3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40033

JK; Tak Ada Batas Waktu Pencarian Pesawat AirAsia QZ8501

Surabaya, Aktual.co — Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah tak memberikan batas waktu dalam pencarian pesawat AirAsia QZ8501.
Hal ini dikatakan JK ketika mengunjungi posko penumpang AirAsia di Surabaya, bersama Menteri Perhubungan Ignatius Jonan dan Menko pembangunan manusia dan kebudayaan,  Puan Maharani.
“Saya ucapkan terima kasih pada pihak yang turut membantu semuanya begitu pula dengan negara tetangga. Yang jelas pemerintah tidak memberikan batas waktu untuk pencarian,” kata JK, di Surabaya, Senin (29/12).
Selain ingin mengetahui sejauh mana kesiapan posko di Surabaya, wapres beserta rombongan juga meninjau keluarga penumpang.
Pemerintah berterima kasih pada semua pihak yang membantu melakukan pencarian pesawat sekaligus pendirian posko.
JK menambahkan, pencarian  pesawat di lautan yang luas tidak semudah di darat, apalagi cuaca buruk seperti sekarang ini. Namun, pemerintah tidak putus asa dan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menemukan pesawat tersebut.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Pesawat AirAsia QZ8501 Hilang, Pemimpin Dunia Bantu Lakukan Pencarian

Jakarta, Aktual.co — Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengaku sedih dengan kejadian hilangnya Pesawat AirAsia QZ8501, pada Minggu (28/12) pagi.
Diolah dari berbagai sumber, Lee mengaku telah berbicara dengan Presiden RI Joko Widodo untuk menawarkan bantuan dalam mencari pesawat tersebut.
Selain itu, Perdana Menteri Australia juga berjanji untuk membantu Indonesia dalam mencari QZ8501. Sebuah pesawat AP-3C Orion milik Royal Australian Air Force (RAAF) sudah diberangkatkan untuk membantu pencarian.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pun menyatakan kesiapannya membantu pencarian dengan menurunkan tiga kapal dan pesawat.

Artikel ini ditulis oleh:

Siaga, Basarnas Medan Siap Bantu Pencarian AirAsia QZ 8501

Medan, Aktual.co — Badan SAR Nasional Medan menyatakan siaga jika dibutuhkan untuk membantu melakukan pencarian pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di perairan Belitung.
“Basarnas Medan siap jika dibutuhkan membantu pencarian. Namun sejauh ini, belum ada permintaan,” kata Humas Basarnas Medan, Hisar Turnip, kepada Aktual.co di Medan, Senin (29/12).
Menurutnya, seluruh personil SAR Medan dan peralatan senantiasa siaga untuk memberikan bantuan untuk pencarian.
Diketahui, pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ 8501 itu hilang kontak di perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46LS dan 108.50.07 BT, Senin (28/12).
Pesawat membawa sebanyak 155 orang penumpang, 16 diantaranya adalah anak-anak dan satu orang bayi.
Pesawat berangkat dari Bandara Juanda Surabaya pada pukul 05.12 WIB dan sejak itu terus mengikuti jalur penerbangan yang sebelumnya telah ditetapkan.
Pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki dan pada pukul 06.18 WIB hilang pantauan dari radar dan dinyatakan hilang. Hingga kini proses pencarian masih terus berlangsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Airnav: Minta Naik Ketinggian, Pilot Tak Sebut adanya Faktor Cuaca

Jakarta, Aktual.co — Pilot pesawat Air Asia ketika meminta izin naik ketinggian dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki tanpa menyebut adanya pertimbangan faktor cuaca.
Demikian disampaikan Direktur Safety and Standard AirNav Indonesia Wisnu Darjono dalam jumpa pers di kantor otoritas Bandara Soekarno -Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (29/12).
“Pesawat hanya meminta request high level, bukan meminta naik karena pertimbangan cuaca,” ujarnya.
Permintaan itu, tambah Wisnu, permintaan pilot Air Asia tersebut adalah hal normal yang dilakukan setiap hari. Biasanya, lanjutnya, pilot meminta ke level lebih tinggi untuk mendekati terbang pada economic level. “Maka pesawat akan ekonomis menggunakan bahan bakar,” sergahnya.
Biasanya, pesawat terbang 1.000 kaki di bawah economic level maka bahan bakar akan bertambah sekitar 2 persen. “Semakin terbang rendah dari economic level maka semakin banyak bahan bakar dikeluarkan,” ungkapnya.   Wisnu menambahkan, pilot pesawat biasanya meminta untuk terbang di economic level. Semua pilot pesawat meminta terbang ke economic level.
“Sebagian tidak diizinkan,” tutur Wisnu.
Kabar ini sedikit berbeda dengan informasi yang muncul dalam jumpa pers Kemenhub pada Minggu (28/12) kemarin yang menyebutkan bahwa pada pukul 06.12 WIB pesawat kontak ke ATC Jakarta pada ketinggian FL 320 atau 32 ribu kaki. Berdasarkan kontak AirAsia dengan ATC, pesawat meminta izin menghindari awan di ke arah kiri dari M-635, kemudian meminta naik ke ketinggian 38 ribu kaki.
Perlu diketahui, AirNav adalah institusi yang diberi mandat oleh pemerintah untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di seluruh Indonesia (Single Air Traffic Service/ATS Provider). 

Artikel ini ditulis oleh:

Tri Risma: 81 Penumpang AirAsia QZ8501 Warga Surabaya

Surabaya, Aktual.co — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa sebanyak 81 dari 155 penumpang pesawat AirAsia QZ8501 merupakan warga Surabaya.
Hal ini dikatakan saat membuka posko khusus untuk keluarga dan kerabat penumpang asal Surabaya di Crisis Center AirAsia, di Terminal II Bandara Juanda, Surabaya, Senin (29/12).
“Jadi setelah kita cek ulang, total warga Surabaya ada 88,” kata Risma.
Risma menyebutkan,  posko tersebut sebagai pusat informasi bagi warga Surabaya yang keluarganya ada di pesawat AirAsia yang hilang. Keluarga penumpang juga bisa meninggalkan nomor telepon, agar kemudian jika ditemukan, bisa dihubungi.
Sebelumnya, pesawat AirAsia QZ 8501 dengan rute Surabaya-Singapura dilaporkan hilang kontak setelah tinggal landas dari Bandara Juanda menuju ke Bandara Changi Singapura. Pesawat yang tinggal landas sekitar pukul 05.36 WIB hilang kontak dan tidak bisa dimonitor lagi.
AirAsia membawa membawa 155 penumpang terdiri atas 130 orang dewasa, 24 anak, dan satu bayi. Pesawat di kemudikan oleh kapten Iriyanto dengan membawa enam awak kabin.

Artikel ini ditulis oleh:

Dinas Pertamanan DKI Ajukan Anggaran 1,4 Triliun di APBD 2015

Jakarta, Aktual.co —Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta mengajukan anggaran sekitar Rp 1,426 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015.
Anggaran itu bakal diprioritaskan untuk mendanai pembebasan tanah dan pembangunannya.
Ditemui di Balaikota DKI, Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Nandar Sunandar mengatakan segala hal terkait penganggaran akan dilakukan melalui sistem e-katalog. 
“Jadi supaya lebih jelas dan akurat. Tidak ada saling kecurigaan,” ujar dia, Senin (29/12).
Diakuinya, di pelaksanaan program tahun ini ada beberapa yang tidak terlaksana. Alasannya, kekurangan anggaran penertiban. 
Tak mau terulang, Nandar akan mengandalkan swasta dalam pelaksanaan program di 2015. “Jadi tidak mengandalkan dari APBD saja.”
Targetnya, jumlah lahan bertambah sekitar 50 hektar tiap tahunnya. “40 hektar untuk taman dan jalur hijau, 10 hektar untuk makam.”
Terkait pelanggaran masyarakat yang mendirikan bangunan ilegal di atas lahan jalur hijau, Nandar berjanji pihaknya tak lagi lakukan tindakan koersif (keras). Melainkan dengan mengajak mereka yang melanggar untuk menertibkan diri sendiri.
“Yang tidak tertib dan melanggar, kami siap membantu untuk menertibkan.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain