3 April 2026
Beranda blog Halaman 40077

Menu Pilihan yang Lezat di Cafe Berunsur Kayu Etnik

Jakarta, Aktual.co — Selain menjadi tempat yang nyaman, unik serta berbeda dari café ‘Honey Anda Me’ yang lain, tentunya makanan juga menjadi salah satu pilihan favorit bagi pengunjung café tersebut meskipun  hanya sekedar nongkrong atau hangout.

Di cafe yang bertemakan kayu etnik ini juga menyediakan beberapa menu favorit yang sering dipilih oleh pelanggan setianya. Misalnya, menu ‘creamy rigatoni pasta with bratwust sausage & cheese’  yang berisi makaroni dengan saus keju, ‘spaghetti aglio oelio with tuna’ dengan rasa spicy andalannya dan ‘creamy mushroom soup’ dengan jamur sebagai bahan utamanya ditambah dua potongan roti kecil.

“Kita ambil tema makanan lokal seperti di tempat lain karena kita menyediakan makanan yang lagi tren saat ini, yang lagi banyak diminati saat ini,” ungkap Sabrina Ghani sebagai Owner Honey Anda Me , kepada tim Aktual.co, Jakarta, Kamis (8/1).

Selain itu, menu andalan khas Indonesia juga menjadi menu favorit pelanggan cafe etnik ini yaitu ‘oxtail & green chily fried rice’, nasi goreng andalan bercampur cabai hijau dengan buntut sapi ditambah telur omlet di atasnya.

Selain makanan, minuman pun tak kalah menariknya seperti,  cappuccino dan latte yang menjadi andalan serta favorit di musim hujan. Dan, ada juga ‘green tea latte nutella latte  hazelnut praline latte’  dengan coklat yang menjadi bahan utamanya.

Ada pun minuman segar khas bernama ‘Honey & Me lychee iced  tea’ yang dicampur dengan buah lychee, nata de coco, teh dan juga madu,  menjadi menu yang cocok untuk disantap  pada siang hari yang terik.

Semua menu yang disajikan di cafe ini adalah buatan tangan sendiri dengan bahan lokal, berbahan sehat, rendah lemak dan juga salad segar lezat untuk diasup.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau bagi kalangan anak muda,  dimulai dari Rp26.000 hingga Rp. 60.000 untuk jenis makanan dan minuman. Anda bisa mengunjunginya di cafe Honey And Me di Jalan Wijaya IX/4A, Jakarta Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

BEI: Mitra Energi Persada Rencanakan “Relisting”

Jakarta, Aktual.co — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan bahwa perusahaan yang bergerak di bidang distribusi batubara, minyak dan gas PT Mitra Energi Persada merencanakan untuk melakukan pencatatan saham kembali atau “relisting”.

“Kalau layak untuk ‘relisting diperkirakan kami lakukan pada Februari 2015,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di Jakarta, Kamis (8/1).

Ia mengatakan bahwa Mitra Energi Persada telah melakukan pemaparan ke pihak Bursa Efek Indonesia terkait rencana “relisting” dan akan segera dikaji serta diputuskan layak atau tidaknya perusahaan itu kembali masuk ke dalam daftar emiten.

Sementara itu, Presiden Direktur Mitra Energi Ivo Wongkaren mengatakan bahwa rencana perseroan untuk mencatatkan saham kembali di BEI untuk memperkuat posisi keuangan dalam rangka mendukung ekspansi.

“Kami telah memaparkan keinginan kami untuk kembali ke Bursa,” katanya.

Ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya memiliki klien strategis perusahaan di bidang perkebunan karet di Sumatera Selatan. Nantinya, perseroan akan memperkuat posisi keuangan setelah izin “relisting” direstui BEI.

“Kemungkinan besar kami akan menggunakan instrumen pembiayaan di pasar modal untuk memperkuat posisi keuangan,” katanya.

Ia mengemukakan bahwa laba bersih perseroan per November 2014 sebesar Rp16 miliar dan diperkirakan laba bersih hingga akhir 2014 meningkat menjadi Rp17 miliar.

“Pada 2015 ini kami menargetkan laba bersih meningkat dua kali lipat menjadi sekitar Rp34 miliar,” kata Ivo Wongkaren.

Sebelumnya, PT Mitra Energi Persada merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi bernama PT Korpora Persada Investama Tbk (KOPI). Pihak BEI menghapus saham KOPI sejak 7 Februari 2007 lalu.

Kemudian pada tanggal 16 Januari 2008, Korpora Persada Investama melakukan perubahan nama juga dalam kegiatan bisnis usaha perseroan menjadi distribusi batubara, minyak dan gas serta layanan lain yang terkait.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

BKPM: Kinerja Investasi Logistik Meningkat 20 Persen

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah dan para pengusaha di bidang transportasi melakukan diskusi untuk membenahi sistem logistik nasional agar berjalan lebih efektif dan tidak menimbulkan biaya mahal yang merugikan pelaku usaha dalam jangka panjang.

“Kita berkomunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan logistik. Beberapa hal yang disampaikan antara lain mengenai regulasi, perizinan, dan hal yang dinilai pengusaha menjadi kendala dalam proyeksi bisnis logistik ke depan,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani di Jakarta, Kamis (8/1).

Franky mengatakan hasil diskusi dengan para pemangku kepentingan ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, agar masalah yang menghambat percepatan logistik seperti pungutan liar, perizinan, dan perlambatan pembangunan infrastruktur dapat segera teratasi.

“Kita juga sampaikan bahwa pemerintah segera menetapkan RPJMN 2015-2019, yang di dalamnya ada 13 kawasan industri di luar Jawa dan dua di Jawa, jadi total ada 15, kemudian ada enam KEK yang bisa menjadi salah satu pendekatan di dalam teman-teman pelaku industri logistik dalam melakukan perencanaan,” katanya.

Menurut dia, sistem logistik nasional sangat dibutuhkan untuk menghubungkan antar wilayah Indonesia yang terpisah oleh laut dan mendorong kinerja perekonomian secara keseluruhan. Kinerja investasi dalam bidang logistik selalu meningkat setiap tahunnya, dengan perkiraan tahun 2015 mencapai 20 persen.

“Tahun ini bisa naik sekitar 20 persen, dan sudah ada galangan kapal yang masuk tapi saya lupa persisnya. Kemudian, (investasi) untuk transportasi darat terutama yang terkait dengan pengembangan KEK di beberapa tempat seperti di Papua. Itu menjadi kekuatan kita,” ujarnya.

Franky menambahkan BKPM akan membantu pembenahan sistem logistik nasional dalam hal kemudahan birokrasi dan percepatan perizinan, agar kepercayaan investor makin meningkat dan sektor investasi dapat memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Yang penting kita lakukan adalah menyederhanakan perizinan, karena itu menjadi satu keluhan hampir semua pelaku usaha. Kemudian, mengatasi hambatan (debottlenecking) yang sebetulnya banyak sekali ‘impact’-nya, bukan hanya dari sisi penyelesaian investasi yang terhambat, tetapi juga menimbulkan kepercayaan dari investor yang ada dan yang akan masuk,” katanya.

Menurut dia, dengan pembenahan perizinan tersebut maka kinerja sistem logistik nasional akan semakin memadai untuk mendukung kelancaran arus barang dan jasa, apalagi Indonesia berupaya meningkatkan nilai investasi dari penanaman modal asing (foreign direct investment) dalam beberapa tahun mendatang.

“Indonesia sudah berubah. Yang pertama terkait pemerintahannya, yang lebih ‘open’ atau ‘welcome’ terhadap investasi. Dan yang kedua, kita telah melakukan banyak reformasi. Jadi, saya kira itu penting bagi kami untuk meningkatkan FDI,” ujar Franky.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Wiranto Bantah Bicarakan Dualisme Golkar dengan JK

Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat Wiranto mengaku pertemuannya dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebatas sebagai kolega politik. Sebagai pimpinan salah satu partai pendukung pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla, Wiranto mengaku menemui Kalla untuk mengetahui perkembangan terbaru pemerintahan.

“Saya enggak ada (tujuan politik). Saya cuma kangen-kangenan saja sama beliau (Kalla). Sejak beliau dilantik sebagai wapres, saya belum pernah nengok. Cuma kolega, sebagai pendukung, saya ingin melihat perkembangan-perkembangan yang terbaru bagaimana,” kata Wiranto seusai pertemuan di Kantor Wapres.

Keduanya bertemu selama kurang lebih 20 menit. Saat ditanya apakah pertemuannya dengan Kalla hari ini terkait pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Dewan Pertimbangan Partai Golkar versi Musyawarah Nasional Bali Akbar Tandjung dan Ketua Umum Golkar versi Munas Jakarta Agung Laksono, Wiranto yang juga mantan politikus Partai Golkar ini enggan menjawab. Ia pun menolak berkomentar seputar pertemuan Jokowi dengan kedua petinggi partai yang kini berada pada dua kubu berseberangan tersebut. “Saya enggak usah tanggapi itu lah ya,” ucap Wiranto.

Sebagai informasi, Wiranto merupakan mantan kader Partai Golkar. Bahkan, pada tahun 2004, Partai Golkar secara resmi mengusung Wiranto sebagai calon presiden yang berpasangan dengan tokoh Nahdlatul Ulama, Salahudin Wahid. Sedangkan Jusuf Kalla merupakan mantan ketua umum Partai Golkar periode 2004-2009. Dalam Pilpres 2004, Kalla yang ketika itu berpasangan dengan Susilo Bambang Yudhoyono mengalahkan pasangan Wiranto-Wahid. Tapi di Pilpres 2009, Kalla berpasangan dengan Wiranto, sebelum akhirnya dikalahkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

Perda Betawi untuk Kebudayaan, Jangan Dipolitisir

Jakarta, Aktual.co —DKI Jakarta butuh Peraturan Daerah yang mengatur soal aspek kebudayaan dan seni Betawi. Pendapat itu disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarief, menanggapi pembahasan Perda Betawi. 
Dia menilai selama ini kebudayaan Betawi selalu bergerak sendiri-sendiri, meski Dinas Pariwisata DKI sudah diberikan dominasi kebudayaan Betawi. 
“Selama ini, kebudayaan betawi tidak masuk dalam kebijakan dan bergerak sendiri. Namun itu sifatnya masih parsial,” ujar dia, di DPRD DKI, Kamis (8/1).
Dia mengaku setuju pembahasan Perda di DPRD DKI untuk mencegah punahnya budaya Betawi. Namun politisi Gerindra itu menegaskan Perda Betawi bukan untuk mendefinisikan budaya Betawi sebagai suku. 
“Karena secara sosiologi, Suku Betawi sudah sangat eksis. Maka yang perlu diperhatikan adalah budayanya. Jangan nanti Perda ini dipolitisasi. Misalnya pemimpin Jakarta harus orang Betawi. Bukan seperti itu yang dimaksud. Ini untuk mengatur kelestarian Budaya,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Maswadi Rauf: 2015, Masih Banyak Politikus Dendam

Jakarta, Aktual.co — Pengamat politik, Maswadi Rauf mengatakan pada 2015 masih banyak dendam antarpartai politik yang bisa mengakibatkan semakin banyak perpecahan internal partai atau perselisihan pendapat antarkoalisi. “Hingga saat ini, belum ada penyelesaian yang nyata dari para partai besar mengenai dendam politik hingga menyebabkan adanya dualisme,” kata Maswadi Rauf di Jakarta, Kamis (8/1).

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini berpendapat bahwa seharusnya perpecahan partai politik bisa diselesaikan secara sehat untuk kepentingan negara. “Jika politik bercampur dengan dendam maka kedepannya permasalahan akan semakin tidak wajar,” ujarnya.

Dendam tersebut merupakan dampak dari permusuhan antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih yang masih akan memanas ditahun 2015 ini. “Konflik haruslah rasional, boleh berbeda pandangan, tapi tidak dengan cara bermusuhan satu dengan yang lain,” kata Maswadi. Keinginan balas dendam mengenai kepentingan pribadi bisa berimbas pada kestabilan politik negara.

Ia menegaskan bahwa keperluan pribadi harus dikesampingkan untuk bisa menjadi negarawan yang benar-benar memajukan bangsa melalui politik. Selanjutnya, ia berharap pada tahun ini lebih banyak politisi yang bersifat profesional dan lapang dada jika menghadapi perbedaan pendapat.

Berita Lain