18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40225

1000 Gudeg Gratis Dibagikan dalam Festival ‘Gudeg Wijilan’

Yogyakarta, Aktual.co — Untuk pertama kalinya, Paguyuban Gudeg Wijilan Yogyakarta menggelar acara Festival Gudeg Wijilan bertempat di sepanjang Jl Wijilan, Keraton Yogyakarta, pada Selasa (23/12). Dalam acara festival Gudeg Wijilan tersebut, pihak penyelenggara membagikan sebanyak 1000 porsi nasi gudeg kepada warga dan masyarakat sekitar.

Ketua panitia acara, Titis mengatakan, selain pembagian nasi gudeg gratis, festival ini juga akan diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari masak gudeg bersama oleh 14 pemilik warung sekaligus pedagang gudeg Wijilan, senam lansia, hingga pentas kesenian yang dipuncaki oleh penampilan band Letto di atas panggung.

“Acara dimulai sejak pagi tadi, yakni dengan acara senam bersama. Sementara sore nanti pukul 16.00 WIB, akan dilakukan masak gudeg bersama oleh seluruh anggota paguyuban. Sedang malam harinya akan di-launching Paguyuban Gudeg Wijilan Yogyakarta oleh bapak Wali Kota,” katanya.

Salah satu sesepuh Paguyuban gudeg Wijilan, Lisdyah Darmawati (atau akrab disapa Bu Lies), mengatakan pihak paguyuban telah menyiapkan sebanyak 2 kwintal gori atau nangka muda yang merupakan bahan baku utama pembuatan Gudeg. Selain itu juga disiapkan sebanyak 1000 butir telur untuk membuat 1000 nasi gudeg gratis.

“Melalui Festival gudeg ini kita ingin semua pedagang gudeg di Wijilan bersatu. Dan bersama-sama menjadikan gudeg yang merupakan makanan khas Yogyakarta sejak lama, tidak tergeser oleh makanan lain,” katanya lagi.

Ia juga berharap, dengan dibentuknya Paguyuban Gudeg Wijilan dapat menumbuhkan semangat bersama dengan merangkul pedagang gudek lain di Yogyakarta dalam menjadikan kawasan Wijilan sebagai sentra makanan khas Keraton yakni gudeg di Yogyakarta.

“Harapannya semoga ke depan, acara ini dapat rutin digelar setiap tahun dengan lebih besar dan lebih meriah, sehingga semakin mengukuhkan kawasan Wijilan sebagai sentra gudeg di Yogyakarta,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

LPS: Total Simpanan Oktober Capai Rp4.087 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan total simpanan per akhir Oktober 2014 mencapai Rp4.087 triliun, meningkat Rp20,86 triliun atau 0,51 persen secara bulanan (mom). Berdasarkan jenis simpanan (giro, tabungan, deposit on call, deposito dan sertifikat deposito), yang pertumbuhan jumlah rekeningnya paling besar adalah sertifikat deposito.

“Pertumbuhannya mencapai 10,84 persen (mom), dari 166 rekening per September 2014, meningkat menjadi 184 rekening per Oktober 2014,” kata Sekretaris LPS Samsu Adi Nugroho di Jakarta, Selasa (23/12).

Begitu pun jika dilihat dari sisi jumlah nominal, lanjut Samsu, pertumbuhan nominal sertifikat deposito adalah yang tertinggi mencapai 31,28 persen (mom), di mana per September 2014 jumlah nominalnya sebesar Rp2,33 triliun menjadi Rp3,06 triliun (Oktober 2014). Untuk simpanan dengan nilai sampai dengan Rp2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat sebesar 1,2 persen (mom), dari sebanyak 154.793.020 rekening per September 2014 menjadi 156.645.489 rekening per Oktober 2014.

Sementara itu, jumlah nominal simpanan justru turun sebesar 0,12 persen (mom). Per akhir September 2014 jumlah nominal simpanan berjumlah Rp1.798 triliun, turun menjadi Rp1.795 triliun per akhir Oktober 2014.

“Sedangkan untuk simpanan dengan nilai diatas Rp2 miliar, jumlah rekeningnya meningkat 1,48 persen (mom), dari sebanyak 195.824 rekening di bulan September 2014, menjadi 198.720 rekening di bulan Oktober 2014,” ujar Samsu.

Begitu pula dengan jumlah nominal simpanan, tumbuh sebesar 1,01 persen (mom), dari Rp2.268 triliun per akhir September 2014 menjadi Rp2.291 triliun per akhir Oktober 2014.

Berdasarkan jenis valuta, jumlah rekening simpanan dalam rupiah dan valas sama-sama mengalami peningkatan. Jumlah rekening simpanan dalam rupiah mengalami peningkatan sebesar 1,2 (mom) di mana per akhir September 2014 berjumlah 153.907.727 rekening, menjadi 155.762.285 rekening per akhir Oktober 2014.

Demikian pula, jumlah rekening simpanan dalam valas meningkat sebesar 0,07 persen (MoM). Per September 2014 jumlahnya mencapai 1.081.117 rekening, kemudian bertambah menjadi 1.081.924 rekening di akhir Oktober 2014.

“Jika dilihat dari nominal simpanan, hanya nominal simpanan dalam rupiah yang mengalami peningkatan,” kata Samsu.

Simpanan dalam rupiah tumbuh 0,64 persen (mom), dari sebesar Rp3.402 triliun (September 2014) menjadi Rp3.429 triliun (Oktober 2014). Simpanan dalam valas, jumlahnya turun 0,14 persen (mom) per September 2014 nominal simpanan berjumlah Rp659 triliun dan per Oktober 2014 jumlah nominal simpanan turun menjadi Rp658 triliun.

Bank umum peserta penjaminan per Oktober 2014 berjumlah 119 bank. Terdiri dari 107 bank umum konvensional dan 12 bank umum syariah. Untuk bank umum konvensional, terdiri dari 4 Bank Pemerintah, 26 Bank Pemerintah Daerah, 67 Bank Umum Swasta Nasional dan 10 Kantor Cabang Bank Asing.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Peringati 10 Tahun Tsunami, Ratusan Jamaah Asing Zikir di Banda Aceh

Banda Aceh, Aktual.co — Ratusan jamaah zikir dari berbagai negara dipastikan menghadiri acara peringatan 10 tahun tsunami dan Haul Sultan Iskandar Muda ke 378 tahun, yang dikemas dalam kegiatan “Zikir Akbar dan Malam Asean Bershalawat Untukmu Ya Rasulullah” di Banda Aceh 23-28 Desember 2015.
Kegiatan itu digelar oleh mejelis zikir di Aceh bekerjasama dengan Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) dan Pemerintah Aceh. 
Panitia penyelenggara kegiatan, Tgk Muhammad Balia menyebutkan, selain tamu asing, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Palembang juga hadir dalam zikir bersama itu.
Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain, ziarah makam-makam tsunami di Banda Aceh pada 24 Desember, zikir di Masjid Raya pada 25 Desember, upacara peringatan 10 tahun tsunami di Blangpadang pada 26 Desember, upacara adat dan Haul Sultan Iskandar Muda di komplek Makam Sultan Iskandar Muda pada 27 Desember, dan malam kesenian Asean Bershalawat di Blang Pada pada 27 Desember.
“Puncak kegiatannya adalah Zikir Akbar dan Asean Bershalawat 10 Tahun Tsunami di Asrama Haji Banda Aceh pada Jumat malam 26 Desember,” kata Tgk Balia.
Sejumlah kegiatan yang melibatkan ulama dari beberapa negara Asean dan beberapa negara lainnya pada peringatan 10 tahun tsunami ini bertujuan untuk menguatkan silaturrahmi antara ulama dari masing negara dengan ulama di Aceh, Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh pada umumnya.
Tamu undangan yang hadir antara lain yaitu, Profesor DR Shahul Hameed dari India, Muhammad Naveed dari Pakistan, Habib Ibrahim al Ahdal dari Yaman, Syech Abd Razak dari Mesir, DR Farad Abdul Karim dan Saed Bukofa dari Libya, serta Imam Ustaz Muhammad dari Brunei Darussalam.

Artikel ini ditulis oleh:

Polresta Banda Aceh Pelajari Pembelian Damkar Rp16,8 M

Banda Aceh, Aktual.co — Polresta Banda Aceh mulai mempelajari pembelian mobil damkar jenis Volvo yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh senilai Rp 16,8 miliar. 
Mobil pemadam kebakaran super canggih itu dihibahkan ke Pemko Banda Aceh pekan lalu.
“Kami pelajari dulu pembelian mobil Damkar itu. Kita pelajari detailnya bagaimana, jika ada indikasi melanggar hukum, tentu polisi tidak tinggal diam,” kata Kapolrestas Banda Aceh Kombes Zulkifli melalui Kasat Reskrim Kompol Supriadi kepada Aktual.co, Selasa (23/12).
Pihaknya membaca pemberitaan media tentang pengadaan mobil Damkar tersebut. Namun, pihaknya belum memiliki data detail terkait pengadaan itu.
“Oleh karena itu, kita akan pelajari dulu kasus itu,” tegasnya. 
Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mendesak agar aparat hukum di Aceh mengusut kasus pengadaan mobil tersebut.
“Kita sudah meminta agar BPK Perwakilan Aceh melakukan audit ivestigasi kasus pembelian Damkar itu. Selain itu, kita desak aparat penegak hukum serius mengusut kasus ini,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Aceh membeli mobil Damkar jenis volvo senilai Rp 18,6 miliar. Banyak pihak di Aceh mempertanyakan anggaran yang terlalu besar untuk membeli Damkar. Mobil damkar tersebut dihibah ke Pemko Banda Aceh.
Data pembanding yang diperoleh Aktual.co, damkar sejenis pernah dibeli oleh Pemerintah Kota Tanggerang seharga Rp 10 miliar. Belakangan, sejumlah pejabat di Tangerang tersangkut kasus korupsi. Ternyata, Damkar itu hanya dibeli Rp 4 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Dari Selebriti Menjadi Terapis Pecandu Rokok

Jakarta, Aktual.co — Generasi 1990-an tentu tak asing dengan sinetron “Jin dan Jun” yang sempat diputar salah satu televisi swasta. Sinetron tersebut menceritakan seorang anak dari keluarga berada yang menemukan sebuah botol berisi jin dan akhirnya bersahabat dengan jin tersebut.

Salah satu pemeran dalam sinetron itu adalah Fuad Baradja, yang memerankan ayah dari karakter Jun, anak yang bersahabat dengan jin. Dalam sinetron, meskipun tidak menyadari keberadaan jin, Fuad seringkali mengajarkan hikmah suatu kejadian kepada Jun, termasuk hal-hal gaib yang dia alami.

Lama tak terdengar kabarnya di dunia hiburan, ternyata saat ini Fuad Baradja aktif menjadi terapis untuk membantu para pecandu rokok untuk menghilangkan ketergantungannya terhadap produk tembakau itu. Ditemui di rumahnya di kawasan Pondok Gede, Bekasi, Fuad menyambut Antara dengan ramah.

“Saya mulai memiliki perhatian terhadap pengendalian tembakau saat masih aktif di dunia hiburan. Saat itu 1998, saya membaca sebuah artikel di surat kabar yang menyatakan penerimaan cukai tembakau mencapai Rp3,5 triliun, sementara biaya kesehatan untuk mengobati penyakit akibat rokok mencapai tiga hingga empat kali lipatnya,” tuturnya.

Fakta-fakta yang disampaikan dalam artikel itu membuat Fuad tidak habis pikir karena penerimaan negara dari cukai tembakau bahkan tidak cukup untuk membiayai perawatan orang-orang yang sakit karena rokok.
 “Saya berpikir, ada yang tidak benar kalau begini,” ujarnya.

Fuad lalu mencari informasi lebih jauh tentang pengendalian tembakau. Artikel itu menjadikan Ketua Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3) Reni Singgih sebagai narasumbernya. Fuad lalu berusaha mencari kontak Reni Singgih.

“Nama Reni Singgih mengingatkan saya pada nama mantan Jaksa Agung Singgih. Saya pikir apakah itu istrinya. Ternyata betul. Saya lalu mencari nomor teleponnya di buku telepon yang tebal itu,” kisahnya.

Dari nomor yang diperoleh di buku telepon, Fuad kemudian menghubungi nomor telepon rumah Reni Singgih. Tanpa diduga, penerima sambungan telepon langsung menyatakan bahwa itu adalah nomor sekretariat LM3. Ternyata rumah Reni Singgih dijadikan kantor sekretariat LM3.

Setelah sempat berbicara dengan Reni Singgih di telepon, Fuad lalu datang ke sekretariat LM3. Dia meminta informasi sebanyak-banyaknya mengenai pengendalian tembakau. Banyak brosur yang bisa dia pulang untuk dibaca-baca di rumah.

“Lalu saya sadar, permasalahan rokok itu bukan hanya sekadar masalah jantung. Masalah rokok dan segala penyakit yang ditimbulkannya adalah masalah bangsa ini,” katanya.

Mantan Perokok Sebenarnya, rokok bukanlah sesuatu yang asing bagi Fuad. Sebab, dia sendiri sebelumnya juga seorang perokok. Namun, kebiasaan merokok itu sudah sejak lama dia tinggalkan.

“Penyebab orang berhenti merokok itu ada tiga, karena kemauan sendiri, karena sakit dan terakhir mati. Saya berhenti merokok karena pernah sakit,” kisahnya.

Saat itu, pada 1991, Fuad terkena penyakit batuk. Sudah meminum obat, batuknya tak kunjung sembuh. Hingga dia akhirnya dia memutuskan untuk pergi berobat ke dokter.

Oleh dokter dia diberikan obat batuk. Satu minggu kemudian, ketika obatnya habis, batuknya belum juga berhenti. Dia lalu pergi ke dokter yang sama dan kembali mendapatkan obat. Satu minggu kemudian ketika obatnya habis, batuknya tak juga kunjung sembuh.

“Lalu saya putuskan datang lagi ke dokter yang sama. Entah mengapa kok saya masih percaya sama dokter itu. Pada kedatangan saya yang ketiga kalinya itu, dia bertanya, ‘Bapak merokok ya?’ Dengan jengkel saya menjawab iya. Saat itu, meskipun batuk saya memang merokok,” katanya.

Dokter lalu menyarankan Fuad untuk berhenti merokok. Meskipun tidak yakin dengan saran dokter itu, Fuad akhirnya mencoba untuk tidak merokok.

“Hasilnya, keesokan hari setelah saya pergi ke dokter, batuknya langsung hilang. Saya tidak tahu apa benar itu karena saya berhenti merokok. Namun, akhirnya saya memang memutuskan untuk berhenti merokok sama sekali,” jelasnya.

Masuk Sekolah-sekolah Dengan berbekal informasi dan pengetahuan dari LM3, Fuad lalu memberanikan diri untuk mengampanyekan pengendalian tembakau. Sasaran awalnya adalah anak-anak sekolah yang ada di sekitar rumahnya.
 
“Saya pikir anak-anak SD itu perlu mendapat informasi yang benar tentang tembakau. Jangan sampai mereka menjadi perokok-perokok baru,” katanya.

Dengan predikat sebagai seorang artis, Fuad diterima di beberapa sekolah untuk mengampanyekan pengendalian tembakau dan bahaya merokok di sekolah-sekolah. Saat itu, bekal Fuad adalah poster-poster yang menggambarkan tentang dampak merokok dan perlunya pengendalian tembakau.

Poster-poster itu selalu dia bawa sekalipun sedang ada syuting sinetron di daerah. Bila ada waktu luang di lokasi syuting, dia akan menyempatkan waktu untuk berkampanye ke sekolah-sekolah terdekat.

Kiprah Fuad bersama LM3 akhirnya membuatnya mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan. Pada Hari Tanpa Tembakau Se-Dunia 2000, dia mendapat penghargaan yang diserahkan langsung Menteri Kesehatan. Dengan kiprahnya, Fuad juga menjadi dosen tamu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Fuad pun terus melakukan kampanye tentang pengendalian tembakau. Dia sempat berpikir, bagaimana caranya agar bisa membantu perokok bisa berhenti dan menghilangkan ketergantungannya terhadap rokok.

Fuad mengatakan orang bisa relatif lebih mudah untuk berhenti dari ketergantungan terhadap kopi, alkohol dan narkoba. Namun, sangat sulit untuk berhenti merokok. Karena itu, nikotin disebut candu yang paling tinggi di antara candu lainnya.

“Setiap kali saya kampanye, selalu ditanya oleh para perokok apakah bisa membantu mereka berhenti merokok. Banyak dari mereka yang ingin berhenti tetapi kesulitan. Namun, saat itu saya belum bisa membantu,” tuturnya.

Hingga pada 2009, dia mendapat informasi melalui “mailing list” dari seorang temannya. Temannya itu bercerita telah mengikuti terapi untuk berhenti merokok. Kebetulan, tidak lama kemudian akan ada terapi bagi angkatan terbaru yang diadakan di lapangan Pondok Cabe.

Fuad pun akhirnya datang ke tempat itu untuk sekadar melihat-lihat. Terapi yang diterapkan menggunakan metode akupresur atau totok dengan menekan beberapa titik di kepala, wajah, pundak, ketiak dan dada.

Awalnya Fuad tidak percaya metode itu akan membuat perokok bisa menghilangkan ketergantungannya terhadap rokok. Namun, dia melihat sendiri, seorang perokok setelah diterapi akan merasakan pahit di mulutnya saat merokok.

“Sebenarnya rasa pahit itu muncul pada saat kita pertama kali merasakan rokok. Yang kita hisap itu kan asap. Pasti rasanya pahit. Namun, karena tubuh perokok sudah terkontaminasi dengan nikotin, maka dia tidak lagi merasa pahit,” katanya.

Dengan terapi yang bernama Spiritual Emotional Freedom Technic (SEFT), maka tubuh perokok akan dikembalikan seperti semula, sebelum terkontaminasi dengan nikotin. Karena itu, efek yang muncul adalah rasa pahit saat merokok.

Praktik Terapi Setelah mencoba memberikan terapi kepada beberapa orang dan berhasil, Fuad kemudian memelajari terapi SEFT secara lebih dalam dan membuka praktik terapi.
“Dasar dari terapi ini adalah Emotional Freedom Technic atau EFT yang sudah dikenal di Amerika. Teknik ini kemudian dikembangkan di Indonesia oleh Ahmad Faiz Zainuddin menjadi SEFT,” kata anggota Bidang Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Komisi Nasional Pengendalian Tembakau itu.

Dalam memberikan terapi kepada pasiennya, Fuad pertama kali memberikan pemahaman tentang rokok dan bahayanya. Dengan rokok yang dibawa pasien, Fuad akan mengisap asapnya kemudian dihembuskan ke selembar tisu. Efeknya, tisu yang terkena asap rokok akan berwarna coklat.

Kemudian sekali lagi dia menghisap asap rokok, tetapi kali ini dihembuskan ke tisu dengan sebuah sedotan. Hasilnya, karena lebih terfokus, tisu menjadi berwarna kehitaman seperti terbakar.

“Saya beri pemahaman bahwa itulah yang masuk ke tubuh perokok. Dengan gambar-gambar peraga, saya jelaskan efeknya ke tubuh secara lebih detail. Dialog ini sekaligus untuk memperkuat motivasi pasien untuk berhenti merokok,” tuturnya.
 
Setelah itu, barulah Fuad memberikan terapi kepada pasiennya. Sambil merokok, pasien diterapi. Lama kelamaan, rokok akan terasa pahit di mulut pasien. Beberapa pasien bahkan sampai muntah karena tidak tahan dengan asap rokok yang biasa dia hisap.

Fuad mengatakan ketergantungan seseorang terhadap rokok dimulai saat dia mulai pertama kali mencoba untuk merokok. Asap rokok yang mengandung nikotin, saat dihirup akan masuk ke paru kemudian ke aliran darah melalui alveoli. Melalui darah, nikotin dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh termasuk ke otak.

“Hanya 10 detik sejak seseorang merokok, nikotin sudah sampai di otaknya. Nikotin di otak akan mengaktifkan zat dopamin sehingga orang merasa puas, kenyang dan bahagia. Karena itu, perokok biasanya lebih tahan tidak makan daripada tidak merokok,” katanya.

Karena itulah, anak-anak dari keluarga yang orang tuanya merokok akan cenderung kurus. Sebab, anak tersebut akan ikut menghirup nikotin sebagai perokok pasif sehingga tidak memiliki nafsu makan karena zat dopamin di otaknya diaktifkan.

“Yang harus kita jaga dari rokok saat ini adalah anak-anak. Jangan sampai rokok memengaruhi anak-anak kita. Perusahaan rokok melihat anak-anak dan pemuda sebagai calon konsumen baru, sehingga membuat iklan dan menjadi sponsor acara-acara yang mereka hadiri ,” tuturnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BI: Permintaan Uang Kartal Meningkat Jelang Akhir Tahun

Jakarta, Aktual.co —  Bank Indonesia mengungkapkan bahwa permintaan uang kartal menjelang akhir tahun meningkat. Peningkatan tersebut setiap tahunnya rata-rata 15.4 persen.

“Perbandingan uang kartal yang diedarkan (UYD) lebaran terhadap UYD akhir tahun setiap tahun relatif konstan dengan rata-rata sebesar 109 persen pada periode 2001-2006 dan 101,4 persen periode 2007-2013,” ujar Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Dian Karnila di kantor BI Jakarta, Selasa (23/12).

Lebih lanjut dikatakan Dian, UYD akhir tahun 2014 diperkirakan mencapai Rp542,8-566,4 triliun. Angka tersebut meningkat 8.6-13.3 persen dibandingkan tahun 2013 yang mencapai Rp500 triliun.

Sedangkan untuk outflow dan inflow selama periode Desember setiap tahunnya masing-masing 11.9 persen dan 3.8 persen. Menurut Dian, kenaikan tersebut karena siklus musiman di akhir tahun.

“Terutama untuk penyelesaian transaksi, realisasi anggaran serta pembayaran tunjangan kinerja akhir tahun, baik untuk instansi pemerintah atau perusahaan swasta,” pungkasnya.

Untuk diketahui, inflow BI adalah uang yang keluar untuk perbankan dan siap diedarkan pada masyarakat. Sedangkan outflow BI adalah uang yang masuk dari perbankan dan kondisinya sudah tidak baik lagi (lusuh).

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain