2 April 2026
Beranda blog Halaman 4

Indonesia Kecam UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina yang Disahkan Parlemen Israel

Israel loloskan UU Hukuman Mati kepada warga Palestina. Aktual/Anadolu

Jakarta, aktual.com – Pemerintah Indonesia mengecam keras persetujuan parlemen Knesset atas undang-undang yang memberlakukan hukuman mati bagi tahanan Palestina. Kebijakan tersebut dinilai tidak dapat diterima serta mencederai rasa keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Kementerian Luar Negeri RI (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia) dalam pernyataan yang dirilis melalui akun X pada Rabu (1/4) menegaskan bahwa Indonesia memandang undang-undang tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Pemerintah Republik Indonesia mengecam keras persetujuan Knesset Israel atas undang-undang yang memberlakukan hukuman mati terhadap tahanan Palestina. Kebijakan tersebut tidak dapat diterima dan mencederai rasa keadilan serta nilai-nilai kemanusiaan universal,” demikian pernyataan Kemlu RI.

Indonesia juga menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan hukum hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa Keempat serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak untuk hidup dan hak atas peradilan yang adil.

“Undang-undang tersebut adalah pelanggaran serius terhadap hukum hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat, serta Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik yang menjamin hak untuk hidup dan hak atas peradilan yang adil,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera mencabut undang-undang tersebut dan menghentikan seluruh tindakan yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional. Indonesia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk para tahanan.

“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera mencabut undang-undang tersebut dan menghentikan seluruh tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional, serta menjamin perlindungan terhadap hak-hak dasar rakyat Palestina, termasuk para tahanan,” tulis Kemlu.

Selain itu, Indonesia menyerukan komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina.

“Indonesia juga menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengambil langkah tegas guna memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi rakyat Palestina. Indonesia menegaskan kembali dukungan penuh terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” demikian pernyataan tersebut.

Sebelumnya, parlemen Israel menyetujui penerapan hukuman mati dengan cara digantung bagi warga Palestina yang terbukti melakukan aksi terorisme mematikan. Undang-undang yang didorong oleh koalisi sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu itu disahkan melalui pemungutan suara 62 setuju berbanding 48 menolak, dengan satu abstain pada Senin (30/3).

Pendukung kebijakan tersebut mengklaim aturan baru itu dapat mencegah serangan seperti yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023 serta memutus praktik pertukaran sandera dengan tahanan Palestina. Namun kelompok hak asasi manusia dan pihak Palestina mengecam kebijakan tersebut sebagai diskriminatif dan bertentangan dengan hukum internasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Dibiayai Rp 7,2 T, KKP Ajak Swasta Garap Tambak Udang Terintegrasi di NTT

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membuka peluang investasi swasta dalam pembangunan tambak udang terintegrasi senilai Rp 7,2 triliun di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proyek ini dirancang di atas lahan berpotensi hingga 2.150 hektare dengan sistem terintegrasi skala besar.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Tb Haeru Rahayu, menyatakan keterlibatan sektor swasta menjadi kunci dalam mendukung rantai usaha tambak dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengembangkan kawasan ini secara optimal tanpa dukungan investor.

“Kami mengajak sektor swasta untuk bisa mengisi sektor hulu maupun hilir. Contoh di hulu ada kebutuhan bibit udang dan pakan, sementara di hilir ada pengolahan hingga cold storage,” ujar Haeru dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan pemerintah pusat melalui KKP bertanggung jawab pada pembangunan infrastruktur utama, mulai dari sistem intake hingga instalasi pengolahan limbah. Pemerintah daerah akan memastikan kesiapan lahan serta pelibatan tenaga kerja lokal.

Proyek ini juga disiapkan untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar di berbagai tahapan kegiatan, mulai dari konstruksi, operasional tambak, hingga aktivitas pendukung kawasan industri perikanan.

Dari sisi pendanaan, proyek ini didukung investasi senilai Rp 7,2 triliun, sebagian berasal dari pinjaman luar negeri, dilengkapi dengan anggaran pendamping pemerintah.

“Pendanaannya cukup besar, mencapai Rp 7,2 triliun, termasuk kebutuhan manajemen konstruksi dan pembangunan fisik utama sekitar Rp 7,1 triliun,” kata Haeru.

KKP juga menyiapkan kemudahan investasi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, mencakup kesiapan pelabuhan, kelancaran distribusi logistik, dan pasokan energi melalui kerja sama dengan BUMN.

Kawasan tambak ini ditargetkan mampu memproduksi hingga 52.000 ton udang per tahun dengan standar budidaya terbaik. Produksi akan memenuhi pasar ekspor seperti Amerika Serikat dan China, sekaligus kebutuhan domestik.

Pemerintah menargetkan sebagian kawasan mulai beroperasi dalam waktu dekat, dengan pembangunan rampung dalam dua tahun. Proyek ini diharapkan menjadi model budidaya udang terintegrasi yang berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Lestari Moerdijat: Mitigasi Potensi Krisis Energi yang Tepat Penting untuk Melindungi Masyarakat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com – Mitigasi potensi krisis energi yang tepat di tengah memburuknya kondisi ekonomi global sangat penting untuk dilakukan sebagai bagian upaya melindungi setiap warga negara.

“Upaya melindungi masyarakat dari ancaman dampak krisis energi global harus ditingkatkan dengan kebijakan yang tepat,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam sambutan tertulisnya pada diskusi daring bertema Tantangan Darurat Energi Global Pascakonflik AS-Israel dan Iran yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (1/4).

Diskusi yang dimoderatori Arimbi Heroepoetri, S.H., LL.M. (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Sugeng Suparwoto, Harris, S.T., M.T. (Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI/EBTKE ESDM RI), dan Fabby Tumiwa (CEO Institute for Essential Service Reform/IESR) sebagai narasumber.

Selain itu, hadir Dr. Yayan Satyakti (Pakar Energi dari Universitas Padjadjaran/Unpad) sebagai penanggap.

Lestari menekankan bahwa kebijakan yang realistis berdasarkan mitigasi yang tepat diperlukan untuk meminimalisasi kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak krisis energi yang terjadi.

“Krisis energi akan memberikan dampak berantai pada semua sektor. Pemerintah harus punya skema mitigasi tepat dan komunikasi yang jelas terkait kebijakan energi kepada publik,” tegas Rerie, sapaan akrab Lestari.

Dalam jangka panjang, Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu mendorong pemerintah untuk mempercepat program diversifikasi energi.

Menurutnya, ketergantungan pada energi fosil membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga energi global.

“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan impor energi. Diversifikasi energi adalah keniscayaan untuk mencapai kemandirian energi nasional,” ujar Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengungkapkan, sampai hari ini negara-negara Timur Tengah masih mendominasi produksi migas dunia, sekitar 800 miliar barel. Sehingga, tambah Sugeng, Timur Tengah disebut sebagai jantungnya minyak dan gas dunia.

Sementara itu, jelas Sugeng, produksi migas Indonesia 845 ribu barel per hari, sedangkan konsumsi BBM 1,6 juta barel per hari.

Sedangkan cadangan migas yang dimiliki Indonesia hanya 2,4 miliar barel. Sehingga, ujar Sugeng, posisi Indonesia saat ini sebagai net importir BBM.

Alokasi subsidi dan kompensasi migas dan listrik pada APBN 2026, ungkap Sugeng, tersedia Rp400 triliun.

Dengan kondisi saat ini, tegas Sugeng, setiap kenaikan harga minyak US$1 memerlukan tambahan subsidi Rp6,7 triliun.

Menurut Sugeng, perlu adanya peningkatan eksplorasi sumber-sumber minyak baru untuk memperkuat cadangan nasional migas dalam mengantisipasi dinamika politik dan ekonomi global.

Selain itu, Sugeng juga mengusulkan adanya petroleum fund (dana migas) agar Indonesia memiliki kemampuan untuk mengantisipasi gejolak harga migas dunia.

Dalam jangka panjang, tambah dia, jangan lupa mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan yang kita miliki.

Sekretaris Direktorat Jenderal EBTKE ESDM RI Harris mengungkapkan, saat ini pemerintah tengah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi gejolak harga migas dunia.

Sejumlah langkah tersebut, ujar Harris, antara lain berupa efisiensi melalui penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta, efisiensi kendaraan dinas, perjalanan dinas, serta peralihan motor bensin ke motor listrik.

Selain langkah efisiensi itu, tambah Harris, juga dikedepankan upaya percepatan transisi energi ke arah pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Pada 2025, ungkap Harris, penyediaan energi nasional 15,75% sudah memakai EBT. Pada tahun ini, tambah dia, target pemanfaatan EBT adalah 16%–20% energi nasional.

Dengan berbagai upaya tersebut, jelas Harris, secara bertahap konsumsi bahan bakar fosil dapat dikurangi.

CEO IESR Fabby Tumiwa berpendapat, yang terjadi saat ini adalah krisis energi fosil dunia.

Fabby menilai, Indonesia saat ini mampu menangani gangguan pasokan migas jangka pendek dampak gejolak di Timur Tengah.

Namun, ujar Fabby, kondisi Indonesia masih rentan terhadap guncangan harga minyak dan gangguan logistik yang berkepanjangan.

Menurut Fabby, redanya konflik di Timur Tengah tidak serta-merta menormalkan kondisi pasokan migas dunia.

Karena, jelas dia, kerusakan fasilitas produksi migas dampak perang di Timur Tengah memerlukan waktu panjang untuk memperbaikinya. Kondisi ini, tegas Fabby, harus diantisipasi.

Pakar Energi dari Unpad Yayan Satyakti berpendapat, membangun buffer stock BBM yang didukung dengan peningkatan kapasitas sumber pasokan BBM dari dalam negeri penting untuk diwujudkan.

Langkah ini, ujar Yayan, sangat baik untuk mendapatkan harga yang lebih efisien ketika terjadi gangguan pasokan BBM global.

Demikian juga, tambah Yayan, dengan upaya membentuk petroleum fund yang harus diwujudkan untuk mendukung riset dan pengembangan energi di tanah air.

Dari hasil penelitian tersebut, Yayan berharap berbagai langkah pengembangan di sektor energi nasional mampu mengantisipasi dinamika pemanfaatan energi di masa depan.

Wartawan senior Usman Kansong berpendapat, serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran berdampak pada potensi krisis energi berbahan dasar fosil yang berujung pada lahirnya langkah penghematan BBM.

Penghematan konsumsi energi fosil ini, menurut Usman, sejatinya sudah dilakukan pemerintah sebelum terjadinya perang di Timur Tengah.

Apakah itu, tambah Usman, dalam bentuk kebijakan B50, transisi ke EBT, atau pembangunan kilang-kilang minyak baru.

Dalam konteks penghematan, menurut Usman, diperlukan evaluasi terhadap harga BBM yang diberlakukan saat ini.

“Apakah harga BBM yang tidak naik saat ini justru memboroskan APBN kita atau justru membuat masyarakat tidak sedang dalam kondisi krisis energi?” ujar Usman.

Dalam konteks pemborosan, tambah dia, sejumlah hal harus diperhatikan.

“Apakah pembentukan Satgas Transisi Energi bukan merupakan pemborosan karena kita sudah punya Dewan Energi Nasional,” tegas Usman.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

Penghematan Energi Nasional, Menaker Imbau Karyawan Swasta Terapkan WFH Sehari Sepekan

Jakarta, Aktual.com – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengimbau perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD untuk menerapkan kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan sebagai bagian dari upaya penghematan energi nasional.

Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi pemanfaatan energi di lingkungan kerja.

“Para pimpinan perusahaan swasta, BUMN, dan BUMD diimbau untuk menerapkan work from home bagi pekerja atau buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini memperluas penerapan WFH yang sebelumnya diberlakukan bagi aparatur sipil negara (ASN) agar juga diikuti sektor non-pemerintah.

Yassierli menegaskan bahwa penerapan WFH harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing perusahaan. Pengaturan teknis, termasuk waktu pelaksanaan, diserahkan kepada kebijakan internal perusahaan.

Ia juga memastikan bahwa hak pekerja tetap terpenuhi selama pelaksanaan WFH. “Pelaksanaan WFH tidak mengurangi cuti tahunan. Pekerja atau buruh tetap menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan diminta menjaga kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat. Produktivitas pekerja diharapkan tetap optimal meskipun sebagian aktivitas dilakukan dari rumah.

Dalam implementasinya, pemerintah memberikan pengecualian bagi sektor yang membutuhkan kehadiran fisik, seperti kesehatan, energi, infrastruktur, ritel, industri, transportasi, jasa, dan keuangan.

Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan juga mendorong penerapan program optimasi energi di tempat kerja, termasuk penggunaan teknologi hemat energi, penguatan budaya hemat listrik, serta pengendalian konsumsi energi secara terukur.

Pelaksanaan kebijakan ini melibatkan pekerja dan serikat buruh agar berjalan efektif.

“Teknis pelaksanaan WFH diatur oleh masing-masing perusahaan,” tegas Yassierli.

(Nur Aida Nasution)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Delegasi Indonesia Minta PBB Bongkar Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI

Wakil Tetap Indonesia untuk PBB Duta Besar Umar Hadi. Aktual/Tangkapan layar webtv.un.org

Jakarta, aktual,com – Pemerintah Indonesia melalui Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Umar Hadi, mengecam keras insiden penyerangan di Lebanon yang menewaskan tiga prajurit TNI. Pernyataan itu disampaikan dalam sidang Darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai situasi di Lebanon, Selasa (31/3/2026).

Umar menegaskan tuntutan agar PBB melakukan penyelidikan langsung atas peristiwa tersebut dan tidak sekadar menerima penjelasan dari pihak lain. “Biar saya perjelas, kami menuntut penyelidikan langsung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan sekadar alasan-alasan dari Israel,” ujar Umar dalam sidang.

Menurut Umar, eskalasi kekerasan berakar dari serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon dan menargetkan wilayah-wilayah di sana. Dia menyebut serangan itu sebagai ancaman langsung terhadap perdamaian dunia dan berpotensi merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional. Keprihatinan bertambah karena korban termasuk personel pemelihara perdamaian Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Tiga tuntutan utama Dalam sidang, Wakil Tetap RI menyampaikan tiga tuntutan utama kepada PBB terkait gugurnya prajurit TNI:

  • Percepatan pemulangan jenazah tiga personel secara aman dan bermartabat.
  • Pemberian perawatan medis terbaik bagi lima prajurit yang terluka.
  • Jaminan dari semua pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk mematuhi hukum internasional dan menghentikan tindakan agresif yang membahayakan personel serta aset PBB.

Umar juga mendesak Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB untuk segera menerapkan langkah darurat guna memastikan perlindungan penuh bagi personel UNIFIL, termasuk peninjauan protokol keamanan dan rencana evakuasi bila situasi memburuk.

Kronologi singkat Total tiga prajurit dinyatakan gugur dalam eskalasi konflik bersenjata di Lebanon pada 29–30 Maret 2026. Rinciannya:

  • Praka Farizal Rhomadhon gugur pada Minggu (29/3/2026) saat bertugas di Lebanon Selatan. Insiden terjadi akibat tembakan artileri tidak langsung di sekitar posisi kontingen Indonesia dekat Adchit Al Qusayr.
  • Pada Senin (30/3/2026), dua prajurit lainnya—Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan—gugur setelah sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL.

Tindak lanjut pemerintah Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus mendorong mekanisme internasional untuk mengusut tuntas kejadian ini dan menuntut akuntabilitas guna mencegah terulangnya serangan terhadap personel perdamaian. Kementerian Luar Negeri dan TNI saat ini masih melakukan koordinasi terkait proses pemulangan jenazah serta penanganan korban luka.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Okt

KPK Geledah Rumah Anggota DPRD Jawa Barat Ono Surono Terkait Kasus OTT Bekasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono. ANTARA/HO-DPRD Jabar
Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono. ANTARA/HO-DPRD Jabar

Jakarta, Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah anggota DPRD Jawa Barat, Ono Surono, yang juga politikus PDIP dalam rangka pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait praktik suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Penggeledahan berlangsung pada Rabu (1/4/2026) di wilayah Kota Bandung.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan untuk mencari bukti tambahan guna memperkuat penyidikan yang tengah berjalan.

“Hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah saudara ONS yang merupakan anggota DPRD Jawa Barat,” ujar Budi.

Proses penggeledahan masih berlangsung, dan tim KPK berencana mengumumkan hasil barang bukti yang diamankan setelah kegiatan selesai.

Sebelumnya, Ono Surono telah diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penerimaan uang dari salah satu tersangka, SRJ. Penerimaan uang itu diduga terkait praktik suap proyek di Kabupaten Bekasi.

Perkara ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang mengungkap dugaan pemberian uang oleh SRJ kepada ADK. Penyidik menelusuri aliran dana tersebut ke sejumlah pihak, termasuk di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Budi menegaskan bahwa KPK menelusuri tidak hanya jumlah uang yang diduga diberikan, tetapi juga tujuan di balik pemberian tersebut. “Yang lebih penting substansinya, mengapa, untuk apa saudara SRJ ini memberikan sejumlah uang kepada ONS,” ujarnya.

Dalam penggeledahan, pihak terkait dari Ono Surono turut menyaksikan kegiatan untuk memastikan semua barang bukti tercatat secara transparan.

KPK juga membuka kemungkinan pemanggilan kembali pihak-pihak yang diduga mengetahui perkara ini, termasuk anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno.

“Penggeledahan ini bagian dari upaya penyidik mengonfirmasi berbagai keterangan yang telah diperoleh sebelumnya. Kami akan menyampaikan perkembangan lanjutan, termasuk hasil penggeledahan dan agenda pemanggilan saksi berikutnya,” kata Budi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Berita Lain