6 April 2026
Beranda blog Halaman 40236

Mengapa Pancasila Suatu Keharusan? (Bagian 1)

Tetapi kecuali Pancasila adalah satu Weltanschauung, satu dasar falsafah,  Pancasila adalah satu alat mempersatu, yang saya yakin seyakin-yakinnya Bangsa Indonesia  dari Sabang sampai ke Merauke hanyalah dapat bersatu padu di atas dasar Pancasila itu.
Dan bukan saja alat mempersatu untuk di atasnya kita letakkan Negara Republik Indonesia, tetapi juga pada hakekatnya satu alat mempersatu dalam perjoangan kita melenyapkan segala penyakit yang telah kita lawan berpuluh-puluh tahun
yaitu penyakit terutama sekali, Imperialisme.
Perjoangan suatu bangsa, perjoangan melawan imperialisme, perjoangan mencapai kemerdekaan, perjoangan sesuatu bangsa yang membawa corak sendiri-sendiri.
Tidak ada dua bangsa yang cara berjoangnya sama.  Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjoang sendiri, mempunyai karakteristik sendiri.
Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mampunyai keperibadian sendiri. Keperibadiaan yang terwujud dalam pelbagai hal, dalam kebudayaannya,  dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain-lain sebagainya.
(Soekarno, 1958)

Setiap bangsa harus memiliki suatu konsepsi bersama menyangkut nilai-nilai dan haluan dasar bagi keberlangsungan, keutuhan dan kejayaan bangsa yang bersangkutan.  Dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa Bangsa, pada 30 September 1960, yang memperkenalkan Pancasila kepada dunia, Soekarno mengingatkan pentingnya konsepsi dan cita-cita bagi suatu bangsa: “Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan cita-cita. Jika mereka tak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita itu menjadi kabur dan usang, maka bangsa itu adalah dalam bahaya” (Soekarno, 1989: 64).

Seorang cencekiawan Amerika Serikat, John Gardner, mengingatkan, “Tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran jika bangsa itu tidak percaya kepada sesuatu, dan jika tidak sesuatu yang dipercayainya itu memiliki dimensi-dimensi moral guna menopang peradaban besar (Gardner, 1992).

Setiap bangsa memiliki konsepsi dan cita-citanya masing-masing sesuai dengan kondisi, tantangan dan karakteristik bangsa yang bersangkutan. Dalam pandangan Soekarno, “Tidak ada dua bangsa yang cara berjoangnya sama. Tiap-tiap bangsa mempunyai cara berjoang sendiri, mempunyai karakteristik sendiri. Oleh karena pada hakekatnya bangsa sebagai individu mampunyai keperibadian sendiri. Keperibadiaan yang terwujud dalam pelbagai hal, dalam kebudayaannya, dalam perekonomiannya, dalam wataknya dan lain-lain sebagainya” (Soekarno, 1958, I: 3).

Oleh karena itu, cara bangsa Indonesia merumuskan konsepsi dan cita-cita nasionalnya tidak begitu saja mengekor ideologi-ideologi dominan yang ada. Dalam pidatonya di PBB, Bung Karno menyangkal pendapat seorang filosof Inggris, Bertrand Russel, yang membagi dunia ke dalam dua poros pengikut konsepsi Declaration of American Independence dan Manifesto Komunis. “Maafkan, Lord Russell. Saya kira tuan melupakan adanya lebih daripada seribu juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat-rakyat Amerika Latin, yang tidak menganut ajaran Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence.”

Selanjutnya dia katakan bahwa Indonesia tidak dipimpin oleh kedua paham itu; tidak mengikuti konsep liberal maupun komunis. “Dari pengalaman kami sendiri dan dari sejarah kami sendiri tumbuhlah sesuatu yang lain, sesuatu yang jauh lebih sesuai, sesuatu yang jauh lebih cocok.” Lantas dia simpulkan, “Sesuatu itu kami namakan Pancasila. Gagasan-gagasan dan cita-cita itu, sudah terkandung dalam bangsa kami. Telah timbul dalam bangsa kami selama dua ribu tahun peradaban kami dan selama berabad-abad kejayaan bangsa, sebelum imperialisme menenggelamkan kami pada suatu saat kelemahan nasional” (Soekarno, 1960, 1989: 63-64).

Para pendiri bangsa berusaha menjawab akan kebutuhan konsepsi kebangsaan Indonesia merdeka itu  dalam suatu “dasar falsafah” (Philosophische Grondslag) negara atau “pandangan dunia” (Weltanschauung),  yang dikenal dengan sebutan Pancasila.    Gagasan Pancasila sebagai dasar (falsafah) negara Indonesia itu tidaklah dipungut dari udara, melainkan digali dari bumi sejarah keindonesiaan, yang tingkat penggaliannya tidak berhenti sampai zaman gelap penjajahan, melainkan menerobos jauh ke belakang hingga zaman kejayaan Nusantara. Dalam usaha penggalian itu, para pendiri bangsa juga memikirkan dan merasakan apa yang dialami bangsanya selama masa penjajahan dan mengingat apa-apa yang pernah mereka perjuangkan dan impikan sebagai sumber pembebasan, kebahagiaan dan identitas bersama.

Dalam menyusun konsepsi dasar falsafah dan ideologi Negara Indonesia Merdeka itu, Soekarno mengatakan bahwa kita “harus dapat meletakkan negara itu atas suatu meja statis yang dapat mempersatukan segenap elemen di dalam bangsa itu, tetapi juga harus mempunyai tuntunan dinamis ke arah mana kita gerakkan rakyat, bangsa dan negara ini;… kita memerlukan satu dasar yang bisa menjadi dasar statis dan yang bisa menjadi Leitstar dinamis”.  Lebih lanjut ia katakan, “Kalau kita mencari satu dasar yang statis yang dapat mengumpulkan semua, dan jikalau kita mencari suatu Leitstar dinamis yang dapat menjadi arah perjalanan, kita harus menggali sedalam-dalamnya di dalam jiwa masyarakat kita sendiri…. Kalau kita mau memasukkan elemen-elemen yang tidak ada di dalam jiwa Indonesia, tak mungkin dijadikan dasar untuk duduk di atasnya.”

Selengkapnya, dia katakan: Nah, oleh karena bangsa atau rakyat adalah satu jiwa, maka kita pada waktu kita memikirkan dasar statis atau dasar dinamis bagi bangsa tidak boleh mencari hal-hal di luar jiwa rakyat itu sendiri. Kalau kita mencari hal-hal di luar jiwa rakyat itu sendiri, kandas. Ya bisa menghikmati satu dua, seratus dua ratus orang, tetapi tidak bisa menghikmati sebagai jiwa tersendiri. Kita harus tinggal di dalam lingkungan dan lingkaran jiwa kita sendiri. Itulah kepribadian. Tiap-tiap bangsa mempunyai kepribadian sendiri, sebagai bangsa. Tidak bisa opleggen dari luar. Itu harus laten telah hidup di dalam jiwa rakyat itu sendiri.

Dalam perjalanannya, sejarah konseptualisi Pancasila melintasi rangkaian panjang fase “pembibitan”, fase “perumusan”, dan fase “pengesahan”. Fase “pembibitan” setidaknya dimulai pada 1920-an dalam bentuk rintisan-rintisan gagasan untuk mencari sintesis antarideologi dan gerakan seiring dengan proses “penemuan” Indonesia sebagai kode kebangsaan bersama (civic nationalism). Fase “perumusan” dimulai pada masa persidangan pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), 29 Mei-1 Juni 1945, dengan Pidato Soekarno (1 Juni) sebagai crème de la crème-nya yang memunculkan istilah Panca Sila. Rumusan Pancasila dari Pidato Soekarno itu lantas digodok dalam pertemuan Chuo Sangi In yang membentuk “Panitia Sembilan”,  yang melahirkan rumusan baru Pancasila dalam versi Piagam Jakarta, pada 22 Juni. Fase “pengesahan” dimulai pada 18 Agustus 1945 dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang melahirkan rumusan final, yang mengikat secara konstitusional dalam kehidupan bernegara.
Bersambung…

Oleh: Yudi Latif, Chairman Aktual

Artikel ini ditulis oleh:

Karawang Siapkan Sanksi Tegas Bagi Perusahaan Pencemar Lingkungan

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat akan memberikan sanksi tegas perusahaan yang membuang limbah sembarangan dan melakukan pencemaran lingkungan.

“Pelaku pencemaran lingkungan, seperti membuang limbah sembarangan akan kami tindak tegas,” kata Pelaksana Tugas Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana di Karawang, Sabtu (3/1).

Ia menyatakan, pada 2015 jajaran eksekutif dan legislatif sudah sepakat memberi perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan hidup.

Selain itu, pihaknya akan meminta bantuan aparat penegak hukum, yakni Polres Karawang untuk menegakkan hukum terkait pelanggaran lingkungan hidup.

Dengan begitu, nantinya pelaku pencemaran lingkungan hidup seperti pelaku pembuangan limbah sembarangan akan ditindak tegas, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut dia, Pemkab Karawang melalui Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) setempat sudah mengantongi pelaku pencemaran lingkungan.

Sepanjang tahun 2014, kata Cellica, beberapa perusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan sudah ditegur tetapi belum ada perusahaan yang diberi sanksi hukum.

Sementara itu, Ketua DPRD Karawang Toto Suripto sebelumnya mengaku akan konsentrasi melakukan upaya penyelamatan lingkungan hidup sesuai dengan tugas dan fungsinya pada 2015.

“Bidang lingkungan hidup harus diperhatikan dan dijaga bersama. Jangan sampai pencemaran terjadi tanpa ada sanksi,” kata dia.

Ia mengaku selama ini cukup sering kabar mengenai peristiwa pencemaran lingkungan di Karawang. Baik itu pencemaran limbah pabrik ke sungai, pencemaran udara, dan lain-lain.

Pihaknya juga akan memperhatikan terkait pertambangan ilegal yang berlangsung di wilayah Karawang selatan seperti di Kecamatan Pangkalan dan Tegalwaru.

“Tidak hanya kegiatan pertambangan di wilayah Pangkalan saja, seluruh daerah jika ada pertambangan ilegal perlu diberi sanksi,” kata dia.

Ia menilai jika pencemaran lingkungan tersebut dibiarkan dan pelakunya tidak diberi sanksi, dikhawatirkan akan semakin banyak peristiwa pencemaran lingkungan di Karawang.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bangun Dua Bendungan, Pemerintah Anggarkan Rp170 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak dua bendungan akan dibangun di Kabupaten Mamuju pada 2015 sebagai upaya untuk memacu peningkatan produksi padi.

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu (3/1) mengatakan, kedua bendungan itu yakni bendungan Beru-Beru Kecamatan Kalukku dan bendungan Tommo Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.

Ia mengatakan, bendungan Beru-Beru akan dibangun dengan memanfaatkan sungai Kecamatan Kalukku dengan anggaran sekitar Rp70 miliar dengan memanfaatkan anggaran APBN.

Menurut dia, bendungan Beru-Beru akan mampu mengairi ribuan hektare tanaman padi di Kecamatan Kalukku yang selama ini belum memiliki sarana irigasi teknis karena tidak adanya bendungan di wilayah itu.

Sementara itu di Kecamatan Tommo akan dibangun bendungan Tommo dengan anggaran mencapai Rp100 miliar juga menggunakan anggaran APBN dan bendungan tersebut akan mampu mengairi tanaman padi hingga 7000 hektare.

“Dengan pembangunan bendungan Tommo tersebut maka sawah yang ada di Kecamatan Tommo, Sampaga, Papalang, dan Kecamatan Pangale, Kabupaten Mamuju akan memiliki sarana irigasi teknis yang lebih memadai memacu peningkatan produksi pangan Sulbar,” katanya.

Menurut dia, pembangunan bendungan Tommo dalam rangka memacu ketahanan pangan Sulbar juga akan diikuti dengan pembangunan infrastruktur pertanian seperti bendungan dan saluran irigasi agar produksi padi di Kabupaten Mamuju meningkat memacu tingkat produksi padi Sulbar.

“Pemerintah pusat telah bersedia mengalokasikan anggaran pembangunan bendungan yang dibangun sejak tahun 2010 tersebut dengan menggunakan APBN, itu artinya pertanian Sulbar ke depan akan semakin berkembang,” katanya.

Ia mengatakan, Sulbar ingin memacu produksi padi agar dapat mencapai satu juta ton pertahun mendukung target produksi padi secara nasional sebesar 10 juta ton pertahun, sehingga mendorong pembangunan infrastruktur yang dapat meningkatkan produksi padi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Anggaran Berkurang, Ratusan Honorer Diberhentikan

Jakarta, Aktual.co —   Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Tommy Harun membenarkan, kontrak kerja ratusan pegawai tenaga honorer tidak diperpanjang lagi atau diberhentikan sehubungan dengan menurunnya jumlah anggaran pada APBD 2015.

“Memang banyak kontrak kerja tenaga honorer tidak diperpanjang lagi karena jumlah anggaran yang menurun,” kata Tommy Harun di Nunukan, Sabtu (3/1).

Ia menegaskan, pemberhentian ratusan pegawai honorer di daerah itu karena kegiatan semakin berkurang sehingga tidak mungkin tenaganya dipakai lagi karena anggaran pada setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pada 2015 menurun.

Tommy menyatakan, pemutusan hubungan kerja ratusan pegawai honorer itu tersebar pada sejumlah SKPD di jajaran pemkab Nunukan mengingat anggaran untuk membayar kesejahteraannya setiap bulan tidak mencukupi lagi.

“Masalah pemberhentian tenaga honorer itu merupakan kewenangan SKPD masing-masing,” ujarnya.

Sekdakab Nunukan ini beralasan, telah menjadi kesepakatan bersama dalam kontrak kerja bahwa masa kerja tenaga honorer hanya satu tahun dan dapat diperpanjang lagi apabila masih dibutuhkan.

“Namun bagi pegawai honorer yang telah “diberhentikan” itu dianggap masih dibutuhkan tenaganya kemungkinan besar akan dipanggil lagi,” ujar dia.

Mengenai pemberhentian kontrak kerja tenaga guru honorer tersebut tidak diberlakukan pada Dinas Pendidikan setempat karena masih sangat dibutuhkan sehubungan dengan masih kurangnya tenaga guru di daerah itu.

“Jadi, untuk tenaga guru honorer tidak ada pemberhentian karena memang tenaganya masih sangat dibutuhkan,” katanya dan menambahkan, pemberhentian hanya dilakukan pada SKPD yang kegiatannya dikurangi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Jelang Pemilu Sri Lanka, Aksi Kekerasan Meningkat

Jakarta, Aktual.co — Pemantau dan Polisi mengatakan bahwa aksi kekerasan yang berkaitan dengan kampanye meningkat di seluruh Sri Lanka menjelang pemilu pekan depan sementara Presiden Mahinda Rajapakse berjuang keras untuk dapat dipilih kembali.

Kelompok pemantau CaFFE (Campaign for Free and Fair Elctions), Sabtu (3/1) mengatakan pihaknya menerima 1.073 keluhan sejak kampanye mulai dilakukan awal Desember.

Polisi mengatakan mereka menerima banyak keluhan yang lebih kecil, tetapi 130 orang telah ditahan.

“Seorang wakil menteri dan 13 wakil terpilih lainnya termasuk di antara mereka yang telah ditahan terkait dengan 245 keluhan aksi kekerasan,” kata juru bicara kepolisian Ajith Rohana.

CaFFE mengatakan aksi kekerasan yang meningkat yang terorganisasi dengan baik dan sasarannya adalah oposisi, yang menimbulkan tantangan serius terhadap petahana dua masa jabatan Rajapakse.

“Kami melihat kecenderungan aksi kekerasan yang meningkat,” kata direktur CaFFE Keerthi Tennakoon.

“Aksi kekerasan itu terorganisasi dengan baik. Hampir selalau diarahkan pada kampanye oposisi.” Pesaing utama Rajapakse, Maithipala Sirisena, yang nyaris terkena lemparan batu dalam satu rapat kampanye politik Jumat malam di Kolombo, tetapi sekitar 20 pendukungnya cedera, kata partai itu.

Gambar telepon mobil saat terjadi pelemparan batu pada rapat oposisi yang juga disiarkan di media sosial itu menunjukkan orang-orang berusaha melindungi kepala mereka dan menghindar ketika batu-batu yang dilemparkan dari satu gedung bertingkat jatuh dekat mereka.

Juru bicara polisi Rohana mengatakan dua pria ditahan dan mereka sedang mencari empat tersangka lagi.

Sirisena dari kelompok oposisi menuduh unsur-unsur propemerintah terus menyerang pada rapat pihaknya.

Serangan itu terjadi beberapa jama setelah Kementerian Luar Negeri Sri Lanka memperingatkan Uni Eropa tidak ikut campur dalam pemilu Kamis mendatang setelah para duta besar yang ditempatkan di Kolombo mendesak pemerintah menjamin pemungutan suara itu berlangsung damai– satu sentimen yang diucapkan kembali Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam satu pernyataan awal pekan ini.

Pemilu-pemilu terdahulu ditandai oleh aksi kekerasan, terutama terhadap para pemilih dari etnik Tamil dan Muslim,yang merupakan pendukung utama oposisi. Sirisena melepaskan jabatan menteri kesehatan dan keluar dari pemerintah Rajapakse November untuk menjadi kandidat utama oposisi.

Laporan-laporan media lokal mengatakan bahwa dua pemimpin itu g sekarang akan bertarung ketat, kendatipun Rajapakse dianggap akan unggul karena pemilu itu dipercepat dua tahun dari rencana.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Cari Black Bock, Basarnas Prioritaskan Kapal “Towed Pinger Locator”

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo mengharapkan cuaca pada Minggu atau hari kedelapan operasi gabungan akan lebih baik sehingga mendukung kelancaran pencarian dan evakuasi penumpang dan pesawat AirAsia QZ8501.

“Besok (Minggu, 4/1) kita punya harapan, cuaca lebih baik, gelombang laut diperkirakan 1,5-2 meter. Ini memberi peluang untuk dapat hasil lebih baik dari hari ini,” kata Soelistyo dalam keterangan pers di Kantor Pusat Basarnas, Jakarta, Sabtu (3/1).

Ia mengatakan pada hari kedelapan operasi pencarian pesawat Airbus 320-200 milik maskapai AirAsia, pembagian sektor masih sama.

Kapal yang memiliki alat “towed pinger locator” untuk dapat mencari kotak hitam pesawat di sektor prioritas yang banyak ditemukan obyek besar bagian dari pesawat tersebut.

Kapal lain, menurut dia, tetap akan melakukan pencarian dan evakuasi korban maupun serpihan pesawat rute penerbangan Surabaya-Singapura tersebut.

Arus bawah laut pada sore ini, menurut Soelistyo, sangat kuat. Hal tersebut menyebabkan “remotely operated vehicle” (ROV) yang akan diturunkan kapal Geo Survey tidak dapat melakukan pengambilan gambar.

“Yang kita turunkan tidak bisa melakukan pengambilan gambar karena arus mencapai dua knot di bawah permukaan laut. Jadi saya putuskan untuk bersiaga, besok pagi saat jika gelombang baik dan bisa dilakukan penyelaman dengan dilakukan ‘on skin’ penyelaman, diatur supaya bisa tertata dengan hasil optimal, ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain