11 April 2026
Beranda blog Halaman 40099

Basarnas Kembali Temukan Empat Korban QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional menemukan empat jenazah korban pesawat AirAsia QZ 8501 sehingga total penemuan menjadi 44 jenazah hingga hari ke-12, Kamis.

“Dari 44 jenazah itu, sebanyak 41 jenazah sudah di Surabaya. Kemudian, tiga masih berada di kapal,” kata Kepala Basarnas F Henry Bambang Soelistyo di Jakarta, Kamis (8/1).

Ia mengatakan jenazah tersebut hingga saat ini masih berada di kapal dan belum dievakuasi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Besok rencana baru kami evakuasi, kami pindahkan dari kapal menuju ke Pangkalan Bun,” ujarnya.

Pencarian tiga jenazah itu, katanya, dilakukan di sektor 3 yang diberitahukan oleh nelayan dengan menggerakkan KN Bintang Laut, KN SAR Pacitan dan satu bantuan udara.

Saat ini, lanjutnya, tiga jenazah tersebut berada di tiga kapal berbeda yakni satu jenazah di Kapal KN SAR Pacitan, satu jenazah di kapal KD Kasturi milik Malaysia dan sisanya di kapal GS Onami milik Jepang.

Ia mengatakan pencarian korban tetap menjadi prioritas hingga akhir operasi nantinya dengan apapun kondisi korban.

“Yang penting kami evakuasi dan kemudian (korban) secepatnya kami kirim ke Surabaya,” tuturnya.

Ia berharap cuaca bersahabat sehingga pihaknya dapat melakukan perencanaan atau operasi sesuai dengan tahapan yang ditetapkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Basarnas: Tim Sar Temukan Dua Objek Baru Hilangnya QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI F. Henry Bambang Soelistyo mengatakan bahwa tim pencarian pesawat AirAsia QZ 8501 menemukan dua objek di permukaan laut.

“Hari ini ada dua objek baru yang dideteksi kapal Baruna Jaya sehingga terdapat sebanyak tujuh objek yang ditemukan,” kata Soelistyo di Jakarta, Kamis (8/1).

Kedua benda yang dideteksi pada area lintasan dua tersebut, kata dia, akan diidentifiksi bersama empat benda yang ditemukan Rabu (7/1).

Keenam objek tersebut, lanjut dia, masih dalam penyelidikan untuk dibuktikan sebagai bagian dari badan pesawat atau “black box” AirAsia yang jatuh pada tanggal 28 Desember 2014.

Penyelidikan untuk memastikan mengenai dua objek yang diduga bagian dari pesawat itu akan dilakukan besok oleh Tim SAR melalui penyelaman kembali di area lintas dua.

“Besok (9/1), penyelaman akan kembali dilakukan bila arus laut memungkinkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, satu dari tujuh objek yang telah ditemukan tersebut telah dikonfirmasi oleh Tim SAR sebagai ekor pesawat AirAsia QZ8501.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pemkot Jaksel Apresiasi Peran FKDM

Jakarta, Aktual.co — Walikota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor mengapresiasi keberadaan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di wilayah administratif yang dipimpinnya karena mempunyai peran penting dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan secara dini terhadap peristiwa apapun di masyarakat.

“Keberadaan FKDM sangat mempunyai arti penting di dalam masyarakat karena telah membantu pemerintah dalam memberikan informasi tentang suatu peristiwa kepada publik,” ujarnya dalam acara silahturahmi anggota FKDM Kota Jakarta Selatan di Jakarta, Kamis (8/1).

Ketua FKDM Jakarta Selatan Abdul Havis mengatakan kegiatan FKDM bertujuan membantu pemerintah dalam rangka memberikan pemahaman tentang kewaspadaan dini terhadap apapun yang terjadi di masyarakat.

Havis berharap forum tersebut dapat terus berkembang dan keberadaannya dapat tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka memberikan rasa aman terhadap publik dan sebagai upaya untuk bersinergi dengan aparat pemerintah dalam semua unsur,” katanya.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan Moh Matsani menjelaskan FKDM merupakan sebuah forum untuk kemasyarakatan di mana semua kegiatan yang dilakukan dalam pengawasan dan binaan Kesbangpol.

“FKDM Jakarta Selatan merupakan binaan dari Kesbangpol Jakarta Selatan dan telah menjalankan perannya menjadi mitra pemerintah,” katanya.

Acara silaturahmi anggota FKDM Kota Jakarta Selatan diselenggarakan oleh Kesbangpol Jakarta Selatan dengan dihadiri oleh 20 anggota, termasuk ketua dan jajaran pengurus periode 2014-2019.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

KOI: Tim Sembilan Jangan Sampai Ganggu Persiapan Asian Games 2018

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan bentukan pemerintah, bukan hanya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI. Tapi juga direncanakan untuk memantau perkembangan cabang olahraga lainnya.

Dikatakan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, upaya Tim Sembilan itu, diharapkan tidak mengganggu persiapan cabor untuk menghadapi Asian Games 2018.

“Kami sangat setuju dengan perbaikan. Tetapi, apa yang dilakukan (Tim Sembilan), jangan sampai mengganggu persiapan Asian Games 2018,” kata Rita di Jakarta, Kamis (8/1).

Mantan Ketua Umum KONI ini berharap, Tim Sembilan bentukan pemerintah ini tidak hanya fokus pada sepak bola yang selama ini tidak menggunakan dana APBN, melainkan juga fokus pada cabang olahraga lainnya yang prestasinya juga belum maksimal meski menggunakan dana negara.

Menyoroti target dari Tim Sembilan, yang akan melakukan evaluasi terhadap federasi sepakbola Indonesia itu, Rita berharap, dualisme yang pernah dialami oleh PSSI beberapa tahun lalu, jangan sampai terulang kembali.

Pengalaman konflik PSSI beberapa tahun lalu, kata dia, Indonesia sampai mendapatkan pemantauan khusus dari FIFA. Bahkan induk organisasi sepak bola dunia itu memberikan ancaman pembekuan jika dualisme kepengurusan tidak bisa dituntaskan.

“Jika dualisme kembali terjadi, secara otomatis suspend akan diberikan. Makanya kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” kata mantan Ketua Umum PBVSI itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Carut Marut Izin Terbang, Jonan Akui Ada Kelemahan Sistem Komunikasi

Jakarta, Aktual.co —  Pascajatuhnya pesawat AirAsia QZ8501, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan langsung memerintahkan stafnya untuk memeriksa izin penerbangan pesawat AirAsia. Dari hasil pemeriksaan tidak menutup kemungkinan pelanggaran izin terbang juga terjadi di bandara lain.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan stafnya menemukan pelanggaran izin terbang AirAsia pada hari Minggu. Menurutnya, semua yang kasih izin AirAsia di hari Minggu diputus bersalah.

“Semua yang memberikan izin AirAsia berangkat di hari Minggu itu salah. Meskipun mereka mengajukan terbang Oktober 2014,” kata Jonan di Jakarta, Kamis (8/1).

Dirinya mengakui ada kelemahan sistem komunikasi dalam Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sehingga AirAsia bisa terbang di hari Minggu.

“Ada kelemahan di sana. Seharusnya, otoritas bandara wilayah III melakukan pengecekan karena dapat tembusan keputusan ke Dirjen Perhubungan Udara,” terang Jonan.

Menurutnya, Kemenhub baru mengetahui AirAsia tidak boleh terbang di hari itu. AirAsia memang boleh terbang di hari minggu, namun sesuai izin rute. Dirinya pun tak segan membatalkan pesawat untuk terbang jika memang melanggar izin yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

“Besok akan diumumkan terkait izin terbang semua maskapai,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DKI Berencana Hapus Sistem Setoran Angkutan Umum

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan uji coba penghapusan sistem setoran angkutan umum di wilayah ibu kota. Seperti yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Kamis (8/1).

“Rencananya, uji coba penghapusan sistem setoran itu akan kita laksanakan pada tahun ini. Tapi, kita belum memastikan waktunya,” ujarnya. 
Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, uji coba penghapusan sistem setoran tersebut dilaksanakan terlebih dahulu sebelum benar-benar diterapkan di Kota Jakarta.

“Nantinya, kita akan lakukan uji coba pada angkutan umum yang ada di sejumlah rute. Jadi, sopir akan menerima gaji bulanan, bukan lagi dengan sistem setoran,” ujar Ahok.

Dia menuturkan penghapusan sistem setoran itu dimaksudkan agar tidak ada lagi sopir yang melakukan aksi kebut-kebutan dengan sopir lainnya setiap hari untuk mengejar setoran.

“Selain itu, penghapusan sistem setoran tersebut juga bertujuan supaya tidak ada lagi angkutan umum yang berhenti sembarangan untuk mengangkut penumpang (ngetem),” tutur Ahok.

Mantan anggota DPR RI itu mengungkapkan setelah uji coba itu dilaksanakan, pihaknya akan melakukan evaluasi untuk menilai efektivitas penghapusan sistem setoran angkutan umum.

“Kalau setelah diuji coba ternyata memang terbukti bisa menghasilkan ketertiban lalu lintas, maka kebijakan itu mungkin sudah bisa diterapkan pada 2016,” ungkap Ahok. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain