19 April 2026
Beranda blog Halaman 40239

Cari Korban QZ8501, Basarnas Butuh Kapsul Selam Berawak

Jakarta, Aktual.co — Badan SAR Nasional membutuhkan kapsul selam berawak yang mampu beroperasi di bawah air untuk mencari korban dan bangkai pesawat AirAsia QZ 8501 yang terbang dari Surabaya menuju Singapura..
“Untuk kapsul turun ke bawah permukaan air yang dilakukan bukan penyelam, kita belum punya submersible terutama yang berawak,” kata Kepala Basarnas Bambang Soelistyo di Jakarta, Senin (5/1).
Marsekal Madya TNI Bambang Soelistyo mengatakan sejauh ini terdapat kapsul selam dari Rusia yang diikutkan dalam evakuasi korban dan pesawat AirAsia. Akan tetapi, kapsul selam tersebut hanya bisa dioperasikan tanpa awak.
“Kalau bisa kita punya yang ‘manned’ (berawak) tapi itu nanti,” tandasnya.
Tim di lapangan, kata dia, membutuhkan kapsul selam berawak agar lebih leluasa dalam mencari korban dan bagian pesawat AirAsia yang diperkirakan tenggelam di perairan sekitar barat daya dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.
Belum adanya kapsul selam berawak itu merupakan salah satu kendala tim SAR gabungan untuk menemukan korban dan pesawat, termasuk mendapatkan kotak hitam dari AirAsia QZ 8501.
Kendala lainnya, seperti faktor cuaca yang kurang bersahabat.
Cuaca yang buruk memicu tinggi gelombang laut ada di kisaran tiga-empat meter. Sementara itu, arus bawah air mencapai empat knot sehingga kurang aman bagi penyelam untuk masuk ke dalam air.
Selain itu, cuaca juga membuat air di kedalaman 0-30 meter menjadi keruh dan menyebabkan keterbatasan pandangan.
Beberapa kendala itu ditengarai menjadi sebab-sebab bangkai pesawat utama belum kunjung ditemukan meski sudah banyak objek pesawat didapatkan tim.
Diperkirakan, banyak korban yang terjebak di dalam pesawat karena belum sempat keluar saat AirAsia rute Surabaya-Singapura itu tenggelam.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pekan Depan PSSI Direncanakan Menghadap Tim Sembilan

Jakarta, Aktual.co — Tim Sembila, bentukan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), berencana memanggil pengurus PSSI. Rencananya, pemanggilan itu dilakukan, pekan depan.

“Tim sudah berencana memanggil PSSI paling cepat pekan depan,” kata anggota Tim Sembilan, Gatot Dewa Broto usai rapat perdana Tim Sembilan di Gedung Kemenpora, Jakarta, Senin (5/1).

Pemanggilan federasi sepakbola pimpinan Djohar Arifin Husin ini, terkait dengan tugas Tim Sembilan, yakni melakukan evaluasi.

Dalam tugasnya, Menpora Imam Nahrawi, memberikan tenggat waktu kepada Tim Sembilan, selama tiga bulan untuk bekerja.

Oleh sebab itu, kata Gatot, yang juga menjabat sebagai Deputi V Kemenpora, menegaskan timnya akan bekerja dengan cepat.

“Kami harus (bekerja) maraton karena waktu terbatas,” ungkapnya.

Selain mengundang PSSI, sesuai dengan rencana, Tim Sembilan juga akan melakukan koordinasi dengan induk organisasi olahraga Indonesia yaitu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Artikel ini ditulis oleh:

Inilah Enam Poin Sikap Kaukus Demokrat Bali

Denpasar, Aktual.co — Sekretaris Kaukus Demokrat Bali, Nyoman Agung Sariawan menegaskan jika Partai Demokrat merupakan milik bersama dan bukan perseorangan. Hal tersebut menyusul adanya penyataan mengenai aklamasi SBY untuk menjadi Ketua Umum Partai bergambar bintang mercy. “Bukan milik Mudarta perseorangan,” tegas dia.
Agung kemudian membacakan enam poin sikap Kaukus Demokrat Bali. Pertama, sebagai kader dan pengurus selama ini tidak pernah dilibatkan atas keputusan yang mengatasnamakan seluruh kader dan pengurus untuk kembali mendukung SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. “Keputusan itu sepihak tanpa mekanisme kolektif kolegial yang sah dan dilakukan oleh segelintir oknum elit Partai Demokrat Bali,” ujarnya.
Kedua, sebagai kader dan pengurus merasa bangga muncul nama Gede Pasek Suardika sebagai calon Ketua Umum Partai Demokrat. “Kami mengapresiasi dan mendukung pencalonannya. Kami meminta agar dukungan kepada SBY agar dibatalkan,” pinta Nyoman Agung.
Ketiga, mereka meminta untuk segera mengisi kursi DPR RI yang ditinggalkan Jero Wacik. Keempat, menolak rekayasa penggalangan dukungan dan tanda tangan bermaterai oleh pemilik suara di seluruh Indonesia karena merusak citra Partai Demokrat.
“Kelima, kami menagih janji SBY yang menyatakan hanya mau menjadi ketua umum untuk menyelamatkan Partai Demokrat sampai Pileg dan Pilpres 2014,” paparnya. 
Keenam, menolak memajukan jadwal Kongres Partai Demokrat dari Mei 2015 menjadi Februari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Suharno Belum Tentukan Formasi Ideal “Singo Edan”

Malang, Aktual.co — Pelatih Arema Cronus, Suharno, mengaku belum menemui formasi ideal. Dirinya menegaskan kemungkinan formasi Singo Edan dalam mengarungi kompetisi Indonesis Super League (ISL) musim depan, akan berubah.

Pasalnya, sejumlah pemain baru yang ikut memperkuat Arema membuat dirinya harus memutar otak untuk mendapatkan formasi yang tepat. Apalagi, dua nama potensial, Abblode Yao Rudy dan Sengbah Kennedy bakal memberi warna baru bagi Singo Edan.

“Kami sedang coba beberapa formasi untuk bisa menunjang potensi semua pemain,” ujar Suharno di Batu, Malang, Jawa Timur, Senin (5/1).

Striker asal Liberia Yao Rudy, diketahui memiliki posisi yang hampir sama dengan Cristian Gonzales, dimana tim pelatih saat ini sedang mengutak-atik formasi untuk mengakomodasi dua pemain itu.

Formasi 4-3-3 sebagai sistem baku dalam permainan yang dikembangkan musim lalu, lebih menonjolkan Gonzales sebagai target man.

Kini, hadirnya Yao Rudy juga tak menutup kemungkinan ada dua target man di lini depan Arema.

“Dalam beberapa uji coba, kami sudah coba Rudy di posisi Beto. Tapi selalu kembali ke tengah di posisi Gonzales. Kami masih cari yang terbaik,” tandasnya.

Tak hanya itu, utak atik formasi juga dilakukan di lini belakang, hadirnya defender ternama asal Persija Jakarta Fabiano Beltram juga bakal disejajarkan dengan duet bek kuat Arema yakni Victor Igboneffo dan Purwaka Yudhi.

Artikel ini ditulis oleh:

Aklamasi SBY, Ketua Kaukus Demokrat Bali: Itu Terlalu Prematur

Denpasar, Aktual.co — DPD Partai Demokrat Bali tengah dirundung masalah. Pasalnya, jelang kongres yang akan digelar tahun ini, DPD Partai Demokrat Bali menggalang dukungan aklamasi untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menjabat Ketua Umum Partai Demokrat. Sejumlah kader lantas membentuk Kaukus Demokrat Bali. 
Ketua Kaukus Demokrat Bali, I Wayan Wijana menyayangkan pernyataan Ketua DPD Demokrat Bali, I Made Mudarta yang menyatakan akan mengupayakan pemilihan SBY secara aklamasi.
“Bagi kami pernyataan itu terlalu prematur. Mestinya yang dilakukan adalah memperjuangkan aspirasi rakyat Bali,” kata Wijana di Denpasar, Senin (5/1). 
Menurut dia, upaya aklamasi merupakan bukti telah terjadi penyimpangan AD/ART partai. “Kami akan menggalang gerakan ini menjadi besar mulai anak ranting, ranting DPAC hingga DPC.
Dalam waktu dekat, Wijana mengaku akan mengerahkan massa kaukus sejumlah 2 ribu orang. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sistem Absensi Lemah, Banyak Pegawai Pemkot Bekasi Mangkir

Jakarta, Aktual.co —Sistem absensi pegawai di Pemerintah Kota Bekasi dianggap masih lemah. Sebab masih menggunakan cara konvensional yang rawan manipulasi.
Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menuding sistem absesnsi yang lemah jadi penyebab banyaknya pegawai yang mangkir pasca liburan Natal lalu.
“Masih banyak PNS dan pegawai kontrak yang titip absen kepada temannya, karena absennya masih dilakukan dengan tanda tangan,” kata Ariyanto, di Bekasi, Senin (5/1).
Dia pun usul agar Pemkot Bekasi menggunakan sistem absensi yang akurat dan terpantau langsung oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Sistem itu, ujar dia, sebenarnya pernah diajukan di 2013. Yakni berupa absensi sidik jari. Namun sayangnya alokasi anggarannya gagal terserap.
Mengenai banyaknya pegawai yang kedapatan mangkir, dituturkan Ariyanto, didapatkan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bekasi belum lama ini.
Di mana ada ratusan pegawai Kota Bekasi yang mangkir kerja pasca libur bersama Natal dan Tahun Baru 2015, Senin (29/12) lalu. 
“Ada sedikitnya 120 pegawai yang mangkir. Jumlah itu belum termasuk yang mangkir hari ini, Senin (5/1) sebanyak 129 pegawai tanpa keterangan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain