13 April 2026
Beranda blog Halaman 40154

Aceh Utara Minta 400 Ton Benih Padi untuk Korban Banjir

Banda Aceh, Aktual.co — Pemkab Aceh Utara meminta Kementerian Pertanian RI membantu 400 ton benih padi untuk korban banjir di kabupaten itu. 
Permintaan tersebut telah disampaikan melalui Dinas Pertanian Provinsi Aceh. Pasalnya, untuk meminta bantuan dari kementerian harus mendapatan rekomendasi dari dinas pertanian di tingkat provinsi.
“Total luas sawah yang terendam banjir, gagal panen itu sekitar 17.000 hektare. Kita ingin, minimal bisa memberikan bantuan benih untuk petani. Sehingga, benih itu bisa digunakan untuk menanam padi kembali,” kata Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib kepada Aktual.co, Rabu (7/1).
Pihaknya berharap Dinas Pertanian Aceh segera mengeluarkan rekomendasi tersebut agar bisa meminta Kementerian Pertanian untuk membantu petani di kabupaten itu.
Sekda Aceh Utara, Isa Anshari merincikan, kerugian banjir di sembilan sektor yaitu sosial keagamaan Rp1,629 miliar, perkebunan dan kehutan Rp.7.705 miliar lebih, pertanian dan peternakan Rp. 4.904 miliar lebih, kelautan dan perikanan Rp.218.219 miliar lebih, kesehatan Rp. 3.205 miliar lebih, Pendidikan Rp.52.740 miliar lebih.
Selanjutnya kerugian infrastruktur Bina Marga Rp270.019 miliar lebih, Cipta Karya Rp207.746 miliar lebih, Pengairan Rp71.897 miliar lebih, Perhubungan Rp7.430 miliar lebih dan Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Rp.7430 miliar. Total kerugian Rp845. 905.727.396.
“Kita harap, Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat membantu Aceh Utara dalam mengatasi dampak banjir ini,” pungkas Isa Anshari. 

Artikel ini ditulis oleh:

Dalam Enam Bulan, Jokowi Harus ‘Reshuffle’ Kabinet

 Jakarta, Aktual.co — Disaat publik lelah melihat politisi di era sebelumnya, masyarakat disegarkan presiden dan kabinet yang baru dalam pemerintahan. Dibalik itu, menuju seratus hari kerja Jokowi rakyat dibingungkan dengan naik-turunnya harga BBM. Agus Pambagio menilai ada sistem yang salah dalam pemerintahan.

Pemerintahan Jokowi dianggap rawan agenda yang tidak berhubungan dengan rakyat. “Jokowi perlu mengevaluasi kinerja kabinetnya. Setelah enam bulan Jokowi perlu mereshuffle kabinet kerja untuk menstabilkan kebijakannya”, jelas Agus, pemerhati kebijakan publik dan pemerhati sosial, Rabu (8/1), Jakarta.

Menurutnya, alasan evaluasi dilakukan dalam jangka waktu enam bulan untuk memonitor efektifitas kinerja kabinet. “Jika terlalu cepat dikhawatirkan munculnya masalah baru dalam pemerintahan”,  pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pabrik Petasan Rumahan Meledak, Pemilik Rumah Alami Luka Bakar

Jakarta, Aktual.co — Rumah sekaligus yang berfungsi sebagai pabrik petasan di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (7/1) meledak. Akibat ledakan tersebut merenggut korban, Samperi (65 tahun) yang mengalami luka bakar cukup serius.
Menurut saksi, Saibul Hanjali mengatakan, pada saat tiba di lokasi kejadian, korban sudah dalam kondisi duduk dan sekujur badannya mengalami luka bakar, termasuk rambut korban juga terbakar, namun masih dalam kondisi sadar.
“Ketika rumah tersebut meledak, hanya ada Samperi saja di dalam karena anggota keluarga lainnya sedang pergi,” kata di lokasi kejadian.
Setelah keluarganya datang, Samperi langsung dilarikan ke Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.
Sementara Sekretaris Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari Jun Eko Rakhmad, mengaku pada saat terjadi ledakan dia sedang berada di balai desa yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian. 
Menurut dia, ledakan terdengar lebih dari dua kali, disusul dengan suara ledakan-ledakan kecil berdurasi sekitar 10 detik. Akibat ledakan tersebut, selain Samperi yang mengalami luka bakar, dua unit rumah juga mengalami kerusakan dan beberapa kaca rumah tetangganya pecah.
Sementara itu, kepolisian yang berada di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).”Hasil sementara, kami menemukan sisa-sisa bahan petasan,” kata Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto.
Kapolres mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab ledakan itu. Diduga, ada kecelakaan saat membuat petasan karena petugas menemukan banyak residu dan selongsong untuk petasan.
Selain itu, penyebab terjadinya kebakaran di rumah pembuat petasan diduga juga karena dua hal, yakni tekanan suhu yang kuat, atau percikan api rokok. Namun, dari hasil sementara olah TKP oleh Laboratorium Forensik Lapangan Polres Malang, dugaan rokok dikuatkan dengan temuan bungkus rokok dan korek didekat tempat meracik petasan.
Selain bungkus rokok, Labfor Polres Malang juga menemukan serbuk putih dan hitam yang diduga belerang, panci pembuat racikan, dan satu buah bondet. Menurut Kasatreskrim Kabupaten Malang AKP Wahyu Hidayat, hasil resmi olah TKP baru bisa dipastikan setelah Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur juga menyidik nantinya. “Saat ini, Tim Labfor Polda Jatim sedang dalam perjalanan menuju TKP,” kata dia.
Samperi, peracik petasan sekaligus korban ledakan tersebut sebenarnya sudah pernah digerebek Polres Kabupaten Malang dan Polsek Singosari. Namun pada saat penggebrekan itu, tidak ditemukan barang bukti sehingga tidak bisa dilakukan penangkapan.
“Sekitar 3 bulan lalu kami menggerebek lokasi ini, tapi tidak ada hasil,” kata Kapolsek Singosari AKP Deky.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Kadin: Tim Faisal Basri Harusnya Sentuh Hulu Migas

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komite Tetap Hulu Migas Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Firlie Ganinduto mengingatkan tim Reformasi Tata Kelola Migas RTKM agar tidak melulu menyasar permasalahan sektor migas di hilir.

“Harusnya mereka menyentuh sektor hulu juga, karena mafia migas itu bukan hanya di hilir tapi sumbernya di hulu juga,” kata Firlie saat ditemui di hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (7/1).

Menurutnya, sektor hulu yang mencakup penjualan minyak dan gas sangat berpotensi dimasuki mafia.

“Jadi harusnya menyentuh ke hulu dan hilir, harusnya menjadi satu kesatuan,” ujarnya.

Ia menyarankan agar tim yang dipimpin Faisal Basri itu menyentuh tata kelola seperti bagaimana ke depannya lembaga adwork SKK Migas dan seperti apa pengelolaannya seperti.

“Jadi harus dilihat mana yang lebih baik pola pengaturan kepengawasan ini. Sehingga yang diutamakan itu agar eksplorasi migas kita tetap digalakan. Jangan merusak iklim investasi di Indonesia,” terangnya.

Saat ini, lanjutnya, wajar jika tim RTKM memprioritaskan masalah hilir, karena memang masalah yang dihadapi Pemerintah saat ini adalah masalah subsidi, masalah impor BBM. Ini cukup besar.

“Angka value nya cukup besar. Jadi memang menjadi prioritas. Dan mungkin juga karena alasan besarnya volume atau dampak kepada keuangan negara jadi menjadikan prioritas terhadap investigasinya mereka,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Polisi Tangkap Pemasok Narkoba Fariz RM

Jakarta, Aktual.co —  Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial MSA alias A (33) yang diduga sebagai pemasok narkoba kepada musisi Fariz Rustam Munaf.
“Bersadarkan pemeriksaan, ternyata pada tanggal 4 Januari 2015 pukul 14.00 WIB, tersangka MSA menawarkan barang kepada Fariz,” kata Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Hando Wibowo di Jakarta, Rabu (7/1).
Hendo menjelaskan penangkapan tersangka MSA terjadi pada hari Senin (5/1) pukul 23.30 WIB di sebuah pompa bensin di Jalan Veteran, Jakarta Selatan, atau sehari sebelum Fariz tertangkap pada Selasa (6/1).
Dari tersangka MSA, polisi berhasil mengamankan beberapa gram sabu, dua alat hisap, papir, beberapa gram ganja, sejumlah ekstasi, timbangan, uang, dan telepon genggam.
Sementara itu, barang yang diamankan dari Fariz yang membeli barang dari MSA berupa 0,5 gram heroin, lintingan ganja sisa terbakar seberat 0,5 gram, sebuah bong, dan delapan buah cangklong atau pipa pembakar tembakau.
“Itu adalah barang yg diberikan MSA kepada Fariz. Dari hasil pemeriksaan MSA biasa memberikan barang kepada Fariz,” kata Hando.
Selain itu, Hando menjelaskan dalam pemeriksaan tersangka, MSA mengaku mendapatkan narkoba di daerah Mampang, Jakarta Selatan, dari pria berinisial D dan Z yang masih dalam pengejaran polisi.
Hando menjelaskan pihaknya sengaja tidak mengumumkan penangkapan MSA pada Senin (5/1) guna kepentingan penyidikan sehingga lebih dahulu mengumumkan penangkapan Fariz RM.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perjuangan Islam, Ini Sedekah Perberat Timbangan Amal Kebaikan

Jakarta, Aktual.co — Sedekah merupakan salah satu amalan unggulan yang disunahkan oleh Rasulullah SAW. Sedekah adalah amalan yang digaransi oleh Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an dengan balasan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat.

Sedekah memiliki manfaat yang besar dalam menunjang perjuangan Islam. Dalam banyak riwayat disebutkan, banyak orang yang terselamatkan dari api Neraka sebab sedekah sederhana yang dilakukan dengan ikhlas.

Di dalam buku ‘Mizan, Jurus Jitu Memperberat Timbangan Amal’, Dr Muhammad bin Ibrahim an-Nu’aim menyebutkan tujuh sedekah paling utama yang bisa memperberat timbangan amal kebaikan seseorang.

Sedekah ketika sehat
Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, laki-laki itu bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”

“Kamu bersedekah saat sehat,” jawab Rasulullah. “Dan saat kamu benar-benar menghendaki harta itu,” lanjut Rasulullah SAW, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad ini. “Ketika kamu takut menjadi fakir dan sangat mengharapkan menjadi kaya.”

Rasulullah SAW melanjutkan dalam sabdanya yang diriwayatkan pula oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim ini, “Jangan menundanya sampai menjelang kematian, lalu,” pungkas Rasulullah SAW, dalam hadits yang dibawakan pula oleh Imam Abu Dawud dan Nasa’I tersebut. “Kamu berkata, ‘Bagi si Fulan seperti ini, yang lain seperti ini.”

Sedekah dari harta pribadi untuk fakir
Diantara hikmah melakukan sedekah adalah mendahulukan orang lain terkait kebutuhan duniawi. Sedekah juga bisa melatih sikap agar seseorang tidak mendewakan harta dengan menumpuknya.

“Sebaik-baik sedekah,” sabda Rasulullah SAW, “adalah yang berasal dari kekayaan,” demikian disampaikan dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW melanjutkan sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam al-Bukhari, Muslim dan Nasa’i, “Mulailah dengan orang yang fakir.”

Menjelaskan hadits ini, Dr Muhammad bin Ibrahim An-Nu’aim mengatakan, “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang dikeluarkan setelah mencukupi kebutuhan.”. Lanjut Ulama’ asal Mesir ini, “Bagi orang fakir, sedekah dilakukan sesuai kesanggupannya,” sehingga, “tidak menjadikan ia membutuhkannya selepas bersedekah.”
Sedekah, meski merupakan amalan unggulan, hendaknya tidak memberatkan pelakunya. Sedekah sebagai salah satu bentuk amalan terkait harta harus dilakukan sesuai prioritas hukum. Yakni mengutamakan yang wajib, kemudian menambahkan dengan yang sunnah.

Sedekah orang yang sedikit hartanya
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Nasa’i, Abu Dawud dan Ibnu Hibban ini menyebutkan, tatkala Rasulullah SAW ditanya sedekah apa yang paling utama, Beliau menjawab, “Ketekunan orang yang sedikit hartanya.”

Menerangkan Hadits mulia ini, Al-Hasan mengetengahkan sebuah riwayat tentang laki-laki yang mendatangi Utsman bin ‘Affan. Dengan lugu, laki-laki itu berkata kepada Khalifah ketiga kaum Muslimin tersebut, “Kalian pergi dengan membawa kebaikan, wahai para pemilik harta. Kalian bersedekah, memerdekakan budak, berhaji dan berinfaq.”

Sosok yang juga menjadi menantu Rasulullah SAW sebanyak dua kali ini menjawab seraya memotivasi, “Kalian menginginkan seperti kami, kami pun menginginkan seperti kalian.” Lanjut sahabat Rasul yang juga dua kali berhijrah ini, “Demi Allah Ta’ala, satu dirham yang yang diinfaqkan seseorang dengan sungguh-sungguh lebih baik dari puluhan dirham yang diberikan tanpa kesungguhan.”

Sedekah kepada kerabat yang membenci
Sedekah disyariatkan oleh Allah Ta’ala dalam Al-Quran kepada keluarga dan kerabat terdekat. Bermula dari istri, anak-anak, orang tua, saudara kandung, tetangga dan seterusnya. Syariat ini memiliki hikmah yang amat besar.

Dengan demikian, keluarga dan orang-orang terdekat tidak akan mengalami kekurangan tatkala ada salah satu anggota keluarganya yang kaya raya. Sebab anggota yang kaya raya itu akan mendistribusikan sedekahnya kepada orang-orang dan keluarga terdekatnya.

“Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW,” ujar Hakim bin Hazm. “Ia bertanya kepada Beliau tentang sedekah yang paling utama.” Rasulullah SAW pun menjelaskan, “Sedekah kepada kerabat yang menyimpan kebencian.”

Inilah di antara mulianya Islam. Bahkan kepada kerabat yang membenci, Islam memerintahkan kepada umatnya agar bersedekah kepada kerabat tersebut. Diantara hikmahnya, dengan sedekah yang diberikan itu, kerabat yang membenci akan dilunakkan hatinya sehingga memberikan pemaafan yang berarti mewujudkan persatuan dan kesatuan umat.

Sedekah yang bersifat investasi
Sedekah dalam bentuk investasi memiliki keutamaan tersendiri. Pelaku sedekah akan senantiasa mendapatkan aliran pahala, meski ia telah wafat, selama apa yang disedekahkan itu masih dimanfaatkan untuk kepentingan umat.

Sa’ad bin Ubadah mendatangi Rasulullah SAW. Ia bertanya, “Wahai Rasulullah SAW, ibuku telah meninggal dunia. Apakah sedekah yang paling utama?” Rasulullah Saw menjawab, “Air.” Kemudian Sa’ad bin Ubadah menggali sumur, dan berkata, “Ini milik Ummu Sa’ad.”

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban ini, Sa’ad bin Ubadah bersedekah atas nama ibunya dengan sumur yang airnya bisa dimanfaatkan oleh kaum muslimin sepanjang waktu.

Sedekah dengan bahan kebutuhan pokok.
Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW  bersabda, “Tidak ada sedekah yang pahalanya lebih besar daripada sedekah dengan air.”

Air adalah salah satu kebutuhan pokok umat manusia. Selain sebagai komponen utama tubuh manusia, air juga berperan penting dalam membantu aktivitas sehari-hari seperti mencuci, bersuci, bercocok tanam, dan sebagainya. Selain itu, air juga bermanfaat bagi semua jenis hewan dan tumbuhan.

Sedekah untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah SWT
Dari Abu Umamah, Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah yang paling utama adalah naungan tenda di jalan Allah Ta’ala,” lanjut Nabi sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad ini, “dan penyedia pelayan di jalan Allah Ta’ala.” Selain itu, “Menyediakan unta di jalan Allah Ta’ala,” pungkas  Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan pula oleh Imam Tirmidzi dan Hakim.

Kepentingan yang dibutuhkan dalam jihad di jalan Allah Ta’ala amat banyak jumlahnya. Mulai dari persenjataan dan kendaraan hingga penyedia air minum dan tenaga medis bagi pasukan yang terluka. Selain itu, bagi yang tidak bisa pergi ke medan jihad lantaran sakit menahun atau alasan syar’i lainnya, bagi mereka tetap terbuka peluang untuk ikut serta dalam jihad dengan memberikan infaq terbaiknya.

Semoga Allah Ta’ala kurniakan kekuatan kepada kita untuk melakukan semua jenis sedekah yang paling utama ini. Amin

(Sumber: Kisah Hikmah)

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain