13 April 2026
Beranda blog Halaman 39956

Demokrat Sarankan BG Tempuh Praperadilan dan MK

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman menyarankan Komjen Pol Budi Gunawan menempuh langkah praperadilan jika tak terima atas penetapan tersangka dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus rekening gendut.
“Kalau tak merasa bersalah silahkan bawa ke praperadilan,” ujar Benny, dalam sebuah acara diskusi disalah satu televisi nasional, Selasa (13/1).
Politisi partai Demokrat itu pun, mempersilahkan Kalemdikpol tersebut menempuh jalur konstitusi.
“Ke Mahkamah konstitusi. Kan ada constitutional complaint,” kata Benny.
KPK menyangkakan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Budi (56 tahun) saat ini menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan Polri Akademi Kepolisian. Ia sebelumnya pernah menjadi ajudan Megawati Soekarnoputri saat menjadi wakil presiden (1999-2004) dan ajudan Megawati saat menjabat pada 2001-2004.
Karir Budi pada 2004-2006 adalah menjadi Kepala Biro Pembinaan Karyawan Polri, selanjutnya Kepala Sekolan Lanjutan Perwira Lembaga Pendidikan dan Latihan 2006-2008, kemudian Kapolda Jambi (2008-2009), Kepala Divisi Pembinaan Hukum (2009-2010), kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri pada 2010-2012, hingga Kapolda Bali (2012)

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perlengkapan Rumah Tangga di Rumah BG Pecah

Jakarta, Aktual.co — Vas bunga yang ada di ruang tamu rumah Komisaris Jenderal Budi Gunawan di Jalan Duren Tiga Barat VI Nomor 21, Jakarta Selatan, pecah. Vas bunga kaca setinggi setengah meter itu pecah, pada saat rumah Budi dikunjungo anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Selasa 13 Januari 2015.

Vas berisi bunga plastik aneka warna itu remuk pada pukul 16.30 WIB, saat rombongan Komisi III DPR yang dipimpin Aziz Syamsuddin tiba di rumah Budi. Puluhan pewarta pun memaksa masuk ke dalam rumah untuk mengabadikan momen itu. Polisi yang menjaga rumah Budi berusaha menghalau para jurnalis, namun mereka kalah jumlah.
Para jurnalis pun masuk ke ruang tamu dan berdesak-desakan dengan polisi. Salah satu dari mereka, entah siapa, menyenggol vas bunga yang berdiri di dekat meja. Benda itu pun jatuh ke lantai dan pecah berhamburan. Polisi yang asalnya menghalau wartawan kini sibuk membersihkan serpihan kaca.

Para pewarta tetap memaksa masuk sampai di bagian dalam tempat pertemuan antara anggota DPR dengan Budi Gunawan. Di sini, wartawan diizinkan mengabadikan momen tersebut. Setelah itu, mereka diminta menunggu di luar rumah.

Meski sebagian besar wartawan ke luar, tapi ada yang tetap bertahan menyaksikan dialog antara Komisi Hukum dengan Budi Gunawan. DPR mendatangi kediaman Budi Gunawan sebelum melakukan uji kepatutan dan kelayakan sebagai calon Kepala Polri. Budi merupakan calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Sutarman yang diusulkan Presiden Joko Widodo, Jumat pekan lalu.

Terkait Pelarangan Motor, Aktor Haykal Kamil: Ini Nggak Adil!

Jakarta, Aktual.co — Sejak diberlakukannya pelarangan motor pada 17 Desember 2014 lalu untuk seputaran kawasan jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta, masih banyak menuai protes (pro dan kontra) serta keberatan dari warga Jakarta, khususnya pengguna kendaraan motor itu sendiri.

Beberapa artis seperti, Haykal Kamil, adik dari Zaskia Mecca, sangat keberatan dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang dikeluarkan oleh Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Saya lebih sering pake motor, paling males kalau pake mobil. Jadi jelas nggak setuju dengan pelarangan itu, kenapa? Menurut saya nggak adil aja kalau motor dijadikan alasan kemacetan Ibu Kota, mobil juga sama banyaknya kok, ” cetus Haykal kepada Aktual.co, di Epicentrum, Jakarta, Selasa (13/1).

Menurutnya, kebijakan Ahok sangat diskriminatif bagi pengguna motor. Namun demikian, Haykal berharap, keputusan Gubernur DKI bisa berguna untuk kepentingan seluruh warga Jakarta atau kemaslahtan umat, tidak hanya diperuntukkan untuk kaum menengah ke atas yang diuntungkan.

Artikel ini ditulis oleh:

IKD DPRD DKI Ajak Tinggalkan Kendaraan Pribadi

Jakarta, Aktual.co — Ikatan Keluarga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (IKD DPRD) DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat agar meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.
Rencananya, Ketua IKD DKI Jakarta Novie Prasetyo akan mengajak sebanyak 103 anggotanya untuk menggunakan transportasi umum sebagai bentuk kampanye penggunaan alat transportasi publik yang ada di ibukota.
“Karena kami juga merupakan bagian dari masyarakat, jadi kami harus ikut menikmati transportasi umum. Selain itu, kami juga harus menjadi contoh supaya lebih banyak warga yang menggunakan angkutan umum,” kata Novie di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (13/1).
Selain itu, istri Ketua DPRD DKI itu pun mengaku siap melibatkan para anggota Dharma Wanita DKI Jakarta dalam sejumlah kegiatan kemasyarakatan lain yang akan dilaksanakan selanjutnya.
“Ke depannya, kita berharap dapat mengajak serta Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, yaitu ibu Veronica Tan untuk menjalankan semua program yang bersifat sosialisasi, rohani, bantuan sosial dan lain-lain,” ujar Novie.
Dia menuturkan sejauh ini sudah ada sejumlah program sosial kemasyarakatan yang nantinya akan dilaksanakan dengan melibatkan ibu-ibu Dharma Wanita dan PKK.
“Yang jelas, sekarang kita berharap supaya kegiatan-kegiatan itu bisa dilaksanakan dalam waktu dekat. Karena melalui program sosial kemasyarakatan, kita ingin menjadi bagian masyarakat yang aktif,” tutur Novie.
Sementara itu, hari ini untuk pertama kalinya IKD DPRD DKI menggelar kegiatan rohani dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung DPRD DKI Jakarta.
“Maulid Nabi Muhammad SAW memang merupakan acara kerohanian pertama yang digelar IKD. Namun untuk selanjutnya, kegiatan kerohanian IKD tidak hanya diperuntukkan bagi kaum muslim saja. Acara serupa pun sudah kami siapkan untuk yang non muslim,” ungkap Ketua Bidang Kerohanian IKD DPRD DKI Muzdalifah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Suding: KPK tengah Berpolitisasi

 Jakarta, Aktual.co —Anggota Komisi III DPR, Syarifuddin Suding mengungkapkan, Komjen pol Budi Gunawan terlihat tegar dengan statusnya yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka KPK. Hal itu disampaikan Suding usai melakukan pertemuan yang dilakukan Komisi III DPR RI ke kediaman Budi Gunawan, di Duren Tiga Barat, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

“Dia (Budi Gunawan) tegar menghadapi katakanlah penetapan tersangka sadar saya, kita dia justru ada rasa keprihatinan dan mempertanyakan kenapa baru sekarang, pada dicalonkan kapolri, persoalan sudah lama, dia saya kira anggapan terlepas dari politisasi, dalam konteks, dia tegar,” ungkap Suding. Ia pun sependapat dengan pernyataan yang dilontarkan Budi Gunawan dalam konfrensi persnya tadi sore, terkait kasus yang menjeratnya itu.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan ikhwal pernyataan Ketua KPK Abraham Samad tentang penetapan jenderal bintang tiga itu, sebelumnya sudah mendapat tanda merah dari KPK. Saat itu, lembaga antikorupsi tersebut sedang melakukan penelusuran rekam jejak terhadap sejumlah pihak yang dicalonkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri.

Politisi Hanura mengatakan, jika itu salah satu bukti institusi pimpinan Abraham itu sedang berpolitisasi. “Jangan sampai intitusi dipolitisasi sedemikian rupa, rekening gendut bukan cuma Budi Gunawan, ada red notice masalah calon kabinet, kenapa cuma budi saja,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Satpol PP DKI Patroli Tindakan Buang Sampah ke Kali

Jakarta, Aktual.co — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi DKI Jakarta mengisyaratkan akan memantau sungai dari tindakan membuang sampah secara sengaja yang diduga jadi penyebab terhambatnya aliran air sehingga mengakibatkan banjir di Ibu Kota.

“Memang ada rencana kami untuk melakukan patroli di sepanjang sungai untuk mencegah tindakan membuang sampah ke sungai yang dapat mengakibatkan banjir,” kata Wakil Kepala Satpol PP DKI Jakarta Jupan Royter Tampubolon di Jakarta, Selasa (13/1).

Jupan mengatakan pengawasan pembuangan sampah ke sungai memang menjadi wilayah kerja Satpol PP, namun sampai saat ini penanganannya belum maksimal.

Wacana ini juga terkait dengan prakiraan musim hujan yang diprediksi akan mulai masuk puncaknya saat pertengahan Bulan Januari hingga awal Februari 2015.

Ditemui di tempat yang sama Kepala Bidang Operasi dan Penegakan Hukum Satpol PP DKI Jakarta Tiangsa Surbakti mengatakan untuk sementara ini kegiatan pengawasan sungai baru dilakukan di wilayah Kota Jakarta Selatan.

“Untuk saat ini patroli sungai baru dilakukan di wilayah Jakarta Selatan bekerja sama dengan Suku Dinas Kebersihan Jakarta Selatan,” kata Surbakti.

Surbakti menambahkan kegiatan patroli dengan sepeda motor di Jakarta Selatan tersebut telah membuahkan hasil dengan tertangkapnya beberapa orang yang sengaja membuang sampah ke sungai oleh petugas berpakaian “preman” dan sekarang dalam proses untuk disidangkan.

Lebih lanjut, Surbakti menambahkan keberhasilan kegiatan patroli di Jakarta Selatan tersebut direncanakan akan ditularkan ke wilayah lainnya di Ibu Kota, namun ketika ditanya kapan wacana tersebut akan direalisasikan baik Jupan maupun Surbakti belum bisa memberikan waktu pastinya.

“Kami harap secepatnya,” ujar Surbakti.

Sementara itu dari kesiapan menghadapi bencana banjir yang kerap kali melanda Ibu Kota Satpol PP mengaku telah siap dengan pengadaan posko tanggap bencana, dapur umum dan peta wilayah rawan banjir.

“Secara umum kami telah siap dengan sarana dan prasarana bekerjasama dengan Dinas PU dan BPBD,” ujar Surbakti.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain