7 April 2026
Beranda blog Halaman 40033

Mega Minta Jokowi Melihat Istana Tak Hanya dari Sisi Megah

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan meminta Presiden Joko Widodo tak melihat istana negara hanya dari sisi megahnya saja.
“Jangan melihat istana dari sisi megahnya saja, terangnya saja. Tapi lihat juga dari sisi gelapnya,” kata Megawati, pada HUT PDIP ke-42, di Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (10/1).
Dia menambahkan, dengan melihat sisi gelap, maka akan lahir pemimpin yang melewati ujian berat. Selain itu, jatidiri dari pemimpin akan diuji dan berproses.
“Ketika Joko Widodo ini dengan sungguh-sungguh menyampaikan kepada saya, tekadnya untuk membumikan Pancasila melalui jalan Trisakti, saya pun kemudian berketetapan untuk memberikan pendampingan dan dukungan secara penuh,” ujarnya.
HUT PDIP ke-42 ini dihadiri juga oleh wapres Jusuf Kalla, petinggi parpol dan tokoh nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Garuda Akui Langgar Perizinan, Langsung Klarifikasi

Dirut PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. Arif Wibowo (kanan) didampingi VP Corporate Communications Garuda, Pujobroto (kiri), mengakui langgar perizinan saat konferensi pers di Jakarta, Sabtu (10/1/2015). Arif mengakui telah melanggar perizinan kemenhub. Alasannya, karena adanya keterlambatan pemberitahuan yang diterima Garuda Indonesia. Surat yang dibuat oleh kemenhub memang telah lama dibuat, yakni pada 24 Desember 2014. “Tapi Garuda baru menerima suratnya pada tanggal 2 Januari 2015.Sebelumnya, kemenhub menyatakan, Garuda Indonesia melakukan pelanggaran izin penerbangan terkait empat rute penerbangan. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Megawati: Saya Tidak Mencampuri Jokowi Tunjuk Budi Gunawan Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri mengatakan tidak mencampuri penunjukkan Budi Gunawan sebagai Kapolri oleh Jokowi.
“Saya tidak mencampuri hak Jokowi dalam menunjuk sosok yang pantas menjadi Kapolri dan Panglima TNI,” ungkapnya dalam di hadapan ratusan kader PDIP saat berpidato pada acara HUT ke-42 PDIP di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (10/1).
Mengenai nama calon Kapolri dan Panglima TNI yang diserahkan ke DPR, dia mengaku, menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi.
“Tetapi demi penghormatan terhadap institusi TNI dan Polri maka saya tidak pernah menyampaikan sikap penolakan,” demikian Mega.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah menunjuk Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai Kapolri pengganti Sutarman. Nama Budi Gunawan telah dikirim ke DPR, pada Jumat 9 Januari 201

Artikel ini ditulis oleh:

Jimly: Perbedaan Pendapat Hukum Hal Biasa

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ashiddique mengatakan perbedaan pendapat antara Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi merupakan perbedaan interpretasi mekanisme pengajuan kembali (PK).
Dirinya meminta semua kalangan untuk tidak terbawa arus mengadu domba kedua lembaga tersebut.
“Perbedaan pendapat hukum hal yang biasa,” kata Jimly, di jakarta, Sabtu (10/1).
Dia menambahkan, aturan mengenai PK sebaiknya diatur dalam aturan sendiri, bukan dalam bentk edaran. Diusulkan agar aturan tersebut diatur dalam KUHAP.
“Kalau tidak, bisa diatur dalam bentuk peraturan pemerintah,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Presiden Jokowi Cium Tangan Megawati saat HUT PDIP ke 42

Presiden Joko Widodo (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kanan) disaksikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri) saat memberikan potongan nasi tumpeng pada acara HUT PDIP ke-42 di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (10/1/2015). HUT mengusung tema “Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat”. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

Terima Permintaan Kader, Megawati Lanjut Pimpin PDIP 2015-2020

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri  menerima keinginan kader partai yang meminta dirinya untuk melanjutkan kepemimpinan di PDI Perjuangan pada periode 2015-2020.
“Permintaan tersebut disampaikan dan menjadi salah satu keputusan pada Rapimnas (rapat pimpinan nasional) IV PDI Perjuangan. Dengan penuh haru menerima aspirasi tersebut,” kata Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta, Sabtu (10/1).
Menurut Megawati, tahun 2015 akan menjadi tahun pembuktian terhadap kebijakan kepemimpinan nasional yang baru. “Kita semua memahami, persoalan yang dihadapi bangsa kedepan tidak ringan,” katanya.
Megawati menambahkan, PDI Perjuangan disatukan oleh harapan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, dengan keberagaman budaya dari Sabang hingga Merauke.
HUT PDIP ke-42 ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, beberapa jajaran menteri, serta tokoh politik dan tokoh nasional.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain