7 April 2026
Beranda blog Halaman 40224

Mengapa Pancasila Suatu Keharusan? (Bagian 2)

Perumusan Pancasila

Perumusan dasar negara Indonesia merdeka mulai dibicarakan pada masa persidangan pertama BPUPK (29 Mei-1 Juni 1945). BPUPK sendiri dibentuk pemerintah pendudukan Jepang pada 29 April 1945, menyusul pernyataan Perdana Menteri Jepang Kuniaki Koiso pada 7 September 1944, yang mengucapkan janji historisnya bahwa Indonesia akan diberi kemerdekaan “pada masa depan.” Dalam rancangan awal Jepang, kemerdekaan akan diberikan melalui dua tahap: pertama melalui BPUPK kemudian disusul pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Tugas BPUPK hanyalah melakukan usaha-usaha penyelidikan kemerdekaan, sedangkan tugas penyusunan rancangan dan penetapan UUD menjadi kewenangan PPKI.   

Jumlah keanggotaan Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan semula 63 orang, kemudian bertambah menjadi 69 orang.  Jepang membagi anggota BPUPK menjadi lima golongan: golongan pergerakan, golongan Islam, golongan birokrat (kepala jawatan), wakil kerajaan (kooti), pangreh praja (residen/wakil residen, bupati, wali kota), dan golongan peranakan: peranakan Tionghoa (4 orang), peranakan Arab (1 orang), dan peranakan Belanda (1 orang). Tidak semua anggota BPUPK terdiri dari kaum pria, ada dua orang perempuan (Nyonya Maria Ulfa Santoso dan Nyonya RSS Soenarjo Mangoenpoespito).  Karena itu, istilah founding fathers tidaklah tepat. Alhasil, meskipun struktur keanggotaan BPUPK tidak memuaskan semua kalangan, unsur-unsur perwakilannya cukup merepresentasikan keragaman golongan sosial-politik di Indonesia masa itu.    

Pada awal persidangan, 29 Mei 1945, Ketua BPUPK Radjiman Wedyodiningrat mengajukan pertanyaan mengenai dasar negara Indonesia merdeka. “Kita ingin mendirikan negara Indonesia merdeka. Dasarnya apa? Pertanyaan Radjiman mengenai dasar negara itu direspon oleh peserta sidang dengan beragam pandangan.  Ada yang memahami “dasar negara” itu sebagai dasar yuridis seperti yang dipahami oleh Soepomo; ada pula yang memahaminya sebagai dasar politis, sosiologis-kultural, seperti dipahami oleh Mohammad Yamin.

Alhasil, konsepsi tentang dasar negara yang diajukan oleh para peserta sidang itu belum dirumuskan secara holistik dan sistematik sebagai suatu dasar negara yang koheren. Muhammad Yamin dan Soepomo barangkali agak mendekati apa yang diminta oleh Radjiman. Secara eksplisit atau implisit Yamin dan Soepomo mengemukakan pentingnya prinsip ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan/kesejahteraan sebagai fundamen kenegaraan.

Masalahnya, dalam kategorisasi yang dikemukakan oleh Yamin, tidak semua prinsip itu dia masukkan sebagai dasar negara. Dalam kategorisasinya, “permusyawaratan”, “perwakilan”, dan “kebijaksanaan” (“rasionalisme”) disebut sebagai “dasar” (“dasar yang tiga”). Sementara itu, “kebangsaan”, “kemanusiaan” dan “kesejahteraan” disebut sebagai “azas”. Di bagian lain, “perwakilan” digolongkan sebagai “faham”. Sedangkan “kerakhmatan Tuhan”, tidak jelas kemana dia golongkan. Selain itu, Yamin juga dalam uraiannya sering mencampuradukkan antara “dasar negara” dan “bentuk negara”.

Bahkan yang dimaksud Yamin dengan “Dasar Negara” juga termasuk “pembelaan negara”, “budi-pekerti negara”, “daerah negara”, “penduduk dan putera negara”, “susunan pemerintahan” dan bahkan tentang “hak tanah”. Adapun dalam pernyataan Soepomo, prinsip-prinsip itu hanya disebutkan secara implisit dalam uraiannya mengenai aliran pikiran negara integralistik. Ketika dia menyebut istilah “dasar”, yang dimaksudkannya malah dalam konteks bahwa “negara kita harus berdasar atas aliran pikiran (Staatsidée) negara yang integralistik, juga dalam konteks “dasar” kewarganegaraan” dan “dasar” sistem pemerintahan. Alhasil, yang dimaksud dasar (dasar negara) oleh Yamin dan Soepomo bukanlah dalam pengertian “dasar falsafah” (philosophische gronslag).

Bagaimanapun juga, pandangan-pandangan tersebut menjadi masukan penting bagi Soekarno dalam merumuskan konsepsinya. Masukan-masukan tersebut dikombinasikan dengan gagasan-gagasan ideologis yang dikembangkannya sejak 1920-an dan refleksi historisnya yang mengkristal dalam pidato yang diucapkannya pada 1 Juni 1945. Dalam pidato monumental itu Soekarno menjawab permintaan Radjiman Wediodiningrat akan dasar negara Indonesia dalam kerangka “dasar falsafah” (Philosophische Grondslag) atau “pandangan dunia” (Weltanschauung) dengan penjelasan yang runtut, solid dan koheren.

Soekarno mengawali pidatonya dengan menyerukan,  “Bahwa kita harus mencari persetujuan, mencari persetujuan faham”:
 “Kita bersama-sama mencari persatuan philosophische grondslag, mencari satu ‘Weltanschauung’ yang kita semuanya setuju. Saya katakan lagi setuju! Yang saudara Yamin setujui, yang Ki Bagoes setujui, yang Ki Hadjar setujui, yang saudara Sanoesi setujui, yang saudara Abikoesno setujui, yang saudara Lim Koen Hian setujui, pendeknya kita semua mencari satu modus.”
Bersambung…

Oleh: Yudi Latif, Chairman Aktual

Diaz Hendropriyono Komisaris Telkomsel, Dipertanyakan Kalangan Internal

Jakarta, Aktual.co — Masuknya Diaz anak Hendropriyono dalam jajaran komisaris PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), diakui Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno, salah satu di antaranya adalah andil dari Presiden Joko Widodo. 
Karena, jelas Rini, dalam kapasitas pemerintahan presiden wajar saja ikut mengusulkan nama calon komisaris BUMN. Termasuk juga nama Diaz yang kebetulan anak dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mahmud Hendropriyono.
Tapi Rini membantah jika penunjukan Diaz dianggap cuma mempertimbangkan usulan Jokowi. Karena, kata Rini, dia juga sudah mempertimbangkan banyak hal sebelum mengangkat anak Hendropriyono sebagai komisaris BUMN bidang telekomunikasi itu. Apalagi nama Diaz ternyata juga diusulkan banyak pihak, meski siapa saja pihak itu tidak disebut rinci oleh Rini.
“Kami memutuskan Diaz, memang ada pertimbangannya. Diusulkan beberapa pihak dari background beliau,” ujar Rini di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (31/12/2014), dikutip dari Fastnews.com.
Rini mengatakan, dalam penunjukan direksi dan komisaris BUMN, peran pemerintah pasti tidak bisa dikesampingkan. Menurutnya, ini demi keselarasan.  “Ada memang campur tangan pemerintah. Melibatkan eselon satu dan dua dari kementerian teknis. Ada beberapa hal yang kita tidak bisa lepas,” ucapnya.
Terbetik berita kalangan internal pemegang saham PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel, sempat mempertanyakan kapasitas Diaz di bisnis sektor telekomunikasi. Namun tidak jelas pemegang saham mana yang menyoal penunjukan itu. Saham Telkomsel dipegang PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Singapore Telecomunications Ltd.
“Ya jelas mempertanyakan kemampuannya di bidang telekomunikasi,” ujar sumber internal Telkomsel, yang juga menyoal ketiadaan rekam jejak Diaz di bidang telekomunikasi.  “Kita tidak tahu pengalamannya selama ini,” ucapnya.
Saat dikonfirmasi soal alasan penunjukan Diaz, VP Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati menjelaskan, kuasa penunjukan komisaris dan direksi sepenuhnya di tangan pemegang saham. Dalam hal ini PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dan Singapore Telecomunications Ltd. 
Dia menegaskan, orang yang terpilih sudah dinilai sebagai orang yang tepat. “Keputusan pemegang saham orang yang tepat menuju digital company,” ujar Adita.
Hasil RUPS PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) menetapkan dewan komisaris terdiri atas Alex J Sinaga (Preskom), dan lima jajaran komisaris lain yaitu Heri Sunaryadi, Diaz Hendropriyono, Mukhlis Moechtar, Paul Dominic O’Sullivan, dan Yuen Kuan Moon.
Sedangkan direksi; Ririek Adriansyah (Dirut) Sukardi Silalahi (Direktur Network), Priyantono Rudito (Direktur Human Capital Management), Mas’ud Khamid (Direktur Sales), Heri Supriadi (Direktur Keuangan), Edward Ying Siew Heng (Direktur Perencanaan dan Transformasi), Ng Soo Kee (Direktur IT), dan Alistair Johnston (Direktur Marketing).

Artikel ini ditulis oleh:

Jatuhnya Harga Minyak Global, Siapa Diuntungkan?

Jakarta, Aktual.co — Sangat orkestratik. Dunia kini bisa melihat dengan jernih, bagaimana bentuk Perang Dingin Baru baru saat ini: Perang Multidimensi.

Ini diawali dengan hubungan yang sangat tidak harmonis antara AS dan Russia. Perang geopolitik yang membisu antara keduanya memuncak di krisis di Ukraina. Yang terjadi di Ukraina bukan semata yang Anda lihat di televisi. Di sana ada sanksi ekonomi, ada perang teknologi militer, ada perang bisnis pipa gas, ada perang diplomatik sampai perang nasionalisme. Sangat multidimensional.

Kali ini, AS mulai meningkatkan derajad orkestrasi perang itu ketingkat yang sangat spekulatif: Menurunkan harga minyak global. Russia melihat, jatuhnya harga minyak global adalah ulah AS memanipulasi pasar. Dampaknya bukan hanya berpengaruh kepada Russia dan “musuh” besar AS yang lain seperti Iran dan Venezuela. Tapi ke seluruh negara-negara yang ada di dunia ini. Sebuah laporan mengatakan, yang paling terpukul adalah beberapa negara di Asia Pasific dan Uni Eropa yang harus berjibaku untuk mengamankan neraca keuangannya, termasuk Indonesia.

Ya. Seperti pernyataan Secretary US Secretary of State Victoria Nuland dan US Assistant Secretary of The Treasury Daniel Glaser kepada Foreign Affairs Comitte of US House of Representative pada Mei 2014 lalu. Bahwa tujuan sanksi ekonomi terhadap Russia bukan hanya untuk merusak hubungan diplomatik dan bisnis antara Rusia dengan Uni Eropa. Namun lebih dari itu, untuk menghancurkan stabilitas ekonomi Russia dengan fokus melemahkan nilai mata uangnya (devalusasi nilai mata uang Rubel) dan menaikkan tingkat inflasi.

Tekanan itu bertambah hebat ketika harga minyak global turun. Karena sekitar 46 persen pendapatan Russia dari sektor migas maka Russia sangat terpukul. Nilai mata uang Rubel bertambah hancur, capital outflow terjadi dan harga barang ikut naik dan rakyat mulai panik. Kalau Presiden Putin tak mampu keluar dari kemelut ini maka tingkat kepercayaan rakyat kepada kepemimpinannya akan turun.

Siapa pemenang dari perang ini?
Sederhana jawabannya, perang akan dimenangkan AS jika Putin jatuh. Jatuhnya Putin akan merubah peta kondisi geopolitik global di Timur Tengah. Lalu, dominasi AS di Timur Tengah dan Uni Eropa akan menguat. Namun, kalau Putin bisa bertahan maka skenarionya akan berubah.

Sekadar informasi, untuk keluar dari tekanan, Putin melakukan beberapa counter yang cukup strategis. Pertama, pada akhir Mei 2014 lalu Russia melakukan deal dan aliansi strategis dengan Tiongkok. Rusia menandatangani kontrak gas baru senilai USD400 miliar dengan Tiongkok. Kontrak ini sempat mengguncang skenario besar AS. Kontrak sekitar 30 tahun tersebut menyatakan bahwa Rusia akan ekspor gasnya ke China sebanyak 38 miliar cubic meters (BCM) per tahunnya dengan harga sekitar USD 10 per cubic feet.

Yang kedua, beberapa saat lalu Putin melakukan deal bisnis gas sangat penting dan strategis juga dengan Turki. Pada 1 Desember 2014 lalu, Putin memutuskan untuk menghentikan pembangunan pipa gas “South Stream Natural Gas” dari Russia ke Bulgaria yang melintasi Laut Hitam.Putin menggantinya dengan proyek pipa gas “Turk Stream” dari Russia ke Turki yang juga melintasi Laut Hitam. Perusahaan raksasa Russia, Gazprom melakukan kerja sama bisnis dengan Perusahaan asal Turki, Botas dalam proyek besar ini.

Salah satu deal “tertutup” antara kedua perusahan itu adalah untuk menekan jatuhnya nilai mata uang Rubel. Bagi Turki, keuntungan dari deal tersebut adalah negaranya akan menjadi pintu masuk gas asal Russia (yang masih murah) ke negara-negara Uni Eropa.

Namun, yang menarik, adalah langkah unik Putin di dalam negerinya. Ketika harga barang naik akibat inflasi, dia menaikkan gaji pegawai negerinya. Terutama gaji guru (termasuk dosen, peneliti dan guru besar), dokter dan paramedis di rumah sakit umum dan klinik. Itu belum kenaikan gaji dan upah di beberapa sektor penting dimana Putin sedang meningkatkan kapasitasnya untuk mendorong daya saing negara.

Namun, sampai kapan harga minyak kembali normal? Ini pertanyaan yang sulit dijawab. Kalau menilik tahun 2008 lalu, ketika harga minyak global jatuh sampai tingkat USD35 per barel. Butuh waktu dua tahun (sampai tahun 2011) harga minyak kembali normal.Anggap saja, butuh waktu yang sama harga minyak kembali normal. Berarti baru normal pada tahun 2017.

Apakah dalam waktu dua tahun itu AS atau Russia dan negara-negara yang terkena dampak (termasuk Indonesia) mampu pulih? Perlu diingat, ketika sistem keuangan Russia kolaps, dampaknya akan berpengaruh langsung ke Uni Eropa sampai Amerika Selatan.Yang jelas, ketika Russia kolaps, AS pasti akan kolaps juga meski tak sehebat Russia.

Bagaimana dengan Tiongkok?
Oleh sebagian pengamat geopolitik, sasaran AS bukan hanya Russia. Namun sasaran lanjutannya adalah Tiongkok.Instabilitas yang terjadi di Russia langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi beberapa kesepakatan politik dan ekonomi antara kedua negara itu. Bisa jadi, Tiongkok akan memanfaatkan kelemahan Russia saat ini untuk kepentingan nasionalnya.

Sebenarnya, dari sisi geopolitik, Tiongkok sudah sangat diuntungkan. Melemahnya harga minyak global akan menurunkan “kebekuan” politik dan tensi perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah. Dengan kata lain, tantangan besar untuk mewujudkan skema geopolitik global Jalan Sutera-nya (silk road) di wilayah Timur Tengah untuk sementara bisa berjalan tanpa masalah karena tensi perang di Timur tengah (keamanan) akan turun.

Apalagi, Saudi Arabia sudah mulai merubah arah kebijakan energinya untuk lebih menoleh ke Timur. Sejak 2009 lalu, Saudi Arabia sudah menjalin kerjasama strategis dengan Tiongkok. Beberapa kapal tanker besar minyak Saudi sudah terlihat aktif mengirim minyak ke Tiongkok beberapa waktu terakhir ini.

Intinya, menurut Penasihat Presiden Russia Sergey Glazyev, meningkatnya tensi “perang dingin” antara AS, Russia dan Uni Eropa justru akan menguntungkan Tiongkok. Turunnya harga minyak global justru akan melemahkan AS, Russia dan Uni Eropa. Meski Tiongkok juga ikut terkena dampak, namun Tiongkok lebih banyak mendapat keuntungan geopolitik.

Jadi kalau dilihat dari sisi Tiongkok, skema geopolotik global Jalur Sutera-nya akan lebih cepat terealisasi jika konflik antarnegara di Timur Tengah dan Laut China Selatan turun tensinya. Jatuhnya harga minyak global dan perang dingin di lain sisi justru menurunkan tensi kebekuan politik dan peperangan yang ada di kawasan tersebut.

Dalam bahasa geopolitik, memang benar Tiongkok dan AS berbeda kepentingan dalam melihat jatuhnya harga minyak global. Namun, ada beberapa hal yang membuat mereka sepakat dalam hal-hal tertentu. Misalnya berbagi “bisnis” di kawasan Asia Pasific.

Benarkah?

Artikel ini ditulis oleh:

Ubah Paradigma, Desa Membangun Bukan Membangun Desa

Jakarta, Aktual.co — Pembangunan desa menjadi salah satu fokus Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sejalan dengan pengesahan UU 6/2014 tentang Desa. Amanat undang undang ini ditindaklanjuti dengan membuat nomenklatur kementerian baru, yaitu Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Politisi PKB Malik Haramain, yang mantan anggota Pansus RUU Desa, menjelaskan, spirit UU Desa ini menempatkan desa selaku subjek pelaku pembangunan.
“Spirit UU Desa adalah mengubah paradigma pembangunan yang selama ini salah. Kita ubah paradigma ‘membangun desa’ menjadi ‘desa membangun’,” ujar Malik dalam konferensi pers di Kantor DPP PKB, Jl Radeh Saleh, Jakarta Pusat pada Minggu (4/1).
Desa membangun, jelasnya, berarti menempatkan desa sebagai subjek atau pelaku pembangunan. Selama ini, katanya desa dijadikan obyek pembangunan sehingga pembangunan tidak serius dan bahkan pembangunannya terabaikan. “Dengan adanya UU Desa, kita berupaya untuk mempercepat pembangunan di tingkat paling bawah, yaitu desa,” katanya.
Malik juga menegaskan, UU Desa mendorong keunikan masyarakat desa agar bisa mandiri. Membangun desa, katanya tidak hanya sekedar membuat jalan, memberikan subsidi, atau mengajari bertahan hidup.
“Tetapi justru desa harus dikembangkan menjadi mandiri dengan cara mengelola wilayahnya sendiri, dengan potensi besar yang dimilikinya dan hak lainnya yang sama sebagai warga negara Indonesia,” kata Wakil Sekjen PKB ini.
Kewajiban pemerintah sebagaimana tertera dalam UU Desa, lanjut Malik, mengalokasi anggaran kepada desa sekitar 10 persen dari APBN atau sekitar Rp 70-80 triliun atau Rp 800 juta-1,4 miliar.
“Dengan dana besar seperti itu, akan semakin memperkuat dan membuat desa menjadi mandiri. Namun, pemerintah perlu buat mekanisme pengeluaran, pengawasan dan penegakkan hukumnya sehingga dana desa ini efektif,” ujar Malik.

Artikel ini ditulis oleh:

Didik Anak Belajar Sains dan Matematika dari Lingkungannya

Jakarta, Aktual.co — Para ahli pendidikan dari National Science Foundation menyatakan, “Anak-anak adalah matematikawan dan ilmuwan alami.”  Pernyataan dalam buku Helping Children Learn at Home, 1997 itu, didasari temuan bahwa rasa ingin tahu dan keinginan anak untuk mengeksplorasi dan bereksperimen sangat tinggi. 
Alhasil para ahli pun menemukan, bahwa anak pun ternyata bisa belajar matematika dan sains dari lingkungannya langsung.  Sehingga peran orangtua dalam mendorong anak untuk mengajukan pertanyaan maupun dengan membantu anak menjelajahi serta menemukan alam, sangat membantu dalam membangun minat atas matematika dan sains. 
Berikut ini beberapa tip guna mengembangkan minat anak prasekolah atas matematika dan sains dengan belajar dari lingkungan sekitar anak.
1. Berjalan-jalan dengan anak. Luangkan waktu untuk berhenti di sepanjang jalan dan melihat hal-hal yang sering dilihat oleh anak-anak, seperti bunga, binatang, dan serangga. Bicarakan dengan anak tentang apa yang kita lihat dan bertanya apa yang dilihatnya.2. Menggambar bersama. Menggambar apa yang kita lihat, apakah itu di jalan, di tangga depan, di halaman belakang, atau dari jendela. Mintalah anak untuk menggambar tanaman, binatang, atau tempat favorit, kemudian minta ia bercerita tentang gambar itu.3. Mengubah gambar ke dalam sebuah cerita. Tuliskan apa yang anak gambarkan. Mintalah ia untuk membuat cerita tentang gambar, dan simpanlah sebagai karya seni.4. Dengarkan anak dan bertanya tentang apa yang dia lihat dan lakukan. Anak-anak perlu punya waktu setiap hari untuk memberitahu orang lain tentang apa yang mereka lihat atau apa yang mereka pikirkan.5. Pilih mainan yang membantu anak belajar. Anak-anak belajar tentang dunia terutama dengan bermain. Mereka membutuhkan mainan yang mendorong mereka untuk membayangkan dan mengeksplorasi. Mainan untuk anak pun tidak harus mahal, tetapi sederhana, aman, dan tahan lama. Mainan yang bisa dipilih antara lain:  > Bola. Karena dapat melambung, dilempar ke udara, rumput, atau jalan. Ini dapat membantu anak menjelaskan mana bola yang memantul tertinggi, mana yang terendah.  > Balok. Balok dapat membantu anak-anak belajar matematika dan sains, terutama tentang teknik dan geometri.  > Puzzle. Puzzle membantu anak-anak belajar untuk memecahkan masalah serta belajar tentang bentuk, ukuran, dan warna.  > Berkebun dengan anak. Sebuah taman dapat menjadi bahan pelajaran matematika dan sains. Misalnya, menentukan di mana tanaman yang akan mendapatkan sinar matahari, mengetahui berapa biaya yang dikeluarkan untuk membeli benih, dll.  > Membaca untuk anak. Membaca buku dengan suara keras setiap hari, atau melihat buku-buku bergambar dan berbicara tentang apa yang kita lihat.  > Pantau saat menonton televisi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang melakukan hal-hal lain selain menonton televisi biasanya lebih baik dalam matematika dan sains di sekolah.
Bagaimana? Mudah bukan. 

Artikel ini ditulis oleh:

Waspada, Perut Buncit Bisa Ancam Hidup

Jakarta, Aktual.co — Waspadalah jika perut Anda mulai terlihat buncit. Karena itu guna mengantisipasinya, biasakan untuk mengukur lingkar pinggang Anda. Sehingga Anda bisa cepat mengetahui apakah perut Anda sudah  berada di tahap obesitas yang membahayakan. 
Cara mengukur lingkar pinggang yang tepat adalah dimulai dari atas tulang pinggul Anda. Bila Anda wanita, lingkar pinggang Anda tidak boleh lebih dari 80 cm. Sebaliknya lingkar pinggang pria pun jangan melebihi 90 cm. 
Pabila lingkar pinggang Anda telah melebihi angka ukuran 80 dan 90 itu, Anda harus waspada. Karena lemak di area perut lebih berbahaya dibandingkan lemak di area panggul dan paha.   Lemak di area perut yang disebut lemak visceral ini bisa menimbulkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, maupun gangguan pada metabolisme.
Yang perlu disadari sebab musabab ukuran lingkar pinggang itu bisa melebihi batas normal, adalah gaya hidup yang tidak sehat. Contoh, terbiasa mengonsumsi makanan berlemak dan jarang olahraga.  Penumpukan lemak di daerah perut juga bisa akibat metabolisme tubuh yang terganggu.
Cara mengatasinya adalah mengatur supaya berat badan tetap ideal dan menghilangkan tumpukan lemak di sekitar pinggang.  Antara lin dengan: 1. Mulailah mengatur pola makan dengan mengurangi asupan karbohidrat (termasuk nasi, mi, dan pasta).2. Perbanyak mengonsumsi serat dari buah dan sayuran.
3. Olahraga teratur, setidaknya 30 menit per hari. 
4. Tidur malam yang cukup dan minum banyak air putih.
Bila Anda ingin mencoba jalan pintas seperti diet instan, pikirkan kembali pilihan ini. Pasalnya, Anda bisa cepat kurus, tapi Anda pun dapat lebih cepat gemuk. Bahkan, lebih gemuk dibandingkan sebelumnya. Inilah yang dinamakan efek yoyo.Contoh, penggunaan obat pelangsing atau sengaja melewatkan jadwal makan. Cara ini juga akan membuat Anda mudah sakit. Karena, penurunan berat badan yang ideal harus terjadi secara perlahan-lahan.
“Lambung secara alami memproduksi asam yang berfungsi melumatkan makanan yang masuk. Tujuannya untuk meringankan kerja usus dan agar makanan lebih mudah dicerna. Asam lambung akan melukai lambung bila tidak ada makanan yang masuk untuk dicerna,” jelas dr. Witri Rahmania.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain