6 April 2026
Beranda blog Halaman 40113

Gas 3 Kg Mulai Sulit Ditemukan di Yogyakarta

Yogyakarta, Aktual.co — Meski belum bisa dikatakan langka, sejumlah pangkalan dan pengecer gas elpiji 3 kilogram di Yogyakarta, mengaku sulit mendapatkan gas melon sejak beberapa waktu terakhir. Mereka menilai hal itu terjadi sebagai dampak kenaikan harga gas 12 kilogram belum lama ini.

Salah seorang pemilik pangkalan gas 3 kilogram, Sarwiji di Jalan Nyi Pembayun, Kotagede mengaku mulai sulitnya mendapatkan gas melon itu sudah terjadi sejak sebulan lalu. Ia menyebut jumlah konsumen gas melon semakin banyak, sementara pasokan dari agen terbatas.

“Mulai sulit dicari itu kira-kira sudah sebulan terakhir. Sejak gas 12 kilo mulai naik harga jadi Rp135. Sampai sekarang, saat gas 12 kilo sudah naik lagi jadi sekitar Rp150, gas 3 kilo semakin sulit,” katanya, Rabu (7/1).

Ia mengaku sejak kenaikan harga gas elpiji 12 kilo, pasokan gas 3 kilo dari agen langsung habis hanya dalam waktu satu sampai dua hari. Padahal biasanya jatah 70 tabung gas dari agen di pangkalannya baru habis dalam waktu lima hari.

“Sampai saat ini belum ada tambahan kuota dari agen, masih tetap dijatah 70 tabung per minggu,” katanya.

Ia sendiri berharap adanya tambahan jatah kuota dari agen kepada setiap pangkalan terhadap pasokan gas elpiji 3 kilogram. Menurutnya hal itu diperlukan agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

“Otomatis harga jual gas elpiji 3 kilo naik. Kalau saya sendiri menjual Rp18ribu per tabung. Tapi di tingkat eceran rata rata Rp19 sampai Rp21 per tabung,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR: Kemenhub Harus Cabut Pembekuan AirAsia

Jakarta, Aktual.co — Pembekuan rute AirAsia Surabaya-Singapura oleh Kemenhub harus segera dicabut. Demikian disampaikan Ridwan Bae anggota Komisi V DPR RI kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (7/1).
“Keputusan pembekuan rute AirAsia itu terburu-terburu, ditengah proses evakuasi yang sedang berjalan,” ungkapnya.
Sementara mengenai penilaian rute tersebut ilegal yang digembor-gemborkan oleh oleh Menhub Iganasius Jonan, Ridwan menilai bila ilegal kenapa Singapura memberikan izin AirAsia dengan memberikan slot parkir (memberikan approval).
“Logikanya setiap penerbangan sebuah pesawat tentu perlu adanya koordinasi semua pihak, dan dipantau oleh semua regulator penerbngaan internasional,” sergahnya.
Kata dia, mana bisa pesawat bisa terbang dan mana berani pilot bisa terbang tanpa koordinasi dgn ATC.
“Mana bisa ATC beri aba-aba boleh terbang kalau nggak ada izin,” ucapnya. 
Dalam kasus ini, Menhub Jonan hanya melakukan pencitraan menambah masalah. Saran Ridwan sebaiknya Menhub akui kesalahannya dan minta maaf sama semua pihak lalu benahi internal.

“Makin dia lakukan itu makin kelihatan bobroknya perhubungan. Kalau saya yang paling penting minta maaflah sama keluarga korban, minta maaf sama semua orang-orang capek seperti Basarnas, TNI, dan negara luar,” katanya.
Harusnya, lanjutnya, Jonan harus benahi internal kementerian perhubungan jangan ada lagi kesalahan.
“Bukannya harus koar-koar nggak ada manfaatnya,” demikian Ridwan Bae.
Seperti diketahui,  penerbangan AirAsia QZ8501 rute Surabaya-Singapura pada hari Minggu (28/12) tidak illegal. Demikian disampaikan pihak Otoritas Bandara (Otban) Wilayah III.
Kepala Otban Wilayah III Praminto Hadi Sukarno di Crisis Center, Mapolda Jatim, Senin (5/1) mengungkapkan teknis pemberian ijin terbang pesawat itu sudah sesuai prosedur. Menurut dia, semua sudah berkaitan, Dirjen Perhubungan Udara sudah mengeluarkan izin rutenya, dan Indonesia Slot Coordinator sudah memberikan waktu untuk terbangnya, jam berapa take off dan landing-nya. 
Namun, sesaat kemudian pihak Otoritas Bandara (Otban) Wilayah III, pada Senin (5/1) sore melalui Kepala Otban Wilayah III Praminto Hadi Sukarno menyatakan bahwa AirAsia tidak memiliki izin terbang pada hari Minggu. 

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Pertamina: Jalur Distribusi Gas LPG 3 Kg Harusnya Tertutup

Medan, Aktual.co — Humas Pertamina Sumatera Utara, Brasto Galih Nugroho mengatakan, jalur distribusi gas LPG 3 kilogram yang peruntukannya untuk kelompok menengah kebawah dan usaha mikro, seharusnya dilakukan secara tertutup.

Distribusi tertutup itu sesuai peraturan menteri ESDM no 26 tahun 2009 dan peraturan menteri bersama Menteri Dalam Negeri dan ESDM no 17 dan No 5 tahun 2011.

“Seharusnya distribusinya menggunakan distribusi tertutup. Jadi ya, saat ini distribusinya masih terbuka, siapapun bisa beli, kita gak bisa ngelarang selama belum ada payung hukumnya. Intinya, LPG 3 kg peruntukan untuk masyarakat menengah kebawah dan usaha mikro,” ujar Brasto ketika dihubungi Aktual.co di Medan, Rabu (7/1).

Penerapan distribusi tertutup itu, kata Brasto, akan meminimalisir terjadinya distribusi yang tidak tepat. Dimana selama ini dengan distribusi terbuka, orang kaya juga ikut menikmati LPG 3 kilogram yang disubsidi itu.

“Pertamina melihat, distribusi LPG 3 kilogram menggunakan distribusi tertutup agar tepat sasaran dan kita bisa tau, itu dibeli siapa dan untuk siapa? Karena realita dilapangan, orang kaya juga ada yang menggunakan,” katanya.

Brasto menambahkan, soal regulasi kebijakan distribusi tertutup itu, kewenangannya ada ditangan pemerintah.

“Bukan kewenangan Pertamina, itu pemerintah pusat dan daerah. Tim koordinasi LPG 3 kg itu pelindungnya dari kepala daerah, dan ketuanya dari Sekda bersama instansi terkait. Kita cuma penyalur,” terangnya.

Disinggung soal ketersediaan gas LPG 3 Kilogram di Sumut, Brasto menyebutkan dalam kondisi aman. Di mana setiap hari pihaknya mendistribusikan sebanyak 270 ribu tabung.

“Saat ini khusus di Sumatera Utara, stok LPG 3 kilogram untuk kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman yakni 270 ribu tabung per hari,” katanya.

Soal kabar kelangkaan, Brasto membantah kabar itu. Yang terjadi, katanya, adalah tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap gas 3 kilogram. Apalagi, lanjutnya, dimana masih sangat menyulitkan mengawasi siapa saja yang membeli dan digunakan untuk apa gas tersebut.

“Bukan soal langka, kalau langka barang tidak ada, ini barang ada dan konsumsi tinggi. Konsumsi tinggi, tapi tidak ada pengawasan di pangkalan, siapa yang beli dan digunakan untuk apa. Bisa jadi dari pengecer ke pengecer. Jalur distribusinya panjang,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertandingan Piala Asia Akan Dipantau Pengawas Suap

Jakarta, Aktual.co — Pertandingan-pertandingan pada kejuaran sepak bola Piala Asia yang dimulai Jumat (9/1), akan dipantau oleh Sportradar yang bekerja sama dengan AFC, untuk melihat adanya unsur suap atau pengaturan skor.

“Setiap ada pertandingan yang hasilnya tidak terlalu berpengaruh, atau tim yang pemainnnya kurang mendapat penghargaan …di situ ada resiko suap,” kata Scott Fergusson, pengamat bisnis taruhan, dikutip dari AFP, Rabu (7/1).

Sportradar, yang berbasis di Swiss, selama Piala Asia 2015 di Australia bulan ini, akan melihat kemungkinan adanya pola pertandingan yang janggal dan berpotensi adanya unsur suap.

Pengaturan skor dan doping merupakan ancaman terbesar dalam integritas olahraga. Bisnis jutaan berada di balik masalah tersebut.

Upaya penumpasan yang membuahkan hasil, di antaranya dalam skandal yang terungkap di Australia dan Inggris, dan sudah ditahannya sejumlah tersangka utama selama lebih dari satu tahun di Singapura.

Namun masih ada kekhawatiran prakter suap tetap berjalan.

Bulan lalu pejabat sepak bola Vietnam menggulirkan kecurigaan mengenai tim nasionalnya yang kalah dari Malaysia di semifinal Piala AFF.

Kemudian di bulan November, klub Arab Saudi Al Hilal curiga terhadap wasit yang mengabaikan sejumlah pelanggaran di kotak penalti ketika menghadapi Western Sydney Wanderers di final Liga Champions AFC.

Ferguson menegaskan, ancaman suap Piala Asia “relatif kecil”, terkait profil turnamen dan upaya antikorupsi di Australia.

Artikel ini ditulis oleh:

Hari Ini, Pameran Alutsista TNI AD di Manokwari Ditutup

Jakarta, Aktual.co — Pameran alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI Angkatan Darat di Lapangan Borasi Manokwari, Papua Barat, ditutup, Rabu (7/1).
“Peralatan tempur TNI AD yang dipamerkan telah diangkut KRI Teluk Amboina menuju Pulau Ambon guna dipamerkan bagi masyarakat Ambon,” kata Komandan Kodim 1703 Manokwari Letkol Inf Stevanus Satrio Aribowo di Manokwari.
Dia mengatakan, antusiasme masyarakat Manokwari, ibu kota Provinsi Papua Barat, sangat tinggi terhadap pameran peralatan tempur yang dimiliki TNI AD tersebut.
Pameran itu, kata Dandim, sebenarnya digelar hanya dua hari yakni 5-6 Januari 2015, namun atas permintaan masyarakat setempat diperpanjang satu hari menjadi 5-7 Januari.
Dandim menyampaikan, pameran alat tempur TNI AD itu merupakan salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Juang Kartika ke-69 pada 24 Desember 2014.
“Tujuan pameran alutsista ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia yang ada di Provinsi Papua Barat peralatan tempur yang dimiliki TNI, khususnya Angkatan Darat, guna mempertahankan kedaulatan negara,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat Indonesia yang ada di Provinsi Papua Barat tentang sistem persenjataan TNI, khususnya Angkatan Darat.
“Masyarakat Manokwari sangat bangga melihat peralatan tempur TNI Angkatan Darat dan menyarankan kepada pihak TNI agar pameran seperti ini terus dilakukan ke depan sehingga masyarakat mengetahui kekuatan TNI guna mempertahankan keutuhan bangsa,” tambah Dandim.

Artikel ini ditulis oleh:

Kemlu: 13 Jenazah ABK Kapal Oryong Dipulangkan

Jakarta, Aktual.co —Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan bahwa 13 jenazah anak buah kapal (ABK) asal Indonesia, yang menjadi korban tenggelamnya Kapal Oryong-501 milik Korea Selatan di Selat Bering, akan dipulangkan ke Indonesia pada 9 Januari.
“Dari 16 jenazah yang ditemukan itu 13 jenazah sudah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi akan pulang Jumat, 9 Januari,” kata Kepala Sub Direktorat Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Kementerian Luar Negeri June Kuncoro Hadiningrat di Jakarta, Rabu (7/1).
Menurut June, ketiga belas jenazah ABK Indonesia itu akan diserahkan oleh Wakil Duta Besar RI di Korea Selatan kepada Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Bandara Soekarno-Hatta.
Dia menyebutkan penyerahan jenazah itu melibatkan para pemangku kepentingan dari beberapa daerah asal para ABK, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.
“Dengan demikian masing-masing jenazah dikembalikan ke daerah asalnya, tiga dari Jabar, enam dari Jateng, dua dari Maluku, satu dari Sulut, satu dari Sulsel,” ujar June.
Sementara untuk tiga jenazah ABK lainnya, kata dia, masih belum teridentifikasi. Namun, pihak berwenang sudah mengonfirmasi bahwa ketiga jenazah itu merupakan warga negara Indonesia.
“Yang 13 jenazah itu bisa diproses cepat antem ortem dan post mortem sehingga cepat teridentifikasi, sedangkan tiga jenazah ABK lainnya sudah terkonfirmasi WNI, tetapi masih butuh proses identifikasi lebih jauh karena ‘sample’ ante mortem diambil dari saudara perempuan,” ungkapnya.
Selanjutnya, June mengatakan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Indonesia di Seoul berkomitmen untuk membantu keluarga korban mendapatkan hak-haknya, terutama dari perusahaan yang mempekerjakan para ABK Indonesia itu.
“Khususnya dalam hal ini mereka ini adalah para ABK yang bekerja secara legal sehingga proses pemenuhan hak dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, termasuk hak asuransi dan kompensasi dari perusahaan,” kata dia.
Kapal Oryong 501 tenggelam di Laut Bering, Rusia, pada 1 Desember dan hingga kini proses pencarian korban masih terus dilakukan.
Terdapat 35 WNI yang bekerja sebagai ABK dalam kapal tersebut, dan dengan ditemukannya tiga korban selamat dan 16 jenazah, pemerintah Indonesia masih menantikan kabar 16 WNI lainnya.
Dalam menangani perlindungan WNI yang menjadi korban musibah kapal Oryong 501 tersebut, Kemenlu bekerja sama dengan KBRI Moskow, KBRI Seoul, Polri, BNP2TKI, dan Kementerian Perhubungan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain