1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39884

Polisi Tangkap Tersangka Korupsi Jasa Raharja

Jakarta, Aktual.co — Anggota Polres Bungo berhasil menangkap tersangka korupsi uang satunan korban kecelakaan pada PT Jasa Raharja, yang menjadi buron sejak tiga tahun lalu, ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Magelang, Jawa Tengah. Tersangka MAS (31) akhirnya diringkus anggota Polres Bungo, setelah menjadi buron sejak 2012, kata Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah, Sabtu.

Tersangka dibekuk anggota Polres Bungo dari persembunyiannya di Magelang setelah anggota mendapatkan informasi atas keberadaan pelaku dan berkoordinasi dengan kepolisian setempat. “Iya tersangka berhasil ditangkap dan saat ini sudah diamankan Mapolsek Bungo,” kata Almansyah.

Tersangka melakukan aksi tindak pidana korupsi dengan modus operandi mencairkan klaim uang santunan Jasa Raharja kecelakaan lalu lintas sebanyak 10 orang pemohon. “Setelah uang dicairkan tidak diberikan kepada para pemohon, tetapi malah dimasukkan ke rekeningnya sendiri,” katanya.

Berdasarkan perhitungan kerugian negara oleh BPKP Provinsi Jambi, negara rugi sebesar Rp260 juta. Kini kasusnya ditangani oleh penyidik Polres Bungo agar tersangka dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, sementara penyidik kini berusaha melengkapi berkas perkaranya.

Wujudkan Kedaulatan Energi, Presiden Harus Reshuffle Menteri ESDM dan BUMN

Jakarta, Aktual.co — Jelang seratus hari pemerintahan Jokowi-JK sejak dilantiknya 34 Menteri pada Senin (27/10) tahun 2014, dinilai tidak menujukkan kinerja yang berarti, terlebih di bidang energi nasional.

Para Menteri di bidang energi seperti, Menteri ESDM, Sudirman Said maupun Menteri Rini Soemarno, dinilai gagal menerjemahkan keinginan Nawacita dan Trisakti Bung Karno.

“Dari sini kami melihat bahwa sudah sangat layak dalam 100 hari Menteri ESDM dan Menteri BUMN segera di reshuffle. Sebab, mereka tidak mendukung Nawacita Jokowi dan tidak mendukung Trisakti Bung Karno,” kata Direktur Eksekutif Energy Wacth Indonesia (EWI) Ferdinan Hutahea, ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Sabtu (3/1).

Itu berarti, kata Ferdinan, mereka ini sudah gagal menerjemahkan keinginan pemimpinnya sehinggga tidak perlu lagi diberi waktu.

“Sekarang harus diganti, karena nasib bangsa tidak boleh diserahkan ke tangan yang tidak paham harus lakukan apa (terhadap energi nasional),” tegasnya.

Bahkan, Ferdinan berpendapat, kebijakan-kebijakan yang muncul masih pada penguatan dan pengambilan kekuasaan dari mafia lama ke tangan mafia baru, dan itulah yang terjadi sekarang.

“Sampai saat ini tidak ada kebijakan yang benar-benar mengarah pada kedaulatan energi tapi hanya sibuk untuk mengamankan kekuasaan ke kelompok tertentu,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

8 Jenazah AirAsia Tiba di Lanud Iskandar

Jakarta, Aktual.co — Delapan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ 5801 tiba di Lapangan Udara Iskandar, Pangkalanbun, Kalimantan Barat, Sabtu (3/2) siang.

Kedelapan jenazah tersebut dievakuasi menggunakan helikopter Bell milik TNI AU dan helikopter Basarnas yang diangkut dari KRI Banda Aceh.

Pantauan Aktual.co, delapan jenazah yang tiba sekitar pukul 12.30 WIB itu langsung dibawa ke RSUD Sultan Imaluddin dengan mobil ambulance untuk mengikuti proses identifikasi awal dan dipetikemaskan sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Dari perairan Selat Karimata. 8 jenazah itu saat ini masih berada di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo.

“8 jenazah di KRI Bung Tomo,” ujar Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun Letnan Kolonel Penerbang Johnson Simatupang di Pangkalanbun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).

Sebelumnya, 4 jenazah kembali diturunkan dari Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat.  Empat jenazah itu diangkut dari Kapal USS Sampson dan dibawa ke Pangkalanbun. Keempat jenazah itu kini berada di RSUD Imanuddin untuk dilakukan identifikasi awal sebelum diterbangkan ke Surabaya.

Sampai saat ini, total jenazah yang berada di RSUD Sultan Imaluddin berjumlah 12.  Jenazah itu kemudian akan diterbangkan ke Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga dan Kerabat Korban AirAsia Mulai Lelah & Bosan

Surabaya, Aktual.co — Hingga saat ini, pihak keluarga korban pesawat AirAsia QZ 8501, masih menunggu di Crisis Center Polda Jatim Surabaya.

Mereka mulai merasakan lelah dan bosan. Seperti yang dirasakan oleh Ongko Gunawan, yang kerabatnya berada dalam pesawat tersebut dan belum diketahui pasti jenazahnya.

Setelah mendengar informasi dari Kementrian Perhubungan, tentang larangan penerbangan AirAsia dari Surabaya ke Singapura, dianggapnya sudah terlambat. Karena peristiwa naas tersebut sudah terjadi.

“Buat apa dilarang. Sudah terlambat. Pecat saja mereka yang bertanggung jawab,” kesal Ongko kepada Aktual.co, dengan nada keras, Sabtu (3/1).

Apalagi, kabar larangan AirAsia yang tidak ada ijin terbang pada hari Minggu pagi lalu itu, Ongko mengaku sangat kecewa. Oleh sebab itu, ia meminta agar pihak terkait mulai dari otoritas Bandara atau AirAsia sendiri serta Departemen Perhubungan yang meloloskan penerbangan tersebut, agar dipecat dan diganti kepada orang-orang yang professional serta cakap di bidangnya.

Ongko menerangkan, sejauh ini pihak AirAsia juga belum membahas masalah kompensasi pada dirinya.  Ongko juga enggan membahas masalah tersebut. Namun, dia berhartap agar tim Basarnas bisa mengevakuasi seluruh penumpang, agar keluarga tidak berlama-lama di posko Crisis Center.

Artikel ini ditulis oleh:

Helikopter TNI AL Turunkan Empat Jenazah Korban AirAsia

Dua helikopter TNI AL menurunkan empat jenazah dan kantong hitam serpihan pesawat AirAsia QZ8501, yang dibawa KRI Yos Sudarso di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sabtu (3/1/2015). Jenazah langsung dibawa ke RSUD Sultan Ismanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah untuk di identifikasi oleh tim DVI. AKTUAL/MUNZIR 

Santap Mie, Puluhan Warga Tapteng Keracunan

Medan, Aktual.co — Sebanyak puluhan warga Desa Suka Rasa, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah mengalami keracunan.

Informasi yang diterima Aktual.co, puluhan warga itu diduga keracunan usai menyantap makanan mie tek-tek yang disajikan saat acara wiritan di salah satu rumah warga. Mie tek-tek itu diolah sendiri oleh warga.

“Kejadiannya sekitar jam dua belas malam kemarin, Jumat (2/1). Masuk rumah sakit pandan 3 orang, selebihnya di Puskesmas, rawat inap. Penyebabnya mie tek-tek yang diolah sendiri,” ujar staff  bagian Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinas Kesehatan Tapteng, Eka Febrianti Sitompul, di Tapteng, Sabtu (3/1).

Saat wiritan digelar, lanjut Eka, sedikitnya ada 90 warga yang hadir. Dan, selain menyantap makanan saat wirit, mie itu juga dibawa oleh warga ke rumah masing-masing. Akibatnya, sejumlah anak-anak juga keracunan.

“Ada sekitar 90-an orang warga yang menghadiri acara wirit itu, dibawa untuk anak-anaknya. Sekarang sedang penanganan,” katanya lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain