3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40035

Iwan Fals Sambangi KPK

Penyanyi Legendaris, Iwan Fals saat memesuki Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (29/12/2014). Iwan Fals datang sebagai tamu undangan, belum diketahui apakah pelantun lagu “Bento” tersebut akan menyumbang sebuah lagu pada hari jadi KPK ini. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

11 Tahun Berjalan, Indepedensi dan Transparansi Mulai Jauhi KPK

Jakarta, Aktual.co — Hari ini genap 11 tahun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berulang tahun. Pengamat dari Forum Indonesia Untuk Tranparansi Anggaran (FITRA), Uchok Sky Khadafi menilai, diusianya kini, KPK justru dianggap telah menghilangkan semangat independesi serta transparansi. 
Salah satu yang menjadi sorotan Uchok yakni,  mangkraknya sejumlah kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Dia mencontohkan, bagaimana simpang siur pemberitaan penetapan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Boediono sebagai tersangka kasus Bank Century. 
Menurutnya, kisruh kasus tersebut membuktikan bahwa terdapat tarik ulur kepentingan di internal KPK.
“Kita mulai dari ketidakjelasan status Boediono. Menurut saya itu bukti kalau KPK sendiri ditukangi kepentingan kelompok yang berbeda. Kasus-kasus lain juga terlihat,” kata Uchok ketika berbincang dengan Aktual.co, Senin (29/12).
Lebih jauh disampaikan Uchok bahwa KPK juga tebang pilih dalam menangani sebuah kasus. Dia memaparkan bagaimana cara KPK mempublikasi kasus yang menyeret Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq.
“Kita bisa lihat bagaimana KPK melakukan publikasi besar-besaran terhadap kasus impor daging. Itu menunjukkan kalau KPK juga tidak proporsional,” pungkasnya.
Seperti diketahui, sepanjang 2014 ini setidaknya terdapat delapan kasus yang belum dibawa KPK ke Meja Hijau. Selengkapnya baca berita ( Jelang Tutup Tahun, 8 Kasus Ini ‘Membeku’ di KPK )

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Pesawat AirAsia QZ8501 Hilang, Tony Fernandes: Ini Mimpi Terburuk

Jakarta, Aktual.co — CEO AirAsia Grup Tony Fernandes mengatakan bahwa kejadian hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 merupakan mimpi terburuk.
Dilansir dari malaysiakini.com, dalam serangkaian tweetnya, Fernandes meminta semua staf untuk melakukan yang terbaik untuk semua tamu (keluarga dan kerabat penumpang).
Dirinya mengaku berada ditengah-tengah keluarga dan kerabat penumpang QZ8501 untuk bersama melalui masa-masa sulit (proses pencarian pesawat).
Sementara itu, pasukan keamanan Malaysia memberi bantuan kepada SAR dalam upaya mencari pesawat tersebut.
Bantuan pencarian dilakukan dengan mengerahkan pesawat C130, kapal KD Pahang Malaysia, KD Lekir dan KD Lekui.

Artikel ini ditulis oleh:

Fraksi Golkar Ingatkan Stabilitas Politik di Tahun 2015

Jakarta, Aktual.co — Fraksi Partai Golkar DPR RI mengingatkan pemerintah untuk membangun hubungan yang baik dengan DPR agar stabilitas pemerintahan di tahun 2015 berjalan baik.
“Mulus atau tidak mulusnya realisasi program-program pembangunan itu sangat bergantung pada setinggi apakah derajat harmoni pemerintah dan DPR,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Soesatyo melalui pesan singkat di Jakarta, Senin (29/12).
Untuk itu, menurut dia, Fraksi Golkar perlu mengingatkan bahwa sangat penting bagi Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan respek kepada DPR agar ambisi tersebut tidak kandas di tengah jalan.
Sebagai pemimpin, kata Bambang, Presiden Jokowi harus tulus mewujudkan harmoni dan kemitraan dengan DPR.
“Demi lancarnya roda pemerintahan, Jokowi harus mau mengambil inisiatif melakukan komunikasi yang intens dengan DPR agar semua hambatan bisa dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.
Selain itu, menurut Bambang, Presiden Jokowiharus membatasi segala bentuk politik balas budi kepada para sponsor serta pendukung saat Pemilu Presiden yang dapat merugikan rakyat.
Menurut dia, hal itu termasuk bagi-bagi jabatan di dalam istana maupun di luar istana seperti komisaris dan direksi BUMN.
“Jokowi harus bisa menahan diri tidak menggunakan kewenangan dan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau golongan,” katanya.
Bambang mengatakan, masyarakat berharap Presiden Jokowi menepati janjinya untuk tidak merebut jabatan ketua umum PDIP pada kongres partai tersebut 2015.
“Hentikan segala bentuk intervensi dan campur tangan ke partai politik lawan,” katanya menambahkan.
Menurut dia, apabila hal-hal yang ia sebutkan itu tidak diperhatikan, maka bisa menjadi blunder politik yang membahayakan bagi kelangsungan pemerintahan.
Bambang menilai Presiden Jokowi telah melakukan banyak pelanggaran konstitusi, namun hingga kini masih ditolelir DPR sebagai perpanjangan tangan partai politik di parlemen.
“Seperti pelanggaran UU APBN terkait penggunaan dan pemanfaatan dana penghematan BBM dan menjual BBM di atas harga keekonomian,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pembangunan Konstruksi Rel MRT Terkendala Lahan di Fatmawati

Jakarta, Aktual.co —Pembangunan konstruksi layang (elevated) untuk jalan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) berbasis rel jenis Heavy Rail Transit di Jakarta ternyata masih terkendala masalah klasik. Yakni pembebasan lahan. 
Diakui Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benjamin Bukit, kendala pembebasan lahan ditemui di sekitar Fatmawati, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Belum bisa memastikan kapan masalah itu selesai, dia hanya berharap pembangunan MRT dapat lebih cepat dilakukan.
“Ya harapannya sama seperti sedia kala ketika perencanaan. Pembebasan lahan harus segera ditangani supaya pengerjaannya tidak ‘delay’ (terhambat),” ujar dia, di Balai Kota DKI, Senin (29/12).
Meski di sebagian titik masih ada kendala lahan, pengerjaan proyek MRT tetap berjalan di tempat lain yang sudah beres lahannya.
“Dari Pemprov DKI kami upayakan lahan yang sudah ada kesepakatan. Nanti tinggal pembayarannya,” ujarnya.
Benjamin yakin pembangunan MRT bisa mengurangi volume kendaraan pribadi di Jakarta.  “Belum bisa dipastikan (jumlahnya), tapi pasti signifikanlah.” 
Dilansir dari jakartamrt.com, disebutkan MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ±110.8 km. Terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus – Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ±23.8 km. Dan Koridor Timur – Barat  sepanjang kurang lebih ±87 km. 
Penetapan jalur ini sebagai prioritas didasarkan pada pertimbangan. Jalur Selatan- Utara Jakarta bersama dengan jalur Timur-Barat dianggap sebagai jalur perekonomian yang cukup pesat untuk masa kini dan masa depan. 
Sedangkan untuk pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap.
Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15.7 km. Dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah). Ditargetkan mulai beroperasi akhir 2016. Saat ini sedang dalam pembuatan basic design (sejak November 2009) dan ditargetkan selesai akhir tahun ini dan pembangunan fisik dimulai 2012
Sedangkan Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan (8.1 Km). Akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi. Ditargetkan beroperasi paling lambat 2018 (dipercepat dari target awal 2020). Studi kelayakan untuk fase ini sudah selesai dilaksanakan
Koridor Barat-Timur saat ini sedang dalam tahap pre-feasibility study. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024-2027. Akhir September lalu, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan Pembangunan proyek MRT Tahap I jalur Lebak Bulus-Bundaran HI diperkirakan menelan dana hingga Rp15 triliun.
“Sebagian besar besar dibiayai soft loan dari JICA (Japan Indonesia Corporation Agency) dan sebagian APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI,” tutur dia, dalam seminar di Mh Thamrin, Jakarta, (25/9).
Jumlah dana yang juga dibutuhkan untuk proyek MRT tahap II. Dono menerangkan, pembangunan Tahap II perlu ditangani dengan serius. Beban APBD menurutnya juga perlu ditekan seminimal mungkin.
“Dengan besarnya skala proyek pembangunan proyek MRT Tahap II, kompleksitas dan besarnya biaya yang dibutuhkan, perlu dikaji model pengembangan yang paling efisien dengan beban seminimal mungkin terhadap APBN,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wali Kota dan DPRD Malang Sambangi Keluarga Penumpang AirAsia

Malang, Aktual.co — Ketua DPRD Kota Malang, Arif Wicaksono beserta anggota dewan lainnya, mendatangi rumah keluarga Donna Indah Nurwati, penumpang pesawat AirAsia yang hilang sejak Minggu (28/12) pagi.
Kunjungan ini merupakan bentuk simpatik wakil rakyat terhadap warga Kota Malang yang berada di pesawat tersebut.
“Kami sebagai wakil rakyat ingin melihat langsung kondisi rumah keluarga korban,” kata Kepala Badan Kehormatan DPRD Kota Malang Suprapto, Senin (29/12).
Usai kedatangan rombongan DPRD Kota Malang, Wali Kota Malang Moch Anton, menyusul hadir untuk menunjukkan rasa simpatiknya mendatangi rumah yang berada di Jalan Simpang Gading No 16 itu.
Ditemui langsung oleh ayah kandung Donna, Nur’ali, baik Arif Wicaksono maupun Abah Anton mendengar langsung keluhan keluarga korban terkait tragedi nahas tersebut.
“Kami sangat prihatin sekali dengan kejadian ini, karenanya kami langsung kunjungi rumah keluarga,” kata Anton.
Pemerintah Kota Malang berupaya penuh dalam membantu para korban untuk mendapatkan akses informasi baik dari bandara Juanda maupun dari Kota Malang.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain