11 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40023

Persiapan JNF di Monas Hampir 100 Persen

Jakarta, Aktual.co —Persiapan acara Jakarta Night Festival yang akan digelar di perayaan malam tahun baru di Ibukota DKI sudah hampir 100 persen.
“Tapi kan kalau persiapannya dikaitkan fisik belum, karena kita baru akan mulai kalau fisiknya itu besok atau hari ini. Besok itu H-1 udah mulai dipasang (panggung),” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Arie Budhiman di Balai Kota, Selasa (30/12).
Nantinya acara itu akan diisi oleh lebih dari 200 seniman baik dari pemusik atau penari yang akan disebar di sembilan panggung.
“Jumlah panggungnya dikurangi karena memang kondisinya tidak memungkinkan. Tahun lalu kan ada 12,” tutur dia. 
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan di acara JNF nantinya para pejabat Pemprov DKI akan berkumpul dahulu di rumah dinas gubernur. “Kita akan kumpul bareng dari rumah dinas ke Bundaran HI baru ke Monas. Itu aja sih.” 
Lanjutnya, acara itu tidak akan semewah acara tahun lalu. “Kita harus prihatin lah. Ada kasus tanah longsor, kita tutup tahun 2014 ini dengan sikap yang harusnya kita prihatin,” ujarnya.  

Artikel ini ditulis oleh:

Kabupaten Bekasi Kucurkan Dana Operasional Desa di 2015

Jakarta, Aktual.co —Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bekasi akan mencairkan anggaran operasional aparatur desa di 2015.
Kepala BPMPD Kabupaten Bekasi Abdul Karim, mengatakan rata-rata tiap desa mendapat kucuran dana sekitar Rp300 juta. Setiap desa mendapat dana disesuaikan dengan jumlah penduduknya.
Karim mengimbau kepala desa yang akan menerima dana bisa menggunakan sebaik mungkin dan transparan.
“Silakan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pembangunan desa, baik pembangunan masjid atau diberikan kepada warga yang kurang mampu,” kata dia, Selasa (30/12).
Saat ini anggarannya telah masuk di Badan Pengelola Keuangan dan Set Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara.
“Pembagiannya akan langsung masuk ke rekening desa dan dibagi dalam dua tahap dalam APBN dan APBN-Perubahan,” ujar Karim.
Awalnya, tutur dia, pemerintah akan mengucurkan dana operasional sebesar Rp1 miliar per desa. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang operasional pemerintah desa. 
Namun rencana itu tidak bisa dilaksanakan sepenuhnya. “Karena kondisi tiap desa tidak sama, baik dari segi wilayah, jumlah penduduk, tingkat kemiskinan dan lainnya serta kesulitan geografisnya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Tim DVI Polda Jatim Siap Identifikasi Korban AirAsia

Surabaya, Aktual.co — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur, mulai bekerja pascaditemukannya puing dan jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501.

Selain sebagai pelayanan psikologi keluarga korban, tim DVI juga bersiap mencari dan mengumpulkan data-data korban semasa hidup, guna melakukan pemeriksaan postmortem, atau pemeriksaan properti barang milik korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Setyo Awi, mengatakan tim DVI akan melakukan otopsi, pemeriksaan sidik jari, pemeriksaan DNA para korban, untuk mengenali secara persis identitas korban.

“Jadi semuanya harus rinci, agar tidak sampai ada yang keliru. Mudah-mudahan saja korban yang ditemukan meninggal, kondisi jasadnya masih utuh dan tidak terpisah atau tidak ada potongan-potongannya demi memudahkan proses identifikasi,” ujar Kombespol Setyo Awi si Surabaya, Jatim, Selasa (30/12).

Kombes Awi melanjutkann, diakhir proses operasi, tim DVI Polda Jatim juga akan melakukan rekonsiliasi data antomortem dan postmortem guna memastikan identitas korban secara pasti, dan kemudian baru dilakukan penyerahan jenazah korban kepada keluarga masing-masing.

Sementara hingga malam ini, isak tangis masih mewarnai ruang crisis center terminal 2 Juanda Surabaya-Sidoarjo.

Artikel ini ditulis oleh:

Penerawangan Tahun 2015 (2): Ekonomi Indonesia, Bencana Alam & Artis

Jakarta, Aktual.co — Guru Spritual, Beby Djenar yang pernah berguru pada Mama Lauren tersebut menuturkan gambaran masa depan di tahun 2015 tentang ekonomi Indonesia, bencana alam, hingga selebriti.

“Ekonomi akan berjalan lamban, tetapi secara global ekonomi sebenarnya tidak dapat diprediksi. Karena di 2015 ini tahun yang akan cukup sulit untuk ekonomi di Indonesia,” jelasnya, kepada Aktual.co, di Jakarta, Selasa (30/12).

Beby menjelaskan, bahwa di tahun shio ‘Kambing Kayu’ ekonomi itu bersifat sangat cepat dalam perubahan. Namun demikian, dirinya memprediksi sesuatu hari ini terkait ekonomi bisa juga berubah sangat cepat.

“Walau begitu, saya melihat di 2015 ini akan ada perubahan positif di ekonomi Indonesia. Keberadaan Jokowi sebagai Presiden RI sendiri saya melihat ada angin segar, dan juga melihat beberapa Negara yang memiliki kepercayaan kepada Indonesia untuk menanam modalnya,” bebernya lagi.

Ia kembali menerangkan, bahwa, pemerintah Jokowi-JK dalam hal ekonomi harus berhati-hati dan waspada dalam mengambil setiap keputusan.

Selain itu, Beby Djenar juga menelisik mengenai bencana alam yang akan terjadi di tanah air pada tahun depan.  

“Kondisinya akan tetap sama seperti tahun 2014, tetap akan ada bencana alam dan bahkan meluas di daerah, dan meningkat,” katanya lagi.

Disamping itu, kata ia, Bumi yang sudah semakin tua seharusnya dijaga atau dipelihara oleh manusia. Pesan ia, manusia tidak boleh merusak alam. Perbuatan manusia yang tidak menjaga alam sekitar, membuat Bumi dan alam semakin murka. Dan, Beby juga berpesan untuk waspada dan berhati-hati hingga bulan Mei 2015.

“Seperti gempa, gunung meletus, longsor dan terutama penduduk yang tinggal di pesisiran pantai dan nelayan. Karena yang saya lihat alam sedang tidak bersahabat terutama laut,” ujarnya kembali.

Dan, ia kembali menuturkan, bahwa di tahun 2015 juga akan terjadi beberapa kecelakaan pesawat. Namun, bukan pesawat berpenumpang besar dan ternama seperti yang dialami oleh AirAsia. Tambahnya, kecelakaan yang terjadi yakni, pada pesawat jenis helikopter di wilayah terpencil.

Sementara itu, Beby menjelaskan terkait dunia hiburan (entertainment). Menurutnya, di tahun 2015 wajah-wajah yang akan menghiasi dunia artis masih muka lama.

“Seperti Cita-Citata yang masih eksis, Ayu Ting-Ting pun bahkan masih akan eksis. Juga Syharini yang juga eksis, karena dia artis yang kreatif dalam dunia fashion,” jelasnya lagi.

Disamping itu, ia menceritakan perihal artis yang akan berpulang kepada Sang Maha Pencipta.

“Soal kematian, sebenarnya itu sudah pasti, jangankan artis kita manusia biasa pun sudah ditakdirkan kembali pada-Nya. Saya melihat disini akan ada 4-5 orang publik figur yang akan berpulang, dan dunia seleb akan kehilangan sosok-sosok itu. Meninggal karena usia, juga karena sakit, tetapi saya tidak akan menyebut namanya, biar kita bisa lihat nanti,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kaleidoskop Sepakbola Indonesia 2014: Nihil Prestasi

Jakarta, Aktual.co — Sepakbola Indonesia selama 2014 tidak berhasil unjuk gigi di pentas Internasional. Pasalnya, dari tiga kelas yang dimiliki Indonesia yakni Timnas U-19, U-23 maupun Timnas Senior nihil gelar juara.

Pada 2014 ini terdapat tiga kejuaraan utama yang harus dilalui oleh semua kategori Timnas. Namun, ada satu agenda untuk TImnas U-19 yang punya “prestige” untuk nama besar sepakbola Indonesia. Berikut kisah singkat perjalanan Timnas selama 2014.

Timnas U-19:

Salah satu Timnas yang sempat digadang-gadang bakal menguasai sepakbola Asia, ternyata tidak bisa berbuat banyak. Dari dua turnamen yang dikuti oleh Evan Dimas Cs, tidak satu pun berakhir dengan senyum manis.

Kegagalan skuad Garuda Muda berawal dari turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei Darussalam yang digelar pada 9 – 22 Agustus 2014. Meski mempunyai rekor bagus, anak asuh pelatih Indra Sjafri harus tersingkir di babak grup.

Dari lima laga yang dilakoni, Timnas U-19 hanya mampu mengumpulkan lima poin. Ironisnya, mereka harus menelan kekalahan sebanyak tiga kali. Kalah 1-3 dari tuan rumah Brunei, di hempaskan Vietnam 1-3, dan yang paling menyakitkan adalah kekalah atas Kamboja dengan skor 1-2.

Bukannya bangkit, hasil buruk Timnas U-19 di turnamen HBT malah berlanjut. Kali ini pil pahit harus ditelan oleh skuad Garuda Muda ketika mengikuti Piala Asia U-19 2014 di Myanmar.

Kala itu, Indonesia tergabung ke dalam Grup B bersama Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab. Dari tiga pertandingan yang dijalani, tidak satu pun laga berakhir untuk kemenangan Indonesia.

Dipaksa menyerang oleh Uzbekistan 1-3. Kalah tipis 0-1 dari Australia dan dipukul telah 1-4 oleh Uni Emirat Arab. Alhasil, harapan lolos ke Piala Dunia U-20 2015 pun lenyap seketika.

Buruknya penampilan Timnas U-19 membuat pelatih Indra Sjafri dijadikan “kambing hitam” oleh PSSI. Bukannya mengintrospeksi diri, PSSI seraya menyalahkan pelatih yang telah membawa Evan Dimas Cs berjaya di Piala AFF 2013.

Timnas U-23:

Satu-satunya turnamen yang diikuti oleh Timnas U-23 di 2014 ini adalah Asian Games 2014 yang digelar di Incheon Korea Selatan pada 14 – 2 Oktober.

Asa skuad asuhan Aji Santoso sempat terasa ketika berhasil menjadi juara grup pada ajang tersebut. Masuk ke grup yang terbilang mudah benar-benar dimanfaatkan oleh Dedi Kusnandar Cs.

Dari tiga laga yang dijalani Timnas U-23, selalu berakhir dengan skor lebih dari tiga digit. Pertandingan pertama Indonesia langsung mencuri perhatian dengan membantai Timor Leste 7-0.

Penampilan impresif Indonesia berlanjut di laga kedua saat melawan Maladewa. Anak asuh Aji Santoso itu sukses mencukur Maladewa dengan kedudukan 4-0.

Namun, penampilan Timnas U-23 harus berakhir dramatis di pertandingan ketiga. Indonesia yang dipastikan lolos babak grup, secara mengejutkan takluk dengan skor telak enam gol tanpa balas dari Thailand.

Di laga tidak menentukan itu, Indonesia yang dihantam badai cedera, memang tidak dalam kekuatan terbaik, karena menyimpan sejumlah pemain kunci. Namun kekalahan 0-6 menjadi kekalahan yang mengundang pertanyaan besar.

Dan akhirnya, petualangan Indonesia benar-benar berakhir setelah pada babak 16 besar, digasak Korea Utara 1-4. Akhir tragis setelah sempat melakukan start gemilang.

Meski kandas di babak 16 besar, nasib Aji Santoso di kursi pelatih Timnas U-23 rupanya tetap aman. Ia dianggap mampu mengantar Garuda Muda meraih target masuk babak 16 besar Asian Games 2014.

Aji sendiri kini ditugaskan untuk mempersiapkan tim menuju pentas SEA Games 2015 yang akan berlangsung di Singapura pada Juni mendatang.

Timnas Senior:

Setelah dipastikan tidak lolos ke Piala AFC 2015, skuad asuhan Alfred Riedl fokus menatap Suzuki Cup 2014. Berbagai persiapan dilakukan dengan menggelar 12 pertandingan uji coba.

Dari dua belas laga persahabatan, delapan diantaranya berakhir dengan kemenangan, dua kali imbang dan dua kali kalah. Hasil itu pun membuat rakyat Indonesia menyematkan harapan terakhirnya kepada Firman Utina Cs.

Perjuangan pun akhirnya dimulai. Juara Suzuki Cup 2014 mengantarkan Timnas Senior. Ujian pertama, menghadapi tuan rumah, Vietnam.

Meski sepanjang laga ditekan terus-menerus, Indonesia beruntung bisa mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2. Hasil itu membuat masyarakat tetap optimis terhadap Timnas Merah Putih.

Dilaga kedua, semangat berapi-api kembali terasa diwajah punggawa Timnas. Namun naas, sejarah tidak pernah kalah dari Filipina harus hancur lebur. Kalah telak 0-4 dari Filipina membuat masyarakat marah.

Alhasil, cibiran, hinaan terus terlontar. Tapi, bukan pemain yang kena imbas. PSSI-lah yang dirasa bertanggung jawab atas kemarahan masyarakat.

Dipertandingan ketiga, ketidakpedulian masyarakat mulai terasa. Pertandingan terakhir bukan lagi jadi hal utama. Hasilnya, Timnas berhasil mengobati kekecewaan dengan mencukur Laos 5-1. Namun kemenangan tersebut masih belum mampu mengantarkan Indonesia lolos ke semifinal Suzuki Cup 2014.

Berakhirnya sepak terjang Timnas di 2014, diiringi oleh pemecatan Alfred Riedl dari kursi pelatih Timnas Senior. Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono, mengungkapkan bahwa pelatih Alfred Riedl resmi tidak akan lagi menangani tim nasional Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Bekasi Setop Izin Pembangunan Klaster di 2015

Jakarta, Aktual.co —Dianggap membebani infrastruktur kota, Pemerintah Kota Bekasi berencana menghentikan izin pembangunan perumahan berkonsep klaster di 2015.
Kemampuan finansial pengembang yang relatif terbatas itulah yang dianggap jadi penyebab klaster dibangun tanpa pembuatan infrastruktur lingkungan yang memadai.
“Seperti ruang terbuka hijau, drainase, dan lainnya,” ujar Kepala Dinas Tata Kota (Distako) Kota Bekasi, Koswara, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (30/12).
Karena pembangunan klaster tidak memperhatikan pengadaan saluran air, dan hanya memanfaatkan infrastruktur saluran yang sudah ada. Akibatnya, pemukiman warga di sekitar klaster yang kena getahnya. Antara lain terkena banjir. 
Karena itu, untuk menata kembali tata ruang moratorium, izin pembangunan klaster di Kota Bekasi perlu segera direalisasikan.
“Moratorium perizinan klaster nanti dituangkan dalam produk hukum berupa Peraturan Wali (Perwal) Kota Bekasi,” kata Koswara.
Diakuinya, maraknya pembangunan perumahan klaster di Kota Bekasi beberapa tahun belakangan disebabkan kecenderungan dan juga proses perizinannya yang relatif murah.
“Saat ini pembangunan klaster dengan luas lahan di bawah 2.000 meter per segi cukup meminta persetujuan pihak kecamatan, lebih dari 2.000 baru ke kita,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain