19 April 2026
Beranda blog Halaman 40243

Jaksa Agung Buat Kebijakan Lelang Jabatan Eselon I dan II

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku akan membuat kebijakan baru sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai lelang jabatan eselon I dan eselon II di lingkungan Kejaksaan. Kebijakan baru tersebut, kata Prasetyo, untuk menata ulang birokrasi di Korps Adhyaksa.
“Langkah ini sebagai tindak lanjut perintah Presiden Jokowi dan rangkaian birokrasi kejaksaan,”kata Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Senin (5/1).
Namun, Prasetyo tak merinci lebih lanjut soal lelang jabatan tersebut, dirinya malah berdalih kebijakan tersebut masih dalam tahap penggodokan.
“Yang jelas proporsinya 30 persen dari kalangan profesional (eksternal-red), 40 persen dari kalangan internal yang berintegritas dan brilian. Siaanya 30 persen untuk kalangan jaksa dari bawah,” ujar Prasetyo.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Tony Spontana mengaku belum mengetahui soal rencana lelang jabatan tersebut.
“Jadi saya dapat bicara banyak tentang seleksi jabatan eselon satu dan eselon dua untuk semua jabatan atau tidak termasuk jabatan-jabatan teknis,” imbuh Tony.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Dewan Komisaris Tunjuk Asmawi Syam Jabat Plt Dirut BRI

Jakarta, Aktual.co — Dewan Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memutuskan Asmawi Syam sebagai pelaksana tugas (PLT) Direktur Utama Perseroan menggantikan Sofyan Basir yang mendapat tugas baru sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).

“Sejak Jumat (2/1) Dewan Komisaris menunjuk Pak Asmawi Syam Sebagai Plt Direktur Utama hingga terpilihnya Direktur Utama definitif pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham ) pada Maret mendatang,” kata Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni di Jakarta, Senin (5/1).

Baiquni menuturkan, status Plt tidak akan berpengaruh terhadap kinerja BRI yang saat ini tercatat sebagai bank dangn raihan laba bersih terbesar di Tanah Air.

Meski berstatus Plt, lanjut Baiquni, Asmawi memiliki kewenangan yang tidak berbeda dengan direktur utama.

“Kewenangan Pak Asmawi sama saja dengan direktur utama. Kalau tidak demikian kami kami hanya akan membuang-buang waktu,” ujar Baiquni.

Asmawi yang kini berusia 58 tahun, menjabat sebagai direktur BRI sejak 5 September 2007. Ia memulai karier perbankan di BRI sejak 1980.

Ia telah menduduki berbagai jabatan manajerial diantaranya Kepala Divisi Bisnis umum, Kepala Divisi Consumer Banking, Pemimpin Wilayah Bandung, dan Pemimpin Wilayah Denpasar.

Sebelum menjabat Plt Dirut BRI, Asmawi sebelumnya adalah direktur bisnis kelembagaan dan BUMN BRI.

Pria kelahiran Makassar itu meraih gelar sarjana ekonomi daei Universitas Hasanuddin Makasar pada tahun 1979 dan Magister Manajemen dari Universitas Padjajaran, Bandung.

Pada 2003, ia juga telah mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan di bidang perbankan Internasional seperti Form State Owned Enterprise to World Class Compertitors Creative Innovative and State Owned Firms (Filipina), Card and Payment -European Financial Management marketing EFMA (Paris), Strategic Leadership -Master Card International (Bangkok), World Congress on IT (Australia), dan Asset and Liability Management, Credit Risk Management & International Banking (Brussel).

Baiquni menambahkan, penunjukan Asmawi Syam sebagai Plt Direktur Utama BRI ini telah pula dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baik pengawasan Pasar Modal maupuan Pengawasan Perbankan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menpora Nilai PSSI Bermasalah

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, menilai bahwa kepengurusan PSSI bermasalah.

Namun, mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), itu tidak menjelaskan secara detail masalah apa yang menggeluti federasi sepakbola Indonesia itu.

“Heheheh itu cara mereka (PSSI) menutupi sesuatu yang sebenarnya terjadi,” ujar Menpora singkat kepada Aktual.co melalui blackberry messenger (BBM), Senin (5/1).

Pernyataan Imam ini terkait dengan pemberitaan Aktual.co sebelumnya, dengan judul “Menpora Dianggap Tak Paham Dunia Sepakbola,” Minggu (4/1) kemarin.

Dalam pemberitaan itu, perwakilan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI dari Kalimantan Timur, Yunus Nusi, menilai bahwa, Imam Nahrawi tak pantas duduk sebagai Menpora.

“Imam tidak pantas jadi Menpora,” tegas Yunus saat Kongres Tahunan (KT) PSSI 2015 di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (4/1).

Ditambahkan Yunus Nusi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Forum Asprov PSSI, tidak pantasnya Imam Nahrawi menjabat sebagai Menpora karena, pembentukan Tim Sembilan, yang akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemprov DKI Kapok Pasang Target Tinggi di Penerimaan 2015

Jakarta, Aktual.co —Agar penerimaan pendapatan daerah DKI tak lagi meleset seperti di 2014, di 2015 ini Pemprov DKI tak mau lagi muluk-muluk pasang target tinggi. 
Diakui Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, penetapan target penerimaan yang realistis dimaksudkan agar di 2016 nanti DKI masih tidak melanggar RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). 
“Tahun ini target (penerimaan) kita memang terlalu tinggi,” ujar mantan Walikota Jakarta Utara itu, di Balai Kota DKI, Senin (5/1).
Diakuinya, penerimaan pendapatan daerah DKI di APBD 2014 memang tak capai target. Dari target Rp72,9 triliun, yang tercapai hanya Rp52,17 triliun, atau hanya 71 persen.
Heru mengatakan rendahnya penerimaan DKI, disebabkan tak tercapainya target penerimaan pajak daerah. “Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu, nilai rupiahnya meningkat.” 
Sejumlah pajak daerah yang tak mencapai target, kata dia, seperti  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Yang hanya terealisasi Rp49 triliun dari target Rp 51 trilun. 
Lalu pajak hotel, hanya terealisasi Rp1,3 trilun dari target Rp 1,4 triliun. Serta pajak restoran, dari target Rp2 triliun hanya tercapai Rp1,8 triliun.
Sedangkan untuk pengeluaran atau anggaran yang terserap tahun 2014, sambungnya, mencapai Rp 43,4 triliun. 
Artinya, masih ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp 8,7 trilun. SiLPA tersebut akan dimasukkan dalam penghitungan APBD 2015 yang saat ini masih dibahas oleh Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta.
Adapun penerimaan daerah tahun anggaran 2014 terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 27 triliun dan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 32 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Forum Asprov: Pembentukan Tim Sembilan Tinggalkan Bekas Luka

Jakarta, Aktual.co — Kongres Tahunan (KT) PSSI 2015 yang digelar di Hotel Borobudur, Minggu (4/1) kemarin, menghasilkan sebuah forum yang bertujuan untuk merespon beberapa tindakan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, yang dianggap meresahkan seluruh anggota PSSI.

Forum tersebut beranggotakan wakil-wakil Asosiasi Provinsi (Asprov) se-Indonesia dan diberi nama Forum Asprov PSSI.

Ketua Asporv DKI Jakarta, Gusti Randa dipercaya untuk duduk sebagai Ketua Koordinator Forum. Dia akan ditemani oleh Ketua Asprov Kalimantan Tengah Yunus Nusi, yang ditunjuk sebagai Wakil Koordinator Forum.

Forum yang resmi diperkenalkan di sekretariat PSSI, Jakarta, Senin (5/1), Gusti Randa berpendapat bahwa, berdirinya forum ini adalah bukti jika apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Menpor telah meninggalkan bekas luka mendalam. Terutama mengenai pembentukan Tim Sembilan.

“Beberapa statement (pernyataan) dan tindakan Menpora telah meresahkan seluruh anggota PSSI dari ujung barat sampai ujung timur,” tegas Gusti.

“Forum ini adalah kesadaran Asprov yang resah, gelisah, tidak suka dan gusar,” tambahnya.

Melalui forum tersebut, kata Gusti Randa, seluruh Asprov PSSI di Indonesia menyuarakan untuk menolak keras keberadaan Tim Sembilan. Karena, mereka meyakini Tim Sembilan tidak akan menjadikan sepakbola Tanah Air jadi lebih baik.

Ditambahkan Wakil Koordinator Forum, Yunus Nusi, dengan melihat anggota tim tersebut bisa disimpulkan bahwa Imam Nahrawi dinilai tidak kompeten untuk menjabat sebagai Menpora.

“Apakah anggota Tim Sembilan paham dengan sepakbola? Biar masyarakat yang menilai. Tapi, seharusnya bukan mereka (Tim Sembilan) yang diajak mengevaluasi sepakbola,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut Yunus, dirinya yakin baik PSSI ataupun Asprov tidak menginginkan adanya permusuhan dengan Menpora. Maka dari itu, dia meminta Menpora untuk meninjau kembali pembentukan Tim Sembilan.

“Sudahilah semua ini. Lebih baik Menpora urus infrastruktur sepakbola di Indonesia. Jangan malah mengobok-obok PSSI,” sindir Yunus.

Untuk diketahui, keanggotaan Forum Asprov PSSI bersifat perwakilan dengan dilandaskan pada pembagian waktu di Indonesia yang dibagi menjadi tiga wakil yakni Bagian Barat, Bagian Tengah dan Bagian Timur.
 
Wakil Bagian Barat di percayai oleh Gusti Randa, wakil Bagian Tengah Yunus Nusi sedangkan wakil Bagian Timur adalah Ketua Asprof Maluku, Sofyan Lestaluhu.

Artikel ini ditulis oleh:

2014, Kejagung Serap Anggaran Rp2,8 Triliun

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga akhir November 2014 lalu menyerap 79,43% atau sebesar Rp 2.835.643.347.061 (Rp 2,8 trilyun) dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
“Penyerapan realisasi Anggaran dan Belanja Negara 2014, sampai 30 November sebesar Rp 2,8 trilyun,” kata Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Waluyo pada konferensi pers “Capai Kinerja Kejaksaan Agung Tahun 2014” di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (5/1).
Bambang mengaku, anggaran DIPA Kejaksaan Agung untuk tahun 2014 adalah sebesar Rp 3.570.196.463.000 (Rp 3,5 trilyun).
Masih di bidang pembinaan, guna memenuhi kebutuhan pegawai tahun 2014, Kejaksaan Agung mengusulkan sebanyak 1.926 formasi dan telah disetujui sebanyak 1.000 orang.
“Dan pada 25 dan 26 Oktober telah melakukan tes kompetensi dasar yang diikuti 9.084 peserta,” katanya
Dukungan Kejaksaan tidak hanya pada bidang penegakan hukum, karena hingga September 2014 telah mengkaryakan 156 sumber dayanya bertugas di berbagai instansi luar kejaksaan.
Untuk perolehan pendapatan negara yang telah dilakukan oleh Kejaksaan sebagai satu bagian dari pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga bulan November, jumlahnya sebesar Rp 3.412.667.981.705 (Rp 3,4 trilyun) dari estimasi sebesar Rp 146.256.330.000 (Rp 146,2 milyar).
“Prosentase pencapaiannya sebesar 2.333%. Dalam hal ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan mengingat target realisasi PNBP 2013 sebesar Rp 132.960.300.000 dengan realisasi PNBP periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 469.400.719.178 atau 353,04% dari target yang ditetapkan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain