2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40050

Pengamat: Kejagung Tak Perlu PK Ketiga untuk Eksekusi Hukuman Mati

Jakarta, Aktual.co —Kejaksaan Agung dapat langsung mengeksekusi terpidana mati bila proses peninjauan kembali (PK) telah dua kali diajukan dan putusannya ditolak.
Karena hal itu telah memenuhi unsur putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 34/PUU-XI/2013. Yang menyatakan PK dapat dilakukan lebih dari satu kali selama terdapat novum (bukti) baru.
“Cukup dua kali PK, kalau putusannya ditolak kejaksaan bisa langsung eksekusi.  Tak perlu menunggu PK ketiga atau seterusnya. Itu sudah memenuhi syarat MK, sudah memenuhi unsur lebih dari satu kali,” kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis, Minggu (28/12).
Kata dia, proses PK memang merupakan pranata hukum yang berlaku positif di Indonesia. Karenanya, tepat bila PK dipertimbangkan dalam pelaksanaan eksekusi terpidana mati. PK penting dipertimbangkan guna memastikan tidak adanya ‘human error’. 
“Namun bagi mereka yang tidak mengajukan PK tidak ada alasan pemerintah untuk menunda pelaksanaan eksekusi,” jelasnya.
Dia menilai, fakta yang mendukung harus kokoh dalam mengeksekusi terpidana mati. Seperti pernah terjadi pada kasus Sengkon dan Karta yang dituduh membunuh, namun ternyata terbukti tidakbenar setelah hukuman dijalani.
“Bayangkan kalau eksekusi mati dilakukan dan ternyata tidak terbukti kesalahannnya,” ujar Margarito.
Kendati demikian, dia meminta MA harus mampu dengan cepat menyelesaikan pengajuan PK terpidana mati, khususnya bila permohonan merupakan kedua kalinya.
“Waktu pembatasan PK saya setuju. MA harus bisa menangani dengan cepat PK kedua dalam waktu sesingkat-singkatnya. Meneliti novum baru sangat mudah sekali. Dua bulan paling lama untuk proses PK kedua. Selama ini bertahun-tahun proses PK. Semua bukti-bukti sudah dipanggungkan sejak di Pengadilan Negeri hingga kasasi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sambut Tahun Baru 2015, Pemprov DKI Gelar ‘Jakarta Nite Festival 2015’

Jakarta, Aktual.co —Sebanyak belasan panggung hiburan tersebar di sepanjang jalan MH Thamrin hingga Medan Merdeka Barat dalam merayakan malam pergantian Tahun.

Ada pun terdapat 13 panggung tersebut tersebar di depan kawasan Sarinah (hiburan dangdut, red), depan Gedung Jaya (pop modern),  depan Hotel Sari Pan Pacific (perkusi), pojok Bank Indonesia (musik Nusantara), depan Kementerian ESDM (musik Nusantara), Bundaran HI (reggae), depan Wisma Nusantara (musik nusantara), depan Balai Kota DKI Jakarta (pop modern), Silang Monas (artis ibu kota), depan gedung Kementerian Pertahanan (Keroncong).

Selain itu, juga ada di Halte Transjakarta Merdeka Barat (Pop Melayu), depan Museum Gajah (Jazz), depan kantor RRI (wayang kulit). Selain itu, ada dua panggung utama, yakni di Monas dan di Jalan MH Thamrin.

Event ‘Jakarta Nite Festival 2015’ ini dimulai pada tanggal 31 Desember 2014, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

‘Jakarta Nite Festival’ yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini gratis. Namun, masyarakat dihimbau untuk tidak membawa kendaraan pribadi di sepanjang titik hiburan penyelenggaran hiburan tahun baru, mengingat sebagian Jalan Sudirman ditutup untuk proyek pembangunan mass rapid transportation (MRT).

Artikel ini ditulis oleh:

Bantu Pencarian Pesawat AirAsia, Bakamla Kerahkan Kapal Bintang Laut

Jakarta, Aktual.co —Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengerahkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 dari Batam untuk bantu pencarian Pesawat Air Asia QZ 8501 di sekitar perairan Belitung, Bangka Belitung.
Wakil Komandan Satgas I Tim Kamla, Kolonel Maritim UK Agung, mengatakan kapal  diberangkatkan pukul 18.00Wib.
KN Bintang Laut 4801 itu selanjutnya akan bergabung dengan kapal TNI AL untuk lakukan pencarian.
Selain Bakamla, Bea dan Cukai Kepri dan Basarnas Tanjungpinang juga mengirimkan tim ke lokasi untuk membantu mencari pesawat yang jatuh.
Dari Bangka Belitung diberitakan sebanyak 41 personel Tim SAR gabungan dari Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, berangkat menuju lokasi yang diduga sebagai titik jatuhnya pesawat.
“Tim SAR gabungan sudah berangkat pukul 14.10 WIB dari Pelabuhan Tanjung Pandan dengan menggunakan Kapal Motor Express Bahari langsung menuju lokasi jatuhnya pesawat AirAsia itu,” ujar Perwira Staf Operasi Laut Manggar, Mayor Laut Okta Bayu di Belitung Timur, Minggu.
Ia mengatakan, sebanyak 41 orang tim SAR gabungan tersebut akan langsung melakukan pencarian di tempat diduga jatuhnya pesawaat. Tim gabungan ini nantinya berkoordinasi dengan tim yang sedang menunggu informasi pasti di posko pencarian di Pos Laut Manggar.
“Tim gabungan lainnya masih menunggu informasi pasti keberadaan pesawat itu di posko pencarian. Sebagian tim sudah melakukan pencarian dan patroli di lokasi titik jatuhnya pesawat,” katanya.
Diketahui, Pesawat Airbus A320-200 milik Air Asia tujuan Surabaya-Singapura dengan nomor penerbangan QZ 8501 hilang kontak di perairan Pulau Belitung dengan titik koordinat 03.22.46 LS dan 108.50.07 BT.
Pesawat yang membawa sebanyak 155 orang penumpang pada pukul 06.12 WIB pesawat masih terlacak di ATC Jakarta dengan ketinggian 38.000 kaki. Namun pukul 06.18 WIB pesawat hilang dari pantauan radar dan dinyatakan hilang kontak.

Artikel ini ditulis oleh:

Bali Diguncang Gempa 4,7 SR

Denpasar, Aktual.co —Pulau Bali diguncang gempa berkekuatan 4,7 Skala Richter yang berpusat di 36 kilometer Tenggara Kabupaten Klungkung, pukul 19.58 WITA.
Kepala BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Wilayah III Denpasar, I Wayan Suardana, menuturkan lokasi gempa 9.06 LS dan 115.64 BT.
“Di kedalaman 114 kilometer,” tutup Suardana, saat dihubungi, Minggu (28/12).
Disampaikan Suardana, gempa yang terasa hingga ke Kuta, Karangasem dan Denpasar itu, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Sementara itu, Steven Lee, warga Gatsu Barat mengaku sempat merasakan getaran gempa yang kuat. Hingga kini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. “Terasa keras sekali gempanya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Cari Pesawat AirAsia, Polda Riau Kerahkan Empat Kapal

Jakarta, Aktual.co —Polda Kepulauan Riau kerahkan empat kapal untuk mencari pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12).
Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono mengatakan empat kapal itu dua dari Polair Polda Kepri dan dua kapal patroli Mabes Polri.
“Yang diperbantukan menjaga perairan Kepulauan Riau,” ujar dia, Minggu (28/12).
Sementara ini pencarian dilakukan di wilayah hukum Polda Kepri di perairan Lingga dan kawasan Kepri lain. Terutama jalur yang diduga digunakan pesawat tersebut.
Dia mengaku siap mengerahkan keempat kapal itu ke wilayah lain jika memang diperintahkan.”Seperti diperkirakan dari Basarnas sebagai pusat pencarian tentu kapal akan diarahkan ke sana,” kata dia.
Sejauh ini belum ada permintaan bantuan dari tim pencari di Belitung. “Jadi untuk sementara kami fokus di perairan Kepri.”
Perairan Lingga, kata dia, masih segaris dengan titik putusnya komunikasi pesawat dengan ATC Bandara Soekarno Hatta di Perairan Belitung.
Sebelumnya, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengerahkan Kapal Negara Bintang Laut 4801 untuk melakukan pencarian bersama Basarnas dan TNI AL.
Wakil Komandan Satgas I Tim Kamla, Kolonel Maritim UK Agung di Batam, Minggu mengatakan KN Bintang Laut 4801 akan bergabung dengan tim instansi lain. Untuk melakukan pencarian pada lokasi tempat pesawat Air Asia Airbus A320-200 yang membawa 155 orang penumpang itu.
“Kami akan bergabung dengan lembaga-lembaga lain untuk melakukan pencarian pada lokasi jatunya pesawat,” kata dia.
Dari Jakarta diberitakan Badan SAR Nasional (Basarnas) hingga Minggu pukul 17.25 WIB belum menemukan sinyal pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura yang dinyatakan hilang.
“Upaya pencarian sedang dan terus dilakukan agar dapat segera ditemukan,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Muriatmodjo kepada pers di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten, Minggu (28/12).
Kata dia, Basarnas yang dibantu sejumlah instansi sampai saat ini terus melakukan pencarian pesawat yang nahas tersebut.
Bantuan juga diberikan TNI-AU yang mengirimkan pesawat Hercules dari Makassar dan sudah tiba di Pontianak. TNI AU juga menggunakan pesawat CN-235 dari Bandara Juanda mendarat di Pangkalpinang.

Artikel ini ditulis oleh:

GP Ansor NTB Gelar Apel Siaga Siap Perangi ISIS

Jakarta, Aktual.co —Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat siapkan anggotanya untuk memerangi ISIS.  Menyusul munculnya video kelompok gerakan radikal itu yang menantang TNI, Polri dan Barisan Serba Guna (Banser) Ansor Nahdlatul Ulama (NU).
Ketua GP Ansor NTB, Suaeb Quri mengatakan untuk menunjukkan kesiapan, pihaknya  akan melaksanakan apel siaga di Kota Bima.
“Bersama 100 anggota Banser untuk menyikapi tantangan ISIS,” ujar dia, di Mataram, Minggu (28/12).
Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat tidak terpancing provokasi ISIS. “Masyarakat NTB paham betul apa yang harus dilakukan dan menanggapi isu terkait ISIS,” klaimnya.
Dia mengharapkan pemerintah dan tokoh agama untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dini dan menjaga ketenteraman serta stabilitas di masyarakat.
“Sampaikan pesan-pesan Islam yang rahmatan lilalamin. Kami juga siap bekerja sama dengan anggota TNI/Polri untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman ISIS,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain