7 April 2026
Beranda blog Halaman 40225

Penelitian Temukan Kedekatan Ayah, Tentukan Sukses Anak

Jakarta, Aktual.co —  Studi terbaru oleh Father Involvement Research Alliace menemukan petunjuk bahwa emosi bayi yang dekat dengan ayah cenderung stabil. Bahkan, malah lebih percaya diri saat bayi itu tumbuh dewasa. 
Tidak heran, jika anak yang dekat dengan ayahnya itu juga menjadi lebih bersemangat mengeksplorasi potensi dirinya di alam merealisasikan ide maupun impian mereka. 
Hal ini terlihat pula dalam lingkungan pergaulan, anak yang dekat dengan ayah cenderung lebih mudah bersosialisasi dan punya banyak teman, karena dia dianggap menyenangkan.
Sebuah studi yang lain juga menunjukkan kedekatan ayah pada anak memang terbukti bisa mendongkrak kecerdasan dan kesuksesan anak pada masa depan.
Ratusan penelitian dalam empat dasawarsa terakhir menemukan, ayah yang ikut membantu ibu mengasuh, menjaga, dan membesarkan anak, terbukti memiliki pengaruh kuat atas prestasi sekolah anak. 
Begitu pula kehadiran ayah, ternyata menentukan pula perkembangan kepribadian dan watak anak. Khususnya dalam lingkungan sosial.
Alhasil dalam mengasuh anak agar berperilaku baik dan berprestasi, bukan cuma perlu peran dan waktu dari ibu. Karna pengaruh sosok figur dari seorang ayah dalam membimbing anak merupakan kunci utama yang menentukan dalam fase tumbuh kembang anak. 
Fakta lain yang perlu dipertimbangkan oleh para ayah agar selalu berusaha lebih dekat lagi dengan buah hatinya, adalah temuan fakta bahwa anak usia tiga tahun yang memiliki hubungan baik dan hangat dengan ayahnya, ternyata memiliki IQ lebih tinggi dan lebih memiliki kemampuan memecahkan masalah dibandingkan teman sebayanya.
Karna itu seburuk apapun hubungan dalam rumah tangga antar lelaki sebagai suami dan perempuan sebagai istrinya, namun hubungan mereka berdua dengan anak-anaknya sebagai orang tua, tetap harus diupayakan tidak merusak peran ayah maupun peran ibu. Sebab anak memang tidak pernah bisa memilih ikut ayah atau ikut ibu saja.   

Artikel ini ditulis oleh:

Mesjid Buton Punya Pusena Menuju Mekah

Jakarta, Aktual.co —  Masjid Agung Keraton Buton yang dikenal sebagai Masjid Agung Wolio ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. 
Secara sepintas, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini terlihat biasa saja. Berbentuk persegi panjang, dengan arsitektur sederhana. Jauh kalah megah dengan Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) di Depok yang berbentuk bangunan megah.
Namun masjid yang pernah dipugar semasa Sultan Buton ke-37 pada th. 1930 ini mempunyai keunikan tersendiri. Bukan sekedar 12 pintu di ke empat sisi dan 12 jendela di bagian atas, yang sama dengan jumlah pintu di Benteng Wolio. Tetapi, terutama sekali keberadaan suatu lubang di dalam mesjid ini.
Dari luar, tampak masjid ini biasa saja. Namun begitu kita melangkah masuk, ternyata ada lubang yang berada tepat di belakang mihrab. Ternyata lubang itu dipercaya sebagai pusena (pusat bumi). 
“Subhanallah”. Seperti ditulis dalam website resmi Pariwisata Indonesia, dari pusena di dalam Masjid Agung Kraton Buton ini konon kerap terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. 
Para tetua warga di sekitar Masjid meyakini bila sisa kompleks Kesultanan Buton ini berada tepat di atas pusat bumi. Sehingga lubang pusena yang ada di dalam masjid ini pun dipercayai sebagai gua bawah tanah, yang dapat segera ” Menuju ke Mekkah “. 
Di samping itu, lubang pusena “Pintu Mekkah” ini pun punya kisah mitos lain. Karena bila melongok ke lubang pusena, konon kita dapat melhat orang tua atau kerabat yang telah lebih dulu meninggal menghadap Sang Khalik. 
Karena keunikannya itulah, Masjid Agung Keraton Buton kini menjadi salah satu tujuan utama dari wisata ziarah. Jika berkesempatan ke Sulawesi Tenggara, upayakan juga singgah ke Kota Bau-bau, Pulau Buton untuk bisa shalat di masjid unik ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkot Surabaya dan Kedutaan Setuju Terbangkan Langsung Jenazah WNA

Surabaya, Aktual.co — Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan beberapa kedutaan negara asing guna mempermudah pemakaman WNA korban musibah pesawat Air Asia QZ 8501.
Walikota Surabaya Tri Risma Harini, telah memerintahkan Dinas Kesehatan segera menerbitkan keterangan tak mengandung penyakit berbahaya tertentu, agar semua jenazah WNA bisa diterbangkan ke luar negeri.
Untuk itu, Pemkot sudah menghubungi beberapa duta besar. Di antaranya bertemu dengan kedutaan Korea. Lalu, keluarga korban warganegara Inggris yang meminta dimakamkan di Singapura. Risma juga telah menemui pihak Singapura. 
Sayang hingga Minggu malam ini, Risma belum berhasil bertemu dengan staf kedutaan Malaysia, padahal ada warganegara Malaysia yang juga menjadi korban musibah pesawat tersebut.
Semula seluruh jenazah WNA akan disemayamkan dulu di persemayaman Adijasa, Jalan Demak, Surabaya. Namun, guna efisiensi waktu, rencana itu dibatalkan. Apalagi, “Jika bisa diterbangkan langsung, selain menghemat biaya, juga menghemat waktu serta pekerjaan.” Ujar Risma (4/1).
Opsi diterbangkan langsung itu bisa ditempuh, apabila jenasah itu telah bisa diidentifikasi. Namun sampai detik ini, belum terbetik kabar ada jenazah beridentitas WNA yang ditemukan.
Hal itu juga terjadi atas korban Romy Amanuel, warga negara Prancis, copilot Air Asia, karena keluarganya belum memberikan data ke DVI akibat  tidak bisa ke Indonesia. Untuk itu Tim DVI Polri akan bekerjasama dengan interpol untuk mengambil data keluarga almarhum di Prancis. 

Artikel ini ditulis oleh:

Bupati Purwakarta Diminta Cabut Larangan PKL Berjaja di Sekolah

Jakarta, Aktual.co —  Sekitar 4.000 Pedagang Kaki Lima (PKL) kesulitan memenuhi mata pencarian di Kab. Purwakarta, Jawa Barat, akibat dilarang berjualan di sekolah. 
Pelarangan oleh Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi sejak Maret 2014 itu terkuak dalam Seminar “Kesiapan Indonesia Menghadapi MEA 2015” di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Muttaqin Purwakarta, pada Minggu 4 Januari 2015.
Keluhan ribuan PKL tersebut disampaikan kepada narasumber dr. Ali Mahsun, M. Biomed, Ketua Umum DPP APKLI dan Dendri Mufti Agustian Ketua Komisi IV DPRD Kab. Purwakarta
Dihadapan 200 mahasiswa dan civitas akademika STAI Muttaqin Purwakarta, Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed menilai ketentuan yang melarang PKL berjaja di sekolah itu tidak tepat. Bahkan, bertentangan dengan Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. 
APKLI berharap ketentuan yang diskriminatif ini  segera dicabut karena terbukti mempersulit  ribuan PKL menafkahi keluarganya. Padahal PKL sebagai warga negara memiliki hak ekonomi, dan hak untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak yang dilindungi Pancasila dan UUD 1945. 
Sehingga, yang harus dilakukan Pemkab seharusnya menata dan memberdayakan PKL. Apalagi PKL bagian tak terpisahkan dari tata perekonomian, budaya dan pariwisata daerah dan nasional. 
“Seperti yang saya saksikan sendiri di Pasar Minggu Purwakarta hari ini, ribuan PKL di sepanjang 1,5 KM Jalan Baru, Purwakarta menjadi turbin ekonomi dan wisata belanja masyarakat,” jelas Ali, Dokter Ahli Kekebalan Tubuh asal  Mojokerto, Jawa Timur ini.
APKLI menilai tidak elok dan bukan zamannya lagi menata PKL dengan menggunakan Perda Ketertiban Umum. Di samping menstigma negatif PKL, perda semacam itu mudah memicu tidakan represif aparat Polisi Pamong Praja sehinga sering menimbulkan konflik dan kekerasan fisik. Bahkan tidak jarang menyebabkan jatuh korban sebagaimana dialami PKL Monas Jakarta pada Malam Tahun baru 2014. 
“Asal dimanusiakan PKL mudah ditata dan diberdayakan. Ajak mereka dialog dan komunikasi tentukan nasib dan masa depannya. Jangan sekali-kali gunakan kekerasan karena hal tersebut soal kebutuhan perut rakyat,” kata Ketua APKLI ini.
Karena itu, dengan dalih apapun, penggusuran PKL jelas melanggar Pancasila, UUD 1945 dan Perpres RI 125/2012. Untuk itu, APKLI berharap DPRD Kab. Purwakarta berinisiatif mengusulkan Raperda Penataan dan Pembedayaan PKL agar ada kepastian hukum usaha PKL di Purwakarta.

Artikel ini ditulis oleh:

Dinsos Aceh Utara Bantu Korban Kebakaran

Banda Aceh, Aktual.co — Banda Aceh, Aktual.co –  Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Utara menyalurkan bantuan bagi empat kepala keluarga atau 20 jiwa korban kebakaran di Dusun II Lampoh U, Desa Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Minggu (4/1).

Kebakaran itu terjadi pada Sabtu (3/1) dan meludeskan empat rumah berkontruksi kayu.

Kadis Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Utara, Jailani menyebut telah menyalurkan beras, pakaian, tenda, perlengkapan dapur dan alat memasak untuk empat kepala keluarga itu.

“Itu bantuan masa panik, kita harap bantuan itu bisa meringankan beban saudara kita yang terkena musibah,” terang Jailani.

Terkait permintaan korban, agar Pemkab Aceh Utara memberikan bantuan rumah sederhana untuk mereka, Jailani menyebutkan pihaknya akan mengusulkan bantuan rumah layak huni ke Pemerintah Aceh.

“Kita cari solusi, misalnya kita usul ke Pemerintah Aceh agar membantu rumah untuk empat kepala keluarga yang terkena musibah kebakaran ini” ujarnya.
 
Seperti di beritakan sebelumnya, empat rumah berkontruksi kayu milik Rasyidin (35), Abdul Mutaleb (43). M Nizam (35) dan Ridwan (31), warga Dusun II Lampoh U Desa Kota Panton Labu Kecamatan Tanah Jambo Aye Aceh Utara, ludes terbakar dilalap si jago merah, Sabtu (3/1) dihinari. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta.

Artikel ini ditulis oleh:

Surat Terbuka Pilot Mantan Dirut MNA Kritisi Sidak Menhub Ignatius Jonan

Jakarta, Aktual.co — Berikut ini surat terbuka yang berisi kritikan seorang pilot sekaligus mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airline Kapten Sardjono Jhony terhadap sikap Menteri Pehubungan Ignasius Jonan saat sidak ke Bandara Soekarno Hatta meninjau prosedur aktifitas beberapa kantor maskapai penerbangan terkait musibah AirAsia. 
Sebagaimana diketahui, Jonan marah-marah di kantor AirAsia Tangerang, Banten, lantaran pihak maskapai tersebut tak memberikan briefing kepada pilot pesawat AirAsia QZ 8501 sebelum take off. (Baca: Menteri Jonan Marahi Direktur AirAsia)
Dalam surat terbukanya, Sardjono menuliskan saat ini bukan waktunya mencari-cari kesalahan atas kecelakaan yang menimpa AirAsia QZ8501. Berikut surat terbuka Kapten Sardjono Jhony:
“Bisakah Kita Diam Sejenak?
Innalilahi wa inna illaihi radjiun, proses evakuasi Kecelakaan QZ 8501 belum selesai. Semua orang sedang berduka, kehilangan sanak family, kehilangan ayah, kehilangan ibu, juga kehilangan anak.
Penyebab kecelakaan belum diketahui, tunggulah, bersabarlah dan jangan mengumpulkan duka banyak orang untuk dijadikan panggung pencitraan melalui komentar komentar BODOH yang tidak bertanggung jawab dan tidak berdasar. Mana ada Pilot ikut Briefing Cuaca, sebelum terbang? Semua Airline di dunia pilotnya SELF BRIEFING!
Info cuaca sudah printout dari system yang digunakan maskapai, sudah disiapkan saat persiapan terbang, JANGAN NGARANG lalu bilang salah PILOT karena tidak ikut briefing. TIDAK ADA prosedur itu. Dan TIDAK PERLU ADA!! BAYANGKANkalau semua penerbangan pilotnya dibriefing cuaca oleh BMKG, mau antri dimana? Berapa orang yg briefing? Sudah dong…sabar, tunggu KNKT dengan hasilnya, jangan konyol apalagi yg tidak mengerti soal penerbangan. Memangnya Metro mini, jalan semaunya supir?
Penerbangan AirAsia di hari minggu PASTI ADA ijinnya, itukan musim liburan! Kalaupun tidak berjadwal PASTI ada Flight Aproval nya untuk EXTRA FLIGHT, inikan bagian dari pelayanan angkutan natal dan tahun baru!JANGAN NGARANG dong dengan mencari cari kesalahan yg tidak ada, SABAR dong tunggu hasil KNKT, jangan tiba tiba jadi ahli dan tahu segalanya tentang dunia penerbangan…..sabar dong, yg bijak dong.
Ambil pelajarannya nanti agar tragedi serupa tidak terulang. Ingat, jangan NAMPANG diatas duka orang lain, duka keluarga korban. BERDOSA KALIAN nantinya. Maaf saya tidak tahan untuk broadcast ini, karena komentar dan analisa Media sudah masuk area memalukan! Bersabarlah,
Sardjono JhonyBACA JUGA: Balasan Menhub Jonan Atas Surat Terbuka Kapten Johny Soal Musibah AirAsia

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain