2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39894

Pemkot Bekasi Canangkan 2015 Sebagai Tahun Infrastruktur

Jakarta, Aktual.co —Di 2015, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencanangkan sebagai tahun infrastruktur. Yakni untuk mengintensifkan kegiatan pembangunan fisik.
Tahun ini, ditargetkan realisasi pembangunan tahap dua gedung 10 lantai Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi rampung.
Kata Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu, pihaknya juga berencana merealisasikan program pengentasan titik banjir. Yakni dengan membuat saluran menuju Banjir Kanal Timur agar beban sungai di Kota Bekasi bisa terbagi.
“Kita akan realisasikan pengurangan titik banjir di beberapa daerah yaitu komplek Dosen IKIP, Pengasinan, dan Kecamatan Bekasi Barat,” ujar dia, di Bekasi, Jumat (2/1).
Untuk proyek saluran air, ujar dia, merupakan kerja sama Pemkot Bekasi dengan Pemerintah DKI Jakarta. Yakni untuk membuat sodetan yang berakhir di Banjir Kanal Timur.
Pihaknya juga akan membuat sejumlah akses jalan baru di beberapa titik. Mulai dari jalur sisi Kalimalang, jalur sisi Perjuangan, dan jalan sisi Underpass Bekasi Timur, dan Jalan Pangeran Jayakarta Kranji.
Untuk seluruh kegiatan itu, kata dia, masyarakat diminta memberikan dukungan dan juga pengertian bila ada penambahan titik macet selama proses pengerjaan berlangsung.
“Setiap pembangunan ada konsekuensi yang harus diterima, yaitu bertambahnya titik macet di sekitar lokasi proyek,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perbaiki Sekolah di 2015, Pemkot Bekasi Anggarkan 142 Miliar

Jakarta, Aktual.co —Perbaiki gedung sekolah rusak, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat anggarkan dana Rp142 miliar yang diambil dari APBD 2015. Dana sebesar itu digunakan untuk memperbaiki 128 gedung dari SD, SMP, dan SMA/SMK yang tersebar di Kota Bekasi.
Kepala Dinas Pembangunan dan Kebakaran Kota Bekasi Dadang Ginanjar mengatakan jumlah gedung yang akan diperbaiki meningkat dibanding 2014.
“Memang itu menjadi tugas Disbangkar yang membidangi persoalan infrastruktur sarana prasarana sekolah,” kata dia, di Bekasi, (2/1).
Dengan anggaran sebesar itu dia berharap seluruh sekolah yang belum sempat diperbaiki di 2014 bisa selesai di 2015.
“Maaf kalau proyek tahun 2014 tidak seluruhnya rampung, karena memang anggaran kita saat itu terbatas. Tapi mudah-mudahan tahun ini jumlah sekolah yang bisa diperbaik lebih banyak lagi,” katanya.
Selain keterbatasan anggaran, tidak maksimalnya perbaikan sekolah rusak pada 2014 juga dipicu kinerja kontraktor yang menyalahi kesepakatan kerja.
“Ada juga dua sekolah yakni SDN 14 Durenjaya, dan SMPN 22 Bekasi Barat, yang kita putus kontrak karena kontraktor yang tidak sesuai perencanaan,” katanya.
Dikatakan Dadang, perbaikan sekolah rusak pada 2015 merupakan bagian dari target pengentasan sekolah rusak pada 2018 mendatang.
“Pimpinan kami menargetkan paling lambat 2018 semua sekolah bisa diperbaiki gedungnya,” ujarnya.
Dia meminta kesabaran masyarakat untuk menanti proses pebaikan gedung sekolah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Masyarakat agar mengerti anggaran kita terbatas. Jadi jika ada sekolah yang belum diperbaiki, maka bukan berarti kita tidak peduli. Tahun ini kita kerjakan secara bertahap,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sampai Minggu, Tiket Semua Jurusan di Stasiun Yogya Ludes Terjual

Jakarta, Aktual.co —Semua tiket keberangkatan kereta api dari Yogyakarta hingga Minggu (4/1) untuk semua tujuan sudah ludes terjual. 
“Berdasarkan data pada pukul 11.00 WIB hari ini, diketahui bahwa hingga akhir pekan nanti okupansi rata-rata untuk seluruh keberangkatan kereta api mencapai 100 persen,” kata Manager Corporate Communication PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Bambang Setiyo Prayitno di Yogyakarta, Jumat (2/1).
Dijelaskan dia, hingga hari ke-13 pelaksanaan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2015 pada Kamis (1/1), PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta telah mengangkut sebanyak 340.013 penumpang.
Jumlah penumpang tersebut naik 16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebanyak 292.235 penumpang.
Sementara itu, sisa tempat duduk untuk keberangkatan mulai Senin (5/1) masih cukup banyak. Mencapai lebih dari 100 tempat duduk.
Sisa tempat untuk untuk KA Sancaka Sore tujuan Surabaya tersedia 92 tempat duduk, Sancaka Pagi relasi Surabaya 168 tempat duduk, Loraya Malam tujuan Bandung tersedia 267 tempat duduk, Lodaya Tambahan Pagi 154 tempat duduk, dan Lodaya Tambahan Malam 282 tempat duduk.
Sedangkan untuk KA Malioboro Ekspres tujuan Malang tersedia 308 tempat duduk, Sri Tanjung relasi Banyuwangi tersedia 152 tempat duduk.

Artikel ini ditulis oleh:

Budiarto Shambazy dan Ricky Yakobi Miliki Kepentingan di Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Anggota Executive Committee (Exco) PSSI, Toni Aprilani, menilai beberapa anggota Tim Sembilan yang dibentuk oleh Kemenpora, tidak netral. Pasalnya, kata Toni Aprilani, orang tersebut memiliki kepentingan dengan menunggangi Tim Sembilan.

Diungkapkan Toni Aprilani, anggota yang tidak netral itu adalah, wartawan senior Budiarto Shambazy dan mantan pemain timnas Indonesia, Ricky Yakobi.

Budiarto Shambazy dan Ricky Yakobi, tegas Toni Aprilani, memiliki kedekatan dengan pemilik Liga Prima Indonesia (LPI) Arifin Panigoro, yang sempat menguasai kepengurusan PSSI usai Kongres Luar Biasa PSSI di Solo.

“Budiarto (Shambazy) memang wartawan senior, namun dulu sering memproyeksikan bahwa LPI adalah kompetisi terbaik di Indonesia. Demikian pula dengan Ricky Yakobi yang pro-LPI,” ujar Toni Aprilani usai meresmikan kantor PSSI di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (2/1).

Toni mensinyalir, penilaian dari kedua anggota Tim Sembilan itu terhadap PSSI, akan tidak objektif.

Seperti diketahui, Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan sembilan anggota Tim Sembilan, yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja PSSI.

Selain dua nama tersebut, adapula nama-nama dari lintas sektoral lainnya yang menghuni Tim Sembilan, seperti Imam B. Prasojo, Nur Hasan, mantan dubes Indonesia untuk Swiss Joko Susilo, mantan ketua PPATK Yunus Husein, mantan deputi pencegahan KPK Eko Tjiptadi, mantan Wakapolri Oegroseno, dan Deputi Bidang V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot Dewa Broto.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Bekasi Ingin ‘Car Free Night’ Digelar Tiap minggu

Jakarta, Aktual.co —Mendapat sambutan baik dari masyarakat, Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menjadikan program ‘Car Free Night’ jadi agenda rutin tiap pekan.
Yakni tiap Sabtu malam, mulai pukul 21.00 hingga 01.00 WIB di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
“Dari sejumlah masyarakat yang saya tanyakan, mereka antusias dengan acara ini,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, di Bekasi, Jumat (2/1).
Untuk konsepnya, akan mengadopsi program ‘Car Free Day’ yang rutin digelar tiap  Minggu pagi.
Hingga kini pihak Pemkot Bekasi masih membahas program tersebut secara matang dengan melibatkan instansi terkait.
“Apakah nantinya kita ganti Car Free Day jadi Car Free Night, atau kita gelar secara bergantian waktunya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

BPTSP DKI Janjikan Efesiensi dan Biaya Murah

Jakarta, Aktual.co — Resmi diluncurkan Jumat (2/1), Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) akan mengawali dengan memprioritaskan peralihan proses pelayanan perizinan dan non perizinan. Dari yang sebelumnya tersebar di berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD), menjadi layanan PTSP.
Kepala BPTSP Noor Syamsu Hidayat mengatakan sasaran penyelenggaraan PTSP adalah mewujudkan pelayanan publik.
“Baik perizinan maupun non perizinan, yang murah, cepat, terjangkau, pasti, dan efisien,” ujarnya, di Jakarta, Jumat (2/1).
BPTSP selanjutnya akan menyelenggarakan layanan terpadu di 318 lokasi pelayanan. Yaitu di BPTSP Provinsi, enam kantor PTSP kota/kabupaten, 44 kecamatan, dan 267 kelurahan. Sehingga BPTSP dapat secara bertahap menyelenggarakan seluruh pelayanan perizinan dan nonperizinan.
“Yang secara keseluruhan mencapai 518 jenis,” ujar Noor.
Beberapa urusan perizinan itu, di antaranya perizinan pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan, penataan ruang, perhubungan, lingkungan hidup, pertanahan yang menjadi kewenangan daerah, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat peluncuran BPTSP mengatakan prosedur perizinan tidak boleh berbelit-belit lagi. Dan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
“Waktu pelayanan dan biaya atau tarif harus jelas bagi masyarakat,” kata Ahok.
Pelayanan yang baik, ujar dia, harus disertai rasa keadilan dari seluruh personel BPTSP. Karena merupakan tulang punggung pelayanan publik sebagai tolak ukur keberhasilan pemerintah.
“Aparat tidak boleh menerima imbalan dalam bentuk apa pun serta harus selalu bersikap transparan dalam proses dan prosedur pelayanan,” ujar Basuki.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain