlu dipertimbangkan sebagai terobosan ke depan,” kata Peneliti PSHK, Miko Susanto Ginting, di Jakarta, Jumat (2/1).

Dikatakan Miko, saat ini seleksi pejabat publik yang melibatkan KPK dan PPATK dilakukan tidak seragam. Karena, tidak ada kewajiban dalam UU untuk melibatkan kedua lembaga itu. Namun, kata dia, bukan berarti keterlibatan KPK dan PPATK ini tidak penting.

“Justru keterlibatan KPK dan PPATK itu sangat penting dan sentral dalam membangun seleksi jabatan publik yang berintegritas,” ungkapnya. Dari sisi kompleksitasnya, menurut dia, pemikiran ini baru akan menjadi terobosan jangka panjang.

Sementara, dalam jangka pendek, bisa disiasati atau dimulai dengan pencantuman syarat dan kerja sama dengan KPK dan PPATK, dalam setiap fakta integritas seleksi jabatan publik di setiap institusi. “Bisa kita siasati dengan cantumin syarat dan kerja sama KPK dan PPATK dalam setiap fakta integritas seleksi pejabat publik,” pungkasnya.

Publik Harus Waspadai Pengangkatan Daniel Purba & Rekomendasi RTKM

Jakarta, Aktual.co — Pengangkatan Daniel Purba sebagai Vice Presiden Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina, serta keluarnya rekomendasi tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) terkait pengalihan peran impor minyak mentah dan BBM dari Pertamina Energy Trading Limited (Petral) ke ISC,  patut diwaspadai publik.

Hal itu menyusul adanya dugaan skema  untuk memuluskan penguasaan migas nasional dalam ‘pangkuan’ Soemarno Brothers.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Mining and Energy Studies ( IMES), Erwin Usman, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

“Jawaban saya mesti diwaspadai. Kita harus mewaspadai nama itu dan sistem yang diterapkan itu tidaak ada cerita itu,” kata dia.

Menurutnya, bila publik tidak cermat dan waspada seakan mengabaikan setiap kecurigaan tim, itu akan sia-sia saja.

“Kalau tidak diwaspadai nanti kecurigaan itu abis saja menguap tanpa satu pengawasan yang berarti,” katanya lagi.

Oleh karena itu, lanjut Erwin, peran Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan antisipasi itu pun harus dilakukan. Tak hanya, mendiamkan Menteri BUMN, Rini Soemarno yang seakan mengambil alih setiap kebijakan yang seharusnya menjadi tupoksi Kepala Negara.

“Artinya Jokowi tidak membiarkan proses-proses ini berjalan hanya menyerahkan kepada Rini, dan tim penilai akhir, mestinya proses-proses ini juga Jokowi harus mendengar suara-suara publik, baik yang disampaikan melalui media atau sosmed, termasuk para pengamat,” urainya menjelaskan.

“Kalau seluruhnya dibaiarkan kepada Rini, kalau sesuatu saat ada masalah, pubik hajarnya ke Jokowi bukan ke Rininya,” cetusnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Hasil Negatif, Tim DVI Kembali Lakukan Identifikasi Ulang 4 Jenazah AirAsia

Surabaya, Aktual.co — Terkait dengan korban pesawat AirAsia QZ 8501, empat jenazah yang lebih datang dulu sempat berhasil teridentifikasi, Namun sayang, saat terakhir dilakukan rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif. Saat ini, terpaksa dilakukan proses identifikasi ulang.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim, Kombes pol Awi Setiyono, dengan dilakukan proses identifikasi ulang, diharapkan sore ini, hasilnya bisa diketahui. Dan, jika memang sudah diketahui, nantinuya akan langsung diserahkan ke pihak keluarga masing-masing.

“Jadi sudah kita lakukan identifikasi dan diketahui hasilnya. Tetapi saat proses rapat rekonsiliasi, ternyata hasilnya negatif sehingga harus dilakukan identifikasi ulang,” kata Kombes Pol Awi,  kepada Aktual.co, Sabtu (3/1).

Sementara itu, Dokter Forensik, Kombes pol Heri wijatmoko, menuturkan, sejauh ini empat jenazah tersebut masih sulit untuk dikenali. Sebab, selain sidik jari yang sudah rusak, tim DVI juga masih kekurangan data-data antemortem dari pihak keluarga.

Itu sebabnya,  dirinya kembali meminta agar pihak keluarga bisa membantu dengan cara mencari tahu kepada rekan kerja korban atau tetangganya apakah korban pernah bercerita tentang konsultasi dengan dokter gigi atau dokter umum atau punya ciri-ciri fisik lainnya. Hal ini guna mempermudah tim DVI untuk mengenali anatomi korban, mengingat kondisi korban sudah rusak.

Prosesnya, kata ia, begitu jenazah tiba, langsung masuk ke kontainer pendingin, kemudian masuk ke ruang jenazah. Disanalah para dokter ahli yang dibagi menjadi beberapa akan mulai proses identifikasi jenazah.

Rata-rata setiap satu jenazah pada pertama kali akan ditangani lima pakar. Diantaranya Antiropologi yang meliputi sidik jari serta ciri fisik, lalu pakar gigi, tulang, dan darah. Dan, terakhir jika masih kesulitan, akan dilakukan tes  DNA

Tes DNA sendiri, tambahnya, dilakukan di Indonesia.  Bila hal tersebut semua selesai, maka dilakukan rapat rekonsiliasi untuk menentukan siapa identitas jenazah tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Diajak Kemenkum HAM Bicarakan Remisi Koruptor

Jakarta, Aktual.co —Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut positif rencana Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait pemberian remisi kepada para koruptor. “Kami akan buka pintu selebar-lebarnya adanya rencana diskusi tersebut,” demikian disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi, Jumat (2/1). Dikatakan Johan, koordinasi ihwal remisi membuat polemik yang selama ini terjadi mengenai remisi bisa terhindarkan.

Kebijakan pengurangan masa tahanan, menurut dia merupakan hak Kemenkum HAM. “Kalau soal koordinasi dan rencana diskusi soal remisi, pada dasarnya KPK siap saja, namun perlu disampaikan bahwa pemberian remisi adalah kewenangan Kumham,” jelas Johan. Pemberian remisi dan pembebasan bersyarat bagi para koruptor terus ditentang sejumlah pihak. Terutama aparat penegak hukum dan aktivis antikorupsi.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, sejatinya remisi dan pembebasan bersyarat merupakan hak para narapidana. Karena itu, dia berencana mengundang pihak-pihak terkait untuk membicarakan masalah remisi. “Mungkin setelah tahun baru, saya akan mengajak teman-teman KPK, kemudian ICW dan teman-teman lain berdiskusi supaya nggak jadi bahan kritik yang oleh mereka soal hak remisi. Jadi, perlu ada persamaan persepsi kami soal itu,” ucap Yasonna.

Hari Ini, Puluhan Seniman Meriahkan Pentas Sendratari Ramayana di Bali

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 50 seniman Pulau Dewata yang terdiri atas penabuh dan penari ikut ambil bagian dalam pementasan Sendratari Ramayana di Gedung Natya Mandala Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (03/01).

Rektor ISI Denpasar Dr. Gede Arya Sugiartha didampingi Kadek Suartaya S.,S.Kar., M.Si. mengatakan bahwa ke-50 seniman andal itu sebagian besar adalah dosen lembaga pendidikan tinggi seni yang pernah menjadi murid, mahasiswa, maupun bekas binaan dari almarhum Wayan Beratha yang meninggal dalam usia 91 tahun pada tanggal 10 Mei 2014.

Dalam pagelaran malam kenangan terhadap Empu Seni I Wayan Beratha yang bertajuk “Mengenang Empu Seni Karawitan Bali I Wayan Baratha” yang akan dimulai pukul 19.30 Wita itu menyajikan tiga buah ciptaan seni pertunjukan dari sekian banyak karya I Wayan Baratha, yakni tari Tani, tabuh Kutus Playon, dan Sendratari Ramayana.

Empu Seni I Wayan Beratha memiliki sumbangsih penting pada seni pertunjukan Bali karena dalam rentang perjalanan hidupnya, maestro seni karawitan dan tari yang dilahirkan di Banjar Belaluan, Denpasar, tahun 1923 telah mementaskan kesenian Bali ke berbagai negara penjuru dunia.

Pak Beratha–sapaan Empu Seni I Wayan Beratha–dikenal sebagai tokoh pembaharu gamelan kebyar dan pencetus lahirnya sendratari Bali. Jagat seni Bali kehilangan seorang seniman besar yang rendah hati.

“Untuk mengenang jasa luar biasa Pak Beratha sebagai seniman besar seni pertunjukan Bali itulah, di antaranya kami menyajikan karya-karya beliau kepada khalayak,” ujar Arya Sugiartha.

Dalam pagelaran Sendratari Ramayana, antara lain disajikan oleh Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.S.T., M.A. (Anoman), Cokorda Raka Tisnu, S.S.T., M.Si. (Rahwana), dan Cokorda Putra Padmini, S.S.T., M.Sn. (Sita).

Sementara itu, para penabuh, antara lain Dr I Nyoman Astita, M.A., I Ketut Gede Asnawa, S.S.Kar., M.A., I Nyoman Windha, S.S.Kar., M.A., I Wayan Suweca, S.S.Kar., M.Si., I Wayan Suweca, S.S.Kar., M.Mus., dan sejumlah dosen ISI lainnya.

Sendratari Ramayana diciptakan pada tahun 1965 adalah salah satu karya monumental I Wayan Beratha. Seni drama tari dengan sumber cerita epos Ramayana itu begitu cepat dikenal luas oleh masyarakat Bali sehingga Wayan Beratha banyak diminta oleh sekaa (perkumpulan) seni pertunjukan untuk mengajarkan sendratari tersebut.

Didorong oleh sambutan yang begitu besar dari kalangan penonton terhadap pementasan sendratari yang dibawakan oleh Kokar Bali dan Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar pada tahun 1970-an, Wayan Beratha menambah peran-peran penting atau tambahan yang ada dalam cerita Ramayana.

Dikembangkan Lagi Suartaya menambahkan bahwa Sendratari Ramayana yang sebelumnya hanya terdiri atas beberapa adegan, yakni pengembaraan Rama, Sita, dan Laksmana di hutan Dandaka sampai terculiknya Sita oleh Rahwana, kemudian dikembangkan lagi dengan memasukkan peran-peran lain, seperti Anoman, Jatayu, Subali, Sugriwa, Kumbakarna, Wibisana, Trijata, beberapa dayang, monyet, dan raksasa, sehingga menambah durasi pentas dari empat puluh lima menit menjadi dua jam.

Kini, dalam bentuk yang dipadatkan, Sendratari Ramayana ciptaan I Wayan Beratha itu sering disajikan sebagai seni pertunjukan turistik untuk wisatawan dalam dan luar negeri yang menikmati liburan di Pulau Dewata.

Sebelumnya, Wayan Beratha telah menciptakan Sendratari Jayaprana pada tahun 1962, yang mengangkat lakon legenda romatik-tragik daerah Bali Utara, yakni sendratari pertama Bali setelah munculnya seni pentas dengan prinsip estetik yang sama (Sendratari Ramayana Prambanan) di Jawa Tengah pada tahun 1961.

Seluruh sendratari yang diciptakan Wayan Beratha dibawakan oleh siswa-siswi Kokar (Konservatori Karawitan) Bali, tempat dia mengabdi sebagai guru.

Pada tahun 1960-an, Wayan Beratha juga menciptakan Sendratari Mayadanawa (1966) dan Sendratari Rajapala (1967) yang sempat berkembang pada tahun 1970-an.

Dedikasi I Wayan Beratha untuk mengembangkan sendratari terus bergelora di sela-sela keasyikannya sebagai tukang laras gamelan yang laris.

Pada tahun 1977, Wayan Beratha diminta oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk menggarap sebuah sendratari yang akan disuguhkan dalam Festival Sendratari se-Bali.

Beratha memilih Nara Kesuma sebagai judul garapannya. Lakon yang mengisahkan masa muda Salya ini digarapnya dengan telaten dan penuh kesungguhan. Hasilnya, sendratari wakil Kabupaten Badung keluar sebagai juara pertama tingkat Provinsi Bali.

Masyarakat penonton dan jagat seni sungguh berterima kasih kepada Pak Beratha. Syukurlah, pemerintah daerah dan pusat telah memberikan pengakuannya terhadap ketokohan I Wayan Beratha lewat penganugrahan perhargaan seni.

Selain berjasa sebagai pembaharu gamelan kebyar, inovasinya menciptakan sendratari yang berawal pada tahun 1962 hingga puncak produktivitasnya berkarya iringan sendratari kolosal Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga 1980-an meneguhkan diri I Wayan Beratha sebagai seniman perintis sendratari Bali.

“Kini, sendratari menjadi genre pertunjukan yang diapresiasi masyarakat, dan pantaslah Pak Beratha dihormati sebagai Bapak Sendratari Bali,” ujar Kadek Suartaya, kandidat doktor Kajian Budaya Universitas Udayana.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain