6 April 2026
Beranda blog Halaman 40231

Normal, Kondisi Kejiwaan Keluarga Korban AirAsia QZ8501

Surabaya, Aktual.co — Tim psikiater dari  Rumah sakit jiwa Menur Surabaya, sampai saat ini terus melakukan pendampingan terhadap keluarga korban AirAsia QZ8501 di Polda Jati.
Direktur Utama Rumah sakit jiwa menur, Hendro priyono mengatakan bahwa sejauh  ini kondisi kejiwaan para keluarga korban yang berada di posko crisis senter Polda Jatim belum mengalami fase gangguan kejiwaan dan masih dalam tahap normal.
“Ketika nanti ada jenazah yang tidak diketemukan, biasanya yang timbul pada keluarga adalah kecemasan. Yang dikawatirkan adalah ketika korban yang diketemukan dalam kondisi meninggal dan identitasnya diketahui, kemungkinan terberat adalah justru terjadi depresi berkepanjangan” kata Hendro, Minggu (4/1).
Sebab, saat ditemukan, keluarga pasti berharap jika korban dalam keadaan selamat. Tetapi ketika dihadapkan pada kenyataan yang tidak sesuai harapan, pertama kali adalah shock, dan jika tidak kuat maka tidak menutup kemungkinan kejiwaannya terganggu.
Penanganan pada  setiap keluarga berbeda pendekatan dan polanya, sebab tingkat ketabahan keluarga juga berbeda-beda.
Apalagi, dalam situasi ini ada keluarga yang kehilangan satu orang anggota keluarga, ada yang dua anggota keluarga, bahkan hingga kehilangan tujuh anggota keluarga.

Artikel ini ditulis oleh:

Sungai Ciberang-Ciujung di Lebak Berstatus Waspada

Jakarta, Aktual.co — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lebak menyebutkan permukaan Sungai Ciberang-Ciujung berstatus waspada setelah sehari sebelumnya siaga II akibat curah hujan cenderung meningkat.
“Kami menerima laporan dari petugas pintu Sungai Ciberang bahwa ketinggian permukaan Sungai Ciberang-Ciujung mencapai 310 sentimeter dengan debit air 376 M3 per detik,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, di Lebak, Minggu (4/1).
Pihaknya saat ini meningkatkan kewaspadaan banjir, longsor dan angin kencang sehubungan tiba musim hujan. Frekuensi curah hujan meningkat selama beberapa hari terakhir dengan intensitas ringan dan sedang.
Curah hujan terjadi pada pagi, siang, sore hingga malam hari dan berlangsung antara dua sampai lima jam.
Dengan demikian, pihaknya menetapkan status waspada karena ketinggian permukaan Sungai Ciberang-Ciujung terjadi peningkatan.
“Kami mengingatkan warga yang tinggal di bantaran sungai waspada terhadap bencana alam itu,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kedubes AS Beri Peringatan, Tri Risma: Saya Yakin Ngga Ada Apa-apa

Jakarta, Aktual.co — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku bahwa Kota Surabaya saat ini dalam kondisi aman dan kondusif.
“Saya yakin ngga ada apa-apa. Insya Allah ngga ada apa-apa,” kata Tri Risma, di Surabaya, Minggu (4/1).
bahkan, kondisi aman ini diyakini karena sudah melakukan komunikasi dengan pihak Polres Surabaya sebelumnya.
Diketahui, Kedubes AS memperingatkan warganya yang berada di Surabaya, Jawa Timur, untuk berhati-hati. Hal ini terkait adanya potensi ancaman keamanan di kota tersebut.
Hal ini juga terkait dengan langkah RI yang melakukan perang terhadap kelompok ekstrimis di berbagai daerah di Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Hujan Petir dan Angin Kencang, Tim Penyelam Hentikan Pencarian AirAsia QZ8501

Jakarta, Aktual.co — Tim penyelam menghentikan pencarian jenazah dan bangkai pesawat QZ8501 karena terkendala hujan petir dan angin kencang di lokasi pencarian.
Selain faktor cuaca yang memburuk, perbandingan waktu selam dan ketersediaan tabung O2 menjadi pertimbangan.
“Cuaca makin siang makin buruk ternyata,” kata Wakil Kapten KRI Banda Aceh, Mayor Laut (P) Priyo Dwi, Minggu (4/1).
Diketahui, tim penyelam gabungan yang terdiri dari Yontaifib dan Dislambair, sudah menyelami lokasi yang diperkirakan jatuhnya AirAsia QZ8501. 
Tim penyelam dari Rusia juga sudah berangkat ke lokasi perairan Selat Karimata, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, untuk membantu pencarian dan evakuasi kotak hitam serta korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.

Artikel ini ditulis oleh:

Peduli Jatuhnya Pesawat AirAsia QZ8501, Banyak Pihak Dirikan Tenda Bantuan

Jakarta, Aktual.co — Musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata pada Minggu (28/12/2014) lalu, mengundang kepedulian berbagai pihak, di antaranya dengan ramai-ramai mendirikan posko bantuan.

Seperti terlihat di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, dua hari terakhir hingga Minggu makin banyak tenda posko bantuan yang didirikan sejumlah pihak, baik instansi pemerintah maupun swasta seperti perbankan hingga dealer kendaraan bermotor.

Tenda posko bantuan tidak hanya berada di bagian depan rumah sakit, tetapi juga di area terbuka bagian dalam rumah sakit. Mereka menyiapkan makanan dan minuman secara gratis untuk tim gabungan dan wartawan yang bertugas selama penanganan musibah ini.

Keberadaan tenda-tenda posko ini cukup membantu petugas yang membutuhkan makanan atau minuman sehingga mereka tidak perlu repot menghabiskan cukup waktu untuk mencari rumah makan atau warung di luar.

Sejumlah tenda yang dijadikan posko juga terlihat di kawasan Pelabuhan Panglima Utar dan Landasan Udara Iskandar. Ada pula perusahaan swasta yang berpartisipasi dengan memasok makanan dan minuman untuk para relawan yang bertugas di posko maupun melakukan evakuasi menggunakan kapal.

“Alhamdulillah banyak yang menunjukkan kepedulian dengan memberikan berbagai jenis bantuan, seperti makanan, armada, hingga cold storage (lemari pendingin). Kami memang membuka diri asal bantuan itu dikoordinasikan dengan tim agar tidak mengganggu kegiatan tim gabungan,” kata Bupati Kotawaringin Barat, H Ujang Iskandar di Pangkalan Bun, Minggu (4/1).

Meski membuka diri terhadap tawaran bantuan dari pihak manapun, namun Ujang menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima bantuan dalam bentuk uang. Hal itu untuk menghindari terjadinya permasalahan mengingat dan dikhawatirkan akan kerepotan dalam pertanggungjawabannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pencarian AirAsia, TNI Berangkatkan KRI Usman Harun dan Frans Kaisiepo

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Madya TNI Ade Supandi melepas keberangkatan KRI Usman Harun-359 dan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam rangka SAR kecelakaan Pesawat AirAsia QZ 8501 di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Minggu (4/1).
Kedua kapal perang yang masuk dalam jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmatim (Satkorarmatim) tersebut menambah jumlah kapal perang dari Koarmatim yang berada di area SAR, setelah sebelumnya Koarmatim memberangkatkan tiga KRI yaitu KRI Bung Tomo-357, KRI Yos Sudarso-353 dan KRI Pulau Rengat-711 pada 29 Desember 2014.
Sedangkan KRI Sultan Hasanuddin-366 dan KRI Sungai Gerong-906 diberangkatkan dari daerah operasinya.
Sampai saat ini jumlah KRI Koarmatim yang melaksanakan misi SAR pesawat AirAsia QZ8501 berjumlah tujuh KRI, sehingga total TNI Angkatan Laut mengirimkan KRI sejumlah 15 KRI baik dari Koarmatim, Koarmabar maupun dari Kolinlamil.
KSAL Laksamana Madya TNI Ade Supandi, mengatakan, bahwa KRI Usman Harun-359 dan KRI Frans Kaisiepo-368 diberangkatkan selain untuk bergabung dan menambah kekuatan unsur-unsur TNI Angkatan Laut yang sudah berada di daerah SAR lebih dahulu juga untuk mengganti beberapa KRI yang akan ditarik ke pangkalan diantaranya KRI Bung Tomo-357.
Ia mengatakan, prioritas TNI Angkatan Laut adalah menyelamatkan, menemukan dan recovery korban secepat mungkin.
“Untuk proses recovery,  TNI Angkatan Laut mempunyai Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) yang memiliki kemampuan untuk mengangkat bangkai kapal atau pesawat yang karam di dasar laut,” kata Ade.
Hingga saat ini kapal perang Koarmatim telah berhasil menemukan dan mengevakuasi beberapa jenazah dan serpihan badan pesawat dengan rincian, KRI Bung Tomo-357 menemukan 5 jenazah, Emergency Exit, koper biru, tabung oksigen, pecahan bagasi kabin, makanan dan tumpahan minyak, KRI Yos Sudarso-353 menemukan 4 jenazah dan KRI Sultan Hasanuddin-366 menemukan satu jenazah.
KRI Usman Harun-359 adalah kapal perang terbaru yang dimiliki TNI Angkatan Laut yang baru diresmikan pada tanggal 4 Desember 2014 yang baru lalu.
Kapal perang produksi BAE System Maritme Naval Ship Inggris jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) tersebut saat ini dikomandani Kolonel Laut (P) Didong Rio Duta P. Kapal perang ini merupakan kapal patroli lepas pantai tipe F2000 Corvette.
Selain persenjataan yang canggih kapal perang ini dilengkapi sensor dan alat deteksi yang sangat tajam. Alat deteksi tersebut diantaranya Radar Navigasi, Radar Surveillance untuk mendukung pengamatan udara serta Radar Tracker Senjata.
Kelengkapan system sensor senjata juga dilengkapi dengan EOTs (Electro Optical Tracker System) untuk pengendalian meriam kapal dan pengamatan secara visual oleh camera video yang ada. Selain itu KRI Usman Harun-359 juga dilengkapi sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air yaitu sonar, dan sensor bawah air inilah yang diharapkan mampu diandalkan dalam misi SAR tersebut.
KRI Frans Kaisiepo-367 merupakan kapal keempat dari kapal perang jenis Korvet kelas SIGMA milik TNI Angkatan Laut yang dibuat oleh galangan kapal Schelde Naval Shipbuilding (SNS), Vlissingen, Belanda.
Kapal perang yang baru kembali ke Pangkalan pada tanggal 24 Desember 2014 usai mengemban misi selama 10 bulan yang tergabung dalam Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-F/UNIFIL (United Nation Interm Force In Lebanon) tahun 2014 tersebut saat ini dikomandani Letkol Laut (P) Ade Nanno Suwardi.
KRI Frans Kaisiepo adalah kapal perang canggih yang mempunyai persenjataan untuk peperangan anti-kapal permukaan, anti-kapal selam dan anti-pesawat udara. Selain persenjataan dan radar, baik radar navigasi maupun radar pengedali persenjataan, KRI Frans Kaisiepo juga dilengkap Sonar Thales Kingklip frekuensi menengah aktif/pasif ASW hull mounted sonar, yaitu sensor bawah air yang memiliki tingkat akurasi yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air.
Turut hadir mendampingi Kasal dalam pelepasan tersebut, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Arie Henricus Sembiring Meliala, Kasarmatim Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia para Asisten Pangarmatim dan Kasatker Koarmatim.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain