5 April 2026
Beranda blog Halaman 40148

Achmad Nawir Kapten Timnas di Piala Dunia 1938

Jakarta, Aktual.co — Piala Dunia 1938 di Prancis, meninggalkan sejarah bagi sepakbola Indonesia saat ini.

Indonesia yang pada saat itu masih bernama Hindia Belanda, harus berbangga hati, kerena bisa memperkenalkan seorang pemain yang dipercaya sebagai kapten Timnas, Achmad Nawir.

Kompetisi sepakbola empat tahunan itu merupakan yang pertama bagi Indonesia dan pertama bagi Achmad. Di mana saat itu, Indonesia harus bertemu salah satu tim terkuat, Hongaria.

Dalam buku sejarah piala dunia terbitan London mengatakan bahwa, kapten Timnas Hindia Belanda adalah seorang dokter. Di sana juga menyebutkan jika pemain Indonesia didominasi oleh pelajar.

“Kapten timnya adalah seorang dokter, yang menggunakan kacamata,” ujar wartawan The Times, saat meliput pertandingan itu, seperti dikutip BBC.co, Selasa (6/1).

Pria yang lahir pada 1 Januari 1911 itu bermain sebagai gelandang, yang kala itu diplot menjadi pengatur serangan Indonesia. Dia merupakan pemain dari klub HBS Soerabaja (Surabaya).

Tapi sayang kiprah Indonesia kala itu harus berakhir di tangan Hongaria. Negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia itu kalah dengan skor telak 0-6.

Namun, hasil bukanlah patokan untuk tidak mendongakan kepala. Kita bisa berbangga, karena dari 17 pemain, setidaknya ada dua nama yang asli berdarah Indonesia yakni Achmad Nawir dan Anwar Sutan.

Berikut Biodata Achmad Nawir:

Nama : Achmad Nawir
Tanggal Lahir : 1 Januari 1911
Tanggal Meninggal : April 1995 (umur 84 tahun)
Posisi Bermain : Gelandang
Klub : HBS Soerabaja
Karir Timnas : Hindia Belanda (satu pertandingan)
Karir Pelatih : Persebaya Surabaya era Kemerdekaan
Gelar Akademik : Dokter

Artikel ini ditulis oleh:

Tabloid Bild dan Tokoh Jerman Kecam Unjuk Rasa Anti Muslim

Jakarta, Aktual.co — Tabloid Bild dan 50 orang terkemuka di Jerman, menyerukan untuk menghentikan apa yang mereka lihat meningkatnya xenophobia (ketidaksukaan atau ketakutan terhadap orang-orang dari negara lain), sehari setelah ribuan pengunjuk rasa di beberapa kota Jerman berpawai menentang imigrasi Muslim.

Aksi-aksi unjuk rasa pada Senin (5/1), yang diselenggarakan PEGIDA, gerakan akar rumput baru, atau Warga Eropa Patriotik Terhadap Islamisasi Barat, telah menjadi kegiatan mingguan di Dresden, kota di bagian timur Jerman.

Sekitar 18.000 orang, jumlah terbesar sejauh ini, turun ke jalan-jalan di Dresden, tetapi aksi-aksi tandingan di Berlin dan Koln, kota di bagian barat, diikuti para pengunjuk rasa yang jumlahnya lebih besar. Mereka menuding PEGIDA memanas-manasi rasisme dan intoleransi.

Bild, tabloid yang banyak dibeli warga Jerman, mempublikasikan seruan bertuliskan “Tidak bagi PEGIDA” pada Selasa (6/1), memuat di halaman depan dan halaman 2 dan 3 kutipan-kutipan dari 50 politisi dan selebritas.

“Mereka mengatakan ‘tidak’ kepada xenophobia dan ‘ya’ kepada keragaman dan toleransi,” tulis Wakil Editor Bild, Bela Anda, dalam komentar, seperti dikutip Reuters.

“Kita hendaknya tidak teriak-teriak di jalan.” Di Dresden, para pengunjuk rasa PEGIDA mengibarkan bendera Jerman berwarna hitam, merah dan keemasan dan membawa slogan seperti “Tolak fanatisme keagamaan dan tiap bentuk radikalisme”.

Satu poster di Koln menyerukan “kentang lebih baik daripada doner kebab”, merujuk kepada etnis Turki yang berjumlah sekitar tiga juta mewakili komunitas imigran terbesar Jerman.

Jerman memiliki beberapa peraturan suaka paling liberal di dunia, sebagian karena faktor Nazi di masa lalu. Jumlah pencari suaka yang tiba di jerman, banyak dari timur tengah, meningkat tajam sekitar 200.000 jiwa pada tahun lalu — empat kali dari jumlah pada 2012.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah mendesak rakyat Jerman agar menjauhkan diri dari pemerotes anti Muslim, dengan menyatakan hati-hati mereka penuh kebencian dan mendesak kebencian kepada orang-orang asing tak ada tempat di Jerman.

Di Koln, wilayah yang banyak penduduk Muslim, terjadi 10 kali unjuk rasa sebagai tandingan atas demonstrasi oleh pengunjuk rasa PEGIDA.

Artikel ini ditulis oleh:

Dugaan Korupsi Dana Bantuan, Ketua Partai Demokrat Palu Ditahan Kejari

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Negeri Kota Palu, Selasa (6/1) petang menahan Ketua Partai Demokrat Kota Palu Yos Sudarso Mardjuni, terkait kasus dugaan korupsi dana bantuan partai itu periode 2005-2013.

Yos Sudarso yang mengenakan kemeja putih digiring menuju Rutan Maesa Palu usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Palu Asnawi mengatakan penahanan tersangka itu adalah untuk memudahkan penyidikan perkara.

Yos Sudarso yang kini masih menjadi anggota DPRD Kota Palu sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka pada pertengahan September 2014.

Penetapan tersangka itu dilakukan setelah tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup dengan diperkuat oleh keterangan saksi.

Bukti tersebut antara lain pelaporan keuangan yang tidak didukung administrasi lengkap, selain itu penggunaan dana partai yang berasal dari pemerintah itu tidak dibuat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2009 tentang Bantuan Keuangan Partai Politik.

Selain itu, ada hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan, serta pertanggungjawaban fiktif yang dibuat tersangka.

Kasus tersebut adalah pengembangan dari laporan masyarakat dan pengurus Partai Demokrat Kota Palu yang merasa janggal dengan administrasi keuangan partai tersebut.

Dalam laporan itu, pelapor mengindikasikan adanya penggunaan dana operasional partai yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Ketua Partai Demokrat Kota Palu.

Dana itu antara lain dari APBD Kota Palu yang sebesar Rp86 juta per tahun, dan dana dari fraksi di DPRD Kota Palu sebesar Rp5 juta per bulan.

Yos Sudarso adalah mantan Wakil Ketua DPRD Kota Palu periode 2009-2014, dan telah menahkodai Partai Demokrat Palu selama hampir 10 tahun. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Basarnas: Perluas Area Pencarian Korban di Sektor Prioritas Satu

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional memutuskan memperluas area pencarian di sektor prioritas satu untuk menemukan badan pesawat dan kotak hitam AirAsia QZ8501.

“Jenazah ditemukan di luar dari sektor prioritas satu, sehingga lokasi prioritas tersebut akan diperluas ke kanan,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo dalam keterangan pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Selasa (6/1).

Sejauh ini, menurut dia, belum menerima konfirmasi soal titik koordinat penemuan kotak hitam dari tim di lapangan. Sonar yang dimiliki kapal-kapal yang memiliki alat pendeteksi benda di bawah air sejauh ini belum tertangkap.

Operasi ini menjadi berjalan lambat, karena sapuan “pinger located” yang dimiliki kapal-kapal tersebut hanya mampu menyapu 200 meter ke kiri dan ke kanan di kedalaman 30 meter. “Sementara laut begitu luas. Sejauh ini sonar USS Fort Worth yang menangkap sesuatu, sabar, sistem sudah ada dan sekarang masih bekerja”.

Sebelumnya, Basarnas menambah sektor prioritas operasi untuk pencarian kotak hitam dan bagian besar pesawat Air Asia QZ8501 yang jatuh di sekitar perairan Teluk Kumai, Kalimantan Tengah, pada Minggu (28/12).

“Untuk operasi hari ini, karena perkembangan evaluasi teknis dan taktis hasil dari kemarin, maka hari ini akan dilakukan tambahan area pencarian prioritas. Saya sebut disitu area pencarian prioritas yang kedua,” ujar dia.

Letak sektor prioritas kedua tersebut, ia menjelaskan ada di dalam sektor tambahan, diluar sektor prioritas yang pertama.

Yang dikerjakan di daerah operasi pada hari kesepuluh, lanjutnya, untuk di empat sektor yang telah ditetapkan sejak awal tetap dilakukan pencarian korban dan serpihan pesawat yang kemungkinan terbawa arus.

Sedangkan di dalam sektor prioritas kedua, ia mengatakan tim SAR gabungan berupaya mencari yang diduga bagian pesawat dan juga kotak hitam. Operasi di sektor ini dilakukan kapal-kapal yang mempunyai alat dan sistem pencarian untuk obyek di bawah permukaan air.

Dalam sektor prioritas kedua tersebut, menurut dia, sudah ada KRI Hasanuddin, KRI Usman Harun, kapal Geosurvey, kapal Baruna Jaya I, dan kapal Cress Onix. “Mereka bahu-membahu untuk mencari dengan bantuan alat baik itu sistem sonar dan ‘pinger locater'”.

Pada sektor prioritas satu masih ada yang melakukan pencarian dengan sasaran korban yang mengapung dan terbawa arus. Unsur udara dan unsur lainnya semua mencari korban hingga serpihan di empat sektor yang sejak awal sudah dibagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pembentukan Forum Asprov karena Exco PSSI Tak Tegas

Jakarta, Aktual.co — Pembentukan Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, dianggap sebagai hasil ketidakmampuan Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk memimpin bawahannya.

Menurut Deputi V Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Gatot S. Dewa Broto, tidak teguhnya pendirian Exco PSSI dalam menanggapi keberadaan Tim Sembilan, membuat Asprov cemas. Maka dari itu, mereka mengambil sikap sendiri dengan menolak Tim Sembilan.

“Petinggi PSSI harus konsisten mengambil sikap. Mereka kan bapaknya Asprov,” ujar Gatot ketika dihubungi Aktual.co, Selasa (6/1).

Seperti diketahui, pada Senin (5/1) beberapa perwakilan Asprov PSSI resmi memperkenalkan sebuah Forum Asprov PSSI. Forum tersebut dibentuk sebagai alat komunikasi 34 Asprov terhadap keberadaan Tim Sembilan.

Selain itu, untuk menanggapi pernyataan Forum Asprov PSSI, Gatot menjanjikan akan berdiskusi lebih dulu dengan Tim Sembilan.

Kata dia, jika disetujui, pihaknya akan segera meminta izin kepada PSSI untuk melakukan pertemuan dengan Asprov.

“Iya kalau memungkinkan kita akan panggil Asprov juga. Itu kan harus minta izin ke PSSI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Forum Asprov PSSI menegaskan bahwa, mereka menolak keras keberadaan Tim Sembilan. Penolakan itu disampaikan oleh Ketua Koordinator, Gusti Randa.

“Forum ini adalah kesadaran Asprov yang resah, gelisah, tidak suka dan gusar dengan keberadaan Tim Sembilan,” tegas Gusti, Senin (5/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait APBA 2015, DPR Aceh Apresiasi Sikap Mendagri

Banda Aceh, Aktual.co — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengapresiasikan sikap Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang telah memberikan toleransi untuk Aceh soal pengesahan APBA 2015.
“Saat ini, pihaknya juga sedang membahas KUA/PPAS dengan seluruh SKPA di masing- masing komisi yang ada di DPRA. Pembahasan bahkan berlangsung hingga malam hari dan alot disebabkan terdapat sejumlah program yang kadang- kadang tidak rasional dari sisi anggaran,” terang Iskandar kepada Aktual.co, Selasa (6/1).
Disebutkan, ke depan, pihaknya menginginkan ada perubahan dari sistem penganggaran Selama ini, pembahasan KUA/PPAS terdapat juga usulan SKPA secara gelondongan disampaikan ke komisi-komisi di DPRA untuk dibahas. Namun, tentunya diminta SKPA untuk merasionalkannya kembali. Bila tidak, pagu anggaran yang diusulkan siap untuk dicoret.
Seharusnya sambung Iskandar, usulan yang disampaikan lebih terperinci dan detail berapa serapan anggaran yang dihabiskan. “Jangan malah banyak untuk belanja pegawai atau SKPA. Sementara untuk kepentingan publik malah lebih sedikit. Ini ada SKPA- SKPA yang demikian, sehingga kita minta untuk di sesuaikan kembali,” terang Al-Farlaky.
Saat ditanya mengenai ancaman sanksi yang akan diberikan Mendagri kepada provinsi yang terlambat mengesahkan APBD, Iskandar mengaku sangat memahami persoalan tersebut. Ini, sambung dia, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, maka seluruh anggota DPRA tidak berhak menerima gaji enam bulan bersama dengan kepala daerah dan wakil kepala daerah. 
“Hak keuangan yang tidak dibayarkan tersebut, seperti tercantum dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, antara lain gaji pokok, tunjangan jabatan dan tunjangan lain-lain. Tapi mendagri dalam berita yang dilansir media sebelumnya kan untuk Aceh diberikan toleransi. Apalagi setahu saya Ketua DPRA dan Kepala Keuangan Aceh juga sudah bertemu dengan pihak Mendagri menyampaikan persoalan ini. Sekali lagi ini bukan faktor kesengajaan,” demikian Iskandar Usman Al-Farlaky
Sebelumnya, Kemendagri menyatakan menyurati gubernur Aceh dan DKI Jakarta terkait pembahasan APBA 2015. Kemendagri memberikan toleransi waktu untuk Aceh karena DPRA baru dilantik pada 30 september 2014. Kemudian disusul dengan orientasi gelombang pertama 13- 17 Oktober dan gelomnbang II–21-25 Oktober 2014. Kemudian, pelantikan pimpinan DPRA  22 Desember 2014 disusul pembentukan AKD 23 Desember 2014. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain