13 April 2026
Beranda blog Halaman 40208

Menkeu Targetkan Defisit Anggaran 2015 Maksimum Dua Persen

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan defisit RAPBN Perubahan 2015 akan ditekan hingga di bawah dua persen dari PDB atau lebih rendah dari target defisit pada 2014.

“Defisit anggaran 2015, maksimum dua persen. Jadi, otomatis bukan hanya penerbitan surat berharga negara yang nantinya akan terpengaruh, namun secara keseluruhan untuk struktur utang pemerintah,” katanya di Jakarta, Senin (5/1).

Ia menjelaskan evaluasi akan dilakukan terhadap manajemen utang, terutama terkait rencana penerbitan obligasi maupun pinjaman dari lembaga multilateral, serta kemungkinan pemanfaatan sumber pembiayaan dari dalam negeri.

Pembenahan struktur pembiayaan ini, lanjut dia, dilakukan dalam menyikapi kondisi pemulihan perekonomian di Amerika Serikat, yang berarti The Fed segera menyesuaikan suku bunga acuan paling lambat pada akhir 2015.

“Tingkat bunga naik diperkirakan 100 basis poin pada akhir 2015. Konsekuensinya, saya ingin mengurangi defisit untuk mengatasi ketidakpastian. Pembiayaan yang besar nantinya berasal dari domestik, tidak lagi asing, untuk mengatasi kemungkinan terjadinya ‘sudden reversal’,” kata Bambang.

Dengan pemanfaatan sumber pembiayaan domestik melalui penerbitan instrumen yang bisa mendukung peningkatan jumlah investor pasar finansial, lanjut dia, maka kondisi pasar keuangan tidak rentan terhadap berbagai tekanan eksternal.

Data Kementerian Keuangan mencatat realisasi defisit anggaran periode 1 Januari-31 Desember 2014 telah mencapai Rp227,4 triliun atau 2,26 persen dari PDB yang sedikit lebih rendah dari target APBN Perubahan.

Defisit anggaran yang berada di bawah target tersebut disebabkan kelebihan pembiayaan anggaran dari penerbitan surat berharga negara serta penerimaan perpajakan pada 2014 yang tidak optimal.

Secara keseluruhan, defisit anggaran tahun 2014 berasal dari realisasi pendapatan negara Rp1.537,2 triliun atau 94 persen dari target Rp1.635,4 triliun dan belanja negara Rp1.764,6 triliun atau 94 persen dari pagu Rp1.876,9 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Serahkan Harga BBM ke Pasar, Ekonom: Masyarakat Belum Siap

Jakarta, Aktual.co — Ekonom Universitas Gadjah Mada, Sri Adiningsih mengatakan bahwa Pemerintah perlu menentukan batas atas dan batas bawah harga minyak mentah dunia yang diikuti sebagai acuan harga bahan bakar minyak nasional.

“Meskipun mengikuti harga minyak di pasar internasional, namun tetap memiliki batas atas dan batas bawah sendiri yang ditentukan secara “imaginer”,” katanya di Yogyakarta, Senin (5/1).

Menurut guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM itu, masih tergolong wajar jika pemerintah mengikuti harga minyak dunia jika kisarannya paling tinggi 70-90 dolar AS per barel. Namun apabila harga minyak dunia telah mencapai 100 dolar per barel atau lebih, maka perlu dipertimbangkan lagi untuk menjadikannya sebagai acuan.

“Intinya di bawah 100 dolar per barel masih bisa diterima, lebih dari itu jangan,” kata dia.

Kendati harga minyak dunia sekarang sedang turun, namun menurut dia, tetap memiliki tren kenaikan dalam jangka panjang.

Dengan demikian, menurut dia, meskipun harga minyak di pasar internasional terus mengalami volatilitas yang tinggi, namun pemerintah tetap harus menjaga agar volatilitas harga BBM di pasar domestik tidak setajam harga pasar internasional.

“Selain mempertimbangkan daya beli masyarakat. Hal itu juga mengingat masyarakat kita yang secara umum masih belajar menerima harga BBM yang naik turun,” kata dia.

Sehingga, jika dalam beberapa bulan ini harga minyak dunia kembali mengalami kenaikan tajam, pemerintah tetap perlu mempertimbangkan untuk memberikan subsidi kembali.

“Kalau harga premium misalnya dalam beberapa bulan naik kembali mencapai di atas Rp8.500 per liter, maka perlu dipertimbangkan untuk memberi subsidi lagi,” kata Sri Adiningsih.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

WKSI: Rupiah Diprediksi Melemah

Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah semakin menunjukkan pelemahannya di awal pekan ini. Hal tersebut disebabkan oleh nilai Euro yang juga melemah akibat dari rencana Bank Sentral Eropa (ECB) untuk merealisasikan program pembelian obligasi di beberapa negara Euro Zone.

“Masih berlanjutnya pelemahan pada laju harga minyak mentah membuat pelaku pasar lebih memilih ke aset save heaven, Dolar AS dan Yen,” tulis Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada dalam risetnya.

Pada Selasa (6/1), Reza memprediksikan Rupiah berada di bawah target level support 12.482, yakni Rp12.470-12.482 (kurs tengah BI). Masih adanya sentiment negatif membuat laju Rupiah berpeluang untuk melemah.

“Waspadai berlanjutnya pelemahan nilai tukar Rupiah,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Romy : Menutup Pintu Islah Haram Hukumnya



Jakarta, Aktual.co —Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari kubu Romahurmuziy menggelar acara tasyakuran memperingati hari lahirnya (Harlah) yang ke 42 dan ta’aruf Pengurus Dewan Pimpinan Pusat PPP  masa bhakti 2014-2019 dengan tema “Memperkokoh Konsolidasi dan Regenerasi Untuk Modernisai partai” di gedung Juang, jalan Cikini Raya Jakrta Pusat, Senin, 5, Januari, 2015.   
Ketua Umum DPP PPP hasil Mukhtamar Surabaya, Romahurmudziy mengatakan bahwa pihaknya telah membuka lebar pintu untuk islah dengan kubu Djan Faridz. Hal itu dapat dilihat dengan tiga orang yang diutus untuk menyampaikan undangan terkait acara harlah PPP ke 42 yang digelar, di Gedung Joang, Jakarta Pusat.
Acara harlah ini juga dihadiri oleh Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno dan beberapa petinggi partai yang diantaranya adalah, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto, Sekretaris Jenderal Partai Hanura Dossy Iskandar, Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Jakarta Zainuddin Amali, Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid, dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Willy Aditia.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

WKSI: Aksi Profit Taking Hambat Laju IHSG

Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal pekan ini melemah. Selain karena masih sepinya aktivitas transaksi, adanya aksi-aksi profit taking juga menahan potensi IHSG untuk melanjutkan kenaikannya.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada mengatakan laju IHSG tidak mampu mempertahankan target level dan berbalik melemah. Mayoritas indeks sektoral mengalami pelemahan, hanya indeks konsumer yang menguat.

“Tidak banyaknya laju bursa saham Asia yang di zona hijau dan kembali melemahnya laju Rupiah serta kembalinya nett sell asing membuat laju IHSG terpuruk,” ujar Reza dalam risetnya.

Pada perdagangan Selasa (6/1) Reza memprediksikan IHSG  berada pada rentang support 5.195-5.210 dan resisten 5.236-5.240. Masih adanya penilaian posisi IHSG yang tinggi, membuat aksi profit taking dapat berlanjut sehingga mempengaruhi laju IHSG.

“Kemungkinan laju IHSG akan melanjutkan rehat sementara setelah dipacu di zona hijau dalam beberapa hari terakhir,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Romahurmuziy: Ini Tujuh Tantangan Parpol

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan muktamar Surabaya, Muhammad Romahirmuziy menyatakan bahwa partai politik nasioanl saat ini menghadapi tujuh tantangan besar.
Romahurmuziy menjelaskan tantangan tersebut meliputi, pertama buruknya citra partai politik dengan terlibatnya sejumlah politisi dalam persoalan hukum.
Kedua, delegitimisasi keberadaan partai politik dalam berbagai jabatan. “Pasal 11 ayat (1) huruf e UU no 2 tahun 2008 tentang partai politik telah menjamin bahwa salah satu fungsi parpol adalah rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik”, jelasnya.
Ketiga adalah semakin massifnya kebwradaan politik berbiaya tinggi yang merubah demokrasi pancasila menjadi politik uang.
Tantangan keempat, politik kosmetika berbasis media. “Para pemimpin politik tidak jelas jungkir balik untuk menarik perhatian, apalagi jika media miliknya. Ini akan menjadikan konsistensi politik nir nilai karena bertarung di ruang hampa”, katanya
Kemudian kelima adalah personalisasi kasus institusional partai politik seiring dengan dilema antara kepemimpinan kharismatik dan tranaformatif.
Keenam, bagaimana membawa partai politik lebih berselera muda, karena sepertiga pemilu pada 2019 yang akan datang usia adalah usia 30 tahun kebawah.
Tantangan ketujuh, menurutnya, akibat berkembangnya piranti telekomunikasi berimplikasi pada informasi politik yang semakin lateral, yang menjadikan keputusan politik harus dibuat transparan.
“DPP PPP berupaya menjawab tantangan tersebut dengan menginstruksikan anggota DPR dan fungsionarisnya di seluruh tingkatan untuk meletakkan mata dan telinganya di jantung rakyat,” jelas Romy pada acara Harlah PPP ke-42 di Jakarta.
Laporan: Nailin

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain