5 April 2026
Beranda blog Halaman 40146

Inilah Rekaman ATC Juanda dan QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Terlepas legal atau illegalnya izin AirAsia QZ8501, namun ATC Bandara Juanda telah terbukti memberikan izin terbang pesawat dengan rute Surabaya-Singapura ini.
Dalam salinan rekaman percakapan ATC Bandara Juanda pada Minggu pagi tersebut yang berisi izin dari ATC kepada QZ8501 yang diunggah di Soundcloud oleh pengguna dengan user-ID “digitizing” pada 3 Januari 2014.
Rekaman dengan judul file “ATC PK AXC-QZ8501 201412272225Z” yang diunggah sesaat setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Singapura diketahui percakapan antara menara ATC dengan pilot AirAsia QZ8501.
Rekaman yang bisa diunduh oleh publik tersebut bisa didengar melalui situs Soundcloud.
Rekaman yang bisa diunduh oleh publik tersebut bisa didengar melalui situs Soundcloud. Terlepas asli atau tidaknya rekaman tersebut, pembaca diharap menunggu hasil investigasi KNKT.
Dalam rekaman audio berdurasi sekitar 20 menit tersebut, pada menit ke-10 terdengar suara dari AirAsia QZ8501 (dengan callsign Wagon Air 8501) yang memberitahukan posisinya di-parking stand A9, dengan registrasi PK-AXC (Alpha X-ray Charlie), jumlah penumpang, dan tujuan Singapura.
Percakapan tersebut kurang lebih sebagai berikut:
AWQ8501: “Tower, Wagon Air eight five zero one good morning…”Tower: “Wagon Air 8501 good mornig Juanda Tower, go ahead…”
AWQ8501: “Eight five zero one (registrasi) alpha x-ray charlie parking stand Alpha Niner (A9) destination Singapore POB (passenger on board) one six one, request push and start, wagon air eight five zero one…”
Tower: “Wagon Air eight five zero one parking stand number Alpha niner Pushback and start approved heading west runway one zero, exit sierra two…”
Tak lama kemudian, pada menit ke-4, QZ8501 meminta izin ke ATC untuk menuju ke landas pacu. ATC kemudian mengarahkan QZ8501 ke runway 10 yang sedang digunakan saat itu. 
Pada menit ke-07.07, ATC kemudian memberikan izin keberangkatan kepada QZ8501 melalui airways M635 dengan ketinggian jelajah awal 24.000 kaki.
“Wagon Air eight five zero one clear to Singapore, mike six three five level two four zero initial, RAMPY one alpha departure squawk number seven zero zero five,” demikian kata petugas ATC yang bersuara wanita tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Ketum PB NU: Islam Agama “Rahmatan Lil’Alamin”

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum PB NU KH Said Aqiel Sirodj mengemukakan bahwa, Islam merupakan agama Rahmatan lil’alamin, yang mewujudkan tatanan hidup yang harmonis oleh setiap insan.

“Islam agama peradaban, berbudaya, akhlakul karimah menghargai perbedaan,” katanya dalam pelantikan PCNU Kota Bogor periode 2014-2019 di Pesantren Hammalatul Quran Al-Falakiyah Pangentongan, Kota Bogor, Selasa (6/1).

Ia mengisahkan, Islam pada puncak kejayaannya membawa prinsip insaniah, setelah Rasulullah, 13 tahun di Makah hanya diikuti sekitar 130 sahabat, sisa penduduk Mekkah lainnya menentang dirinya hingga akhirnya Rasul terpaksa pindah ke Kota Yatsrib atau dikenal dengan Madinah.

Saat memasuki Kota Yatsrib, Rasul bertemu dengan masyarakat yang pluralisme yang terdiri dari muslim pribumi (Ashor), muslim pendatang (Muhajirin) dan non muslim (Yahudi).

“Nabi masuk Kota Yastrib sudah mendapati masyarakat yang beragam ada tiga suku didalamnya,” katanya.

Pada masa itu, lanjutnya, Rasulullah SAW sudah membangun konstitusi yang maju tidak berdasarkan suku, agama maupun budaya. Hal ini yang menjadikan Kota Yastrib berganti nama menjadi Madinah yakni Kota Peradaban.

Dikatakannya, dalam Piagam Madinah, tidak dijumpai laval Islam dan Arab. Adanya persatuan dan kesatuan tidak memandang agama maupun suku.

“Semua penduduk Kota Yastrib sama dalam hak dan kewajibannya, tidak ada permusuhan kecuali pada yang melanggara hukum. Tidak boleh ada permusuhan karena agama dan suku,” katanya.

Namun sekarang, lanjut Aqiel, kondisi umat muslim mengalami kemerosotan lagi kemunduran, dengan mengataskan agama saling bermusuhan.

Ia menyebutkan, Nabi tidak pernah memproklamirkan adanya negara Islam dan peradaban. Tetapi peradaban tanpa Islam akan kering, oleh karena itu, Islam dan Peradaban harus sejalan. Seperti banyak negara Islam di dunia, Mesir, Irak, Iran, Afganistan, Suriah, semua memeluk Islam, tetapi peperangan masih terjadi sampai saat ini.

Ia mengatakan, diperlukan sikap pemaaf untuk menjadi pemimpin yang disegani, seperti yang diteladani Rasulullah. Pada tahun 8 Hijriah, Rasul bersama umat Islam yang berjumlah 15.000 berhasil masuk ke Makkah.

“Yang dilakukan Nabi adalah mengatakan barang siapa yang berlindung di Masjid, akan aman, berada di rumah tokoh Qurais akan aman, yang berada di rumah juga aman. Dengan sikap pemaaf itu semua penduduk Makkah masuk Islam,” katanya.

Dikatakannya, penduduk Makkah masuk Islam karena akhlah, sifat pemaaf, ramah dan santunnya Rasulullah SAW, mereka berempati hingga semuanya memeluk ajaran Tauhid.

Rasulullah, terus berjihad mengembangkan Islam, mendatangi sejumlah wilayah. Hingga pada tahun 40 Hijriah saat Syaidina Ali Bin Abi Thalib dibunuh oleh Abdurahman Bin Rojam yang mengatakan Ali kafir karena menerapkan hukum musyawarah seperti DPR.

“Tahukan siapa yang membunuh Ali, yakni orang yang rajin ibadahnya, khatam Al-qurannya, setiap malam shalat tahajud. Tetapi karena memahami Alquran secara pendek, ia membunuh Ali, yang merupakan keponakan Nabi, menantu Nabi dan pemuda yang dijamin Allah masuk syurga,” kata Aqiel.

Aqiel menambahkan, radikalisme dan terorisme sudah ada sejak zaman Jahiliyah, karena itu, harus dimusuhi secara bersama-sama.

Ia menegaskan, dalam Islam mengajarkan peradaban dan budaya akhlakul karimah dengan menghargai perbedaan. Dalam Al-quran ditegaskan, tidak boleh ada ancaman dalam Islam, baik yang dilakukan oleh bapak kepada anaknya sendiri.

“Dalam Islam tidak boleh ada kekerasan dalam urusan agama, tidak ada urusan agama dalam kekerasan. Apa yang dilakukan ISIS, membantai syiah itu bukan cara Islam, cara Islam bukan kekerasan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pasca Penurunan Harga BBM, Harga Kebutuhan Pokok di Lumajang Masih Tinggi

Lumajang, Aktual.co — Enam hari pasca Pemerintah memutuskan menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sejumlah barang kebutuhan pokok di Lumajang, Jawa Timur, masih tinggi. Demikian juga harga bensin eceran di kios-kios bensin, masih belum berubah dari sebelumnya.

Menurut Ahmad Yusron, pengendara sepeda motor yang telah membeli bahan bakar bensin, tidak ada bedanya pasca penurunan harga BBM bersubsidi, dengan sebelum dilakukan penurunan harga yakni harga bensin eceran tetap mencapai Rp9 ribu per liter.

“Harganya sama aja mas, gak ada bedanya per botol Rp9 ribu, meski sudah ada penurunan dari Pemerintah,” katanya, Selasa (6/1).

Pada kesempatan terpisah, salah satu ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di pasar tradisional Kecamatan Pasirian Lumajang, Yanti (38), mengatakan harga beras yang berkwalitas bagus mencapai Rp9 ribu per kilogram, sementara harga daging sapi masih mencapai Rp100 ribu lebih.

“Padahal pasar tradisional besar Pasirian biasanya selalu mengikuti perkembangan harga, dan harga relatif murah namun saat ini tidak lagi,” tuturnya.

BBM Premium ditetapkan Rp7.600 per liter, turun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp8.500 per liter. Sementara harga Solar menjadi Rp7.250 per liter, juga turun dari harga sebelumnya Rp7.500 per liter.

Hal senada juga terjadi pada angkutan kota yang melintas di Lumajang. Para sopir enggan menurunkan tarif angkutannya meskipun harga BBM sudah turun. Alasannya karena, Organda belum menurunkan tarif angkutan.

“Masih tetap tarifnya, belum turun,” kata Sandi salah satu sopir angkutan kota yang melintas diwilayah perkotaan di Lumajang.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait Pembentukan Tim Sembilan, Agum: Menpora Harus Belajar Sepakbola

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembilan, yang dibentuk oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, akan melakukan tugasnya mengevaluasi kinerja PSSI. Namun langkah Menpora itu, dikritik oleh Mantan Ketu Umum PSSI, Agum Gumelar.

Dikatakan mantan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat ini, Menpora seharusnya belajar tentang sepakbola terlebih dahulu, ketika ingin membuat sebuah tim.

“Saya mengingatkan kepada Menpora, agar mempelajari terlebih dulu tentang sepakbola,” kata Agum di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/1).

Menpora menargetkan jangka waktu kepada Tim Sembilan, untuk melakukan pekerjaannya hingga tiga bulan kedepan.

Setelah tiga bulan itu, Tim Sembilan baru akan memberikan temuannya kepada Menpora secara penuh. Selanjutnya, Menpora baru akan mengambil kebijakan terkait temuan tim tersebut.

Namun, Agum yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Normalisasi PSSI, memberikan kepada Menpora selama tiga bulan itu, untuk berpikir ulang tentang niatnya.

“Setidaknya ada waktu tiga bulan, sebelum kemudian mengambil langkah strategis. Jangan masih baru, tapi sudah bikin kontroversi, mau membekukan lah,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Agum: Kondisi PSSI Sudah Baik

Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar mengatakan, saat ini kondisi federasi sepakbola Indonesia itu sudah baik dan tidak ada yang perlu dipersoalkan.

Mantan Menteri Perhubungan ini juga melihat, PSSI sudah baik dalam melakukan pembinaan dan kompetisi.

“Prestasi dan kompetisi sudah jalan, ISL ini kan sudah bagus. Bukan sekedar jalan, tapi sudah ditonton banyak orang, ditayangkan di televisi,” kata Agum Gumelar di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (6/1).

Pernyataan Agum Gumelar ini, menanggapi pembentukan Tim Sembilan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Tim Sembilan ini, dibentuk untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI, yang dianggap tidak memberikan prestasi yang baik, juga transparansi yang tidak ada.

“Saya mengingatkan kepada Menpora, agar mempelajari terlebih dulu tentang sepakbola. Setidaknya ada waktu tiga bulan, sebelum kemudian mengambil langkah strategis. Jangan masih baru, tapi sudah bikin kontroversi, mau membekukan lah,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

AS Cela Langkah Israel Bekukan Pengiriman Pendapatan Pajak ke Palestina

Jakarta, Aktual.co — Amerika Serikat mencela satu langkah yang dilakukan Israel untuk membekukan pengiriman pendapatan dari pajak ke pihak Palestina, sebagai balasan atas usaha mereka untuk bergabung ke dalam Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).

“Kami menentang aksi apapun yang menaikkan ketegangan. Dan jelas, ini merupakan satu hal yang menaikkan ketegangan,” kata wanita juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, dikutip AFP, Selasa (6/1).

Israel membekukan pendapatan dari pajak sekitar setengah miliar shekel atau sekitar 127 juta dolar AS kepada Otoritas Palestina, yang terjerat dana tunai setelah mengajukan diri Jumat (2/1) untuk bergabung dengan ICC di Den Haag.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhir pekan dan satu tim AS mengontak dengan para pemimpin Palestina.

“Apa yang kami coba hindarkan di sini ialah kemunduran dan saling balas,” kata Psaki. “Kami menyeru kedua pihak untuk menghindari aksi-aksi yang menaikkan ketegangan dan membuatnya lebih sulit untuk kembali ke perundingan-perundingan langsung.” Tetapi dia memperbarui peringatan-peringatan AS bahwa tiap langkah oleh pihak Palestina untuk mengambil aksi terhadap para pejabat Israel dan para pemimpin militernya di ICC dapat memiliki “implikasi” bagi bantuan AS kepada Otoritas Palestina.

“Kongres punya banyak kekuatan dalam hal ini, dan itu benar secara sejarah. Mereka memperhatikan dari dekat apa yang terjadi,” kata dia.

Tampaknya di bawah rancangan undang-undang pengeluaran yang kompleks yang disahkan Desember untuk mendanai anggaran AS melalui tahun fiskal 2015, tiap langkah untuk menyeret Israel ke ICC dan memberlakukan dakwaan-dakwaan kejahatan perang akan memicu pembekuan bantuan AS kepada pihak Palestina.

Psaki menyatakan bahwa tak seperti isu-isu bantuan asing lainnya Menlu John Kerry tak akan memiliki kekuatan untuk melepaskan pembekuan itu.

“Mengenai otoritas melepaskan (pembekuan bantuan), saya kira tak berlaku di sini,” ujarnya.

Ia mengulangi kembali bahwa pemerintah AS percaya usaha Palestina bergabung dengan ICC “sama sekali kontra produktif dan tak mendukung aspirasi rakyat Palestina bagi satu negara merdeka dan berdaulat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain