14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39995

Cari Badan Pesawat AirAsia, Kapal BPPT Gunakan ‘Eco Sounder’

Jakarta, Aktual.co —Bantu pencarian badan pesawat AirAsia QZ 8501, Kapal Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Baruna Jaya I didatangkan. 
Dalam konfrensi pers di Jakarta, Kamis (1/1), Direktur Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Mayjen TNI Tatang Zainuddin, mengatakan kapal canggih itu dilaporkan sudah mendekati lokasi dan akan melakukan pendeteksian sinyal pesawat AirAsia.
Kapal Baruna Jaya I mampu melakukan itu, lantaran memiliki peralatan multi “eco sounder” untuk melakukan operasi visual. Sehingga mampu memancarkan sinyal elektronik di dasar laut.
Sinyal itu selanjutnya akan dikonversi menjadi gambar bawah laut. Selain itu, kapal itu juga dapat menangkap gambar di kedalaman laut hingga 2.500 meter.
Tatang mengharapkan pencarian pada hari ini bisa membuahkan hasil. “Mudah-mudahan cepat ditemukan badan pesawat,” harap dia.
Selain itu, Tatang mengatakan saat ii penyelam juga sudah disiapkan di Kapal Purworejo. “Akan langsung diterjunkan jika ada objek jenazah atau kepingan di daerah lokasi.”
Diketahui, Pesawat AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura jatuh di perairan Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Minggu pagi.
Saat ini sudah enam jenazah yang baru dievakuasi dari KRI Banda Aceh menuju Pangkalan Bun.

Artikel ini ditulis oleh:

DPRD DKI Bakal Dorong Pemprov DKI Revitalisasi Badan Air

Jakarta, Aktual.co —  Ketua Komisi C DPRD DKI, Jakarta Santoso mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan revitalisasi badan air di DKI Jakarta. 
“Jadi tidak lagi boleh ada perubahan status. Karena dengan adanya persediaan air dari badan air dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih,” ucapnya.
Santoso menambahkan selain siap mensukseskan melalui penganggaran, pihaknya akan melakukan pengawasan penerapan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2030 agar tidak menyimpang. 
“Peran serta masyarakat dalam mengawasi dan menjaga badan air yang sudah ada. Karena pengawasan dan kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam pelestarian badan air di DKI Jakarta,” paparnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

FKDM Sampaikan Persoalan, Prasetio Janjikan Jalan Keluar

Jakarta, Aktual.co —Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta menilai masih ada beberapa permasalahan di DKI Jakarta yang harus diperhatikan secara bersama oleh masyarakat, eksekutif dan legislatif.
Disampaikan Ketua FKDM, Manginar Rico Sinaga, permasalahan pertama yakni banjir yang tak kunjung teratasi. Dalam konteks ini, menurutnya, yang patut jadi fokus perhatian adalah peningkatan daya tahan masyarakat menghadapi banjir.
“Hal yang sama juga tentu dalam menghadapi kebakaran,” kata Riko, kepada Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi, di Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/12).
Kedua, adalah masalah kesehatan masyarakat yang mencakup kesehatan jasmani dan rohani. Pelayanan kesehatan warga Ibukota, menurutnya, perlu ditingkatkan. Mengingat tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, termasuk yang mengalami gangguan Jiwa.
Ketiga, adalah soal pemakaian dan peredaran narkotika dan obat terlarang yang kian meningkat peredaran dan penggunanya.  “Narkoba juga perlu diperhatikan serius, menurut BNN juga ini terus meningkat,” ujar dia.
Selain itu, Riko juga menyampaikan persoalan kemacetan di Jalan raya yang tak kunjung usai. Menurutnya perlu ada pemecahan masalah yang tidak diskriminatif dan menimbulkan masalah baru. “Belum lagi penyakit masyarakat, gangguan kelompok geng motor masih ada,” kata dia.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio mengakui persoalan banjir di Jakarta memang masih menjadi sorotan. Program-program untuk penanganannya juga sudah dilakukan Pemprov DKI. 
Dijelaskan dia, tanah Jakarta memang sudah patah-patah. Air di Jakarta sudah hancur dan posisi tanah Jakarta sudah berada di bawah air laut. Dia menegaskan sudah dijalankan program-program tersebut, yang perlu diperhatikan adalah di dalam pelaksanaannya agar tidak ada para ‘pencopet’ anggaran.
Dia mencontohkan, pernah ada pengadaan pompa air untuk penanganan banjir yang diklaim bermerek Zerman. Tapi ternyata bukan.
“Tapi ternyata merk Duco juga. Makanya saya bilang ngantemin Ahok (Gubernur) mah itu gak bisa, susah. Ahok masalahnya cuma satu, mulutnya,” papar pras.
Kedua persoalan penyakit masyarakat. Pras mengaku sudah berkordinasi dengan rekan-rekan dewan di Kebon Sirih sesuai tupoksinya di komisi. Seperti bicara kepada Haji Lulung dan M.Taufik untuk memperhatikan dunia malam.
Karena menurutnya karakter dunia malam itu berbeda-beda di tiap wilayah. Misal, di Jakarta selatan ada kelasnya. Tapi berbeda ketika di wilayah Jakarta Barat yang bisa buka dari pagi-sampai pagi lagi. Menurutnya itu sangat berbahaya.
“Makanya saya bilang tolong perhatikan dunia malam. Selatan sama Pusat beda karakter tamunya. Kalo di Barat, dari pagi ke pagi lagi. Ini bahaya bisa rusak. itu korbannya saya, saya korban narkoba juga dulu,” tutur Pras.
Terakhir, persoalan peredaran narkoba dan penggunannya. Pras sesumbar siap melawan jaringan mafia narkoba. Bahkan dia mengaku pernah menangkap bandar yang membawa enam kilo heroin.
“Saya lawan itu jaringan, saya pernah menangkap (bandar) enam kilo heroin,” ujarnya.
Dia pun mendukung hukuman mati untuk bandar narkoba. Seperti yang baru-baru ini diramaikan presiden Joko Widodo. Karena menurutnya kalau dibiarkan biasanya malah akan bermunculan rekening-rekening gendut dari sejumlah bandar narkoba kepada penegak hukum.
“Kalau di sidang-sidang aja ya, ATM jaksa yang bisa jadi wah. Kalau saya sih suntik mati aja pake baygon,” selorohnya.
Oleh karena itu kata Pras, FKDM fungsinya, harus sinergi dengan DPRD dan eksekutif. Bahkan Pras berjanji akan selalu membantu program-program yang dilaksanakan selama itu baik dan jelas untuk kepentingan masyarakat Jakarta.
“Mau apa bilang, mau bikin kantor, kesetarian apa,program apa kita bantu, asal jangan nanti dibuat kantor dipake buat pada ngisep sabu,” seloroh Pras. 
 

Artikel ini ditulis oleh:

200 Waduk, Situ dan Rawa di Jakarta, Diserobot Proyek Pembangunan

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 200 waduk, situ dan rawa di Jakarta yang seharusnya befungsi untuk menjadi tempat resapan air dan tempat parkir kini berubah fungsi karena diserobot proyek pembangunan. Waduk, situ dan rawa tersebut setidaknya menjadi salah satu tempat untuk menghadapi persoalan banjir di ibu kota.
Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Air, Ahmad Syafrudin mengatakan bahwa perubahan fungsi lahan dilakukan untuk kebutuhan komersial, industri dan pemukiman mewah.
“Sebenarnya penyelewengan terjadi mulai tahun 1992 dan puncaknya 1998,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/1).

Dikatakan Ahmad, beberapa lokasi waduk, situ dan rawa yang saat ini telah berubah fungsi yakni kawasan Industri Pulogadung, Pantai Indah Kapuk, Pacuan Kuda Pulomas dan kawasan Ancol. Sedangkan waduk yang kondisinya memprihatinkan karena penyerobotan di antaranya, Waduk Pluit dan Ria Rio. 
“Beruntung dua waduk terakhir itu kini menjadi prioritas Pemprov DKI dalam upaya penanggulangan banjir,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Hewan yang Berkeliaran di Sudan Selatan, Mampu Sebar Banyak Penyakit

Jakarta, Aktual.co —  Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Rabu (31/12) memperingatkan pemilik ternak telah melarikan diri dari konflik yang berkecamuk di Sudan Selatan, dan jutaan hewan telah kehilangan kandang, sehingga menimbulkan resiko penyebaran penyakit.

Karena semua hewan telah dipindahkan, penyakit seperti Demam Pantai Timur, penyakit kaki-dan-mulut dan trypanosomiasis yang juga dikenal dengan penyakit tidur- telah menghancurkan produksi ternak dan telah mengancam keamanan pangan serta kehidupan masyarakat padang rumput di seluruh negeri itu, kata badan PBB tersebut.

Menurut statistik dari badan PBB itu, sebanyak 95 persen warga Sudan Selatan tergantung atas pertanian, penangkapan ikan dan ternak untuk memenuhi kebutuhan pangan dan penghasilan mereka, kata Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Saat ini, petani di negeri tersebut telah mengurangi jumlah lahan yang mereka tanami sampai sebanyak 40 persen, dan harga kebutuhan pokok naik sampai lebih empat kali lipat di daerah yang paling parah dilanda konflik.

FAO menyatakan lembaga itu telah memusatkan perhatian untuk memperkuat dan menyebarkan sistem rantai pangan bagi vaksin ternak, memperluas jaringan kesehatan hewan yang berlandaskan masyarakat serta program vaksinasi, dan membantu mendirikan lagi laboratorium lokal bagi diagnosis penyakit ternak.

Selama satu tahun belakangan, program kemanusiaan di lembaga tersebut di Sudan Selatan menjangkau lebih dari 2,8 juta orang melalui gabungan produksi tanaman, perikanan dan campur tangan kesehatan hewan, termasuk vaksinasi lebih dari 1,6 juta ternak.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Tangkap 11 Pencopet Saat Malam Pergantian Tahun

Jakarta, Aktual.co —  Aparat Kepolisian Polda Metro Jaya yang berpatroli di kawasan Bundaran Hotel Indonesia Jakarta pada saat malam pergantian tahun 2015 menangkap 11 pencopet yang beraksi di kerumunan warga.

“Kasus copet di Bundaran HI pada pergantian tahun kali ini berkurang dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 30 kasus,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, Kamis (1/1)

Selain kasus kecopetan, Rikwanto mengatakan terdapat 12 laporan kehilangan warga yang didominasi anak-anak berusia tujuh tahun hingga 12 tahun.

“Tapi sudah ketemu dengan anggota keluarga mereka,” katanya.

Rikwanto menjelaskan penurunan kasus kecopetan maupun kasus kehilangan di Bundaran HI dipengaruhi pemasangan batas pagar besi oleh Polda Metro Jaya yang mengelilingi kolam Bundaran HI dan lampu sorot yang menerangi kerumunan warga.

“Dengan batas pagar besi seperti terdapat dalam konser musik itu, kami dapat segera menangkap copet ataupun menemukan anggota keluarga yang hilang,” katanya.

Rikwanto mengatakan sebanyak 4.916 personil polisi dari Polda Metro Jaya bertugas di sepanjang jalan Sudirman dan M.H. Thamrin Jakarta Pusat untuk mengamankan penyelenggaraan Jakarta Night Festival (JNF) 2015 yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Operasi Lilin oleh Polda Metro Jaya sejak Natal 2014 hingga Tahun Baru 2015 sampai saat ini aman dan lancar serta tidak ada kasus-kasus menonjol kecuali seperti copet di Bundaran HI ini,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain