2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39893

Polres Bangka Siagakan 67 Personel Amankan Maulid Nabi

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 67 personel polisi Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, disiapkan untuk mengamankan pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di enam titik di daerah itu.

Kapolres Bangka AKBP I Bahus Rai Erlyanto melalui Kabag Ops Polres Bangka Kompol Joko Isnawan mengatakan, 67 personel polisi tersebut akan ditugaskan mengamankan pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di enam titik.

“Mulai Sabtu (3/1) pagi semua personel yang ditugaskan harus sudah berada ditempat seperti di Desa Kemuja, Desa Zed Kecamatan Medo Barat, Desa Balun Ijuk Kecamatan Merawang dan Tanjung Ratu Kecamatan Sungailiat,” katanya di Sungailiat, Jumat (2/1).

Menurutnya, pengamanan pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtimbas dimana pada perayaan itu di sejumlah desa masyarakatnya mengelar tradisi silaturhami seperti halnya perayaan lebaran.

“Biasanya di desa yang menyelenggaran perayaan Maulid Nabi Muhammad, pengunjung desa bertambah banyak karena berasal dari desa lainnya,” ujarnya.

Hanya saja kata dia, pengamanan pada perayaan Maulid Nabi Muhammad akan lebih difokuskan di dua desa yakni Desa Kemuja dan Desa Zed dimana kedua desa itu biasanya lebih banyak didatangi masyarakat daerah-daerah lain termasuk terjadinya kemacetan kendaraan.

“Saya imbau seluruh masyarakat agar dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dilaksanakan dengan lancar tanpa menganggu kamtimbas,” ujarnya.

Sementara menurut salah satu warga desa Zed, Adhan mengatakan perayaan Maulid Nabi Muhammad di desanya seperti pada tahun sebelumnya sangat meriah, seperti halnya perayaan lembaran Idul Fitri.

“Warga masyarakat saling bersilaturahmi untuk saling maaf memaafkan dengan suguhan sejumlah jenis makan kue termasuk ketupat dan jenis makanan lainnya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Tangerang Ancam Potong Gaji Pegawai Mangkir Kerja

Jakarta, Aktual.co —Pegawai jajaran Pemerintah Kota Tangerang yang mangkir di hari pertama kerja pasca libur Tahun Baru 2015, bakal terkena sanksi pemotongan gaji.
Usai apel pagi di Kantor Pemkot Tangerang, Wakil Wali Kota Sachrudin mengatakan pemotongan akan dilakukan sebesar 1 persen. “Yang tidak ikut apel, Pemkot akan memotong gaji sebesar 1 persen. Tahun baru baru harus kerja dengan semangat dan suasana baru,” ujar dia, Jum’at (2/1). Kata dia, bentuk sanksi diberikan agar para pegawai di Pemkot Tangerang sadar harus bisa mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi. PNS juga harus siap memberi pelayanan optimal pada masyarakatnya. 
Selain itu, Sachrudin juga mengimbau seluruh jajarannya untuk siap siaga menghadapi banjir. Mengingat curah hujan yang sangat tinggi di Kota Tangerang dalan beberapa minggu terakhir. Untuk itu diperlukan kerjasama semua pihak untuk menghadapi kemungkinan bencanan banjir termasuk masyarakat. “Terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakatnya sendiri juga faham,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemenpora dan Kemenpan Tidak Kompak

Jakarta, Aktual.co — Kebijakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) tentang pengangkatan pelatih pelatnas sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sepertinya hanya isapan jempol belaka.

Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi sendiri tidak bisa menjamin hal tersebut.

“Iya kami (Kemenpora) berharap seperti itu ke depan (pelatih pelatnas diangkat menjadi PNS),” ujar Imam kepada Aktual.co, di Gedung Kemenpora, Jakarta, Jumat (2/1).

Dikatakan mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, untuk bisa mengangkat pelatih pelatnas menjadi PNS, bukan perkara mudah.

Jika hal itu mau dilakukan, setiap pelatih harus bisa memenuhi syarat yang ditentukan oleh Kemenpan-RB.

“Iya kalau itu kembali ke aturan Menpan-RB sendiri. Saya maunya bukan hanya pelatih, tapi atlet juga bisa diangkat jadi PNS,” harapnya.

Untuk diketahui, beberapa syarat yang tertera di Peraturan Menteri (Permen) Nomor 40 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pelatih Olahraga antara lain adalah berijazah paling rendah Sarjana (S-1)/Diploma IV (D-IV) Bidang Kepelatihan Keolahragaan, telah mengikuti dan lulus pelatihan fungsional untuk pelatih olahraga, memiliki pengalaman dan pelaksanaan tugas di bidang pelatihan keolahragaan paling kurang lima tahun, serta usia paling tinggi 45 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Disdik Tangerang Setuju Ujian Nasional Diganti

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pendidikan Kota Tangerang tidak memasalahkan sikap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang akan untuk mengubah teknis dan konsep Ujian Nasional (UN) 2013. Di mana hasil UN tak lagi jadi tolok ukur kelulusan siswa. Melainkan hanya sebagai pemetaan pemerataan kualitas pendidikan nasional.  Meski tidak mempermasalahkan perubahan itu, Kepala Disdik Kota Tangerang, Ahmad Lutfi, berharap konsep UN dirubah pada manajemen yang berbasis sekolah.
Dia beralasan pihak sekolah lebih paham mengenai potensi dan nilai si siswa selama menempuh pendidikan. Sedangkan konsep UN hanya melihat hasil saat tes saja. “Sekolah yang menyelengarakan proses kegiatan belajar mengajar, sehingga lebih paham muridnya. Kalau ujian nasional dipotretnya seketika hanya pada hari itu saja, sehingga tidak mengcover nilai anak saat di sekolah,” jelas Lutfi, Jumat (2/1). Lutfi mengaku masih menunggu keputusan Kemendikbud terkait perubahan UN yang rencananya akan diganti jadi Evaluasi Nasional. “Masih menunggu, belum ada keputusan. yang pasti kita setuju, karena evaluasi itu lebih luas penilaiannya,” jelasnya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Bekasi Canangkan 2015 Sebagai Tahun Infrastruktur

Jakarta, Aktual.co —Di 2015, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencanangkan sebagai tahun infrastruktur. Yakni untuk mengintensifkan kegiatan pembangunan fisik.
Tahun ini, ditargetkan realisasi pembangunan tahap dua gedung 10 lantai Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi rampung.
Kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, pihaknya juga berencana merealisasikan program pengentasan titik banjir. Yakni dengan membuat saluran menuju Banjir Kanal Timur agar beban sungai di Kota Bekasi bisa terbagi.
“Kita akan realisasikan pengurangan titik banjir di beberapa daerah yaitu komplek Dosen IKIP, Pengasinan, dan Kecamatan Bekasi Barat,” ujar dia, di Bekasi, Jumat (2/1).
Untuk proyek saluran air, ujar dia, merupakan kerja sama Pemkot Bekasi dengan Pemerintah DKI Jakarta. Yakni untuk membuat sodetan yang berakhir di Banjir Kanal Timur.
Pihaknya juga akan membuat sejumlah akses jalan baru di beberapa titik. Mulai dari jalur sisi Kalimalang, jalur sisi Perjuangan, dan jalan sisi Underpass Bekasi Timur, dan Jalan Pangeran Jayakarta Kranji.
Untuk seluruh kegiatan itu, kata dia, masyarakat diminta memberikan dukungan dan juga pengertian bila ada penambahan titik macet selama proses pengerjaan berlangsung.
“Setiap pembangunan ada konsekuensi yang harus diterima, yaitu bertambahnya titik macet di sekitar lokasi proyek,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perbaiki Sekolah di 2015, Pemkot Bekasi Anggarkan 142 Miliar

Jakarta, Aktual.co —Perbaiki gedung sekolah rusak, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat anggarkan dana Rp142 miliar yang diambil dari APBD 2015. Dana sebesar itu digunakan untuk memperbaiki 128 gedung dari SD, SMP, dan SMA/SMK yang tersebar di Kota Bekasi.
Kepala Dinas Pembangunan dan Kebakaran Kota Bekasi Dadang Ginanjar mengatakan jumlah gedung yang akan diperbaiki meningkat dibanding 2014.
“Memang itu menjadi tugas Disbangkar yang membidangi persoalan infrastruktur sarana prasarana sekolah,” kata dia, di Bekasi, (2/1).
Dengan anggaran sebesar itu dia berharap seluruh sekolah yang belum sempat diperbaiki di 2014 bisa selesai di 2015.
“Maaf kalau proyek tahun 2014 tidak seluruhnya rampung, karena memang anggaran kita saat itu terbatas. Tapi mudah-mudahan tahun ini jumlah sekolah yang bisa diperbaik lebih banyak lagi,” katanya.
Selain keterbatasan anggaran, tidak maksimalnya perbaikan sekolah rusak pada 2014 juga dipicu kinerja kontraktor yang menyalahi kesepakatan kerja.
“Ada juga dua sekolah yakni SDN 14 Durenjaya, dan SMPN 22 Bekasi Barat, yang kita putus kontrak karena kontraktor yang tidak sesuai perencanaan,” katanya.
Dikatakan Dadang, perbaikan sekolah rusak pada 2015 merupakan bagian dari target pengentasan sekolah rusak pada 2018 mendatang.
“Pimpinan kami menargetkan paling lambat 2018 semua sekolah bisa diperbaiki gedungnya,” ujarnya.
Dia meminta kesabaran masyarakat untuk menanti proses pebaikan gedung sekolah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Masyarakat agar mengerti anggaran kita terbatas. Jadi jika ada sekolah yang belum diperbaiki, maka bukan berarti kita tidak peduli. Tahun ini kita kerjakan secara bertahap,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain