6 April 2026
Beranda blog Halaman 40232

Nilai Rubel Melemah, Rusia Alami Inflasi Diangka 11,4 Persen

Jakarta, Aktual.co — Statistik Negara, Rosstat baru akan mengumumkan inflasi inti Rusia pada 12 Januari mendatang. Namun, sejumlah pihak seperti dilansir BBC (4/1), memprediksi inflasi inti Rusia pada Januari-Desember 2014 mencapai 11,4 persen. 
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi inti Rusia pada Januari-Desember 2013, yakni 6,5 persen. Padahal, pada 2013 merupakan inflasi inti Rusia yang tertinggi sejak krisis moneter 2008 yang dialami Negeri Beruang Merah itu.
Tingginya inflasi Rusia disebabkan oleh nilai Rubel yang beberapa kali melemah sepanjang 2014. Meskipun Bank Sentral Rusia, Gazprombank telah melakukan intervensi untuk perbaikan keuangan negaranya, namun hal itu dinilai tak cukup efektif. 
Anjloknya Rubel berdampak pada kenaikan harga di beberapa sektor. Seperti makanan, yang naik 15,4 persen sepanjang tahun 2014, sektor non-makanan naik 8,1 persen, dan biaya layanan lainnya yang naik 10,5 persen.
Selain itu, harga minyak mentah Rusia yang lebih rendah dan sanksi-sanksi Barat yang diberlakukan atas Ukraina, semakin melemahkan nilai Rubel. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya harga kebutuhan pokok dan harga barang impor.
Ekonomi Rusia mulai menyusut pada bulan November 2014 untuk pertama kalinya dalam lima tahun, dan diperkirakan akan memasuki resesi (kemerosotan atau Produk Domestik Bruto/PDB menurun) pada kuartal pertama 2015.
Intervensi Bank
Penurunan harga minyak telah mengurangi pendapatan yang diterima oleh pemerintah Rusia, sedangkan sanksi atas tindakan Rusia di Ukraina telah memukul sektor perbankan dengan memotong pinjaman asing.
Pemerintah membeli hampir 41 milyar Rubel (USD683 miliar) senilai saham bank negara Gazprombank sebagai bagian dari rencana dukungan.
“Suntikan dana membantu bank untuk memperkuat struktur permodalan dan memberikan ruang lingkup yang cukup untuk memperluas operasinya”, ujar Direktur Sindikasi Keuangan Gazprombank, Alexander Kazakov.
Selain itu, VTB, bank terbesar kedua Rusia, mengatakan telah menerima 100 milyar Rubel (USD1,8 miliar) dari dana kesejahteraan nasional yang merupakan bagian dari skema untuk rekapitalisasi sistem perbankan.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa awal bulan ini bank-bank Rusia harus didukung meningkatkan pinjaman  untuk proyek-proyek penting di sektor riil perekonomian.
“Kami memiliki sejumlah besar penghematan internal, mereka (penyumbang dana) harus menjadi investasi yang efektif,” pungkas Putin dalam pidatonya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Harga Ayam Potong di makassar masih Tinggi

Jakarta, Aktual.co — Harga ayam potong di Makassar masih tinggi, yang mencapai Rp52.000 per kg, sejak sebelum tahun baru 2015. 
Harga jual ayam potong ini sebelumnya hanya Rp19.000 per kg.
“harga belum kami turunkan, karena dari supplier belum ada tanda-tanda turun juga. kalau paksakan turun, kami rugi,” kata maman, penjual ayam potong di pasar, Minggu (4/1).
Harga per ekor ayam potong sebesar Rp52.000, sementara untuk yang berukuran sedang seharga Rp42.000.

Artikel ini ditulis oleh:

Perang Minyak Dengan AS, Venezuela Alami Resesi Ekonomi

Jakarta, Aktual.co — Bank Sentral Venezuela, BCV mengumumkan pertumbuhan ekonomi Venezuela menurun 2,3 persen pada kuartal ketiga 2014. Hal ini mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia turun (resesi) 4,8-4,9 persen masing-masing pada kuartal pertama dan kedua 2014.
Selain itu, BCV juga mengatakan inflasi inti Venezuela Januari-Desember 2014 telah mencapai 63,6 persen, salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan bahwa ekonomi negaranya telah terkena imbas ketidakstabilan politik dan turunnya harga minyak dunia. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) telah membanjiri pasar dengan minyak sebagai bagian dari perang ekonomi melawan Rusia.
Maduro juga mengatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuat inflasi terkendali, termasuk reformasi untuk sistem kontrol mata uang Venezuela.
“Negara kami menderita konsekuensi dari perang ekonomi yang diluncurkan oleh Presiden AS Barack Obama untuk menghancurkan kartel produsen minyak, OPEC,” ujar Maduro seperti dilansir BBC (4/1).
“Ini adalah rencana dua tahun, yang mempengaruhi harga komoditas dan banyak negara berkembang,” kata Maduro.
“AS ingin memaksakan dunia unipolar dikendalikan dari Washington. Itu gila.” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan dia, krisis ekonomi membuat Venezuela berpikir untuk mengubah model perekonomian. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, oleh karena itu, menurut Maduro, ekonomi Venezuela sangat tergantung pada ekspor minyak untuk saat ini dan ke depannya.
Namun, oposisi Venezuela menyalahkan beberapa kebijakan sosialis Maduro dan pendahulunya, Hugo Chavez, untuk krisisi yang terjadi saat ini. Seperti kekurangan banyak kebutuhan pokok, minyak, jagung, dan susu.Bank Sentral Venezuela, BCV mengumumkan pertumbuhan ekonomi Venezuela menurun 2,3 persen pada kuartal ketiga 2014. Hal ini mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) Rusia turun 4,8-4,9 persen masing-masing pada kuartal pertama dan kedua 2014.
Selain itu, BCV juga mengatakan inflasi inti Venezuela Januari-Desember 2014 telah mencapai 63,6 persen, salah satu tingkat inflasi tertinggi di dunia.
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro mengatakan bahwa ekonomi negaranya telah terkena imbas ketidakstabilan politik dan turunnya harga minyak dunia. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) telah membanjiri pasar dengan minyak sebagai bagian dari perang ekonomi melawan Rusia.
Maduro juga mengatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuat inflasi terkendali, termasuk reformasi untuk sistem kontrol mata uang Venezuela.
“Negara kami menderita konsekuensi dari perang ekonomi yang diluncurkan oleh Presiden AS Barack Obama untuk menghancurkan kartel produsen minyak, OPEC,” ujar Maduro seperti dilansir BBC.
“Ini adalah rencana dua tahun, yang mempengaruhi harga komoditas dan banyak negara berkembang,” kata Maduro.
“AS ingin memaksakan dunia unipolar dikendalikan dari Washington. Itu gila.” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan dia, krisis ekonomi membuat Venezuela berpikir untuk mengubah model perekonomian. Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, oleh karena itu, menurut Maduro, ekonomi Venezuela sangat tergantung pada ekspor minyak untuk saat ini dan ke depannya.
Namun, oposisi Venezuela menyalahkan beberapa kebijakan sosialis Maduro dan pendahulunya, Hugo Chavez, untuk krisisi yang terjadi saat ini. Seperti kekurangan banyak kebutuhan pokok, minyak, jagung, dan susu.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pembentukan KPK di Daerah Perlu Pengkajian

Jakarta, Aktual.co — Pakar hukum tata negara dari Universitas Udayana (Unud) Denpasar Yohanes Usfunan menilai perlu adanya pengkajian secara cermat dalam rencana pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di masing-masing Provinsi di Indonesia.
“Rencana KPK membuka kantor cabang di daerah itu sangat baik. Namun, perlu adanya pengkajian yang mendalam,” ujar Yohanes Usfunan di Denpasar, Minggu (4/1).
Pengkajian harus dilakukan secara cermat untuk mengantisipasi adanya intervensi oleh pejabat daerah dalam pengungkapan kasus korupsi tersebut.
Selain itu, banyaknya tekanan dari pejabat daerah kepada KPK dapat menjadi masalah baru. “Untuk itu, dengan adanya KPK di masing- masing Provinsi perlu pengkajian mendalam,” katanya.
Pihaknya menyarankan dalam penempatan SDM, perlu menyeleksi secara cermat sehingga tidak ada lagi upaya melemahkan KPK di masing-masing Provinsi.
Diakui SDM di setiap Provinsi pasti ada, namun porsi KPK dalam perekrutan anggotanya tersebut harus betul-betul lebih teliti.

Artikel ini ditulis oleh:

Arab Saudi Biarkan Harga Energi Global Jatuh

Jakarta, Aktual.co — Pada awal Oktober 2014, perwakilan Arab Saudi di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), Nasser al-Dossary, mengejutkan hadirin di New York dengan menyatakan pemerintahnya akan membiarkan harga energi global jatuh.
Pesan al-Dossary bertolak belakang dengan kebiasaan Arab Saudi dalam puluhan tahun terakhir yang membatasi produksi minyak global agar harganya tetap tinggi. Harga minyak pun anjlok akhir bulan lalu, setelah Arab Saudi merayu anggota OPEC lainnya untuk mempertahankan level produksi minyak.
Menurut pejabat senior Timur Tengah, Amerika, dan Eropa bahwa strategi minyak baru Arab Saudi ini tampaknya bukan hasil aliansi lama. Ini adalah persaingan baru, karena Arab Saudi merasa terancam oleh perusahaan energi AS.
Produksi minyak serpih alias shale di beberapa negara bagian AS, seperti Texas dan North Dakota, telah meningkatkan produksi minyak Paman Sam. Ekspor ke AS dari negara-negara OPEC pun berkurang sehingga pasokan minyak global berlebih.
Pesan yang disampaikan al-Dossary merupakan tantangan langsung kepada perusahaan energi Amerika Utara. Kerajaan Arab meyakini perusahaan AS telah memicu berlebihnya pasokan minyak dengan memakai teknologi baru minyak shale.
Pejabat Arab meyakini mereka tidak dapat mengangkat harga minyak sendirian, di tengah banjir minyak baru. Mereka juga menyimpulkan banyak negara OPEC enggan mengurangi produksi, sama seperti produsen non-OPEC seperti Rusia dan Meksiko. Jika hanya Riyadh yang mengurangi produksi, pemerintah Saudi khawatir negara lain akan mencuri pasar mereka.
“Opsi yang tersisa yaitu biarkan harga minyak turun, untuk melihat seberapa lama dan seberapa banyak produsen minyak shale AS bisa terus memproduksi,” ujar pejabat Arab tersebut seperti dilansir Wall Stret Journal, Minggu (4/1), 
Keputusan OPEC untuk mempertahankan level produksi minyak, yang diumumkan pada 27 November 2014, menjatuhkan harga minyak mentah menjadi di bawah USD60 per barel. Beberapa bulan sebelumnya, harga minyak mentah sempat melebihi USD100 per barel. Perpecahan pun terjadi antara negara anggota OPEC—dan raksasa energi lainnya—yang selama ini menikmati harga minyak tiga digit.
Langkah Arab Saudi adalah bagian dari evolusi hubungan Riyadh dengan Washington dalam sepuluh tahun terakhir. Dua negara yang menjadi sekutu dekat sejak Perang Dunia II ini berhasil mencapai kemakmuran, berkat pasokan minyak stabil dari Arab Saudi yang ditukar dengan jaminan keamanan AS di kawasan sekitarnya.
Namun kemunculan AS sebagai rival energi menguji persekutuan tersebut dari beberapa sisi. Apa lagi, kedua negara berbeda pandangan soal kebijakan AS di Timur Tengah.
Arab Saudi mengambil risiko dengan membiarkan harga minyak jatuh, kata pejabat Arab, AS, dan Eropa tersebut. Riyadh telah mengatakan ekonomi mereka dapat bertahan sedikitnya dua tahun meski harga minyak turun, berkat cadangan devisanya yang mencapai USD750 miliar. Arab Saudi meyakini produsen yang kurang efisien akan keluar dari pasar.
Meski demikian, beberapa petinggi industri minyak mengatakan Riyadh dan Naimi meremehkan pengaruh teknologi dan lonjakan minyak shale dalam mengubah wajah pasar energi dunia. 
“Banyak perusahaan AS yang masih bisa untung atau break even dengan harga minyak di bawah USD40,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menpora: Kongres PSSI Tak Bahas Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi berharap ada harapan baru untuk PSSI dalam Kongres Tahunan yang diselenggarakan di Jakarta pada hari ini, Minggu (4/1).
“Semoga jadi momen untuk evaluasi menuju perbaikan PSSI di masa-masa yang akan datang,” demikian disampaikan Menpora dalam Pesan kepada Aktual.co, Sabtu (3/1) malam.
Terkait pembentukan Tim sembilan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), tidak akan dibahas  di Kongres Tahunan PSSI tahun ini. 
“Oh ya Nggak apa-apa, ini alam demokrasi, yang penting outputya dengan rasa, niat dan tekad yang sama untuk memperbaiki bola kita‎,” ucapnya.
Perlu diketahui, dalam kongres PSSI hanya membahas program kerja organisasi tertinggi sepak bola Indonesia tersebut.
“Pembahasan kami hanya seputar program kerja PSSI sesuai statuta pasal 30. Semua prosedur sudah berjalan. Sesuai aturan empat pekan sebelum pelaksanaan kami sudah mengirimkan undangan kepada para anggota PSSI,” ungkap Sekertaris Jendral (Sekjen) PSSI, Joko Driyono.
“Agenda tambahan lain mungkin hanya persiapan untuk menggelar Kongres PSSI di 2015 nanti yang adalah agenda pemilihan kepengurusan PSSI baru,” sambung Jokdri, sapaan akrab Joko.
Diketahui, Menpora Imam Nahrawi telah mengumumkan komposisi Tim 9, Jum’at (2/1). Seperti diantaranya Imam B. Prasodjo (sosiolog), Budiarto Shambazy (pengamat sekaligus  wartawan senior), Ricky Yakobi (mantan pemain tim nasional Indonesia).
Selain itu ada juga Gatot S. Dewabroto perwakilan Kemenpora, Nurhasan Ismail (akademisi), Joko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan/PPATK), Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan Komite Pemberantasan Korupsi), Oegroseno (mantan Wakapolri).

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain