11 April 2026
Beranda blog Halaman 39962

BW: Kita Sudah Berusaha Buka Komunikasi ke Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku sudah sejak lama mencoba membuka komunikasi dengan Presiden Joko Widodo, untuk memberitahukan bahwa telah menetapkan Kalemdikpol Polri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka terkait kasus rekening gendut.
Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, di Kantornya, Jakarta, Selasa (13/1).
“KPK sudah berusaha buka komunikasi dan bertemu dengan presiden. Kita belum dikasih waktu proses ini sudah lama,” ujar Bambang Widjojanto.
Sebelumnya, BW sapaan akrabnya mengakui bahwa potensi penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka sudah sejak lama diketahui KPK. Namun, baru saat ini ‘diresmikan’ lantaran ia beralasan mendahulukan kasus lain yang lebih penting. (Baca:Baru Tetapkan BG Sebagai Tersangka, KPK Berkilah Urus Kasus Penting)
“Proses yang lama dan panjang dan ini tugas sejarah KPK untuk jelaskan dan tangani kasus-kasus yang sudah lama. Dengan proses ini kita bisa selesaikan kasus lain yang penting,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jakarta Kewalahan Mengelola Sampah

Seorang petugas kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumpulkan sampah-sampah yang berada di Kali Gersik, jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2015). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih kewalahan menangani sampah Ibu Kota. Manajemen pengangkutan dan pengolahan sampah belum terbangun dengan baik. Pada saat bersamaan, produksi sampah belum bisa ditekan sehingga sampah berserakan di ruang-ruang publik.. AKTUAL/MUNZIR

Bawa 22 KG Ganja, Mantan Anggota TNI Diringkus Polisi

Jakarta, Aktual.co — Anggota Kepolisian Daerah Bengkulu meringkus tersangka oknum mantan anggota TNI berinisial LP (36) pemilik narkoba bersama barang bukti 22 kilogram ganja.
Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron di Kota Bengkulu, Selasa (13/1) mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari pengembangan kasus yang diusut tim Dit Narkoba Polda Bengkulu.
Menurut dia, tersangka diduga merupakan jaringan pengedar ganja lintas provinsi, hal ini diperkuat dari jumlah barang bukti yang mencapai 22 kilogram, yang dijual Rp2,5 juta per kilogramnya.
Tersangka diringkus polisi sesaat setelah turun dari salah satu travel jurusan Linggau, Sumsel-Bengkulu, dan tidak ada perlawanan dari tersangka.
“Saat ini tim terus melakukan pengembangan kasus, semoga semua yang terlibat dengan tersangka dalam menjalankan praktik kejahatan narkoba ini bisa diungkap,” kata dia.
Sementara terkait dugaan tersangka LP (36) yang merupakan oknum mantan anggota TNI berpangkat Praka, Kapolda Bengkulu itu mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.
Saat ini tersangka bersama barang bukti berupa 22 kilogram narkoba golongan satu jenis ganja kering diamankan di tahanan Polda Bengkulu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan tersangka LP, ganja tersebut ia bawa dari Provinsi Aceh dan rencananya akan diedarkan di wilayah Provinsi Bengkulu.
“Ya dari Aceh dan rencananya mau saya edarkan di Bengkulu, ini baru kali pertama saya melakukan hal ini dan tertangkap,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

KPK Tetapkan Calon Kapolri Budi Gunawan sebagai Tersangka

Ketua KPK Abraham Samad (tengah) berdiri didampingi Wakil Ketua Bambang Widjojanto, saat akan memberikan keterangan terkait penetapan tersangka calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (13/1/2015). KPK meningkatkan status Budi Gunawan dari penyelidikan menjadi penyidikan karena telah menemukan dua alat bukti terkait dugaan transaksi mencurigakan ketika menduduki Kepala Biro Pembinaan Karir di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya. AKTUAL/MUNZIR

Ketersediaan Bahan Kebutuhan Pokok di NTT Masih Mencukupi

Kupang, Aktual.co — Ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih mencukupi untuk dua bulan ke depan. Data tersebut diperoleh para distributor yang ada di wilayah itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok kepada wartawan di Kupang, Selasa (13/1) mengatakan, dengan ketersediaan yang masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Khusus ketersediaan beras yang dikuasai Bulog Divisi Regional NTT tercatat 32.910 ton. Sedangkan untuk Kota Kupang 15.788 ton. Sementara beras yang siap didatangkan dari luar  daerah 17.122 ton,” katanya.

Dia menyebutkan, ketersediaan bahan kebutuhan pokok lainnya seperti gula psir 529 ton, minyak goreng 584 ton, telur ayam 180 ton,terigu 534 ton.

Sementara itu, ujarnya, ketersediaan bahan bakar minyak yang dikuasai Pertamina Cabang Kupang tercatat, minyak tanah untuk seluruh wilayah NTT 4.031 kilo liter sedangkan khusus Kota Kupang 1.323 kilo liter.

“Kemudian ketersediaan premium untuk seluruh wilayah NTT 3.975 kilo liter, khusus Kota Kupang 7.694 kilo liter. Sedangkan solar untuk seluruh wilayah kepulauan itu sebanyak 17.063 kilo liter dan khusus Kota Kupang 8.203 kilo liter,” paparnya.

Menjawab wartawan terkait harga bahan kebutuhan pokok tersebut, dia mengatakan, dari 17 jenis kebutuhan pokok masyarakat, pihaknya secara terus-menerus melakukan pemantauan di semua pasar tradisonal di daerah itu.

Pemantauan harga ini, katanya sangat penting untuk mengetahui perkembangan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan perubahan harga yang sesewaktu dapat berubah.

“Faktor – faktor yang mempengaruhi kenaikan harga barang adalah ketersediaan yang kurang dan hasil panen yang tidak maksimal. Meski demikian, daya beli masyarakat tetap stabil,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Baru Tetapkan BG Sebagai Tersangka, KPK Berkilah Urus Kasus Penting

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Kalemdikpol Polri Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka terkait kasus rekening gendut.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, penetapan tersebut bersumber dari laporan masyarakat pada pertengahan Juni 2010 lalu yang menyatakan adanya transaksi mencurigakan atas nama Irjen Budi Gunawan.
“KPK tidak pernah dapat surat dari PPATK, mengenai LHA 2010 dan dikirim ke Kepolisian. Dari situ ada surat bareskrim juni 2010. Hasil penyelidikan transaksi mencurigakan atas nama Irjen BG saat itu begitu,” ujar Bambang di kantornya, Jakarta, Selasa (13/1).
Pada Juni hingga Agustus 2010, kata dia, KPK langsung melakukan kajian dan Pulbaket. Kemudian, sambungnya, pada tahun 2012 hasil kajian tersebut diperiksa kembali guna meninjau kebenaran laporan tersebut.
“Ekspose pertama di pimpinan Abraham Samad pada Juli 2013 memperkaya LHKPN Juli 2013. Dibuka lidik pertengahan tahun lalu. Hasil lidik itulah yang jadi dasar ekspose itu,” beber Bambang.
Pria yang akrab disapa BW ini mengaku mempunyai dokumen hasil pemeriksaan LHKPN yang menjadi dasar proses penyelidikan. “Diperkaya dan ditegasi penyelidikan tertutup dan penyelidikan strategic lainnya. Kami juga sudah membuat bagan,” ungkapnya.
“Proses yang lama dan panjang dan ini tugas sejarah KPK untuk jelaskan dan tangani kasus-kasus yang sudah lama. Dengan proses ini kita bisa selesaikan kasus lain yang penting,” demikian BW.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain