17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39957

Pencarian Pendaki Hilang, Tim Temukan Bau Bangkai Dan Lalat

Medan, Aktual.co — Proses pencarian terhadap Setiawan Maulana (22) pendaki yang hilang di Gunung Kerinci, menunjukkan tanda-tanda baru.
Kordinator Desk disaster WALHI Regional Sumatera Mukri Priatna, yang terlibat memimpin pencarian menyebutkan tanda-tanda itu ditemukan di wilayah batu gantung, dekat Tugu yuda.
“Jadi ini baru tanda. satu dia bau, kedua lalat bangkai, didekat batu gantung, tugu Yuda 1,5 jam dari puncak. Cuma kecuraman diperkirakan 200 meter, padahal Walhi hanya punya tali 70 meter,” kata Mukri kepada Aktual.co, Jumat (2/1).
Mukri menuturkan, selain karena memasuki tenggat darurat tujuh hari yang ditetapkan, pencarian sementara dihentikan karena badai dan cuaca buruk. “Tergantung apakah pemerintah setempat memperpanjang pencarian,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Setiawan Maulana melakukan pendakian bersama 16 rekannya sejak 25 Desember 2012. Setiawan diketahui hilang pada Sabtu (27/12) pukul 22.00 wib, saat turun dari puncak Kerinci.

Artikel ini ditulis oleh:

Survei BPS: Tingkat Pendidikan Berpengaruh ke Sikap Anti Korupsi

Jakarta, Aktual.co —Badan Pusat Statistik mencatat di 2014, perilaku anti korupsi dari kalangan laki-laki sedikit lebih tinggi, yaitu 3,64, dibanding perempuan yang mencapai 3,59.
Hasil survei juga menunjukan perilaku anti korupsi masyarakat perkotaan juga lebih tinggi di angka 3,71 dibanding masyarakat pedesaan yang mencapai 3,51.
“Semakin tinggi pendidikan, maka semakin anti korupsi. Yang terlihat dari indeks masyarakat berpendidikan SLTP ke bawah sebesar 3,52. SLTA sebesar 3,85. Dan di atas SLTA sebesar 4,01,” ujar Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Jumat (2/1).
Apabila nilainya mendekati lima, menunjukkan masyarakat berperilaku semakin anti korupsi. Sebaliknya bila nilai indeks mendekati nol berarti masyarakat semakin permisif terhadap korupsi.
Indeks ini didapat BPS dari dari survei perilaku anti korupsi yang dilakukan di 33 provinsi, 170 kabupaten kota dengan sampel 10.000 rumah tangga, serta pengumpulan data yang mencakup pendapat terhadap kebiasaan masyarakat dan pengalaman berhubungan dengan layanan publik.
Survei dilakukan berdasarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, dan analisis mengenai perilaku anti korupsi dalam survei ini hanya untuk representasi level nasional.
Berbagai contoh pertanyaan yang diajukan terkait pengalaman masyarakat membayar uang lebih untuk mempercepat pengurusan layanan publik, pengalaman diminta uang lebih oleh petugas dalam urusan layanan publik dan pengalaman ditawari bantuan untuk diterima menjadi PNS/swasta.
Indeks disusun berdasarkan tiga sumber keterangan utama yakni pendapat terhadap akar kebiasaan perilaku korupsi di masyarakat, pengalaman praktek korupsi terkait pelayanan publik tertentu serta pengalaman praktek korupsi lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perwira Polda Metro Tertangkap Basah Selingkuhi Isteri Polisi

Jakarta, Aktual.co —Seorang perwira di jajaran Polda Metro Jaya, Iptu MP, tertangkap basah saat sedang berselingkuh dengan EM, isteri sesama anggota polisi, di hotel di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat.
Iptu MP diketahui merupakan Perwira Biro Sarana dan Prasarana Polda Metro Jaya. Sedangkan EM, merupakan isteri dari Ipda SH.
Wakasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Slamet membenarkan kabar itu. Laporan mengenai kejadian itu diterima Kamis 1 Januari kemarin. 
Kepada wartawan, Jumat (2/1), Slamet menuturkan kasus berawal saat suami dari EM, yakni Ipda SH mencium adanya perselingkuhan antara isterinya dengan anggota polisi. Namun belum bisa membuktikan.
Sampai saat malam tahun baru Kamis (1/1), si isteri ternyata belum juga pulang. SH kemudian melacak keberadaan isterinya. Diketahui si isteri ternyata tengah berada di Hotel Mega Anggrek, Slipi.
Ditemani dua orang keponakannya yang merupakan anggota Polres Jakarta Barat, SH mendatangi hotel tersebut. Saat mendapati kamar yang dicurigai, SH kaget bukan kepalang. Mendapati isterinya tengah berduaan dengan MP di ranjang.
Oleh SH, keduanya pun langsung digiring ke Polres Jakarta Barat.
Slamet mengatakan, baik MP maupun EM terancam dikenakan Pasal 284 KUHPidana tentang perzinahan. “Dengan ancaman hukuman 9 bulan penjara.”
Namun untuk Iptu MP akan lebih berat menerima hukuman. Karena masih aktif berdinas di kepolisian. Kasusnya juga akan ditangani Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya. 

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Jadikan Tim Sembilan “Senjata” Evaluasi Olahraga Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Pembentukan Tim Sembilan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), ternyata bukan hanya melakukan pengawasan terhadap PSSI saja. Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), juga masuk ke daftar lembaga yang bakal dievaluasi.

Dikatakan Menpora, Imam Nahrawi, rencana evaluasi tersebut dilakukan karena, pihaknya ingin Satlak Prima bisa memberikan hasil maksimal terhadap prestasi olahraga nasional.

“Tim Sembilan akan evaluasi Satlak Prima. Termasuk melihat masalah pendanaan,” ungkap Menpora di kantornya, Jakarta, Jumat (2/1).

Selain itu, Menpora menegaskan bahwa, nantinya bukan hanya PSSI atau Satlak Prima yang bakal dibidik oleh Tim Sembilan. “Tim Sembilan tidak hanya fokus ke PSSI. Tapi, juga ke instansi lainnya,” ujarnya.

Meski begitu, jika dilihat dari anggota tim tersebut, peluang untuk mengevaluasi instansi olahraga lainnya sangat kecil. Karena hanya dua anggota yang dianggap mengerti olahraga. Itupun hanya satu cabang olahraga yakni sepakbola.

Seperti diketahui, anggota Tim Sembilan berasal dari berbagai lintas profesi. Dua anggota  yang dirasa mengerti olahraga ialah Budiarto Shambazy (pengamat sepakbola, wartawan senior), dan Ricky Yakobi (mantan pemain sepakbola nasional).

Tim tersebut awalnya akan melakukan pengawasan terhadap kinerja PSSI, yang dianggap kurang memuaskan publik.

Artikel ini ditulis oleh:

Besok 12 Jenazah AirAsia Diterbangkan ke Surabaya

Jakarta, Aktual.co — Tim SAR gabungan kembali menemukan delapan jenazah penumpang Pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, Jumat (2/1). Delapan jenazah itu saat ini masih berada di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Tomo.

“Delapan jenazah masih berada di KRI Bung Tomo,” ujar Komandan Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letnan Kolonel Penerbang Johnson Simatupang di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1).

Sebelumnya, empat jenazah kembali diturunkan dari Helikopter Sea Hawk milik Amerika Serikat. Empat jenazah itu diangkut dari Kapal USS Sampson dan dibawa ke Pangkalan Bun. Keempat jenazah itu kini berada di RSUD Imanuddin untuk dilakukan identifikasi awal sebelum diterbangkan ke Surabaya.

‎Johnson mengatakan, rencananya delapan jenazah yang masih di KRI Bung Tomo itu, akan dibawa ke Pangkalan Bun dan dilanjutkan ke RSUD Imanuddin besok pagi (Sabtu, 3/1). Saat ini empat jenazah yang sudah lebih dulu di RSUD Imanuddin. Artinya sudah ada empat jenazah yang sudah dievakuasi dan delapan jenazah masih berada dilautan.

“Jadi 12 jenazah besok diterbangkan ke Surabaya. Preparenya besok jam 6 pagi,” tambah Johnson.

‎Memasuki hari ke-6 pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501 ini, total sudah 22 jenazah Pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan. Rinciannya, delapan sudah berada di Surabaya, 10 sudah diterbangkan ke Surabaya dari Pangkalan Bun, dan empat lagi masih berada di RSUD Imanuddin untuk identifikasi awal, serta delapan lagi masih di KRI Bung Tomo.

Artikel ini ditulis oleh:

Dua Warga Australia Ditemukan Selamat di Pulau Penebang

Jakarta, Aktual.co — Kepala Bidang Humas Kepolisian Kalimantan Barat, AKBP Nowo Winarti menyatakan, dua warga Australia yang sebelumnya dinyatakan hilang dari kapal motornya yang pecah di perairan Penambangan, Kabupaten Kayong Utara, sudah ditemukan dalam keadaan selamat.

“Kedua suami istri warga Australia itu ditemukan di Pulau Maya dalam keadaan selamat. Kini mereka berada di Pulau Penebang,” kata Nowo Winarti saat dihubungi, Jumat (2/1).

“Hingga kini kami belum mengetahui nama kedua warga Australia tersebut,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Basarnas Kalbar Selamet menyatakan pihaknya telah mengevakuasi kapal milik warga negara Australia yang terdampar di perairan Penambangan, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

“Untuk kapalnya sudah kami temukan, namun saat ini kami masih fokus pada proses evakuasi kedua warga negara Australia. Jika memang keduanya selamat maka kita akan mengetahui kemana sebenarnya tujuan mereka sehingga bisa berada di perairan Penebangan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari Basarnas Pusat untuk melakukan evakuasi dua warga negara Australia yang terdampar bersama kapalnya di perairan Kalbar.

Meski saat itu masih melakukan evakuasi penumpang dan bangkai pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Pangkalan Bun, tim Basarnas Pontianak melakukan evakuasi warga negara Australia serta kapal bernama Austratis II yang mengalami kecelakaan.

Mendapat perintah dari Basarnas Pusat, kata Selamet, pihaknya langsung bergerak ke titik koordinat kecelakaan yang dialami kapal Australia. “Saat ini sebagain tim kita sudah fokus di Kendawangan dan segera mungkin bergeser ke lokasi kecelakaan itu,” tuturnya.

Disinggung mengenai penyebab kecelakaan itu, Selamet menyatakan bahwa penyebabnya dikarenakan faktor cuaca yang begitu ekstrim saat ini.

Tak hanya itu, tinggi gelombang yang terjadi di perairan Penebangan itu mencapai tiga hingga empat meter. Selamet mengatakan berdasarkan informasi yang diberikan Basarnas Pusat, Kapal Austratis II milik warga Negara Australia itu saat ini dalam kondisi terbelah dua, karena dihantam gelombang yang begitu tinggi di perairan itu.

“Kebetulan kapal pribadi jadi jumlah penumpang yang ada di kapal itu hanya dua orang. Kedua penumpang itu merupakan warga negara Australia,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain