6 April 2026
Beranda blog Halaman 40149

TKI Asal Lumajang Alami Kebutaan Akibat Dianiaya Majikan

Lumajang, Aktual.co — Kasih (19) warga Dusun Baka Selatan, Desa Sawaran Lor, Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur, mengalami cacat mata atau buta, setelah disiksa majikannya di Arab Saudi sejak 2011 silam.

Penyiksaan ini berawal saat kasih menikah dengan Sholeh (22) warga Desa Curah Tulis Kecamatan Tongas Probolinggo. Setelah menikah mereka berdua memilih tinggal dirumah sang suami.

Namun tak lama menikah, sang suami mempekerjakan istrinya ke luar negeri dengan mendaftarkan istrinya ke salah satu PT di jakarta, Kasih pun berangkat ke negara Arab Saudi sejak tahun 2011 lalu.

Ditengah ia bekerja, Kasih mendapat perlakuan kasar dari sang majikan mulai dari dipukul, ditempelkan pisau belati yang dipanaskan hingga diikat dengan rantai. “Dipukul, dan diikat dengan rantai selama tiga tahun setengah,” papar korban saat dikonfirmasi Aktual.co dirumahnya, Selasa (6/1).

Namun dia masih beruntung, ada salah satu teman bosnya di Arab Saudi yang peduli dan kasihan melihat penderitaannya, sehingga korban ditolong hingga bisa dipulangkan ke Tanah Air.

Saat ini, korban mengalami luka lebam disekujur tubuhnya tepatnya pada bahu kanan dan kirinya. Tidak hanya itu, mata korban tidak lagi bisa melihat akibat dipukul sang majikan. “Saya buta sekarang,” tambahnya.

Keluarga korban yang tidak terima dengan nasib yang menimpa Kasih ini pun melaporkan kejadian itu pada Polisi.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu penyelesaian kasus penganiayaan ini, termasuk membantu kesembuhannya serta hak kasih bekerja selama tiga tahun diberikan,” kata Suparmi keluarga korban.

Artikel ini ditulis oleh:

Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Singah Geweh Kutai

Kutai, Aktual.co — Puluhan rumah warga dusun Sendawar, Desa Singah Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur, Selasa mulai terendam banjir, akibat Sungai Sangtta meluap.

“Banyak rumah warga mulai terendam, sejak tadi malam” kata Anto, warga Dusun Sendawar, Selasa (6/1).

Menurut Anto, rumah yang terendam banjir sejak Senin (5/1) malam, akibat Sungai Sangatta meluap.

“Jumlahnya sudah puluhan rumah warga terendam, termasuk rumah saya airnya sudah masuk ke lantai. Sedangkan rumah warga lain ada yang masuk air hingga lutut tapi ada juga yang baru sampai halaman rumah,” ujarnya.

Hanya saja, kata dia, kondisi banjir dan rumah yang terendam ini sudah dilaporkan, tapi sampai sekarang belum ada petugas yang datang ke lokasi.

Belum ada petugas yang kelihatan, dan juga belum ada bantuan untuk warga yang terkena musibah, kata dia, saat menghubungi Antara, Selasa.

Ketua RT 17 Dusun Sendawar, Romansyah, yang dihubungi mengatakan, banjirnya cukup deras dan makin naik.

Ia mengatakan kondisi air Sungai Sangatta yang semakin naik sudah dilaporkan ke kades dan camat sebagai pemberitahuan.

Kades Sangatta Selatan, Jaing saat dihubungi, mengatakan, sudah banyak juga rumah warga yang terkena dampak banjir, terutama di daerah Masabang.

“Airnya semakin naik, makanya warga saling mengingatkan agar waspadai banjir yang bisa datang mendadak,” katanya.

Hingga berita ini dikirim, belum ada pernyataan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur terkait banjir yang saat ini terjadi.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora Ingin Ulang Kesuksesan AG 1962?

Jakarta, Aktual.co — Menpora Imam Nahrawi mengatakan, Indonesia siap menyelenggarakan perhelatan Asian Games 2018, menyusul kesuksesan penyelenggaraan Asian Games pada 1962.

“Kegiatan itu kami harapkan bukan sekedar adu keterampilan tapi juga pertukaran wawasan antara bangsa Asia,” kata Imam dalam sambutan ketika bertemu dengan Presiden Olympic Council of Asia (OCA), Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah di Jakarta, Selasa malam (6/1).

Penyelenggaraan Asian Games 2018, lanjut Imam, membutuhkan kerja sama dari pihak eksternal seperti OCA dan pihak internal seperti kementerian-kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemerintah daerah, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Prima, dan sejumlah pengurus cabang-cabang olahraga.

Untuk itu, Menpora meminta arahan dari Presiden OCA, bagaimana untuk bisa menyelenggarakan event olahraga empat tahunan terbesar se-Asia itu.

“Kami mohon kepada Presiden OCA agar diberikan dukungan dan bimbingan penuh agar kami dapat menyelenggarakan pertandingan itu sesuai standar OCA dan lebih baik dibanding penyelenggaraan Asian Games sebelumnya,” kata Menpora Imam.

Keyakinan Menpora itu, harus dipertanyakan. Pasalnya, surat Keputusan Presiden (Keppres) yang menjadi payung hukum penyelenggaraan itu, belum juga dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo.

Keppres tersebut, juga berfungsi sebagai langkah awal untuk melakukan persiapan-persiapan kepada panitia untuk bisa bergerak, sebelum pemberian batas waktu persiapan dari OCA habis pada 2016.

Artikel ini ditulis oleh:

Basarnas Kesulitan Temukan Kotak Hitam AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co —  Tim SAR gabungan hingga saat ini masih kesulitan menemukan kotak hitam (blackbox) AirAsia QZ8501 karena sejumlah kendala. 
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo.

“Sistem sonar yang ada di lima kapal belum kunjung menangkap sinyal kotak hitam,” kata Bambang di Jakarta, Selasa (6/1).

Dia mengatakan sistem sonar sejatinya mampu melacak kotak hitam yang diperkirakan tenggelam bersama AirAsia. Akan tetapi, luasnya lautan area pencarian mengakibatkan sampai hari ke-10 sejak hilangnya AirAsia, kotak hitam belum kunjung diketahui lokasinya.

Padahal, kata dia, sistem sonar memiliki daya jelajah 200 meter x 200 meter. Dengan kata lain, jangkauan sonar kapal tidak sebanding dengan luasnya lautan sehingga kotak hitam tidak dapat sesegera mungkin ditemukan.

Kendati demikian, dia mengatakan tim SAR gabungan akan memaksimalkan segala daya dan upayanya dalam membantu Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menemukan kotak hitam.

Kotak hitam yang aslinya berwarna jingga itu sendiri memiliki pemancar sinyal (pinger) yang dapat dideteksi alat penangkap “ping”. Sinyal itu mampu bertahan selama 30 hari sejak pesawat mengalami insiden.

Apabila lebih dari 30 hari tidak kunjung ditemukan maka kotak hitam semakin sulit dideteksi karena sinyal “ping” tidak dipancarkan lagi oleh “blackbox” lantaran keterbatasan daya baterai di dalamnya.

Piranti bernama FDR (perekam data penerbangan) itu merupakan salah satu perangkat kunci yang dapat mengungkap penyebab kecelakaan setiap pesawat, termasuk AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (28/12/2014).

Sebelumnya, Bambang mengatakan kotak hitam pesawat rute Surabaya-Singapura itu tidak boleh disentuh oleh siapapun kecuali yang berwenang, yaitu tim KNKT. Alasannya, dia enggan mengambil risiko terkait kotak hitam.

Jika tim SAR menemukan kotak hitam, kata Bambang, mereka hanya boleh memberitahukan lokasi bukan langsung mengangkatnya dari dasar Selat Karimata.

“Kotak hitam itu wewenangnya di luar tugas Basarnas. Sepengetahuan saya ‘blackbox’ itu mengharuskan perlakuan khusus. Kalau ditemukan, maka satuan pengevakuasi tidak boleh mengangkatnya karena dikhawatirkan bisa rusak.” “Jika tim SAR menemukannya, mereka cukup menginfokan saja. FDR itu akan dieksekusi oleh KNKT karena harus diangkat dan dimasukkan pada tempat khusus,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Kemlu: “Travel Advice” Tak Pengaruhi Status Keamanan

Jakarta, Aktual.co — Kementerian Luar Negeri RI menanggapi munculnya “travel advice” Australia, yang meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan di Indonesia, dengan menegaskan bahwa hal itu tidak mengubah dan tidak mencerminkan status keamanan di dalam negeri.
“Australia mengeluarkan ‘travel advice’ berdasarkan informasi dari Kedubes AS. Hal itu tidak mengubah tingkat atau status keamanan Indonesia,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir di Jakarta, Rabu .
Menurut dia, “travel advice” yang dikeluarkan Australia itu adalah hal yang rutin dilakukan pemerintah Australia bagi warganya di seluruh dunia.
“Kami sudah sampaikan sebelumnya, intinya mereka menyampaikan hal ini dilakukan karena mereka (Australia) mendapatkan informasi dari Kedubes AS, maka mereka mengeluarkan ‘travel advice’,” ujar dia.
Namun demikian, Arrmanatha mengatakan aparat keamanan nasional akan terus menjaga keamanan di dalam negeri, termasuk keamanan para perwakilan asing di Indonesia.
“Menlu (Retno LP Marsudi) juga sudah langsung mengoordinasikan hal ini dengan aparat keamanan, khususnya dengan Kapolri dan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara). Dan tidak ada ancaman spesifik,” ungkapnya.
Australia mengeluarkan “travel advice” dan meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan di Indonesia karena adanya peringatan keamanan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengenai potensi ancaman keamanan di Surabaya selama beberapa hari terakhir, seperti di hotel-hotel dan bank-bank.
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di laman resminya, Sabtu (3/1), Kedubes AS di Jakarta merekomendasikan peningkatan kewaspadaan dan kehati-hatian saat mengunjungi fasilitas-fasilitas tersebut. Namun, tidak disebutkan rincian lebih lanjut dalam pernyataan itu.
Pihak kedutaan juga menyarankan semua warga negara Amerika Serikat yang berada di Surabaya maupun di luar Surabaya untuk melakukan penyetelan terhadap telepon genggam mereka.
Hal itu bertujuan agar warga AS yang berada di Indonesia mendapatkan peringatan dini soal ancaman keamanan yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Artikel ini ditulis oleh:

Ingin Kembangkan Potensi Kepemimpinan? Yuk Gabung ke AIESEC

Jakarta, Aktual.co —  AIESEC merupakan organisasi internasional yang diperuntukkan  bagi para pemuda yang membantu mengembangkan potensi kepemimpinan mereka. Organisasi terbesar di dunia ini berfokus mengembangkan kepemimpinan generasi muda untuk berpartisipasi dalam ‘Exchange International’ dan ‘Global Learning Environment’.

“Awalnya, AIESEC adalah organisasi pemuda Fakultas Ekonomi di Eropa, tetapi mereka mencoba seperti melebarkan sayap tidak hanya di ekonomi saja tetapi semua Fakultas juga bisa, akhirnya dijadikanlah organisasi  di setiap kampus-kampus,” jelas Dio Rizky Anamia, President Jakarta Helath Care Project by AIESEC Universitas Indonesia, kepada Aktual.co, Selasa (06/01). .

Di setiap kota dan Universitas terdapat organisasi AIESEC, yang berdiri sejak 1948 silam. Khusus AISEC Indonesia berdiri sejak 1984 di UI, dan juga merupakan kantor lokal terbesar di tanah air yang pertama.

Salah satu program AIESEC yang sedang dijalankan yakni, program ‘Exchange’.

“Program Exchange itu dimana kita menerima Mahasiswa-mahasiswa dari luar yang juga tergabung dalam organisasi AIESEC untuk ikut andil dalam beberapa isu yang ada di project ini,” ujarnya menambahkan.

Kata Dio, Universitas Indonesia mempunyai dua program di tahun ini. Yang pertama, ‘Project Summer’ yang dihelat dari bulan Juli-September. Dan kedua,  ‘Project Winter’ yang diadakan pada bulan Desember-Febuari.

“Ada ‘Project Winter 2015’, yang pertama adalah ‘Childern of Tomorrow’, dimana project kita mengajarkan anak-anak tentang kesehatan. Dan, yang kedua adalah ‘Jakarta Health Care Project’ dimana kita akan berkampanye di bidang kesehatan. Kita berkolaborasi dengan Yayasan AIDS Indonesia, dengan Badan Narkotika Nasional. Juga akan melakukan penelitian-penelitian dan kampanye ke sekolah-sekolah, mengajarkan bagaimana mencuci tangan yang bersih,” urai Dio kembali.

Sebelumnya, para Mahahsiswa luar yang juga turut bergabung dalam project tersebut akan diadakan pengembangan ‘Soft Skill Learning’ yang harus dikuasai agar mereka bisa perfom dalam berkampanye. Mereka juga dibekali bagaimana menangani anak-anak dan persentasi.

“Untuk project ini sendiri kita mendapat tiga relawan Mahasiswa dari luar yang pertama dari Brazil, Italia dan Vietnam,” katanya lagi.

Dalam kegiatan-kegiatan sosial AIESEC, tambahnya, dilakukan hanya di Jakarta dan sekitarnya. Meskipun di beberapa kota juga sudah ada yang mengadakan kegiatan sosial yang serupa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain