17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 40243

Buka Kantor Cabang, KPK Belum Putuskan Strukturnya

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan membuka beberapa cabang di dareah mulai tahun depan, namun sejauh ini belum diketahui bagaimana strukturnya, apakah juga akan dipimpin oleh Ketua KPK Abraham Samad seperti di Jakarta.
“Belum sejauh itu karena sangat teknis sekali, program pimpinan untuk arah program tahun depan,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di Jakarta, Selasa (23/12).
Bambang mengatakan, pada tahun 2015 cabang pertama yang akan mulai dibuka ialah cabang Sumatera Utara, di Kota Medan.
“Dalam rencana kerja KPK, pimpinan sudah memutuskan untuk membuat cabang di daerah. Tahun depan satu di Sumatera, tapi belum diputuskan daerahnya.”
Sementara untuk alasan mengapa cabang Sumatera diprioritaskan dibangun untuk pertama kali, Bambang mengutarakannya dengan diplomatis.
“Ada champion-champion yang bisa diajak kerjasama, selain ada cukup banyak tantangan yang menarik untuk dikerjakan KPK.”
Setelah Sumatera, selanjutnya menyusul daerah lainnya. Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. “Juga direncanakan dalam 10 tahun ke depan akan dibentuk 5 cabang,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bentuk Tim Evaluasi PSSI, DPR akan Panggil Menpora

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam mengatakan bahwa pihaknya akan pertanyakan langkah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang membentuk tim sembilan, dalam rangka melakukan evaluasi terhadap PSSI.
Ia beralasan, jika pemanggilan tersebut untuk mengetahui secara gamblang polemik yang terjadi antara Menpora dan PSSI. Sebab, diakuinya, hanya mengetahui seperti yang dikabarkan oleh media massa saja.
“Soal ini (tim sembilan) Menpora juga belum bertemu dengan DPR RI, direncanakan baru bertemu dipertengahan bulan Januari atau akhir lah dan itu akan ada rapat kerja, disitu kita akan tanyakan. Sebab saat ini hanya berpolemoik di media massa saja,” kata Ridwan ketika dihubungi Aktual.co, di Jakarta, Selasa (23/12).
Lalu ketika ditanya apakah bentukan tim sembilan dapat dinilai sebagai langkag sentimentil Menpora terhadap PSSI? Politisi Golkar itu mengisratkan tidak mau terjebak dalam permasalahan ini dengan memenangkan satu pihak saja.
“Saya tidak melihat adanya itu (sentimentil menpora terhadap PSSI) tetapi saya melihat saat ini secara normatif kegiatan Menpora itu apa, termasuk dalam pembinan olahraga ada tupoksinya dan bagaimana organisasi PSSI. Saya meluruskan saja dua-duanya, tidak boleh saling mengintervensi,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

DPR: Menpora Tak Hanya Evaluasi PSSI, Cabor Lainnya Perlu Dievaluasi

Jakarta, Aktual.co — Wacana Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk membentuk tim sembilan dalam rangka melakukan evaluasi terhadap PSSI terus menuai pro kontra.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Ridwan Hisjam mengatakan jika menteri pemuda dan olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak perlu membentuk tim yang sifatnya mengevaluasi organisasi PSSI, melainkan evaluasi terhadap kemajuan cabang olahraga (cabor) sepak bolanya.
“Saya kira Menpora tidak perlu mengurusi PSSI-nya, tetapi kalau  mengurusi secara teknis kemajuan sepakbola, boleh saja,” kata Ridwan ketika dikonfirmasi Aktual.co melalui telepon, di Jakarta, Selasa (23/12).
Politisi Partai Golkar ini berpandangan, jika alangkah baiknya, Kemenpora tidak melakukan evaluasi terhadap satu cabor saja. Melainkan, melakukan seluruh evaluasi cabor yang akan dengn tujuan peningkatan kualitas.
“Saya mengusulkan Menpora tidak bicara satu cabang olahraga saja, tetapi mengevaluasi cabang olahraga yang tidak mencapai target di dalam olimpiade-olimpiade lalu. Jadi, jangan difokuskan pada satu cabang saja, yaitu sepakbola,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Menpora Imam Nahrawi yang juga politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memang tengah menggodok beberapa nama untuk masuk di tim yang akan bertugas mereformasi induk organisasi sepakbola Indonesia atau PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kepala BPBS Sampang Mencabuli Anak Dibawah Umur

Surabaya, Aktual.co — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang, Madura,  Wisnu Hartono, akhirnya  diamankan anggota Unit Perlindungan Peempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Setija Junianta mengatakan bahwa penangkapan Wisnu merupakan pengembangan dari kasus penangkapan empat mucikari yang sudah tertangkap sebelumnya.
Keempat tersangka memang berprofesi menjual anak-anak dibawa umur sebagai obyek prostitusi. Saat keempat tersangka tertangkap, mereka mengaku jika para korbanya telah dijual kepada salah satu pejabat.
“Saat tertangkap itulah akhirnya kita kembangkan pada siapa-siapa yang membokingnya.” kata Setjia Junianta, Senin (22/12).
Pihak kepolisian menangkap Wisnu Hartono yang terbukti memboking anak yang masih berusia 15 tahun. Namun sayangnya, tak dibeberkan secara jelas kronologis penangkapan Wisnu.

Artikel ini ditulis oleh:

Diduga Akibat Kompor, Puluhan Rumah di Jakut Habis Dilalap Api

Jakarta, Aktual.co — Puluhan rumah kontrakan dan rumah toko yang berada di Jalan Muara Baru, RT 16/17, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (22/12) malam habis dilalap api. Diduga penyebab kebakaran tersebut akibat kompor meledak dari salah satu rumah warga.  
Untuk memadamkan api tersebut petugas Suku Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Sudin Damkar dan PB) Jakarta Utara mengerahkan 28 unit mobil pemadam kebakaran.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00,” kata Frans Hodden Silalahi, Kepala Sudin Damkar dan PB Jakarta Utara, Selasa (23/12).
Dikatakan Frans beruntung akibat peristiwa tersebut tidak menelan korban luka maupun jiwa.  Kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
“Kebakaran diduga akibat kompor meledak. Sedangkan jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ini masih dihitung,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Petugas Tangkap WNA Nigeria Miliki Narkoba Senilai Rp 6 Miliar

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil menangkap Uzoma Elele yang merupakan warga negara Nigeria karena kasus penyalahgunaan parpor dan positif menggunakan narkoba, akhirnya menemukan narkotika sabu senilai Rp 6 miliar dan 300 gram ganja.
Direktur Narkotika Alami BNN Pusat, Sugiyo mengatakan bahwa dari hasil pengungkapan pihaknya beserta Imigrasi Depok berhasil mengamankan 4 kilogram sabu kristal dan 300 gram ganja yang disembunyikan pelaku dalam tumpukan kamera CCTV di Apartemen Margonda Residence, Kota Depok. 
“Petugas menyita 4.075,9 gram sabu dan ganja kering sebert 301,1 gram,” katanya, Selasa (23/12).
Dikatakan Sugiyo dengan ditemukannya barang haram tersebut pihaknya akan melakukan pengembangan asal muasal barang haram tersebut. Diduga kalau pelaku merupakan otak yang masuk dalam jaringan pengedar narkotika yang biasa mengedarkan di kawasan Depok.  
“Dia (Uzoma) pengedar narkotika golongan 1,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain